24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dharma Wiweka Sang Guru Menuju Jaya Sadhu    

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
November 4, 2024
in Esai
Dharma Wiweka Sang Guru Menuju Jaya Sadhu    

Guru-guru SMAN 2 Kuta dan SMAN 2 Kuta Selatan mengikuti Workshop untuk meningkatkan kompetensi demi mencerdaskan anak bangsa | Foto: Dok. Nyoman Tingkat

MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti meluncurkan Program Bulan Guru Nasional (BGN) pada 1 November 2024 di SD Negeri 59 Kota Palembang  Sumatera Selatan. Pencanangan BGN mengingatkan saya pada gebrakan Anies Baswedan ketika menjabat Mendikbud pada awal periode pertama Pemerintahan Jokowi.

Kala itu Anies Baswedan mencanangkan Bulan Mei sebagai Bulan Pendidikan dengan tema berganti setiap minggu selama 4 pekan. Kelak Bulan Pendidikan bermetamorfosis menjadi Bulan Merdeka Belajar saat Mendikbudristek dijabat Nadiem Makarim. Begitulah pemimpin berubah lalu bertansformasi.  Ibarat koki, lain koki lain selera makanan dan memasaknya pun berbeda seiring dengan cita rasanya.

Dalam pidato peluncuran Program BGN, Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti menjelaskan alasan memilih Palembang sebagai tempat peluncuran BGN karena kejayaan Indonesia, pernah mulai dari Kerajaan Sriwijaya.

Sementara itu, peluncuran dilaksanakan di SD melibatkan PAUD karena PAUD/SD ibarat pohon dengan akarnya harus kuat”, kata Abdul Mu’ti. Dua alasan itu, mencerminkan Prof. Dr. Abdul Mu’ti adalah tokoh yang memiliki kesadaran sejarah yang tinggi dan mengingatkan generasi muda kini agar rajin dan bersungguh-sungguh belajar untuk menciptakan sejarah peradaban yang setara dengan kemajuan zaman Sriwijaya.

Selanjutnya, Abdul Mu’ti  menginginkan pondasi Pendidikan Dasar harus kuat dan kokoh dimulai dari SD dan PAUD/TK. Ibarat pohon, PAUD/TK dan SD adalah akar yang akan menopang pertumbuhan pohon menjadi besar dan rindang sehingga kelak bisa menjadi tempat berteduh yang sejuk dan nyaman. Akar dari sebuah pohon ada di tanah dan membumi. Begitulah Pendidikan dasar seyogyanya dikembangkan tanpa tercerabut dari akar lingkungan terdekatnya. Ini sesuai dengan prinsif belajar dari hal-hal dekat (konkret) ke jauh (abstrak). Hal ini sejalan dengan pemerolehan belajar bahasa, dengan prinsif : “here and now”.

Oleh karena itu, Mendikdasmen merancang Program Wajib Belajar 13 Tahun dan segera diluncurkan dengan penguatan pada PAUD/TK. Saat ini, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2023),anak-anak yang ber-TK/PAUD masih rendah dengan angka partisipasi kasar 36,36 % dari sekitar 32 Juta Anak Indonesia. Untuk mengatasi kesenjangan itu, dalam waktu dekat, ada baiknya pemerintah membangun PAUD/TK Inpres sebagaimana zaman Orde Baru ketika mencanangkan Wajib Belajar SD dan secara umum telah berhasil.

Guru-guru SMAN 2 Kuta dan SMAN 2 Kuta Selatan mengikuti Workshop untuk meningkatkan kompetensi demi mencerdaskan anak bangsa | Foto: Dok. Nyoman Tingkat

Jika Proyek Inpres itu dilaksanakan harus pula dibarengi dengan penyediaan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sehingga layanan prima bisa diwujudkan. Pemenuhan fasilitas Pendidikan dan SDM guru bermutu untuk semua, sesuai dengan tagline yang diusung Mendikdasmen yaitu Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Tagline itu akan menjadi slogan kosong kalau ketersediaan guru dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang memadai tidak tersedia. Walaupun kini zaman teknologi makin canggih, kehadiran guru tidak akan pernah tergantikan oleh teknologi informasi.  Hal ini sejalan dengantemaperingatan Hari Guru Nasional 2024  : Guru Hebat, Indonesia Kuat.

Dalam konteks itu, Pencanangan BGN 2024 kita maknai.

Pertama, Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh setiap 25 November, kini digaungkan sebulan selama November 2024, bersamaan dengan 30 Tahun Perayaan HGN sejak 1994 berdasarkan Surat Keputusan  Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Perayaannya menjadikan tonggak kelahiran PGRI setelah 100 Hari Kemerdekaan RI. Jadi, momentum sejarah yang heroik biasanya digaungkan sehari, kini aura dan gemanya sebulan. Waktu  sebulan mengapresiasi guru di tengah tantangan yang tidak mudah.

