2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Refleksi Hari Pers Nasional Ke-79: Tak Semata Soal Teknologi

Edi Santoso by Edi Santoso
February 9, 2025
in Esai
Refleksi Hari Pers Nasional Ke-79: Tak Semata Soal Teknologi

Edi Santoso

PERINGATAN Hari Pers Nasional (HPN) Ke-79 ini akan berbeda dari biasanya. Puncak peringatannya, digelar di dua kota, Banjarmasin dan Pekanbaru, sebagai akibat dualisme kepengurusan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia). Presiden nampaknya tidak akan hadir di salah satunya. Begitu juga Dewan Pers. Kenyataan yang patut disayangkan, tentu saja. Tapi, ada yang lebih serius dari itu.

Satu kenyataan yang menyangkut hidup pers sendiri. Khususnya media lama (koran, radio, tv), hidupnya kian mengkhawatirkan. Ini nampak dari belanja iklan media lama pada tahun 2024. Total belanja iklan media cetak misalnya, hanya Rp 6 triliun di tahun itu.

Bandingkan dengan media digital, yang mencapai angka lebih dari Rp 62 triliun (sebelumnya Rp 54 triliun lebih di tahun 2023). Televisi memang masih berada di puncak, dengan capaian Rp 63 triliun lebih, namun tren-nya terus menurun dari tahun ke tahun. Di sisi lain, media digital terus menanjak tajam.

Sepanjang satu tahun terakhir pun, daftar media lama yang gulung tikar makin panjang. Majalah Gatra yang sudah berkiprah selama 30 tahun, akhirnya pamit tak lagi terbit pada Juli 2024. Dunia televisi tak terkecuali. Pada Desember 2024, ANTV melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. ANTV, yang merupakan bagian dari PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), memiliki total utang sebesar Rp8,79 triliun kepada 12 kreditur.

Laporan keuangan per 30 September 2023 menunjukkan penurunan pendapatan perusahaan menjadi Rp 906 miliar dari Rp1,32 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Beban usaha yang lebih tinggi, mencapai Rp1,14 triliun, memperburuk kondisi keuangan perusahaan, sehingga VIVA mencatat kerugian sebesar Rp239 miliar pada kuartal III.

Bagaimana dengan media lokal? Nasibnya tidak lebih baik atau bahkan lebih buruk lagi. Banyak televisi lokal yang muncul pasca deregulasi dunia penyiaran yang nasibnya kini bak “hidup enggan matipun segan”. Koran-koran lokal sudah lebih dulu mati, menyerah dengan biaya produksi yang tak tertutupi oleh angka penjualan atau iklan.

Sungguhkah tren teknologi menjadi jagal para pekerja media? Bagi yang enggan bertransformasi, mungkin begitu kenyataanya. Tapi bagi mereka yang sigap melakukan shifting, terbuka peluang baru untuk terus berkiprah di dunia pers.

***

Saya berkesempatan hadir dalam pertemuan “Local Media Community Outlook 2025” di Surabaya, Selasa-Rabu lalu. Ada aura shifting di wajah-wajah para peserta yang mewakili media lokal dari seluruh Indonesia. Mayoritas yang hadir adalah pengelola media siber. Sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang sebelumnya berkiprah di media lama.

“Saya sebelumnya di grup Media Indonesia Jakarta. Perusahaan melakukan pemangkasan karyawan, karena kondisi perusahaan yang memburuk. Saya balik ke Bandung, dan kini mengelola media online,” ujar salah satu peserta.

Semangat mereka adalah menyiasati perubahan. Faktanya, perubahan besar terjadi pada cara manusia memproduksi dan mengkonsumsi berita. Teknologi mendeterminasi segala hal. Mereka yang bisa menyesuaikan akan bertahan, begitupula sebaliknya.

Tapi determinasi teknologi kadang terasa sadis. Begitu dinamis, sampai-sampai kita sulit mengikutinya. Belum lama kita bicara SEO, algoritma, kini kita disibukkan oleh isu artificial intelligent (A.I). Begitulah nasib pengguna teknologi, selalu berhadapan secara simetris dengan pencipta teknologi.

Dalam isu monetizing, seorang CEO media online bercerita, setiap bulan selalu melakukan evaluasi chanel. Bulan ini medsos A potensial memberikan cuan, bulan depan mungkin sudah berganti. Terasa benar nuansa “perbudakan 2.0”. Apa boleh buat.

Para pengelola media online itu kini lebih terasa seperti content creator. Mereka menyiasati konten demi cuan yang mungkin bisa diperoleh. Diskusinya seputar konten yang menghasilkan traffic atau meningkatkan jumlah viewer atau follower/subscriber.

Jurnalisme semakin kehilangan reflektifitas. Dalam pertemuan media lokal itu, materi “Jurnalisme Konstruktif” yang dibawakan Eva Danayanti dari IMS (International Media Support) pun terasa kabur. Harapan bahwa jurnalisme mestinya “berdampak sosial” seperti berhadapan dengan tembok besar teknologi dengan aksioma keuntungan materi yang baku.

Eh tapi, tak semua media lokal melupakan misi ideologisnya. Di Tasikmalaya, ada kapol.id yang bereksperimentasi untuk mendukung masyarakat mengembangkan tanaman Indigofera untuk kemandirian energi.

“Kami menerapkan pendekatan percakapan dengan warga. Dari situ, muncul gagasan-gagasan yang sebelumnya hanya mengendap dan tidak tersampaikan,” ujar CEO Kapol.id, Duddy RS. Selain publikasi, media bisa melakukan tugas advokasi bagi komunitas.

Menjadi idealis tak berarti jauh dari pendapatan. Program-program pendampingan komunitas ke depan bisa berimplikasi cuan. “Banyak biro iklan yang mencari mitra media lokal dengan hyperfocus, misalnya pada komunitas-komunitas spesifik,” papar Pradana, CEO Volare.

Kreatifitas selalu menemukan jalannya, dalam kondisi apa pun. Arogansi teknologi di satu sisi, tetap bisa beriringan dengan idealisme jurnalisme di sisi yang berbeda. Tren teknologi adalah wajah zaman, tak bisa dilawan. Ruh jurnalisme yang akan membedakan wartawan sejati dengan netizen pragmatis yang semata memburu popularitas. [T]

Penulis: Edi Santoso
Editor: Adnyana Ole

Hari Pers Nasional Untuk Siapa?

                                                                       

Tantangan Pers Bebas dan Bertanggung Jawab di Era Disrupsi Digital
Bawaslu, Pers, dan Perannya dalam Pemilu 2024
Tags: Hari Pers Nasionalmedia massamedia onlinepersTV
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puspa Sari, Legenda Bus Malam Singaraja-Surabaya, Melaju Sejak 1976

Next Post

YONINÉ GENTOSIN: Mengubah Kualitas Kelahiran Perspektif Ida Padanda Made Sidemen

Edi Santoso

Edi Santoso

Dr. Edi Santoso, M.Si. Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
YONINÉ GENTOSIN: Mengubah Kualitas Kelahiran Perspektif Ida Padanda Made Sidemen

YONINÉ GENTOSIN: Mengubah Kualitas Kelahiran Perspektif Ida Padanda Made Sidemen

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co