10 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puspa Sari, Legenda Bus Malam Singaraja-Surabaya, Melaju Sejak 1976

Jaswanto by Jaswanto
February 9, 2025
in Esai
Puspa Sari, Legenda Bus Malam Singaraja-Surabaya, Melaju Sejak 1976

Bus Puspa Sari | Sumber foto: IG Sejarah Bali

DARI story WA tukang tiket bus langganan, saya tahu PO Puspasari ulang tahun 7 Februari. Saya langsung teringat bus yang sudah menjadi bagian dari sebagian hidup saya itu.

Sembilan tahun yang lalu, untuk kali pertama saya duduk di kursinya yang bisa diatur dan membungkus diri dengan selimutnya yang hangat dengan debar yang sulit dijelaskan. Itu kali pertama pula saya melakukan perjalanan dari Singaraja, Bali, ke Surabaya, Jawa Timur. Saat itu musim liburan kuliah. Tapi saya lupa berapa uang tiketnya waktu itu, mungkin 150 ribu, atau sedikit lebih banyak dari itu. Yang jelas, seingat saya, kecuali pada musim pandemi kemarin, setelah itu saya tidak pernah menaiki bus mana pun selain PO (perusahaan otobus) Puspa Sari.

Saya tidak tahu pasti alasan di balik kenapa saya selalu menaikinya saat hendak pulang atau kembali ke Singaraja. Tapi saya mengira itu karena namanyalah yang pertama kali saya dengar daripada PO-PO yang lain dan dari situ tiba-tiba saya merasa nyaman saja dengan jebus 2 HD itu.

Di kalangan mahasiswa perantauan dari Jawa Timur, khususnya dari Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro, nama Puspa Sari memang sering disebut. Itu sama dengan Aqua, Honda, Rinso, yang sering disebut orang-orang—dan selanjutnya nama-nama merek itu digunakan untuk menyebut produk serupa walau dengan merek yang berbeda. Suatu kali itu juga terjadi pada nama Puspa Sari. Seorang teman berkata menaiki Puspa Sari, meski pada kenyatannya dia duduk di bangku Menggala.

Sebagai bus malam pertama yang memiliki rute Singaraja-Surabaya (pun sebaliknya), wajar saja jika nama Puspa Sari cukup melegenda. PO ini lahir pada masa Orde Baru, tepatnya pada 7 Februari 1976, dari seorang pengusaha bernama I Gede Dharma Wijaya.

Puspa Sari lahir karena latar belakang Gede Dharma sendiri. Made Oka Nurdjaja, ayahnya, adalah perintis usaha yang ulet. Dia punya toko kelontong, “JAYA”, di Jl. Diponegoro, Singaraja, yang menjual aneka kebutuhan sehari-hari. Selain itu, saat Dharma masih SD, Made Oka juga mulai merintis usaha transportasi bus berbahan bakar bensin yang beroperasi di Singaraja dan sekitarnya—body bus masih terbuat dari kayu, tulis sebuah artikel.

Gagasan membangun usaha bus malam Singaraja-Surabaya tampak semakin nyata saat Gede Dharma memutuskan merantau ke Surabaya saat umurnya belum genap tujuh belas tahun. Di sana ia melanjutkan SMA dan memupuk niatnya untuk masuk Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Tapi itu tidak terjadi. Pada 1970, seusai tamat SMA di Surabaya, Dharma memilih terbang ke Jerman untuk belajar mesin disel.

Setelah tamat dari Jerman, pada 1974 ia mulai merancang bisnis transportasi yang tidak hanya sekadar mondar-mandir di sekitaran Singaraja—ia mau lebih daripada itu. Maka jadilah “Puspa Sari” dengan 5 bus modern bermesin disel, angkutan pertama jurusan Singaraja-Surabaya. Sejak saat itu, Puspa Sari melaju, wira-wiri, dan beranak-pinak. Dari rute Singaraja-Surabaya, lahir bus Denpasar-Surabaya, lalu Denpasar-Yogyakarta, selanjutnya merintis jurusan Lombok-Mataram-Sape-Bima pada tahun 1982. Akhirnya bus-bus Dharma melaju sampai Malang, Blitar, dan sekitarnya. Jadilah Puspa Sari tak sendiri, ia memiliki saudara kandung Restu Mulya, Wisata Komodo, dan Cipta Dharma Perkasa.

