6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

 Salib | Cerpen Erik Bhiu

Erik Bhiu by Erik Bhiu
November 3, 2024
in Cerpen
 Salib | Cerpen Erik Bhiu

Ilustrasi tatkala.co

Saya menerima sepotong surat dari Mama pada suatu hari Minggu
Setelah subuh menjemput tubuh yang pasrah di ruang rindu
Isinya demikian:

“Nak, jika kau merindu, pergilah ke sudut kapel.
Temui Mama di sana dan duduklah dekat kaki Bunda.
Kita bisa bercerita dari hati ke hati
Dalam hening dan beningnya doamu.”

Salam dari keabadian.


***

INI tentang kehilangan, suatu perihal mengikhlaskan. Tak sedikit orang mengatakan “Tingkatan tertinggi dari mencintai seseorang adalah mengikhlaskan ia pergi.”

Lebih baik ia pergi daripada disakiti berulang-ulang kali. Maka, teriring doa yang tak pernah lapus, semoga setiap air mata yang pernah jatuh dari mata lelahmu demi aku dan orang yang kau cintai, Mama, menjadi sungai untukmu di surga.

***

Pukul 12.00 Wita, sebelas jam sebelum peristiwa kehilangan.                          

 “Halo, Kaka di mana?” Telepon dari adik perempuanku.

“Masih di Mataloko, Nona, baru saja selesai urus ijazah. Nona apa kabar?”

“Kapan pulang? Kaka cepat pul…”

Belum juga menjawab pertanyaan singkatku, aku malah kembali diserang sebuah pertanyaan, beriringan dengan sepenggal kalimat yang tidak ingin diteruskan. “Sudahlah mungkin ia hanya sekadar bertanya kabar atau telanjur rindu pada kakaknya ini,” timpalku dalam hati.

“Besok saya pulang.”

“Oke, Kaka.”

“Ya, Nona, salam bu…”

Aku hendak menyampaikan salam buat Mama, tetapi telepon lebih dulu dimatikannya. “Anak ini, apa dia tidak tahu sopan santun!” ungkapku kesal.

Udara Mataloko selalu sama. Dingin tetapi selalu bikin kangen. Aku menyusuri lorong-lorong sepi itu sendirian, sambil kutarik nafas dalam-dalam, menikmati udara yang bertiup dari Bukit Sasa. Dan beberapa menit kemudian, aku melewati pekuburan yang letaknya tepat di belakang kapela agung St. Alfonsus Maria de Ligouri.

Aku berhenti sejenak memandang makam para imam. Lantas aku teringat pada Bapak. Aku membayangi wajah Bapak yang meninggal setahun lalu karena sakit.

Kabut perlahan-lahan menutupi sebagian pekuburan, dan aku pun beranjak pergi. Aku sendiri heran mengapa wajah Bapak terlintas dalam benakku. “Ah… sudahlah. Toh nantinya, setiap orang pun akan menemukan ajalnya masing-masing. Siapakah yang mampu luput dari kematian?”

Tak lama berselang, handphone-ku berdering lagi, beberapa menit setelah berusaha mencerna pertanyaan tadi.

“Halo,..”

Lagi-lagi pembicaraanku dipotong. Aku sedikit kesal. “Untung saja kau adik perempuanku satu-satunya,” gumamku ngawur.

“Kaka harus pulang hari ini. Mama sakit lagi. Mama makin kritis.”

Bibirku dingin terbius kaku. Tak pernah kusangka Mama sakit lagi. Padahal beberapa hari lalu, sebelum aku ke Mataloko Mama masih sehat-sehat. Malam sebelum berangkat pun Mama sempat berpesan, “Hati-hati di jalan. Jangan tunda-tunda lagi urus ijazah biar studi aman dan lancar.”

Apa artinya pesan ini, toh semua ibu pasti akan memberikan pesan yang sama jika anaknya bepergian jauh. Namun, ketika aku mengabaikan pesan mama, aku justru terjebak dalam kesalahan dan rasa penyesalan yang tak bertepi. Siapa sangka, itulah suara sekaligus pesan terakhir yang keluar dari mulut Mama sebelum peristiwa kehilangan.

