14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

Ashlikhatul Fuaddah by Ashlikhatul Fuaddah
December 26, 2024
in Esai
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

Ashlikhatul Fuaddah

BERAGAM konten media sosial saat ini sering membangun hegemoni bahwa “laki-laki tidak bercerita” adalah simbol kekuatan. Namun, di balik narasi ini tersimpan kenyataan pahit yang jarang dibahas: angka bunuh diri pada pria jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan, baik secara global maupun di Indonesia.

Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pria menyumbang 75% dari total angka bunuh diri dunia setiap tahunnya. Data dari WHO Global Suicide Estimates 2019 mencatat rasio bunuh diri pria di Indonesia mencapai 10,3 per 100.000 penduduk, lebih tinggi daripada perempuan yang berada di angka 3,7 per 100.000. Fakta ini menunjukkan dampak destruktif dari budaya yang membungkam pria untuk berbicara tentang masalah mereka.

Mengapa Pria Memilih Diam?

Norma budaya yang menempatkan pria sebagai sosok kuat, mandiri, dan tidak emosional berakar dalam pada budaya patriarki. Dalam norma ini, berbicara tentang perasaan sering dianggap sebagai kelemahan.

Sebuah penelitian oleh Badan Pusat Statistik (BPS, 2020) menunjukkan bahwa hanya sekitar 20% pria di Indonesia yang bersedia mencari bantuan profesional ketika mengalami tekanan emosional. Sebaliknya, 40% perempuan melaporkan bersedia mencari bantuan psikologis. Stigma sosial yang melekat pada kesehatan mental semakin memperburuk situasi ini, di mana pria yang menunjukkan kerentanan emosional sering dianggap “tidak jantan”.

Kurangnya pendidikan emosional sejak dini juga menjadi penyebab. Banyak anak laki-laki di Indonesia tumbuh tanpa diajarkan bagaimana mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi mereka secara sehat. Saat menghadapi tekanan berat dalam kehidupan dewasa, mereka menjadi lebih rentan terhadap gangguan mental seperti depresi atau kecemasan, yang sering kali tidak terdeteksi hingga terlambat.

Dampak “Tidak Bercerita” pada Angka Bunuh Diri

Fenomena “tidak bercerita” memiliki hubungan langsung dengan tingginya angka bunuh diri di kalangan pria. Menurut Global Health Data Exchange (2019), pria lebih cenderung menggunakan metode bunuh diri yang fatal seperti gantung diri atau penggunaan senjata tajam, sehingga lebih sering berujung pada kematian.

Laporan Komnas Perlindungan Anak (2021) menunjukkan bahwa angka bunuh diri pada pria muda (usia 15–24 tahun) meningkat selama pandemi COVID-19. Penyebab utama adalah stres ekonomi, isolasi sosial, dan kurangnya dukungan emosional. Banyak dari mereka tidak memiliki akses ke layanan kesehatan mental atau merasa malu untuk mencarinya. Kombinasi faktor ini menciptakan situasi yang mematikan.

Psikologi Komunikasi: Pentingnya Berbicara

Dalam perspektif psikologi komunikasi, berbicara tentang masalah bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah awal menuju pemulihan. Berkomunikasi dengan orang terpercaya dapat membantu mengurangi tekanan emosional dan memberikan perspektif baru dalam menyelesaikan masalah.

 Konsep active listening (mendengarkan secara aktif) sangat relevan di sini. Dengan mendengarkan secara penuh tanpa menghakimi, pendengar menciptakan ruang aman yang mendukung pria untuk berbagi cerita.

Temuan terkini dalam psikologi komunikasi menyoroti pentingnya komunikasi yang empatik. Penelitian oleh Fredrickson & Joiner (2018) tentang efek komunikasi positif menunjukkan bahwa berbicara dengan seseorang yang memberikan dukungan emosional dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi risiko depresi. Ini membuktikan bahwa mendengarkan dengan empati dapat menjadi langkah preventif terhadap gangguan kesehatan mental.

Selain itu, menciptakan ruang aman secara emosional penting untuk menghilangkan stigma yang melekat pada kesehatan mental pria. Komunitas dukungan atau kelompok diskusi yang dirancang khusus untuk pria menjadi solusi efektif dalam membantu mereka mengatasi isolasi emosional. Sebuah studi oleh Kuehn et al. (2020) mengungkapkan bahwa pria lebih cenderung terbuka dalam lingkungan yang tidak menghakimi, terutama jika mereka berada di antara individu yang memiliki pengalaman serupa.

Mengubah Pandangan tentang Maskulinitas

Redefinisi maskulinitas adalah langkah krusial untuk mengatasi stigma ini. Maskulinitas tidak seharusnya diukur dari kemampuan pria menahan emosi, tetapi dari keberanian mereka menghadapi masalah secara terbuka. Kampanye seperti #BeraniBicara yang digagas oleh organisasi kesehatan mental di Indonesia telah membuktikan bahwa berbagi cerita bukan hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga menginspirasi pria lain untuk berbicara.

Pendidikan emosional juga harus dimulai sejak dini. Anak laki-laki perlu diajarkan bahwa emosi adalah bagian alami dari kehidupan manusia dan berbicara tentang perasaan adalah hal yang sehat. Dengan keterampilan komunikasi yang lebih baik, mereka akan lebih mampu mengelola tekanan hidup dan terhindar dari dampak buruk memendam emosi.

Jadi, Perlukah Pria Bercerita?

Jawabannya jelas, ya! Pria perlu bercerita. Berbicara tentang masalah bukan hanya cara untuk melepaskan beban emosional, tetapi juga langkah penting dalam mencari solusi. Fenomena “laki-laki tidak bercerita” adalah hasil dari budaya yang menekan ekspresi emosi, yang memiliki dampak serius pada kesehatan mental pria. Dengan mendukung keterbukaan emosional, mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental, dan mempromosikan maskulinitas yang lebih sehat, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mengurangi angka bunuh diri di Indonesia.

Menyuarakan perasaan bukanlah tanda kelemahan, melainkan keberanian yang mendefinisikan kekuatan sejati. Saat pria berbicara, mereka tidak hanya membebaskan diri dari belenggu emosi, tetapi juga membuka jalan bagi transformasi budaya yang lebih sehat dan inklusif.

 Karena sejatinya, kisah yang dibagikan memiliki daya untuk menyembuhkan, menginspirasi, dan melahirkan perubahan besar bagi diri sendiri, bagi sesama, dan bagi generasi mendatang. Mari kita akhiri hegemoni “diam adalah kekuatan” dengan keberanian untuk berbicara, karena kehidupan terlalu berharga untuk terbungkam. [T]

BACA artikel lain dari penulis Ashlikhatul Fuaddah

Literasi Digital dan Praktik Jahat AIDA sebagai Strategi Penipuan Efektif
Tradisi Bayen di Wonosobo: Komunikasi Antarpersona Mewujudkan Women Support Women
Teknologi Komunikasi: Analisis Trade Policy Marketplace di Indonesia
Media Sosial untuk Revolusi Kesadaran Lingkungan
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

Tags: bunuh dirilaki-lakiPsikologi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Madura dan Koreografi Pinggirannya yang Menggugat

Next Post

Mengintip Pembuatan Slerek Pengambengan, Kapal Kayu Warisan Maritim Nusantara

Ashlikhatul Fuaddah

Ashlikhatul Fuaddah

Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Mengintip Pembuatan Slerek Pengambengan, Kapal Kayu Warisan Maritim Nusantara

Mengintip Pembuatan Slerek Pengambengan, Kapal Kayu Warisan Maritim Nusantara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co