23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Anak Nelayan Keracunan Ikan

Hilda Aulia by Hilda Aulia
March 14, 2023
in Esai
Ketika Anak Nelayan Keracunan Ikan

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

SEUMUR-UMUR, saya tak pernah merasakan keracunan makanan (apalagi makanan olahan dari ikan).  Rumah saya itu sangat dekat dengan laut. Sedangkan pengetahuan tentang ikan mana yang beracun dan tidak, sudah saya serap sejak kecil. Tetapi hari itu memang sial.

Saya lahir dari orangtua yang bekerja sebagai nelayan. Ya, ayah saya adalah nelayan yang setiap pagi dan sore hari selalu mendorong perahunya ke laut untuk mencari ikan.

Tentu saja, karena ayah seorang nelayan, hal yang paling dekat dengan saya sedari kecil sampai saat ini adalah pantai dan juga ikan.

Sejak kecil saya menghabiskan waktu dengan bermain ombak, memancing ikan, menjaring ikan, mencari udang dan kerang. Berbagai jenis ikan sudah pernah saya coba, baik itu ikan selah polo yang merupakan jenis ikan paling mungil, sampai ikan raksasa yang biasa disebut dengan ikan marlin.

Banyak kenangan masa kecil saya bersama laut. Lain kali saya ceritakan. Dan tetang keracunan ikan ini, begini ceritanya.

Saya sudah kuliah. Sebagai mahasiswa di universitas negeri di Kota Singaraja—yang lumayan jauh dari kampung halaman saya, Celukan Bawang. Jarak antara rumah saya dengan kampus kurang lebih sekitar 40 menit, karena itu saya memutuskan menyewa kos untuk memudahkan saat berangkat ke kampus.

Suatu hari saya mendapatkan telpon dari ibu saya. “Nak, sini pulang, mamak kangen sama kamu,” katanya. Tanpa berpikir panjang saya segera menjawab “iya”.

Bagi saya, pulang ke kampung halaman adalah sebuah kegembiraan. Selain berkumpul bersama keluarga, di sana pula saya berusaha kembali memunguti kenangan yang tercecer, menyimpannya ke dalam laci ingatan, dan berharap dapat menuliskannya suatu hari nanti.

Saat itu bapak menjemput saya dengan menggunakan motornya yang berwarna ungu janda (saya tak paham alasan bapak memilih warna itu.)

Setibanya saya di rumah, layaknya adegan di sinetron, saya langsung memeluk ibu dan adik-adik saya—untuk melepaskan rindu yang selama ini terpendam. Empat hari saya habiskan untuk bermain bersama adik-adik saya, hingga tiba saatnya saya harus balik ke kota karena ada tanggung jawab yang harus saya selesaikan di organisasi pada saat itu.

(Saya juga aktif di organisasi mahasiswa, internal maupun eksternal kampus. Saya aktif di organisasi karena banyak hal yang saya dapat di sana. Selain kawan baru, juga ilmu dan pengalaman baru tentu saja. Menurut saya, aneh rasanya kalau menjadi mahasiswa tapi tidak berorganisasi.)

***

Kembali ke cerita. Sebelum saya berangkat, ibu membuatkan ikan goreng bumbu merah kesukaan saya sedangkan bibi membuatkan bakso ikan—karena kebetulan pada saat itu di rumah saya lagi banjir ikan.

“Ini, mamak buatkan ikan bumbu merah kesukaanmu, untuk lauk makan di kos nanti,” kata ibu.

Setelah berpamitan dan sedikit basa-basi dengan tetangga, saya berangkat ke kota dengan seorang teman. Singkat cerita, setibanya di kos, dengan gembira saya menemui teman sekamar saya, Kak Alfil, untuk memberikan oleh-oleh ikan goreng bumbu merah dan bakso ikan.

Waktu itu kami tidak sempat makan bersama karena saya harus segera menyelesaikan tanggung jawab saya di organisasi.

 “Kak, saya harus pergi sekarang, kakak makan duluan saja,” ucap saya setelah di telpon ketua panitia agar segera merapat untuk melakukan gladi acara pelantikan pada saat itu.

Selesai gladi saya bergegas balik ke kos karena perut sudah bernyanyi akibat belum sempat makan dari pagi.

Setibanya di kos saya sangat kaget—dan ini awal petaka itu—melihat Kak Alfil sudah tepar di tempat tidur. Ia merasa pusing, lidah gatal, dan mual. Jangan-jangan, ini karena… pikir saya sambil menyantap ikan goreng bumbu merah dan bakso goreng yang terbuat dari ikan itu. Sungguh lezat sampai-sampai saya tidak sadar sudah menghabiskan kurang lebih sepuluh butir bakso.

