2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Kilian Surya | Balada Buruh Kecil

Kilian Surya by Kilian Surya
November 16, 2024
in Puisi
Puisi-puisi Kilian Surya | Balada Buruh Kecil

Kilian Surya

Balada Buruh Kecil

Di bawah langit revolusi,
Dengan dada mungil kemerahan,
Pancaran, sensasi murni;
Terbakar, sepotong demi sepotong
Dalam bahasa yang keliru.

Oh, hidup selalu dimulai dari ragu;
Waktu, juga penderitaan.
Mengapa rasa ngeri tak terbatas?
Bagaikan pulau-pulau tidur,
Mengapung di atas kabut.

Jadi, sepanjang sejarah,
Begitu banyak ludah najis,
Kemunafikan; melemparkan
Kepala-kepala hitam
Ke dalam selokan ilusi.

Untuk apa bunga-bunga aneh
Secara brutal terbentang
Dalam poster-poster kotor?
Membuat takdir di tanah suram
Dan tak kenal ampun.

2024

Shofia

Di sana, gadis kecil,
Buku pelajaran berat,
Sebuah himne,
Penghibur untuk usia.

Huruf-huruf itu
Menanam bunga;
Seratus pekerja
Menggali tanah.

Dengan meletakkan ciuman,
Takdir dan fantasi harus menang,
Di mana benih mengalir dari surga
Memasuki lautan, tak kembali.

Lihatlah seorang bijak
Berkhotbah untuk anggur,
Untuk unggas, untuk ikan.
Tentu, itu adalah negeri
Tidak kurang pengemis
Daripada nabi.

2024

Payung Untuk Benda-Benda Tercela

Di atas kepala, kupu-kupu
Berputar sangat cepat,
Seperti pemutaran bioskop;
Dua pria dan satu takdir: kudeta.

Sekarang: kelesuan aspodels,
Menjelma warna ungu,
Ketika momen kristal
Di mana nafas mencari kedamaian.

Tapi siapa kengerian kuno
Dengan perisai zaman babi?
Muncul dari batas-batas sulit,
Sosok tak berbentuk,
Hingga pecahan batu.

Jangan dengar, kecuali musik;
Logam, bulu, tumbuhan, dunia
Adalah semilir angin,
Atau gema alang-alang
Dalam isyarat haus darah.

2024

Supragingiva

Aku berteriak,
Dengan kalkulus kasar;
November yang terkasih,
Masuklah, tak perlu hati-hati;
Sebab di Sukabumi,
Hanya makan, minum,
Tidur, dan jatuh cinta.

Begitulah kita;
Dapat bangkit dan berdiri,
Tanpa mencari sesuatu
Lebih dari hidup.

Di sini,
Memainkan lagu sedih itu
Harus seperti orang bodoh;
Kalau tidak, suara mereka
Saling bersilangan.

Aku membuat asumsi:
Pertarungan di penjara
Menciptakan keadilan
Dari patung pahlawan

2024

Oxone OX111PG

Katakanlah roti mentega,
Debu, pecahan kaca,
Dan kain lap berlumuran darah;
Dikuasai teror fana.

Siapa pun hitam kosmopolitan,
Maka sebuah pemikiran
Meminta menjadi ritme
Pada rasa sakit atas puisi.

Tanpa muntahan filosofis,
Orang bijak pensiun dari dunia;
Konyol jika tidak bicara
Tentang fakta-fakta primordial

Celakalah seribu telinga
Oleh ocehan langit gurun;
Bahwa setiap rumor
Selalu menjelma
Resonansi daging unta.

2024

Rivera

Gadis balkon itu
Seperti seratus pohon limau
Di taman, berdiri, bergetar;
Membawa udara deras.

Langit badai,
Dengan lagu dari selatan,
Mengirim sebuah pesta;
Mereka tuli karena keributan
Adalah petualangan tajam
Menuju akhir fajar.

Bukankah Tuhan lebih dari laki-laki
Berjalan-jalan tanpa usia,
Tanpa kematian, tanpa gigitan berita;
Itu saja, “Selamat pagi,” katanya.

Semuanya kabur sekarang;
Termasuk kebahagian,
Secara brutal dirobohkan
Ke ayat-ayat licik
Muncul di mana-mana
Dalam kondisi mengerikan.

2024

Ciuman Paling Labirin

Setelah aroma heliotrop,
Melintasi alkohol dan isak tangis,
Udara melemparkan kebencian.
Betapa anehnya, tidak pernah,
Ratusan wajah, satu demi satu,
Disalurkan ke dalam legenda.

Langit badai
Kejutan di luar puisi;
Nyaris sebuah frase mengakar,
Seperti makhluk jinak
Meminta rasa hormat.

Katakanlah, Indonesia, pulau keruh
Dan suram. Lihat: anggur ungu,
Bukit hijau, hingga cangkang terkecil
Pelan-pelan pecah secara vertikal.

Sekarang, dengan gugup,
Tak melompati daratan dan lautan;
Entah kenapa, angin,
Menunjukkan sikap pasrah.

2024

In Memories Of Dangdut Koplo

Sebutlah aku warna cabul,
Ketika penyair upaya gila-gilaan,
Tanpa mimbar, mengoceh,
Untuk pihak mana
Akan menginjakkan kaki?

Tidak ada kebangkitan,
Hanya lampu-lampu kota
Dan planet-planet bersatu
Dalam kemiskinan yang buruk.

Tidakkah lihat sepasang anjing
Menggonggong sia-sia?
Ini bukan misteri kebinasaan,
Tapi terlalu baik buat dunia,
Ketika malaikat semalam
Mencampur otak kucing
Dengan dorongan paling kanan.

Enyahlah bersama lagu di mulutku!
Demi pernak-pernik dunia:
Tiket lotre, tempat tidur,
Rokok, semir sepatu,
Dan berapa lama harus mengingat?
Bahwa bumi adalah tarian aneh,
Orang-orang gila berteriak
Di kota-kota pemburu cahaya.

2024

  • BACA puisi-puisi lainnya
Puisi-puisi Ahmad Muzanni | Suasana Langit Malammu
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Kupu-Kupu, Hari-Hari Akhir Seorang Lansia
Sajak-Sajak Helmi Y Haska | Hilirisasi, Zona Keheningan, Berlawan
Sajak-Sajak Angga Wijaya | Meditasi Akhir Tahun
Puisi-puisi Komang Sujana | Di Bawah Langit Bulan Juli
Puisi-puisi Isbedy Stiawan ZS | Gemuruh, Hilang
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pura Pesiraman Desa Aan: Harmoni Alam dan Spiritual di Bawah Naungan Lima Dewa

Next Post

Toh Langkir dan Perang Itu | Cerpen Mas Ruscitadewi

Kilian Surya

Kilian Surya

Asal Sukabumi, Jawa Barat, memiliki kecenderungan estetis yang kuat terhadap puisi dan esai. Ia pernah menimba ilmu di Jurusan Filsafat Agama, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Toh Langkir dan Perang Itu | Cerpen Mas Ruscitadewi

Toh Langkir dan Perang Itu | Cerpen Mas Ruscitadewi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co