11 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pantai, Tempat Hidup, dan Warung Pak Udin

Hilda Aulia by Hilda Aulia
November 12, 2023
in Esai
Pantai, Tempat Hidup, dan Warung Pak Udin

Ilustrasi diolah oleh tatkala.co

SEBAGAI ANAK yang bertempat tinggal di pinggir pantai, tentu saya sudah akrab dengan pantai dan seisinya, juga kebiasaan masyarakatnya. Saya akrab dengan perahu, pasang surut air laut, dan hilir mudik para nelayan. Saya juga mengerti kapan waktu yang pas untuk menangkap ikan, dan kapan musim ikan melimpah.

Karena memang dilahirkan di sebuah rumah yang barangkali hanya sekedipan mata dari pantai—ya rumah saya bisa dibilang mepet pantai—maka apa yang saya sampaikan di atas benar-benar saya alami sejak kecil.

Maka, pantai bagi saya bukan hanya sebagai tempat rekreasi—atau meminjam istilah sekarang, healing—tapi, pantai saya ibaratkan sebuah taman di tengah-tengah pusat kota, di mana saya bisa menghabiskan waktu di sana, dari bermain pasir, berlarian mengejar ombak, tiduran di pasir pantai dan tentu sebagai tempat merenung juga.

Selama sembilan belas tahun ini, pantai adalah saksi perjalanan kehidupan keluarga saya. Sebab, orang tua saya, selain memilih rumah di pinggir pantai, kami juga hidup dan mencari rejeki dari hasil lautnya. Ya, orang tua saya adalah nelayan. Saya hidup dari orang tua yang setiap paginya harus mendorong sampan dan menunggu di sore hari sembari berharap bapak pulang dengan ikan yang banyak di atas perahunya.

Kehidupan seorang anak pesisir, sejauh yang saya alami, sangatlah unik. Karena, tidak ada seorang pun yang saya temui—mereka yang rumahnya tidak di pinggir pantai, tentunya—mengatakan bahwa dirinya tidak suka dengan pantai. Bahkan, mereka sampai berkeinginan suatu saat bisa memiliki rumah di dekat pantai.

“Kamu enak, ya, rumahnya dekat pantai” atau “Wah, seru dong rumah di pinggir pantai, bisa nyunset setiap sore”. Barangkali, kalimat tersebut sudah sering saya dengar dari mulut teman-teman saya. Tapi saya juga yakin, mereka tidak tahu kalau rumah di pinggir pantai ada tidak enaknya juga.

Selain rumah di pinggir pantai dapat menimbulkan rasa iri teman-teman saya, tentu mereka juga merasa iri dengan kebiasaan masyarakat pesisirnya. Sebab, jika saat musim ikan, mereka sering bilang “Enak banget kamu makan ikan setiap hari”. Ya, sekali lagi saya berpikir bahwa mereka tidak tahu kalau keseringan makan ikan juga tetap ada rasa bosannya.

Ini yang barangkali tidak semua orang tahu tentang kehidupan masyarakat di pesisir pantai. Begini, di tempat saya tinggal, hampir setiap pagi orang-orang yang rumahnya jauh dari pantai, mereka selalu datang dengan membawa kantung plastik atau wadah lainnya untuk berburu ikan gratis hasil tangkapan para nelayan.

Ya, gratis. Ikan yang mereka cari adalah ikan yang telah disortir oleh nelayan setempat, dan merupakan ikan yang bukan ikan target yang nelayan cari. Memang hal tersebut sangatlah wajar bagi kami, kalau ikan yang tidak masuk kategori ikan jual, maka ikan-ikan itu akan dibagi-bagikan kepada siapa pun yang datang.

Bagi kami, masyarakat pesisir pantai di Desa Celukanbawang, sudah akrab dengan hal-hal semacam itu. Hampir mirip dengan apa yang dilakukan oleh masyarakat pesisir di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, itu. Mereka menyebut kegiatan tersebut dengan istilah blantik. Sebab, kalau tidak ada yang mengambilnya, maka ikan-ikan itu akan dibiarkan membusuk begitu saja di pinggir pantai.

