2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyambangi Keindahan Alam Pantai Pidakan di Pacitan — Benarkah Pacitan jadi Bali-nya Jawa?

Karisma Nur Fitria by Karisma Nur Fitria
June 21, 2024
in Tualang
Menyambangi Keindahan Alam Pantai Pidakan di Pacitan — Benarkah Pacitan jadi Bali-nya Jawa?

Suasana Pantai Berhiaskan Pohon Kelapa/Karisma Nur Fitria

MENGISI cuti bersama kenaikan Isa Al Masih lalu, saya memutuskan untuk berkunjung ke Pacitan. Cukup dengan merogoh kantung sejumlah Rp. 80.000 saya sudah nyaman duduk di dalam mobil travel sambil menikmati perjalanan. Suasana sejuk ditemani pemandangan perbukitan menemani perjalanan saya dari Yogyakarta menuju Pacitan. Selama kurang lebih tiga jam perjalanan jalur darat, akhirnya saya tiba di Pacitan, Jawa Timur.

Terkenal dengan keindahan pantainya membuat saya penasaran dengan ungkapan “Pacitan adalah Balinya Jawa”. Melalui beberapa media saya mencari pantai-pantai yang sekiranya menarik. Melihat ulasan yang ada saya akhirnya tertarik memasukkan pantai Pidakan dalam daftar. Saya rasa orang-orang perlu tahu keindahan alam pacitan terutama pantai Pidakan.

Sehari setelah tiba di Pacitan, saya segera menuju pantai Pidakan. Sekitar pukul 10:00 WIB  saya tiba di pantai Pidakan. Belum terlalu siang dan suasana pantai masih sepi dari pengunjung. Kesan pertama saya turun dari mobil dan memandang pantai Pidakan adalah “indah sekali ciptaan Tuhan”. Saya sangat terkesan dengan keindahan pantai ini dalam sekali pandang.

Menempuh jarak sekitar 20 kilometer dari kota Pacitan, rasanya setimpal dengan pemandangan yang disuguhkan oleh pantai Pidakan. Akses menuju pantai ini mudah untuk dijangkau baik menggunakan motor atau mobil pribadi. Sepanjang perjalanan menuju pantai, saya disuguhkan dengan pemadangan pantai-pantai yang indah. Ditemani dinding tebing yang menghiasi sisi jalan lainnya menambah kekaguman saya kepada alam Pacitan.

Hamparan Keindahan di Pantai Pidakan Pacitan

Hamparan Bebatuan di Sepanjang Bibir Pantai Pidakan | Foto: Karisma Nur Fitria

Tibalah saya di pantai Pidakan, disambut ramah oleh penjaga dan membayar uang retribusi sebesar Rp. 10.000 saja. Pantai Pidakan memiliki keindahan dan ciri khas tersendiri dibanding pantai biasanya. Terdapat bebatuan yang menghiasi sepanjang bibir pantai dan menambah pesona pantai ini. Ketika deburan ombak bertemu di bibir pantai dan bertumburan dengan bebatuan itu memberikan efek suara seperti air sedang membawa bebatuan ke arah laut. Hal ini memberikan ketenangan tersendiri bagi saya atau mungkin pengunjung lain dengan menikmati suara itu.

Apabila diungkapkan dengan kata-kata, pantai Pidakan adalah pantai yang ada dalam bayangan saya selama ini. Di sekitar pantai ditumbuhi banyak pohon kelapa. Lingkungannya yang sangat bersih akan membuat siapa saja nyaman berlama-lama di pantai ini. Air laut yang jernih menampilkan warna biru kehiijauan dengan pasir yang putih menambah suasana pantai sesungguhnya.

Terlalu sibuk memandangi keindahan pantai dengan hamparan bebatuannya, saya berpaling mengagumi hal lain. Terdapat sebuah mercusuar kecil yang berada di tengah pantai. Mercusuar yang kokoh bewarna putih di atas hamparan ombak laut menambah pesona indah pantai ini.

