2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Prodi Ilmu Komunikasi di Era Disrupsi

Edi Santoso by Edi Santoso
September 23, 2024
in Esai
Prodi Ilmu Komunikasi di Era Disrupsi

Pengajar di Prodi Ilmu komunikasi Unsoed | Foto: IST

SELAMA dua dekade terakhir, program studi (prodi) Ilmu Komunikasi menjadi salah satu yang paling diminati calon mahasiswa. Prodi ini pun tumbuh pesat bak cendawan di musim hujan, sampai pemerintah kini menerapkan moratorium. Di banyak PTS, Komunikasi bahkan telah menjadi fakultas yang mapan.

Sejak reformasi, dunia media memang menemukan bentuknya. Industri media cetak dan elektronik yang tumbuh pesat membutuhkan SDM berlatarbelakang Ilmu Komunikasi. Industri periklanan dan public relations—yang membutuhkan SDM serupa, pun tumbuh pesat. Pada awal 2000-an, mulai muncul tren digitalisasi dan perkembangan internet, yang semakin meningkatkan ketertarikan mahasiswa terhadap program studi yang menawarkan peluang di dunia komunikasi digital, media sosial, pemasaran digital, dan content creation.

Namun kehadiran internet, di sisi lain, membawa kegoncangan (disrupsi) di banyak aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Salah satu program studi yang merasakan dampak signifikan dari era ini adalah Ilmu Komunikasi. Perubahan yang terjadi di dunia komunikasi dan teknologi memaksa perguruan tinggi, khususnya program studi Ilmu Komunikasi, untuk beradaptasi secara cepat. Setidaknya, ada beberapa tantangan teoritik dan praktis yang dihadapi prodi Ilmu Komunikasi di era ini:

Pertama, perubahan dalam teori media dan komunikasi. Teknologi digital, seperti media sosial dan berbagai platform komunikasi berbasis internet lain telah mengubah secara radikal cara orang berkomunikasi. Teori-teori komunikasi klasik, seperti teori agenda-setting, teori spiral of silence, atau teori two-step flow, perlu dikaji ulang atau diperbarui untuk menyesuaikan dengan dinamika baru ini. Misalnya, dalam era digital, individu lebih sering menjadi produsen informasi (user-generated content), yang membuat peran media sebagai satu-satunya “penjaga gerbang” informasi semakin berkurang. Teori gatekeeping atau pengaruh media massa harus mempertimbangkan bahwa masyarakat kini dapat langsung berpartisipasi dalam produksi dan distribusi konten, mengurangi monopoli media tradisional.

Kedua, fragmentasi audiens. Disrupsi digital menjadikan audiens semakin tersegmentasi dan tersebar di berbagai platform digital. Teori komunikasi massa yang sebelumnya berfokus pada komunikasi satu arah (one-to-many) perlu menyesuaikan diri dengan pola komunikasi yang kini lebih interaktif, personal, dan tersebar di berbagai platform. Hal ini menantang prodi Ilmu Komunikasi untuk memahami dan mengajarkan tentang cara menjangkau audiens yang lebih terfragmentasi, serta menggunakan berbagai media dan platform komunikasi yang baru.

Ketiga, transformasi komunikasi organisasi dan bisnis. Dalam konteks komunikasi korporat atau bisnis, perubahan pola komunikasi yang didorong oleh disrupsi teknologi menuntut perubahan dalam teori dan pendekatan komunikasi organisasi. Komunikasi internal dan eksternal sekarang banyak terjadi melalui saluran digital seperti Slack, Zoom, atau media sosial, yang mempengaruhi dinamika kerja, budaya organisasi, serta cara penyampaian pesan kepada publik.

Keempat, fenomen post-truth. Era disrupsi juga ditandai dengan munculnya fenomena “post-truth,” di mana kebenaran objektif sering kali tersisih oleh emosi dan kepercayaan pribadi. Teori komunikasi yang berhubungan dengan penyebaran informasi, etika media, dan kepercayaan publik perlu disesuaikan dengan kenyataan baru ini. Tantangan teoritisnya adalah bagaimana mengembangkan pendekatan yang bisa membantu memahami dan mengatasi penyebaran informasi palsu (hoaks), disinformasi, serta misinformasi dalam lingkungan media digital yang serba cepat.