Selain mencari ikan sebagai mata pencaharian bagi keluarga saya, kami juga memiliki usaha kecil-kecilan di rumah. Kami memiliki warung kecil yang namanya diambil dari nama Bapak. Warung Pak Udin, namanya. Membuat warung di pinggir pantai bukan tanpa alasan, karena Bapak memiliki prinsip “kita harus bisa memanfaatkan momen, di mana hal itu dapat membantu orang lain, dan memberikan rezeki untuk keluarga kita”.

Warung Pak Udin tak seperti warung-warung pada umumnya. Kami hanya buka ketika hasil tangkapan ikan sedang melimpah, atau saat musim ikan saja. Sebab, kami memiliki sebuah balai yang memiliki kamar, yang biasanya digunakan para nelayan beristirahat—bahkan menginap ketika musim ikan. Maka, ketika musim ikan dan banyak nelayan menginap di balai kami, maka hasil penjualan Warung Pak Udin pun meningkat

Kebetulan tempat penampungan ikan atau Balai Nelayan terletak tepat di depan rumah saya. Oleh karena itu, ketika musim ikan melimpah, Warung Pak Udin biasanya hanya membutuhkan waktu satu hari saja untuk menghabiskan seluruh dagangannya. Sebab, yang datang ke Balai Nelayan bukan hanya masyarakat sekitar saja, melainkan dari berbagai daerah seperti para nelayan dari Jembrana.

Tampaknya realitas warung pelabuhan memang seperti itu, selalu ramai pada saat musim ikan saja. Meskipun hanya dengan menu kopi hitam dan mi rebus plus telur, sudah cukup menghangatkan badan nelayan yang basah sepulang menangkap ikan di tengah laut.

Warung Pak Udin, meskipun tidak buka seperti warung-warung pada umumnya, ketika musim ikan, bisa buka sampai 24 jam, setiap harinya. Ya, itu karena banyak nelayan yang menginap di balai kami dan biasanya mereka memesan makanan di tengah malam sesaat sebelum mereka berangkat mencari ikan. Dan itu merupakan keberkahan tersendiri bagi Warung Pak Udin.

Biasanya, untuk mengisi waktu luang sebelum berangkat memancing, mereka bisa bermain kartu atau karaoke di Warung Pak Udin. Ya, bapak memang suka menyanyi. Oleh sebab itu biasanya mereka bernyanyi-nyanyi sembari menunggu giliran untuk berangkat berlayar menangkap ikan. Baik memancing atau menjaring ikan.

Keberadaan Warung Pak Udin sangat dimanfaatkan betul oleh nelayan yang berkumpul di Balai Nelayan. Selain warung kami menyediakan berbagai makanan yang bisa untuk mengganjal perut, adanya balai di warung kami juga merupakan sebuah keuntungan bagi para nelayan. Sebab, mereka tak perlu pulang-pergi ke rumah mereka yang notabennya lumayan jauh jaraknya dari Balai Nelayan.

Sejak adanya warung itu, bagi saya sangat memberikan keberkahan di keluarga kami. Sebab, menurut saya, sebuah kebahagiaan itu terletak pada senyuman orang tua. Dan senyuman itu menjadi senyum bahagia ketika dagangan mereka laku dan habis.[T]

Ketika Anak Nelayan Keracunan Ikan
Huda: Alasan Memancing dan Nasib Sialnya
Gitar Butanza dan Kenangan di Baliknya
Tags: esaiGerokgaknelayan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sastra Nitya Rupa: Usaha Mempopulerkan Kembali Sastra Jawa Kuna

Next Post

Jero Dalang Wijana, Dalang Genjek dan Seniman Serba Bisa dari Padang Bulia

Hilda Aulia

Hilda Aulia

Mahasiswi Universitas Pendidikan Ganesha jurusan Pendidikan Sejarah. Berasal dari Celukan Bawang, Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.

Related Posts

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
0
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

Read moreDetails

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

by Angga Wijaya
October 10, 2026
0
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

Read moreDetails

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
0
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

Read moreDetails

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

Read moreDetails

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

Read moreDetails

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
0
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

Read moreDetails

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
0
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

Read moreDetails

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

by Chusmeru
October 7, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

Read moreDetails

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
0
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

Read moreDetails

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails
Next Post
Jero Dalang Wijana, Dalang Genjek dan Seniman Serba Bisa dari Padang Bulia

Jero Dalang Wijana, Dalang Genjek dan Seniman Serba Bisa dari Padang Bulia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co