Pukul 23.00 Wita, tentang kepergian dan mengikhlaskan

Senja perlahan-lahan ditelan malam. Mega merah di ufuk barat sedikit lagi lenyap. Induk ayam dan anak-anaknya sudah sedari tadi naik ke sangkar. Pukul 19.00, suasana di rumah kolong benar-benar sepi, yang terdengar hanyalah tangisan Mama karena menahan sakit.

Semenjak melahirkan adik kembarku, Mama sering sakit-sakitan. Sampai pada akhirnya sebulan sebelum kepergiannya, Mama divonis dokter mengalami gagal ginjal. Ah, Tuhan, hati ini terlalu sakit melihat orang tercinta harus menanggung penderitaan seberat ini.

Hari kian larut, kira-kira pukul 23.00 Wita. Keadaan Mama tak lekas membaik, malah sebaliknya tangisan dan rintihan kesakitan terdengar semakin kuat dari mulut yang tak mampu berucap sepatah kata lagi itu. Suasana sepi berubah menjadi gaduh, bukan saja karena tangisan Mama, tetapi juga karena tangisan adik-adikku.

Aku memang tak berupaya bernazar pada Tuhan. Namun, di dalam hati kecil tertulis sepotong doa dari anak yatim ini, “Tuhan semoga hal terburuk tidak terjadi malam ini. Jikalau Engkau berkenan biarkan mama sembuh dan hidup bersama kami lebih lama lagi.”

Kutatap mata Mama dalam-dalam. Persis setelah kuucapkan kata-kata itu dalam hati, Mama perlahan-lahan menutup mata, pergi untuk selama-lamanya. Mama pergi dalam pelukan anak-anaknya, meninggalkan setetes air mata, tanpa kata-kata perpisahan.

Malam kedukaan malam perpisahan. Aku menangis sejadi-jadinya. Air mata yang sedari tadi kubendung kini mengalir dan membasahi seluruh wajah. Kudekap wajah Mama, tak henti-hentinya kucium keningnya. Bertubi-tubi kata-kata penyesalan dan pertanyaan lahir dari bibirku.

“Apakah semua bentuk cinta selalu berakhir dengan mengikhlaskan? Apakah setiap kenangan selalu tentang kematian?”

Mama tetap terbujur kaku. Ia pergi diiringi tangis pada gelap malam. Ingin aku mengadu tetapi pada siapa. Bapak aku tak punya. Anak yatim ini kini menjadi yatim piatu karena yang dicintai hilang satu persatu.

“Ah Tuhan, seberat inikah salib yang harus kupikul?”

*Mengenang mama, 2024

  • BACA cerpen lain di tatkala.co
Rumah Tusuk Sate | Cerpen Putri Santiadi
Cintaku dan Cinta Kawanku | Cerpen Kadek Susila Priangga
Untuk Mamah dan Nenek | Cerpen Alfiansyah Bayu Wardhana
Tumbal Politik | Cerpen I Made Sugianto
Hyang Ibu
Jerit Padi Luka Pesisir | Cerpen Gede Aries Pidrawan
Arus Pelayaran | Cerpen Karisma Nur Fitria
Sejak Itu Samsu Berubah | Cerpen Khairul A. El Maliky

Sumbi Tak Mengandung Anak Tumang | Cerpen Amina Gaylene
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Matinya Seorang Buruh Kecil”, Kumpulan Cerpen Anton Chekhov yang Membuat Saya Geleng-Geleng Kepala

Next Post

Gadis Kretek, Ubud, dan Sedikit Hantu-hantu: Perbincangan Singkat dengan Ratih Kumala

Erik Bhiu

Erik Bhiu

Berasal dari Kabupaten Ngada, telah menyelesaikan studi Filsafat di IFTK Ledalero. Saat ini sedang rajin menulis dan merapikan kenangan mama.