Mercusuar di Tengah Laut Pantai Pidakan | Foto: Karisma Nur Fitria

Pantai yang terletak di Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, ini menyediakan fasilitas yang cukup lengkap seperti, gazebo, tempat duduk di sepanjang pantai, tempat sampah yang memadai, mushola, dan kantin. Tergiur dengan bau cilok dari seorang penjual, saya membutuskan untuk membelinya “Ciloknya 5.000 nggih, Pak”. Si bapak dengan riang melayani dan diluar dugaan pentol cilok yang diberikan sangat banyak, jelas harganya bukan sebiji Rp.500 perak seperti di Yogyakarta. Hal ini membuat culture shock bagi saya.

Di tempat wisata seperti pantai sudah biasa menjumpai para pedagang makanan dengan seenaknya menaikkan harga, tetapi tidak di pantai Pidakan. Hal ini menjadi nilai plus tersendiri bagi pengalaman saya berkunjung ke pantai Pidakan, Pacitan, Jawa Timur. Uang Rp. 20.000 sudah sangat cukup mulai dari biaya masuk dan membeli makanan ringan seperti es kopi dan cilok.

Pantai ini cocok dijadikan sebagai desnitasi wisata yang dapat dikunjungi bersama keluarga, teman, atau pasangan. Ketika mengitari pantai, tidak jarang saya menemukan pengunjung yang datang bersama keluarganya dan menggelar tikar lalu makan bersama. Sebuah piknik yang menyenangkan, makan bersama ditemani keindahan pantai Pidakan.

Suasana Pantai Berhiaskan Pohon Kelapa | Foto: Karisma Nur Fitria

Tidak cukup dengan menikmatinya saja. Pastikan kamera atau handphone memiliki ruang dan baterai yang cukup untuk mengabadikan setiap momen di pantai ini. Dengan pemandangan indah dan fotogenik akan sangat layak menyebut pantai Pidakan ini sebagai tempat yang instagramable. Saya tidak berhenti memotret setiap sudut keindahan pantai Pidakan.

Melihat keindahan pantai Pidakan ada satu hal yang semestinya diperhatikan oleh pihak pengelola. Ketika tiba di pantai dengan situasi ombak cukup tinggi, penting untuk dihadirkan pengawas yang siap berjaga di pantai guna menghimbau pengunjung. Terdapat pos keamanan akan tetapi tidak ada pengawas yang menjaga di sana. Hal ini menjadi perhatian tersendiri demi keamanan dan kenyamanan pengunjung. Menghindari hal yang tidak diinginkan tentu perlu diwaspadai seperti dengan adanya himbauan, seperti aturan, atau larangan dalam papan pengumuman.

Berbagai daya tarik yang ditawarkan oleh pantai ini memberikan kesan tersendiri bagi saya. Perjalanan dari Yogyakarta ke Pacitan tidak mengecewakan sama sekali dengan suguhan keindahan alam terutama pantainya. Pantai Pidakan sangat layak dijadikan salah satu tujuan ketika mengunjungi Pacitan. [T]

Berlabuh Sejenak di Pantai Labuhan Amuk: Ada Tenangnya, Ada Sedihnya
Menikmati Pasang-Surut Dinamika Hidup — Renungan dari Pantai Sanur
Pantai Segara Wilis, Pasir Hitam yang Lembut dan Langit Penuh Warna
Pantai, Tempat Hidup, dan Warung Pak Udin
Tags: Jawa TimurPacitanPantai BidakanPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Bali Sing Ngelah Mémé Bapa” [1]: Kepemimpinan dan Joged Jaruh

Next Post

Pukul Dua Air Mata | Cerpen Wulan Dewi Saraswati

Karisma Nur Fitria

Karisma Nur Fitria

Mahasiswi berusia 20 tahun yang sedang menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Yogyakarta. Memiliki ketertarikan dalam bidang kepenulisan berbagai genre baik fiksi maupun non fiksi. Tengah berusaha mengembangkan project humanity @katabantu_ dengan konsep menjual e-book karya sastra dan 100% hasil penjualannya akan didonasikan untuk aksi kemanusiaan.

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
Pukul Dua Air Mata | Cerpen Wulan Dewi Saraswati

Pukul Dua Air Mata | Cerpen Wulan Dewi Saraswati

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co