24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Anak Nelayan Keracunan Ikan

Hilda Aulia by Hilda Aulia
March 14, 2023
in Esai
Ketika Anak Nelayan Keracunan Ikan

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

SEUMUR-UMUR, saya tak pernah merasakan keracunan makanan (apalagi makanan olahan dari ikan).  Rumah saya itu sangat dekat dengan laut. Sedangkan pengetahuan tentang ikan mana yang beracun dan tidak, sudah saya serap sejak kecil. Tetapi hari itu memang sial.

Saya lahir dari orangtua yang bekerja sebagai nelayan. Ya, ayah saya adalah nelayan yang setiap pagi dan sore hari selalu mendorong perahunya ke laut untuk mencari ikan.

Tentu saja, karena ayah seorang nelayan, hal yang paling dekat dengan saya sedari kecil sampai saat ini adalah pantai dan juga ikan.

Sejak kecil saya menghabiskan waktu dengan bermain ombak, memancing ikan, menjaring ikan, mencari udang dan kerang. Berbagai jenis ikan sudah pernah saya coba, baik itu ikan selah polo yang merupakan jenis ikan paling mungil, sampai ikan raksasa yang biasa disebut dengan ikan marlin.

Banyak kenangan masa kecil saya bersama laut. Lain kali saya ceritakan. Dan tetang keracunan ikan ini, begini ceritanya.

Saya sudah kuliah. Sebagai mahasiswa di universitas negeri di Kota Singaraja—yang lumayan jauh dari kampung halaman saya, Celukan Bawang. Jarak antara rumah saya dengan kampus kurang lebih sekitar 40 menit, karena itu saya memutuskan menyewa kos untuk memudahkan saat berangkat ke kampus.

Suatu hari saya mendapatkan telpon dari ibu saya. “Nak, sini pulang, mamak kangen sama kamu,” katanya. Tanpa berpikir panjang saya segera menjawab “iya”.

Bagi saya, pulang ke kampung halaman adalah sebuah kegembiraan. Selain berkumpul bersama keluarga, di sana pula saya berusaha kembali memunguti kenangan yang tercecer, menyimpannya ke dalam laci ingatan, dan berharap dapat menuliskannya suatu hari nanti.

Saat itu bapak menjemput saya dengan menggunakan motornya yang berwarna ungu janda (saya tak paham alasan bapak memilih warna itu.)

Setibanya saya di rumah, layaknya adegan di sinetron, saya langsung memeluk ibu dan adik-adik saya—untuk melepaskan rindu yang selama ini terpendam. Empat hari saya habiskan untuk bermain bersama adik-adik saya, hingga tiba saatnya saya harus balik ke kota karena ada tanggung jawab yang harus saya selesaikan di organisasi pada saat itu.

(Saya juga aktif di organisasi mahasiswa, internal maupun eksternal kampus. Saya aktif di organisasi karena banyak hal yang saya dapat di sana. Selain kawan baru, juga ilmu dan pengalaman baru tentu saja. Menurut saya, aneh rasanya kalau menjadi mahasiswa tapi tidak berorganisasi.)

***

Kembali ke cerita. Sebelum saya berangkat, ibu membuatkan ikan goreng bumbu merah kesukaan saya sedangkan bibi membuatkan bakso ikan—karena kebetulan pada saat itu di rumah saya lagi banjir ikan.

“Ini, mamak buatkan ikan bumbu merah kesukaanmu, untuk lauk makan di kos nanti,” kata ibu.

Setelah berpamitan dan sedikit basa-basi dengan tetangga, saya berangkat ke kota dengan seorang teman. Singkat cerita, setibanya di kos, dengan gembira saya menemui teman sekamar saya, Kak Alfil, untuk memberikan oleh-oleh ikan goreng bumbu merah dan bakso ikan.

Waktu itu kami tidak sempat makan bersama karena saya harus segera menyelesaikan tanggung jawab saya di organisasi.

 “Kak, saya harus pergi sekarang, kakak makan duluan saja,” ucap saya setelah di telpon ketua panitia agar segera merapat untuk melakukan gladi acara pelantikan pada saat itu.

Selesai gladi saya bergegas balik ke kos karena perut sudah bernyanyi akibat belum sempat makan dari pagi.

Setibanya di kos saya sangat kaget—dan ini awal petaka itu—melihat Kak Alfil sudah tepar di tempat tidur. Ia merasa pusing, lidah gatal, dan mual. Jangan-jangan, ini karena… pikir saya sambil menyantap ikan goreng bumbu merah dan bakso goreng yang terbuat dari ikan itu. Sungguh lezat sampai-sampai saya tidak sadar sudah menghabiskan kurang lebih sepuluh butir bakso.