Menjadi Saksi Bisu

Bagi saya, Puspa Sari ini tipe bus yang cepat datangnya, cepat pula sampainya. Seringkali ngebut tapi dengan keahlian nyetir yang tak mengkhawatirkan, jika dibandingkan dengan sopir-sopir bus ekonomi jurusan Semarang-Surabaya yang kerap menyulap aura kabin jadi ngeri-ngeri sedap. Tapi saya kira gaya mengemudinya sebelas-dua belas dengan sopir-sopir jurusan Semarang-Surabaya: suka nempel-nempel dulu, lalu goyang kanan, baru nyalip.

Bus Puspa Sari | Sumber foto: IG Subo

Tapi begitulah. Melewati jalur pantura dengan konvoi truknya adalah sebuah keniscayaan. Seringkali iring-iringan truk besar jadi penghambat laju bus. Mengikuti terus di belakangnya akan membuang banyak waktu. Kalau tidak ingin waktu perjalanan jadi 3 kali lebih lama, sebaiknya disalip. Namun, menyalip langsung beberapa truk cukup berbahaya, kecuali sopir bisa memastikan jalur dari arah berlawanan benar-benar kosong. Maka mepetlah mereka sebelum menyalip. Bagi penumpang, menyalip seperti ini cukup memacu adrenalin.

Dan selama merasa ngeri itu saya teringat kelakar Gus Dur tentang sopir Metromini yang ugal-ugalan tapi masuk surga dan dikasih kamar yang mewah, lengkap dengan perabotan emas. Sedangkan Gus Dur, yang notabene sebagai seorang presiden dan ulama, hanya dikasih kamar kecil dengan perabotan kayu. Sebabnya, kata Gus Dur, “Pada saat saya ceramah, membuat orang-orang semua ngantuk dan ketiduran sehingga melupakan Tuhan. Sedangkan saat sopir Metromini mengemudi dengan ngebut, dia membuat orang-orang berdoa”—mengingat Tuhan. Dan itu benar.

Saat menaiki Puspa Sari saya nyaris selalu duduk di depan, tepat di belakang pak supir yang sedang bekerja. Jadi sangat jelas saya melihat bagaimana sopir Puspa Sari mengemudi. Bahkan, tak sedikit saya mendengar sopir mengumpat karena kelakuan pengendara lain yang ngawur dan membahayakan. Saya juga sering meminta permen kepada pak sopir.

Puspa Sari berangkat dari Singaraja sekira pukul enam sore dan biasanya sampai Surabaya pukul empat pagi, menjelang subuh. Di daerah Pasir Putih, Situbondo, penumpang diservis makan prasmanan di sebuah restoran sederhana. Jujur saja saya jarang menikmati masakannya. Tapi jelas teh hangat dan semangka irisnya cukup melegakan. Itu juga kesempatan untuk buang air kecil maupun besar dan mengisi daya telepon genggam.

Sejauh ini, seingat saya, saat menaiki Puspa Sari, dua kali saya merasa kesal—dan dua-duanya saat perjalanan kembali ke Singaraja. Itu karena bus legendaris ini mogok. Saya lupa itu kapan, tapi saya ingat di mana letak mogoknya. Pertama di daerah Gilimanuk, saat memasuki kawasan hutan Bali Barat. Kedua saya kira masih di daerah Situbondo, belum masuk kawasan Baluran. Dan selain pernah merasakannya sendiri, saya juga sering mendengar cerita-cerita dari beberapa kawan perihal yang sama.