Kelima, isu privasi dan keamanan data. Dengan semakin berkembangnya teknologi, persoalan privasi dan keamanan data menjadi isu krusial dalam komunikasi digital. Teori komunikasi yang berkaitan dengan relasi antara privasi, data, dan penggunaan informasi pribadi di berbagai platform digital perlu dikembangkan lebih lanjut. Ini mengharuskan prodi Ilmu Komunikasi untuk lebih mengintegrasikan kajian etika komunikasi, keamanan digital, serta regulasi teknologi dalam kurikulumnya.

Keenam, kompleksitas komunikasi antarbudaya. Globalisasi yang diperkuat oleh teknologi digital membuat komunikasi antarbudaya menjadi semakin kompleks. Teori-teori yang sebelumnya mempelajari komunikasi antarbudaya dalam konteks fisik perlu diperluas untuk memasukkan dimensi virtual atau digital. Komunikasi kini tidak hanya terjadi antarnegara, tetapi juga antar individu dengan latar belakang budaya yang berbeda melalui platform digital, yang menuntut pendekatan baru dalam mempelajari interaksi sosial lintas budaya di dunia maya.

Ketujuh, peran artificial intelligence dan algoritma. Di era disrupsi, peran algoritma, kecerdasan buatan (AI), dan machine learning dalam memediasi komunikasi semakin besar. Algoritma mengatur apa yang dilihat orang di media sosial, platform berita, atau bahkan mesin pencari. Ilmu Komunikasi perlu memperbarui teori-teori tentang mediasi teknologi dan efek algoritma terhadap preferensi, opini, serta perilaku audiens. Hal ini mencakup studi tentang bias algoritmik, filter bubble, dan echo chamber yang berpotensi memengaruhi dinamika komunikasi dan demokrasi.

Kedelapan, perubahan dalam teori dan praktik jurnalisme. Cara orang untuk memproduksi berita berubah signifikan di era digital. Perkembangan citizen journalism dan penggunaan algoritma untuk mendistribusikan berita melalui media sosial atau aplikasi, menantang teori jurnalisme konvensional. Peran wartawan dan media tradisional dalam membentuk opini publik perlu dikaji ulang, karena masyarakat kini bisa langsung mengakses atau memproduksi berita sendiri.

Di tengah percepatan perubahan media dan teknologi, tantangan terbesar prodi Ilmu Komunikasi adalah bagaimana menyiapkan kurikulum yang responsif dan adaptif terhadap perubahan zaman. Penelitian komunikasi juga harus berkembang, menggunakan metode baru untuk meneliti perilaku digital dan komunikasi melalui berbagai platform yang dinamis, seperti analisis big data dan digital ethnography.

Kurikulum Ilmu Komunikasi harus dapat mengintegrasikan pendekatan-pendekatan lama dengan perkembangan baru dalam teknologi dan media digital, serta melahirkan teori-teori yang relevan untuk memahami lanskap komunikasi yang terus berubah di era disrupsi.

Inilah sekilas tantangan bagi prodi Ilmu Komunikasi, termasuk Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang pada 23 september 2024 ini genap berusia 26 tahun. Harapan besar para calon mahasiswa, mahasiswa, dan segenap stakeholders pada prodi ini harus dijawab dengan Langkah nyata dan strategis. Saatnya berubah dan berbenah untuk terus menjadi relevan. Dirgahayu Prodi Ilmu Komunikasi Unsoed! [T]

Kampanye Terselubung dalam Publikasi Polling
Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?
Retorika: Komunikasi yang Tak Lekang oleh Waktu
Tags: ilmu komunikasikomunikasiPendidikanPerguruan TinggiUniversitas Jenderal Soedirman
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sistem Pewarisan Tanah  Masyarakat Bali, Suatu Pandangan, Menyongsong Masa Depan

Next Post

Sepuluh Tahun Merayakan Film Pendek Terbaik: Catatan Minikino Film Week 10, Bali International Short Film Festival

Edi Santoso

Edi Santoso

Dr. Edi Santoso, M.Si. Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Sepuluh Tahun Merayakan Film Pendek Terbaik: Catatan Minikino Film Week 10, Bali International Short Film Festival

Sepuluh Tahun Merayakan Film Pendek Terbaik: Catatan Minikino Film Week 10, Bali International Short Film Festival

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co