23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gerakan Wisata Bersih dan Budaya Bersih Kita

Chusmeru by Chusmeru
January 12, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

KEBERSIHAN menjadi jendela yang memancarkan citra bagi industri pariwisata. Seindah apa pun satu destinasi wisata, jika mengabaikan faktor kebersihan tentu akan berdampak buruk bagi kenyamanan wisatawan.

                Tak heran bila Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana  menjadikan Gerakan Wisata Bersih sebagai program terobosan di tahun 2025. Harapannya, gerakan itu akan meningkatkan citra dan kunjungan wisatawan di Indonesia.

                Menpar menjabarkan, program terobosan Gerakan Wisata Bersih bertujuan untuk meningkatkan kebersihan destinasi wisata. Sebab kebersihan menjadi perhatian utama dari daya tarik bagi wisatawan domestik dan internasional saat ini.

 Kebersihan menjadi elemen penting dalam Sapta Pesona pariwisata. Program ini diharapkan akan memastikan Indonesia tetap dikenal sebagai destinasi yang bersih, terawat, dan meningkatkan kenyamanan ( Antara, 20/12/2024).

Program Menpar tentunya bukan sesuatu yang mengada-ada. Wisatawan kekinian sangat peduli dan memperhatikan faktor kebersihan destinasi maupun objek wisata. Celakanya, masih banyak ditemukan objek wisata yang mengabaikan faktor kebersihan.

Dalam kesempatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di beberapa desa wisata, penulis menemukan kondisi yang sungguh memprihatinkan. Toilet di objek wisata jauh dari kategori bersih. Kotor dan bau toilet yang tidak sedap. Bahkan terdapat sarang lebah di dalam toilet. Ini menandakan bahwa toilet itu tidak pernah dimonitor maupun dibersihkan oleh pengelola.

Selain itu juga tidak tersedia tempat sampah di tempat-tempat yang strategis. Hal ini membuat pengunjung objek wisata membuang sampah sembarangan. Kondisi semacam ini penulis temukan di beberapa objek wisata. Sepertinya, masalah kebersihan objek wisata memang menjadi persoalan akut di Indonesia. Maka Gerakan Wisata Bersih yang dicanangkan Menpar sangat urgen untuk dilaksanakan.

Budaya Bersih

Menggerakkan masyarakat maupun wisatawan untuk menjaga kebersihan di objek wisata sudah pasti bukan pekerjaan mudah. Masalah kebersihan acapkali berkaitan dengan “budaya” masyarakat. Kebersihan belum menjadi bagian dari kehidupan yang terinternalisasi. Orang masih merasa tidak bersalah dan tidak berdosa ketika membuang sampah sembarangan.

Tiadanya tempat sampah di objek wisata semakin menjadi alasan pembenar bagi wisatawan untuk membuang sampah di mana pun. Oleh karenanya, Gerakan Wisata Bersih mesti dimulai dengan proses sosialisasi dan internalisasi tentang arti penting hidup bersih bagi masyarakat. Tanpa itu, efektivitas program gerakan bersih hanya akan berdampak sesaat saja.

Sasaran gerakan itu juga patut menjadi perhatian. Gerakan itu bukan hanya dilakukan secara mendadak di destinasi wisata, namun juga perlu jemput bola ke berbagai lembaga seperti sekolah, kampus, instansi pemerintah dan swasta, serta lembaga-lembaga sosial lainya. Lewat lembaga-lembaga tersebut diharapkan gerakan hidup bersih dapat tersosialisasi dan terlembaga.

Kebersihan sesungguhnya bukan hanya berhubungan dengan sampah maupun toilet. Perilaku vandalisme di objek wisata juga dapat dianggap sebagai tindakan yang bertentangan dengan hidup bersih. Banyak objek wisata yang memiliki peninggalan berupa situs bersejarah yang dicorat-coret oleh wisatawan. Selain merusak, perilaku vandalisme itu juga menganggu keindahan dan kebersihan.

