12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

Ashlikhatul Fuaddah by Ashlikhatul Fuaddah
December 26, 2024
in Esai
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

Ashlikhatul Fuaddah

BERAGAM konten media sosial saat ini sering membangun hegemoni bahwa “laki-laki tidak bercerita” adalah simbol kekuatan. Namun, di balik narasi ini tersimpan kenyataan pahit yang jarang dibahas: angka bunuh diri pada pria jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan, baik secara global maupun di Indonesia.

Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pria menyumbang 75% dari total angka bunuh diri dunia setiap tahunnya. Data dari WHO Global Suicide Estimates 2019 mencatat rasio bunuh diri pria di Indonesia mencapai 10,3 per 100.000 penduduk, lebih tinggi daripada perempuan yang berada di angka 3,7 per 100.000. Fakta ini menunjukkan dampak destruktif dari budaya yang membungkam pria untuk berbicara tentang masalah mereka.

Mengapa Pria Memilih Diam?

Norma budaya yang menempatkan pria sebagai sosok kuat, mandiri, dan tidak emosional berakar dalam pada budaya patriarki. Dalam norma ini, berbicara tentang perasaan sering dianggap sebagai kelemahan.

Sebuah penelitian oleh Badan Pusat Statistik (BPS, 2020) menunjukkan bahwa hanya sekitar 20% pria di Indonesia yang bersedia mencari bantuan profesional ketika mengalami tekanan emosional. Sebaliknya, 40% perempuan melaporkan bersedia mencari bantuan psikologis. Stigma sosial yang melekat pada kesehatan mental semakin memperburuk situasi ini, di mana pria yang menunjukkan kerentanan emosional sering dianggap “tidak jantan”.

Kurangnya pendidikan emosional sejak dini juga menjadi penyebab. Banyak anak laki-laki di Indonesia tumbuh tanpa diajarkan bagaimana mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi mereka secara sehat. Saat menghadapi tekanan berat dalam kehidupan dewasa, mereka menjadi lebih rentan terhadap gangguan mental seperti depresi atau kecemasan, yang sering kali tidak terdeteksi hingga terlambat.

Dampak “Tidak Bercerita” pada Angka Bunuh Diri

Fenomena “tidak bercerita” memiliki hubungan langsung dengan tingginya angka bunuh diri di kalangan pria. Menurut Global Health Data Exchange (2019), pria lebih cenderung menggunakan metode bunuh diri yang fatal seperti gantung diri atau penggunaan senjata tajam, sehingga lebih sering berujung pada kematian.

Laporan Komnas Perlindungan Anak (2021) menunjukkan bahwa angka bunuh diri pada pria muda (usia 15–24 tahun) meningkat selama pandemi COVID-19. Penyebab utama adalah stres ekonomi, isolasi sosial, dan kurangnya dukungan emosional. Banyak dari mereka tidak memiliki akses ke layanan kesehatan mental atau merasa malu untuk mencarinya. Kombinasi faktor ini menciptakan situasi yang mematikan.

Psikologi Komunikasi: Pentingnya Berbicara

Dalam perspektif psikologi komunikasi, berbicara tentang masalah bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah awal menuju pemulihan. Berkomunikasi dengan orang terpercaya dapat membantu mengurangi tekanan emosional dan memberikan perspektif baru dalam menyelesaikan masalah.

 Konsep active listening (mendengarkan secara aktif) sangat relevan di sini. Dengan mendengarkan secara penuh tanpa menghakimi, pendengar menciptakan ruang aman yang mendukung pria untuk berbagi cerita.

Temuan terkini dalam psikologi komunikasi menyoroti pentingnya komunikasi yang empatik. Penelitian oleh Fredrickson & Joiner (2018) tentang efek komunikasi positif menunjukkan bahwa berbicara dengan seseorang yang memberikan dukungan emosional dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi risiko depresi. Ini membuktikan bahwa mendengarkan dengan empati dapat menjadi langkah preventif terhadap gangguan kesehatan mental.

Selain itu, menciptakan ruang aman secara emosional penting untuk menghilangkan stigma yang melekat pada kesehatan mental pria. Komunitas dukungan atau kelompok diskusi yang dirancang khusus untuk pria menjadi solusi efektif dalam membantu mereka mengatasi isolasi emosional. Sebuah studi oleh Kuehn et al. (2020) mengungkapkan bahwa pria lebih cenderung terbuka dalam lingkungan yang tidak menghakimi, terutama jika mereka berada di antara individu yang memiliki pengalaman serupa.

Mengubah Pandangan tentang Maskulinitas

Redefinisi maskulinitas adalah langkah krusial untuk mengatasi stigma ini. Maskulinitas tidak seharusnya diukur dari kemampuan pria menahan emosi, tetapi dari keberanian mereka menghadapi masalah secara terbuka. Kampanye seperti #BeraniBicara yang digagas oleh organisasi kesehatan mental di Indonesia telah membuktikan bahwa berbagi cerita bukan hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga menginspirasi pria lain untuk berbicara.

Pendidikan emosional juga harus dimulai sejak dini. Anak laki-laki perlu diajarkan bahwa emosi adalah bagian alami dari kehidupan manusia dan berbicara tentang perasaan adalah hal yang sehat. Dengan keterampilan komunikasi yang lebih baik, mereka akan lebih mampu mengelola tekanan hidup dan terhindar dari dampak buruk memendam emosi.

Jadi, Perlukah Pria Bercerita?

Jawabannya jelas, ya! Pria perlu bercerita. Berbicara tentang masalah bukan hanya cara untuk melepaskan beban emosional, tetapi juga langkah penting dalam mencari solusi. Fenomena “laki-laki tidak bercerita” adalah hasil dari budaya yang menekan ekspresi emosi, yang memiliki dampak serius pada kesehatan mental pria. Dengan mendukung keterbukaan emosional, mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental, dan mempromosikan maskulinitas yang lebih sehat, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mengurangi angka bunuh diri di Indonesia.

Menyuarakan perasaan bukanlah tanda kelemahan, melainkan keberanian yang mendefinisikan kekuatan sejati. Saat pria berbicara, mereka tidak hanya membebaskan diri dari belenggu emosi, tetapi juga membuka jalan bagi transformasi budaya yang lebih sehat dan inklusif.

 Karena sejatinya, kisah yang dibagikan memiliki daya untuk menyembuhkan, menginspirasi, dan melahirkan perubahan besar bagi diri sendiri, bagi sesama, dan bagi generasi mendatang. Mari kita akhiri hegemoni “diam adalah kekuatan” dengan keberanian untuk berbicara, karena kehidupan terlalu berharga untuk terbungkam. [T]

BACA artikel lain dari penulis Ashlikhatul Fuaddah

Literasi Digital dan Praktik Jahat AIDA sebagai Strategi Penipuan Efektif
Tradisi Bayen di Wonosobo: Komunikasi Antarpersona Mewujudkan Women Support Women
Teknologi Komunikasi: Analisis Trade Policy Marketplace di Indonesia
Media Sosial untuk Revolusi Kesadaran Lingkungan
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

Tags: bunuh dirilaki-lakiPsikologi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Madura dan Koreografi Pinggirannya yang Menggugat

Next Post

Mengintip Pembuatan Slerek Pengambengan, Kapal Kayu Warisan Maritim Nusantara

Ashlikhatul Fuaddah

Ashlikhatul Fuaddah

Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Mengintip Pembuatan Slerek Pengambengan, Kapal Kayu Warisan Maritim Nusantara

Mengintip Pembuatan Slerek Pengambengan, Kapal Kayu Warisan Maritim Nusantara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co