23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyambangi Keindahan Alam Pantai Pidakan di Pacitan — Benarkah Pacitan jadi Bali-nya Jawa?

Karisma Nur Fitria by Karisma Nur Fitria
June 21, 2024
in Tualang
Menyambangi Keindahan Alam Pantai Pidakan di Pacitan — Benarkah Pacitan jadi Bali-nya Jawa?

Suasana Pantai Berhiaskan Pohon Kelapa/Karisma Nur Fitria

MENGISI cuti bersama kenaikan Isa Al Masih lalu, saya memutuskan untuk berkunjung ke Pacitan. Cukup dengan merogoh kantung sejumlah Rp. 80.000 saya sudah nyaman duduk di dalam mobil travel sambil menikmati perjalanan. Suasana sejuk ditemani pemandangan perbukitan menemani perjalanan saya dari Yogyakarta menuju Pacitan. Selama kurang lebih tiga jam perjalanan jalur darat, akhirnya saya tiba di Pacitan, Jawa Timur.

Terkenal dengan keindahan pantainya membuat saya penasaran dengan ungkapan “Pacitan adalah Balinya Jawa”. Melalui beberapa media saya mencari pantai-pantai yang sekiranya menarik. Melihat ulasan yang ada saya akhirnya tertarik memasukkan pantai Pidakan dalam daftar. Saya rasa orang-orang perlu tahu keindahan alam pacitan terutama pantai Pidakan.

Sehari setelah tiba di Pacitan, saya segera menuju pantai Pidakan. Sekitar pukul 10:00 WIB  saya tiba di pantai Pidakan. Belum terlalu siang dan suasana pantai masih sepi dari pengunjung. Kesan pertama saya turun dari mobil dan memandang pantai Pidakan adalah “indah sekali ciptaan Tuhan”. Saya sangat terkesan dengan keindahan pantai ini dalam sekali pandang.

Menempuh jarak sekitar 20 kilometer dari kota Pacitan, rasanya setimpal dengan pemandangan yang disuguhkan oleh pantai Pidakan. Akses menuju pantai ini mudah untuk dijangkau baik menggunakan motor atau mobil pribadi. Sepanjang perjalanan menuju pantai, saya disuguhkan dengan pemadangan pantai-pantai yang indah. Ditemani dinding tebing yang menghiasi sisi jalan lainnya menambah kekaguman saya kepada alam Pacitan.

Hamparan Keindahan di Pantai Pidakan Pacitan

Hamparan Bebatuan di Sepanjang Bibir Pantai Pidakan | Foto: Karisma Nur Fitria

Tibalah saya di pantai Pidakan, disambut ramah oleh penjaga dan membayar uang retribusi sebesar Rp. 10.000 saja. Pantai Pidakan memiliki keindahan dan ciri khas tersendiri dibanding pantai biasanya. Terdapat bebatuan yang menghiasi sepanjang bibir pantai dan menambah pesona pantai ini. Ketika deburan ombak bertemu di bibir pantai dan bertumburan dengan bebatuan itu memberikan efek suara seperti air sedang membawa bebatuan ke arah laut. Hal ini memberikan ketenangan tersendiri bagi saya atau mungkin pengunjung lain dengan menikmati suara itu.

Apabila diungkapkan dengan kata-kata, pantai Pidakan adalah pantai yang ada dalam bayangan saya selama ini. Di sekitar pantai ditumbuhi banyak pohon kelapa. Lingkungannya yang sangat bersih akan membuat siapa saja nyaman berlama-lama di pantai ini. Air laut yang jernih menampilkan warna biru kehiijauan dengan pasir yang putih menambah suasana pantai sesungguhnya.

Terlalu sibuk memandangi keindahan pantai dengan hamparan bebatuannya, saya berpaling mengagumi hal lain. Terdapat sebuah mercusuar kecil yang berada di tengah pantai. Mercusuar yang kokoh bewarna putih di atas hamparan ombak laut menambah pesona indah pantai ini.