Kedua, momentum refleksi  bagi Kemendikdasmen terkait dengan semangat Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) Nomor 14 Tahun 2005 yang disahkan 30 Desember 2005.  Dalam UUGD itu ditegaskan setelah 10 tahun sejak diundangkan, semua guru sudah tersertifikasi yang berdampak pada tingkat kesejahteraan guru dan dosen.

Namun, faktanya kini guru yang sudah tersertifikasi sekitar 1,3 juta dan yang belum tersertifikasi mencapai 1,6 juta. Ini Pekerjaan Rumah yang harus segera diselesaikan agar guru makin bermartabat dan semakin mulia karena kerja-kerja Pendidikan yang mencerdaskan dan mencerahkan sesuai dengan makna yang melekat pada kata “guru”, menerangi kegelapan.

Ketiga, menempatkan posisi dan profesi guru secara profesional terbebas dari beban-beban politik praktis dan pelecehan terhadap guru dalam mendidik dan mendisiplinkan para siswa.

Guru diberikan otonomi sesuai dengan profesi dan kewenangannya mendidik siswa di sekolah. Hentikan intervensi berlebihan dari tokoh politik demi pencitraan dan intervensi orang tua demi memanjakan anak.  Selain membuat ketakutan bagi guru menegakkan disiplin juga menjerumuskan anak menatap masa depan yang penuh tantangan ketika orang tuanya sudah tiada.  

Apa yang dialami  Supriyani guru honorer dari Sulawesi Tenggara dan peristiwa guru dipermalukan di depan umum oleh tokoh, sudah saatnya dihentikan. Jangan lupa, mereka yang ditokohkan itu juga pernah berguru. Karena di dunia ini, hanya ada dua profesi, yaitu guru dan lain-lain. Artinya, guru adalah profesi utama dan setelahnya baru ada profesi yang lain. Itu pun berkat guru.

Guru-guru SMAN 2 Kuta dan SMAN 2 Kuta Selatan mengikuti Workshop untuk meningkatkan kompetensi demi mencerdaskan anak bangsa | Foto: Dok. Nyoman Tingkat

Keempat, kesempatan juga bagi Kemendikdasmen untuk menyelesaikan tiga isu penting tentang guru : kesejahteraan, kompetensi, dan sertifikasi. Kini, janji politik tentang tambahan gaji 2 juta perbulan sedang diviralkan oleh grup-grup guru di tengah tugas-tugas yang menumpuk dan berharap janji itu segera dipenuhi.

Selanjutnya, peningkatan kompetensi guru (akademik, pedagogik, sosial, dan moral ) perlu dibuatkan peta jalan yang terarah, terstruktur, dan sistematis sehingga tidak terjadi bongkar pasang kebijakan dalam meningkatkan kualitas guru yang jumlahnya tidak sedikit dan beragam tingkat kompetensinya. Kompetensi mereka perlu distandarkan melalui Pendidikan dan pelatihan secara berkesinambungan melibatkan komunitas di sekolah.

Bagus pula bila diadakan program percepatan (ingat di negeri ini pernah ada Program Guru Kilat)  terintegrasi dengan Program Sertifikasi Guru sehingga hak-hak guru terlayani sesuai dengan harapan :  guru makin sejahtera lahir batin.   

Begitulah BGN kita maknai dengan harapan guru tidak menjadi bulan-bulanan politik atau pinjaman on line atau judi on line. Itu sudah membuat  banyak korban di kalangan guru karena kurang literat. Oleh karena itu, guru perlu makin cerdas mengedepankan dharma wiweka agar jaya sadhu dengan melatih kesabaran sebagai mana disindir Chairil Anwar dalam puisinya.

“… Aku hendak berbicara
Suaraku hilang, tenaga terbang
Sudah ! Tidak jadi apa-apa !
Ini dunia enggan disapa, ambil perduli

…”

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Masima Krama Toska: Membangun Kebersamaan
Canang Sari : Budaya Positif Dari Toska     
Bincang Buku Karya Siswa Toska : Menulis Untuk Keabadian    
Maju Bersama Indonesia Raya | Catatan Bulan Bahasa di SMAN 2 Kuta Selatan
Berguru ke Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Tags: Bulan Guru NasionalguruPendidikansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Belajar dan Menikmati Laklak di Warung Secret Aan, di Sudut Tersembunyi Desa Aan, Klungkung

Next Post

Belajar Bahasa Bali dari Komik Beluluk

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Bahasa Bali dari Komik Beluluk

Belajar Bahasa Bali dari Komik Beluluk

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co