Aneh, kok saya merasakan sesuatu dalam diri saya, yang bermula dari bibir dan lidah terasa gatal, perut sakit dan mual, sampai saya merasa pusing. Ah, mungkin kecapean, pikir saya sambil memaksakan diri untuk bisa tidur— walapaun itu sangat sulit dilakukan.

Pagi hari, setelah bersih-bersih tempat tidur, kami—saya dan Kak Alfil—menghangatkan sisa lauk ikan dan bakso untuk sarapan. Sebenarnya, sebelum makan pagi itu kami sempat khawatir bahwa semalam sepertinya kami keracunan ikan. Ah, masa, si?

Dasar sial, karena masih penasaran (apakah benar  ikan dan bakso yang saya bawa dari rumah itu beracun), dengan sedikit bebal kami menyantap ikan bumbu merah dan bakso ikan itu dengan lahap.

Dan benar, setelah memakannya, kami kembali merasakan hal-hal yang aneh—seperti semalam. Kak Alfil sakit perut dan bibir serta lidahnya yang gatal-gatal. Saya pun demikian.  Pada saat itulah, kami baru benar-benar yakin, bahwa ikan dan bakso itu beracun. Kami tepar. Tetapi beruntung, sebelum istirahat saya sempat meminum obat paracetamol.

***

Beberapa hari setelah kejadian naas itu, saya kembali mendapatkan telpon dari ibu—yang mengabari bahwa di rumah lagi ada ikan banyak, dan ia menyuruh saya untuk mengambilnya.

Agak trauma sebenarnya. Tapi karena teman-teman saya di Singaraja sangat doyan ikan bakar, saya mengajak satu-satunya orang yang saya panggil dengan sebutan “Mas” untuk mengantarkan saya mengambil ikan di rumah.

Saya menceritakan penglaman keracunan ikan itu kepada kedua orangtua saya. Karena sebelumnya tidak pernah menglami ini, orangtua saya kaget dan heran, sebab ikan yang diberikan untuk saya saat itu adalah ikan yang masih sangat segar.

Lalu ibu mencoba mengingat sesuatu. “Oh, pasti kamu keracunan itu bukan karena ikan goreng bumbu merah yang mamak bikin, tapi karena bakso buatan bibimu,” katanya sedikit kaget.

Mendengar itu spontan saya teringat, sebelum bibi saya memberikan bakso (beracun) itu, ia sempat berkata, “Baksonya sedikit membuat lidah gatal.”— dan saya curiga bakso itu terbuat dari ikan tongkol yang sempat diam lama tanpa es batu.

Setelah saya bertanya kepada bibi, kecurigaan saya dan orangtua saya itu memang benar. Saya keracunan bukan karena ikan goreng bumbu merah buatan ibu tapi bakso ikan buatan bibi saya.

Mengingat, ikan tongkol memiliki racun histamin (scombroid fish poisoning)—karena ikan jenis ini mengandung asam amino histidin yang dikontaminasi oleh bakteri dengan mengeluarkan enzim histidin dekarboksilase sehingga menghasilkan histamin.

Jadi, Anda jangan coba-coba untuk menyantap ikan tongkol yang sudah lama didiamkan tanpa es batu atau tidak disimpan di lemari pendingin atau tanpa diasapi terlebih dulu.

Jangan! Meskipun Anda seorang nelayan atau anak nelayan; meskipun rumah Anda sangat dekat dengan laut dan pengetahuan tentang ikan mana yang beracun dan tidak, sudah Anda serap sejak kecil.[T]

Huda: Alasan Memancing dan Nasib Sialnya
Ke Kampus Mengejar Cinta atau Cita-Cita? Nah, Lho?!
Ya Kuliah, Ya Kerja | Tips Membagi Waktu Kuliah Sambil Bekerja
Hal-hal yang Membuat Aku Kuat dari Segala Hal yang Bisa Membuat Aku Patah
Tags: balibulelenglautmahasiswamemancingnelayanPendidikanUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kecerdasan Bukan Tujuan Manusia

Next Post

Berkomunikasi dalam Kebisuan: Haru Biru Media Baru

Hilda Aulia

Hilda Aulia

Mahasiswi Universitas Pendidikan Ganesha jurusan Pendidikan Sejarah. Berasal dari Celukan Bawang, Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

Berkomunikasi dalam Kebisuan: Haru Biru Media Baru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co