Mercusuar di Tengah Laut Pantai Pidakan | Foto: Karisma Nur Fitria

Pantai yang terletak di Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, ini menyediakan fasilitas yang cukup lengkap seperti, gazebo, tempat duduk di sepanjang pantai, tempat sampah yang memadai, mushola, dan kantin. Tergiur dengan bau cilok dari seorang penjual, saya membutuskan untuk membelinya “Ciloknya 5.000 nggih, Pak”. Si bapak dengan riang melayani dan diluar dugaan pentol cilok yang diberikan sangat banyak, jelas harganya bukan sebiji Rp.500 perak seperti di Yogyakarta. Hal ini membuat culture shock bagi saya.

Di tempat wisata seperti pantai sudah biasa menjumpai para pedagang makanan dengan seenaknya menaikkan harga, tetapi tidak di pantai Pidakan. Hal ini menjadi nilai plus tersendiri bagi pengalaman saya berkunjung ke pantai Pidakan, Pacitan, Jawa Timur. Uang Rp. 20.000 sudah sangat cukup mulai dari biaya masuk dan membeli makanan ringan seperti es kopi dan cilok.

Pantai ini cocok dijadikan sebagai desnitasi wisata yang dapat dikunjungi bersama keluarga, teman, atau pasangan. Ketika mengitari pantai, tidak jarang saya menemukan pengunjung yang datang bersama keluarganya dan menggelar tikar lalu makan bersama. Sebuah piknik yang menyenangkan, makan bersama ditemani keindahan pantai Pidakan.

Suasana Pantai Berhiaskan Pohon Kelapa | Foto: Karisma Nur Fitria

Tidak cukup dengan menikmatinya saja. Pastikan kamera atau handphone memiliki ruang dan baterai yang cukup untuk mengabadikan setiap momen di pantai ini. Dengan pemandangan indah dan fotogenik akan sangat layak menyebut pantai Pidakan ini sebagai tempat yang instagramable. Saya tidak berhenti memotret setiap sudut keindahan pantai Pidakan.

Melihat keindahan pantai Pidakan ada satu hal yang semestinya diperhatikan oleh pihak pengelola. Ketika tiba di pantai dengan situasi ombak cukup tinggi, penting untuk dihadirkan pengawas yang siap berjaga di pantai guna menghimbau pengunjung. Terdapat pos keamanan akan tetapi tidak ada pengawas yang menjaga di sana. Hal ini menjadi perhatian tersendiri demi keamanan dan kenyamanan pengunjung. Menghindari hal yang tidak diinginkan tentu perlu diwaspadai seperti dengan adanya himbauan, seperti aturan, atau larangan dalam papan pengumuman.

Berbagai daya tarik yang ditawarkan oleh pantai ini memberikan kesan tersendiri bagi saya. Perjalanan dari Yogyakarta ke Pacitan tidak mengecewakan sama sekali dengan suguhan keindahan alam terutama pantainya. Pantai Pidakan sangat layak dijadikan salah satu tujuan ketika mengunjungi Pacitan. [T]

Berlabuh Sejenak di Pantai Labuhan Amuk: Ada Tenangnya, Ada Sedihnya
Menikmati Pasang-Surut Dinamika Hidup — Renungan dari Pantai Sanur
Pantai Segara Wilis, Pasir Hitam yang Lembut dan Langit Penuh Warna
Pantai, Tempat Hidup, dan Warung Pak Udin
Tags: Jawa TimurPacitanPantai BidakanPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Bali Sing Ngelah Mémé Bapa” [1]: Kepemimpinan dan Joged Jaruh

Next Post

Pukul Dua Air Mata | Cerpen Wulan Dewi Saraswati

Karisma Nur Fitria

Karisma Nur Fitria

Mahasiswi berusia 20 tahun yang sedang menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Yogyakarta. Memiliki ketertarikan dalam bidang kepenulisan berbagai genre baik fiksi maupun non fiksi. Tengah berusaha mengembangkan project humanity @katabantu_ dengan konsep menjual e-book karya sastra dan 100% hasil penjualannya akan didonasikan untuk aksi kemanusiaan.

Related Posts

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails
Next Post
Pukul Dua Air Mata | Cerpen Wulan Dewi Saraswati

Pukul Dua Air Mata | Cerpen Wulan Dewi Saraswati

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co