2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dharma Wiweka Sang Guru Menuju Jaya Sadhu    

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
November 4, 2024
in Esai
Dharma Wiweka Sang Guru Menuju Jaya Sadhu    

Guru-guru SMAN 2 Kuta dan SMAN 2 Kuta Selatan mengikuti Workshop untuk meningkatkan kompetensi demi mencerdaskan anak bangsa | Foto: Dok. Nyoman Tingkat

MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti meluncurkan Program Bulan Guru Nasional (BGN) pada 1 November 2024 di SD Negeri 59 Kota Palembang  Sumatera Selatan. Pencanangan BGN mengingatkan saya pada gebrakan Anies Baswedan ketika menjabat Mendikbud pada awal periode pertama Pemerintahan Jokowi.

Kala itu Anies Baswedan mencanangkan Bulan Mei sebagai Bulan Pendidikan dengan tema berganti setiap minggu selama 4 pekan. Kelak Bulan Pendidikan bermetamorfosis menjadi Bulan Merdeka Belajar saat Mendikbudristek dijabat Nadiem Makarim. Begitulah pemimpin berubah lalu bertansformasi.  Ibarat koki, lain koki lain selera makanan dan memasaknya pun berbeda seiring dengan cita rasanya.

Dalam pidato peluncuran Program BGN, Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti menjelaskan alasan memilih Palembang sebagai tempat peluncuran BGN karena kejayaan Indonesia, pernah mulai dari Kerajaan Sriwijaya.

Sementara itu, peluncuran dilaksanakan di SD melibatkan PAUD karena PAUD/SD ibarat pohon dengan akarnya harus kuat”, kata Abdul Mu’ti. Dua alasan itu, mencerminkan Prof. Dr. Abdul Mu’ti adalah tokoh yang memiliki kesadaran sejarah yang tinggi dan mengingatkan generasi muda kini agar rajin dan bersungguh-sungguh belajar untuk menciptakan sejarah peradaban yang setara dengan kemajuan zaman Sriwijaya.

Selanjutnya, Abdul Mu’ti  menginginkan pondasi Pendidikan Dasar harus kuat dan kokoh dimulai dari SD dan PAUD/TK. Ibarat pohon, PAUD/TK dan SD adalah akar yang akan menopang pertumbuhan pohon menjadi besar dan rindang sehingga kelak bisa menjadi tempat berteduh yang sejuk dan nyaman. Akar dari sebuah pohon ada di tanah dan membumi. Begitulah Pendidikan dasar seyogyanya dikembangkan tanpa tercerabut dari akar lingkungan terdekatnya. Ini sesuai dengan prinsif belajar dari hal-hal dekat (konkret) ke jauh (abstrak). Hal ini sejalan dengan pemerolehan belajar bahasa, dengan prinsif : “here and now”.

Oleh karena itu, Mendikdasmen merancang Program Wajib Belajar 13 Tahun dan segera diluncurkan dengan penguatan pada PAUD/TK. Saat ini, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2023),anak-anak yang ber-TK/PAUD masih rendah dengan angka partisipasi kasar 36,36 % dari sekitar 32 Juta Anak Indonesia. Untuk mengatasi kesenjangan itu, dalam waktu dekat, ada baiknya pemerintah membangun PAUD/TK Inpres sebagaimana zaman Orde Baru ketika mencanangkan Wajib Belajar SD dan secara umum telah berhasil.

Guru-guru SMAN 2 Kuta dan SMAN 2 Kuta Selatan mengikuti Workshop untuk meningkatkan kompetensi demi mencerdaskan anak bangsa | Foto: Dok. Nyoman Tingkat

Jika Proyek Inpres itu dilaksanakan harus pula dibarengi dengan penyediaan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sehingga layanan prima bisa diwujudkan. Pemenuhan fasilitas Pendidikan dan SDM guru bermutu untuk semua, sesuai dengan tagline yang diusung Mendikdasmen yaitu Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Tagline itu akan menjadi slogan kosong kalau ketersediaan guru dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang memadai tidak tersedia. Walaupun kini zaman teknologi makin canggih, kehadiran guru tidak akan pernah tergantikan oleh teknologi informasi.  Hal ini sejalan dengantemaperingatan Hari Guru Nasional 2024  : Guru Hebat, Indonesia Kuat.

Dalam konteks itu, Pencanangan BGN 2024 kita maknai.

Pertama, Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh setiap 25 November, kini digaungkan sebulan selama November 2024, bersamaan dengan 30 Tahun Perayaan HGN sejak 1994 berdasarkan Surat Keputusan  Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Perayaannya menjadikan tonggak kelahiran PGRI setelah 100 Hari Kemerdekaan RI. Jadi, momentum sejarah yang heroik biasanya digaungkan sehari, kini aura dan gemanya sebulan. Waktu  sebulan mengapresiasi guru di tengah tantangan yang tidak mudah.