Related Posts

Kakek yang Inkompeten |  Cerpen Muhammad Khairu Rahman

by Muhammad Khairu Rahman
March 1, 2026
0
Kakek yang Inkompeten |  Cerpen Muhammad Khairu Rahman

DI sebuah kota yang tumbuh setengah hati—antara ambisi menjadi metropolitan dan kebiasaan menjadi desa besar—tinggallah seorang pejabat tua bernama samaran...

Read moreDetails

Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

by Angga Wijaya
February 28, 2026
0
Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

WARTAWAN itu menghela napas dalam-dalam. Ia merasa gundah. Rumah yang ia tempati belasan tahun terakhir hanyalah kamar sempit. Bersama istri...

Read moreDetails

Berisik Seharian | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
February 27, 2026
0
Berisik Seharian | Cerpen Kadek Windari

“Sudah matang, Bu?”  teriaknya. Itu pertanyaan pukul 05.30 pagi. Aku tahu persis jamnya karena sejak pindah ke kompleks perumahan ini,...

Read moreDetails

Idup, Idup! | Cerpen Putri Harya

by Putri Harya
February 22, 2026
0
Idup, Idup! | Cerpen Putri Harya

SESEORANG sedang menyalakan dupa ketika lantainya terasa bergerak sedikit ke kiri lalu ke kanan. Kayu-kayu usuk rumah ikut berderit. Mata...

Read moreDetails

Pejabat Kampus yang Sok Ilmiah | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
February 21, 2026
0
Pejabat Kampus yang Sok Ilmiah | Cerpen Ahmad Sihabudin

Di Universitas Bumi Langit, tempat matahari sering kalah terang dari ego para dosennya, terletak sebuah fakultas yang namanya saja sudah...

Read moreDetails

Penghapus di Kepala Ayah | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
February 20, 2026
0
Penghapus di Kepala Ayah | Cerpen Aksara Caramellia

SETIAP pagi, sebelum matahari benar-benar mengusir sisa gelap dari halaman rumah, Ayah sudah duduk di meja makan dengan buku catatan...

Read moreDetails

Menggali Kubur yang Telah Subur | Cerpen Safir Ahyanuddin

by Safir Ahyanuddin
February 15, 2026
0
Menggali Kubur yang Telah Subur | Cerpen Safir Ahyanuddin

AKU pertama kali menggali kubur itu ketika usiaku sembilan tahun. Pagi itu tanah masih menyimpan dingin dari hujan semalam. Kakiku...

Read moreDetails

Wartawan Gagal | Cerpen Angga Wijaya

by Angga Wijaya
February 14, 2026
0
Wartawan Gagal | Cerpen Angga Wijaya

DUL percaya satu hal, bahwa seks adalah tanda kehidupan. Selama masih bisa, berarti ia belum selesai. Itulah sebabnya, pukul 04.10...

Read moreDetails

Made Jadi Hakim | Cerpen I Made Sugianto

by Made Sugianto
February 13, 2026
0
Made Jadi Hakim | Cerpen I Made Sugianto

Kakek tua itu duduk melamun seusai menyabit rumput. Menyandarkan tubuh ringkihnya di batang pohon asem nan rimbun. Keranjangnya sudah penuh...

Read moreDetails

Melankolia di Akhir Kanda | Cerpen Galuh F Putra

by Galuh F Putra
February 8, 2026
0
Melankolia di Akhir Kanda | Cerpen Galuh F Putra

SITA menyandarkan pipinya pada telapak tangan, membiarkan jari-jarinya bergerak lembut menyentuh kulit wajahnya yang masih hangat dari sentuhan sore hari....

Read moreDetails
Next Post
Gadis Kretek, Ubud, dan Sedikit Hantu-hantu: Perbincangan Singkat dengan Ratih Kumala

Gadis Kretek, Ubud, dan Sedikit Hantu-hantu: Perbincangan Singkat dengan Ratih Kumala

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co