Aneh, kok saya merasakan sesuatu dalam diri saya, yang bermula dari bibir dan lidah terasa gatal, perut sakit dan mual, sampai saya merasa pusing. Ah, mungkin kecapean, pikir saya sambil memaksakan diri untuk bisa tidur— walapaun itu sangat sulit dilakukan.

Pagi hari, setelah bersih-bersih tempat tidur, kami—saya dan Kak Alfil—menghangatkan sisa lauk ikan dan bakso untuk sarapan. Sebenarnya, sebelum makan pagi itu kami sempat khawatir bahwa semalam sepertinya kami keracunan ikan. Ah, masa, si?

Dasar sial, karena masih penasaran (apakah benar  ikan dan bakso yang saya bawa dari rumah itu beracun), dengan sedikit bebal kami menyantap ikan bumbu merah dan bakso ikan itu dengan lahap.

Dan benar, setelah memakannya, kami kembali merasakan hal-hal yang aneh—seperti semalam. Kak Alfil sakit perut dan bibir serta lidahnya yang gatal-gatal. Saya pun demikian.  Pada saat itulah, kami baru benar-benar yakin, bahwa ikan dan bakso itu beracun. Kami tepar. Tetapi beruntung, sebelum istirahat saya sempat meminum obat paracetamol.

***

Beberapa hari setelah kejadian naas itu, saya kembali mendapatkan telpon dari ibu—yang mengabari bahwa di rumah lagi ada ikan banyak, dan ia menyuruh saya untuk mengambilnya.

Agak trauma sebenarnya. Tapi karena teman-teman saya di Singaraja sangat doyan ikan bakar, saya mengajak satu-satunya orang yang saya panggil dengan sebutan “Mas” untuk mengantarkan saya mengambil ikan di rumah.

Saya menceritakan penglaman keracunan ikan itu kepada kedua orangtua saya. Karena sebelumnya tidak pernah menglami ini, orangtua saya kaget dan heran, sebab ikan yang diberikan untuk saya saat itu adalah ikan yang masih sangat segar.

Lalu ibu mencoba mengingat sesuatu. “Oh, pasti kamu keracunan itu bukan karena ikan goreng bumbu merah yang mamak bikin, tapi karena bakso buatan bibimu,” katanya sedikit kaget.

Mendengar itu spontan saya teringat, sebelum bibi saya memberikan bakso (beracun) itu, ia sempat berkata, “Baksonya sedikit membuat lidah gatal.”— dan saya curiga bakso itu terbuat dari ikan tongkol yang sempat diam lama tanpa es batu.

Setelah saya bertanya kepada bibi, kecurigaan saya dan orangtua saya itu memang benar. Saya keracunan bukan karena ikan goreng bumbu merah buatan ibu tapi bakso ikan buatan bibi saya.

Mengingat, ikan tongkol memiliki racun histamin (scombroid fish poisoning)—karena ikan jenis ini mengandung asam amino histidin yang dikontaminasi oleh bakteri dengan mengeluarkan enzim histidin dekarboksilase sehingga menghasilkan histamin.

Jadi, Anda jangan coba-coba untuk menyantap ikan tongkol yang sudah lama didiamkan tanpa es batu atau tidak disimpan di lemari pendingin atau tanpa diasapi terlebih dulu.

Jangan! Meskipun Anda seorang nelayan atau anak nelayan; meskipun rumah Anda sangat dekat dengan laut dan pengetahuan tentang ikan mana yang beracun dan tidak, sudah Anda serap sejak kecil.[T]

Huda: Alasan Memancing dan Nasib Sialnya
Ke Kampus Mengejar Cinta atau Cita-Cita? Nah, Lho?!
Ya Kuliah, Ya Kerja | Tips Membagi Waktu Kuliah Sambil Bekerja
Hal-hal yang Membuat Aku Kuat dari Segala Hal yang Bisa Membuat Aku Patah
Tags: balibulelenglautmahasiswamemancingnelayanPendidikanUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kecerdasan Bukan Tujuan Manusia

Next Post

Berkomunikasi dalam Kebisuan: Haru Biru Media Baru

Hilda Aulia

Hilda Aulia

Mahasiswi Universitas Pendidikan Ganesha jurusan Pendidikan Sejarah. Berasal dari Celukan Bawang, Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

Berkomunikasi dalam Kebisuan: Haru Biru Media Baru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co