Kedua, momentum refleksi  bagi Kemendikdasmen terkait dengan semangat Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) Nomor 14 Tahun 2005 yang disahkan 30 Desember 2005.  Dalam UUGD itu ditegaskan setelah 10 tahun sejak diundangkan, semua guru sudah tersertifikasi yang berdampak pada tingkat kesejahteraan guru dan dosen.

Namun, faktanya kini guru yang sudah tersertifikasi sekitar 1,3 juta dan yang belum tersertifikasi mencapai 1,6 juta. Ini Pekerjaan Rumah yang harus segera diselesaikan agar guru makin bermartabat dan semakin mulia karena kerja-kerja Pendidikan yang mencerdaskan dan mencerahkan sesuai dengan makna yang melekat pada kata “guru”, menerangi kegelapan.

Ketiga, menempatkan posisi dan profesi guru secara profesional terbebas dari beban-beban politik praktis dan pelecehan terhadap guru dalam mendidik dan mendisiplinkan para siswa.

Guru diberikan otonomi sesuai dengan profesi dan kewenangannya mendidik siswa di sekolah. Hentikan intervensi berlebihan dari tokoh politik demi pencitraan dan intervensi orang tua demi memanjakan anak.  Selain membuat ketakutan bagi guru menegakkan disiplin juga menjerumuskan anak menatap masa depan yang penuh tantangan ketika orang tuanya sudah tiada.  

Apa yang dialami  Supriyani guru honorer dari Sulawesi Tenggara dan peristiwa guru dipermalukan di depan umum oleh tokoh, sudah saatnya dihentikan. Jangan lupa, mereka yang ditokohkan itu juga pernah berguru. Karena di dunia ini, hanya ada dua profesi, yaitu guru dan lain-lain. Artinya, guru adalah profesi utama dan setelahnya baru ada profesi yang lain. Itu pun berkat guru.

Guru-guru SMAN 2 Kuta dan SMAN 2 Kuta Selatan mengikuti Workshop untuk meningkatkan kompetensi demi mencerdaskan anak bangsa | Foto: Dok. Nyoman Tingkat

Keempat, kesempatan juga bagi Kemendikdasmen untuk menyelesaikan tiga isu penting tentang guru : kesejahteraan, kompetensi, dan sertifikasi. Kini, janji politik tentang tambahan gaji 2 juta perbulan sedang diviralkan oleh grup-grup guru di tengah tugas-tugas yang menumpuk dan berharap janji itu segera dipenuhi.

Selanjutnya, peningkatan kompetensi guru (akademik, pedagogik, sosial, dan moral ) perlu dibuatkan peta jalan yang terarah, terstruktur, dan sistematis sehingga tidak terjadi bongkar pasang kebijakan dalam meningkatkan kualitas guru yang jumlahnya tidak sedikit dan beragam tingkat kompetensinya. Kompetensi mereka perlu distandarkan melalui Pendidikan dan pelatihan secara berkesinambungan melibatkan komunitas di sekolah.

Bagus pula bila diadakan program percepatan (ingat di negeri ini pernah ada Program Guru Kilat)  terintegrasi dengan Program Sertifikasi Guru sehingga hak-hak guru terlayani sesuai dengan harapan :  guru makin sejahtera lahir batin.   

Begitulah BGN kita maknai dengan harapan guru tidak menjadi bulan-bulanan politik atau pinjaman on line atau judi on line. Itu sudah membuat  banyak korban di kalangan guru karena kurang literat. Oleh karena itu, guru perlu makin cerdas mengedepankan dharma wiweka agar jaya sadhu dengan melatih kesabaran sebagai mana disindir Chairil Anwar dalam puisinya.

“… Aku hendak berbicara
Suaraku hilang, tenaga terbang
Sudah ! Tidak jadi apa-apa !
Ini dunia enggan disapa, ambil perduli

…”

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Masima Krama Toska: Membangun Kebersamaan
Canang Sari : Budaya Positif Dari Toska     
Bincang Buku Karya Siswa Toska : Menulis Untuk Keabadian    
Maju Bersama Indonesia Raya | Catatan Bulan Bahasa di SMAN 2 Kuta Selatan
Berguru ke Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Tags: Bulan Guru NasionalguruPendidikansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Belajar dan Menikmati Laklak di Warung Secret Aan, di Sudut Tersembunyi Desa Aan, Klungkung

Next Post

Belajar Bahasa Bali dari Komik Beluluk

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Bahasa Bali dari Komik Beluluk

Belajar Bahasa Bali dari Komik Beluluk

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co