Tetapi, bagaimana pun, Puspa Sari sudah menjadi bagian dalam perjalanan hidup saya. Ia angkutan yang menempati sedikit ruang dalam ingatan saya. Warnanya yang biru muda dengan tato beberapa ekor kuda lari di badannya, akan melekat dalam ingatan saya. Beberapa kursinya adalah bagian yang tak bisa saya lupakan. Puspa Sari—juga Sugeng Rahayu, Indonesia, Widji Lestari, Sinar Mulia, Restu, Harapan Kita, dan bus-bus jurusan Singaraja-Surabaya yang pernah saya naiki—adalah saksi bisu etape hidup saya. [T]

Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Metamorfosis Moda Transportasi Laut Nusa Penida: Dari Perahu Meolah, Bermesin, hingga Fast Boat
Mempercakapkan Transportasi Publik di Bali – Sebuah Percakapan yang Agak Sia-sia…
“Culture Shock” Mahasiswa Bali di Yogyakarta: Makanan Murah yang Bisa Bikin Boros dan Lain-lain
Tags: Bus Puspa Sarilegendasejarahtransportasitransportasi publik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Candi Lingga Belah, Karya Pematung Ketut Putrayasa di Pintu Masuk Bendungan Sidan

Next Post

Refleksi Hari Pers Nasional Ke-79: Tak Semata Soal Teknologi

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

by Agung Sudarsa
June 10, 2026
0
‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih...

Read moreDetails

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
0
GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

Read moreDetails

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
0
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

Read moreDetails

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
0
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

Read moreDetails

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

Read moreDetails

Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

by Dede Putra Wiguna
June 8, 2026
0
Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

KEMAJUAN teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, memperoleh informasi, dan belajar. Dalam hitungan detik, seseorang dapat mengakses berbagai sumber...

Read moreDetails

Maraknya Pernikahan Anak, Kontrasepsi di Kalangan Remaja Sudah Mendesak?

by Putu Arya Nugraha
June 7, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

BERDASARKAN data, selain kasus kekerasan seksual dan kasus HIV/Aids, kasus pernikahan anak juga termasuk paling tinggi di Buleleng. Sebagai ketua...

Read moreDetails

Filosofi Sepiring Prasmanan: Ketika Isi Perut Menguji Isi Kepala

by T.H. Hari Sucahyo
June 7, 2026
0
Filosofi Sepiring Prasmanan: Ketika Isi Perut Menguji Isi Kepala

SETIAP kali menghadiri acara hajatan, seminar, reuni, atau pertemuan keluarga besar, ada satu momen yang hampir selalu ditunggu banyak orang:...

Read moreDetails

Kesalahan-kesalahan Umum dalam Membaca Puisi —Catatan Juri Lomba Baca Puisi HUT SMAN 1 Petang

by Wayan Esa Bhaskara
June 7, 2026
0
Kesalahan-kesalahan Umum dalam Membaca Puisi —Catatan Juri Lomba Baca Puisi HUT SMAN 1 Petang

Catatan ini diniatkan sebagai evaluasi bagi para peserta dan pembina lomba baca puisi serangkaian HUT ke-37 SMA Negeri 1 Petang....

Read moreDetails

Kita Semua Saling Terkait: Membaca Yajña, Pancakosha, Chakra, Hawkins, dan Fritjof Capra dalam Satu Kesadaran

by Agung Sudarsa
June 7, 2026
0
Kita Semua Saling Terkait: Membaca Yajña, Pancakosha, Chakra, Hawkins, dan Fritjof Capra dalam Satu Kesadaran

Yajña: Dari Ritual Persembahan Menuju Laku Kehidupan Banyak orang memandang yajña sebagai ritual keagamaan yang diwujudkan melalui sesajen, canang, bunga,...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi Hari Pers Nasional Ke-79: Tak Semata Soal Teknologi

Refleksi Hari Pers Nasional Ke-79: Tak Semata Soal Teknologi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan
Esai

‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih...

by Agung Sudarsa
June 10, 2026
GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan
Esai

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan
Ulas Pentas

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

by Rezky Chiki
June 9, 2026
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  
Esai

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan
Pendidikan

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk...

by Wahyu Mahaputra
June 9, 2026
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong
Esai

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa
Pendidikan

‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan...

by tatkala
June 8, 2026
Sihir Tiga Kode Huruf
Bahasa

Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

by I Made Sudiana
June 8, 2026
I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari
Panggung

I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari

“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne,...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam
Pariwisata

International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam

Ketika diumumkan lomba dimulai, suasana ruangan mendadak dipenuhi suara riuh, sorak-sorai dan tepuk tangan sebagai dukungan dari penonton, suporter atau...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co