Objek wisata biasanya memasang papan informasi “Jagalah Kebersihan” atau “Buanglah Sampah pada Tempatnya”. Namun acapkali papan itu hanya asesori saja. Selain pengelola tidak menyiapkan secara lengkap sarana kebersihan, wisatawan pun hanya sekadar melihat papan informasi itu tanpa memaknai sebagai satu bentuk perintah dan kewajiban.

Pembudayaan hidup bersih karenanya perlu dilakukan secara berkelanjutan. Strategi komunikasi untuk membudayakan hidup bersih bukan semata mengandalkan papan informasi maupun pengumuman di objek wisata. Perlu rancangan komunikasi audio visual untuk menggambarkan pentingnya kebersihan di objek wisata, baik melalui videotron maupun konten di media sosial.

Gerakan Kebersihan

Jika budaya bersih berorientasi pada dimensi kognitif dan afektif, maka gerakan kebersihan lebih berorientasi pada perilaku. Gerakan Wisata Bersih yang digagas Menpar harus menghasilkan capaian perilaku bersih wisatawan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan pariwisata.

Untuk itu Gerakan Wisata Bersih mesti dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai komponen dan menggunakan berbagai media. Gerakan kebersihan perlu digalakkan dari unit terkecil dalam sistem sosial, yaitu keluarga. Ini bukan pekerjaan mudah, mengingat belum semua keluarga di Indonesia menganggap kebersihan sebagai faktor penting dalam kehidupan.

Lembaga pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi perlu menjadi sasaran gerakan kebersihan. Bukan sekadar anjuran untuk cuci tangan secara rutin dan buang sampah pada tempatnya. Gerakan kebersihan juga perlu didukung oleh kebijakan yang mendorong perilaku bersih.

Peran pemerintah pusat dan daerah sangat diharapkan dalam pembuatan kebijakan terkait gerakan kebersihan. Bagaimana Gerakan Wisata Bersih oleh Menpar dapat berhasil jika pemerintah di daerah tidak mampu menangani persoalan pengelolaan sampah maupun penyediaan fasilitas kebersihan di ruang publik.

Masyarakat juga menjadi aktor penting dalam mewujudkan gerakan kebersihan. Sayangnya, gotong royong sebagai bentuk solidaritas sosial untuk menjaga kebersihan, di beberapa daerah mulai memudar seiring dengan semakin heterogen dan individual kehidupan masayarakat.

Penggunaan teknologi kekinian dapat membantu Gerakan Wisata Bersih. Beberapa negara seperti Swedia, Jerman, Denmark, Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura mampu mengatasi persoalan sampah dengan teknologi kekinian, kebijakan yang ketat, dan partisipasi masyarakat. Aplikasi pelaporan masyarakat terkait sampah bisa dibuat sebagai informasi bagi pemerintah.

Terpenting, Menteri Pariwisata harus mampu meyakinkan kepada semua pihak bahwa Gerakan Wisata Bersih adalah persoalan bersama bangsa ini. Bukan hanya untuk kepentingan pariwisata, tetapi juga membangun karakter bangsa yang menjunjung tinggi kebersihan. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Silent Tourism”: Berwisata dalam Kesenyapan
Mencermati Tren Pariwisata Indonesia 2025
“Voluntourism”: Berwisata Seraya Berderma
“Historical 65 City Tour”: Sisi Kelam Gemerlap Pariwisata Bali
Meraba Kecenderungan Pilihan Destinasi Wisata
Wisata Ziarah Berharap Berkah
Manajemen Penanganan Bencana dalam Pariwisata
Tags: ilmu pariwisataPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pasar Tradisional dengan Segala Kebaikannya

Next Post

Minuman Apa Sebaiknya Diminum Setelah Olahraga?

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Minuman Apa Sebaiknya Diminum Setelah Olahraga?

Minuman Apa Sebaiknya Diminum Setelah Olahraga?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co