11 May 2025
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Percayalah, Semua Doa Itu Baik: Catatan Kecil Film “Berdoa, Mulai”

Pande Putu Jana WijnyanabyPande Putu Jana Wijnyana
May 30, 2024
inUlas Film
Percayalah, Semua Doa Itu Baik: Catatan Kecil Film “Berdoa, Mulai”

Adegan flm "Berdoa, Mulai" | Foto: Pande

HANYUT. Petang menuju malam dengan cuaca yang cerah, barangkali menonton sebuah film merupakan pilihan yang tepat—meskipun sebagian orang mungkin lebih memilih sekadar duduk di tepi pantai sembari menikmati matahari terbenam.

Di akun Instagram sebuah media jurnalisme warga di Singaraja, tatkala.co, saya melihat poster yang berisi informasi pemutaran dan diskusi tiga film pendek. Ketiga film yang akan ditayangkan itu, dilihat dari judulnya, masing-masing memiliki daya tarik tersendiri untuk ditonton.

Salah satu film pendek yang diputar malam itu berjudul Berdoa, Mulai (2022). Film pendek yang bercerita tentang realitas yang terjadi di masyarakat dan diakhiri dengan plot twist menggelitik itu, adalah buah karya dari filmmaker muda asal Cirebon, Jawa Barat, bernama Tanzilal Azizie.

Berdoa, Mulai diputar dan didiskusikan bersama dua film pendek lainnya, Bersama Membangun Negeri (2022) karya Deo Mahameru dan Membicarakan Kejujuran Diana (2021) karya Angkasa Ramadan, di Rumah Belajar Komunitas Mahima serangkaian Tatkala May May May 2024 yang digelar tatkala.co, Kamis (23/5/2024) malam.

Menikmati jalannya pemutaran film dalam acara Tatkala May May May 2024 | Foto: Pande

Pada cover film Berdoa, Mulai, digambarkan seorang perempuan yang sedang duduk di meja makan sembari menyatukan kedua telapak tangannya di hadapan sepiring makanan. Setahu saya, itu adalah sikap berdoa menurut keyakinan umat Kristiani.

Dari cover dan judul film tersebut, sebenarnya sudah bisa ditebak bahwa pesan agama lah yang akan menjadi poin utama dalam film ini. Namun, siapa sangka, ada saja adegan-adegan yang tidak bisa saya tebak. Justru, seringkali saya dibuat tertawa oleh setiap adegan di film itu.

Pada dasarnya, keseluruhan cerita film Berdoa, Mulai berbicara tentang kehidupan Ruth, seorang siswi beragama Kristen yang menempuh Pendidikan Menengah Atas di salah satu sekolah yang mayoritas beragama Islam.

Apakah tidak ada sekolah lain di daerah tersebut? Setidaknya itu yang menjadi pertanyaan saya, sehingga Ruth memutuskan untuk bersekolah di tempat tersebut.

Sayangnya, di film itu tidak dijelaskan secara pasti apa alasan Ruth memilih bersekolah di tempat itu. Mungkin saja, hanya itu satu-satunya sekolah Menengah Atas yang ada di daerahnya, pikir saya.

Beberapa kali ajaran agama Islam coba ditekankan dalam film tersebut. Seperti adegan Ruth yang harus ikut berdoa dan mendengarkan ceramah tentang agama Islam pada saat upacara bendera.

Dilanjutkan dengan pelajaran pendidikan sejarah yang menjelaskan tentang sila pertama Pancasila, bahwa sesungguhnya sila pertama Pancasila awalnya berbunyi Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya yang kemudian diubah menjadi Ketuhanan yang Maha Esa, dan tentang penjelasan neraka jahanam dalam perspektif agama Islam.

Rusdi saat mengutarakan pendapatnya atas ketiga film yang diputar di acara Tatkala May May May 2024 | Foto: Pande

Beberapa siswi yang berhijab menjadi pelengkap untuk menguatkan film ini, apalagi ada adegan dua pemuda yang sedang salawatan saling berebut microphone menambah sedikit gelak tawa penonton pada malam itu.

Dari semua hal kejadian, pada dasarnya sudah berhasil menggambarkan bagaimana perasaan Ruth yang berada di tengah lingkungan dengan keyakinan yang berbeda dengannya. Tentu saja, ia harus bisa menyesuaikan diri dalam setiap keadaan di lingkungan sekolahnya itu.  

Hal seperti itu pada dasarnya merupakan sesuatu yang lumrah terjadi di Indonesia. Apalagi di kota-kota besar. Siswa dengan keyakinan yang berbeda-beda, tentu bukan lagi sebuah fenomena baru di sebuah lingkungan sekolah.

“Jalan ceritanya sudah menjadi rahasia umum, apalagi dibumbui humor-humor kecil yang sukses menggelitik,” kata Rusdi, salah satu peserta pemutaran film dan diskusi yang hadir pada malam itu.

Mengenai hal itu, saya sependapat dengan Rusdi. Sekali lagi, memang benar konsep dan ide cerita film ini merupakan suatu hal yang biasa—bahkan sudah menjadi rahasia umum. Meskipun begitu, lewat adegan-adegan lucu yang tak terduga membuat film ini berhasil mematok posisi nyaman para penonton untuk tetap menyaksikannya sampai akhir cerita.

Satu adegan percakapan yang saya ingat adalah percakapan Ruth dan Abdul di sebuah kantin sekolah milik Bu Nendra. “Daging babi itu rasanya gimana sih Ruth?” begitu Abdul memulai percakapannya.

Dan Ruth menjawa jika dia tidak doyan dengan daging babi. Namun, Abdul menekankan jika Ruth adalah orang Kristen dan biasanya orang Kristen memakan daging babi. Begitu poin dari percakapan mereka.

Uniknya, ketika Abdul mengatakan jika daging babi haram hukumnya dalam ajaran agama Islam, Ruth mengcounter pernyataan itu dengan sebuah pertanyaan, “Lalu kamu mabuk minum-minuman keras itu tidak haram?” tandas Ruth yang membuat Abdul terdiam seketika.

Ya, daging babi, bagaikan aktor antagonis yang harus menjadi perdebatan dalam setiap percakapan agama. Sehingga, pertanyaan Ruth kepada Abdul tersebut bagai tameng sederhana yang tidak akan bisa dijelaskan lagi, tentang apakah minuman keras tidak sama haramnya dengan memakan daging babi?

“Harusnya Ruth tidak ikut dalam pelajaran agama yang berbeda dengannya, justru adegan itu keluar dari realitas kehidupan yang sebenarnya,” tambah Rusdi dalam diskusi itu.

Sekali lagi, saya setuju dengan pendapat itu. Seingat saya, dulu, ketika ada teman yang berbeda agama dengan saya, ia diperbolehkan untuk tidak mengikuti pelajaran tersebut. Dan hal itulah yang seharusnya terjadi. Tapi, di film itu Ruth justru terlihat betah mengikuti pelajaran agama yang berbeda dengannya.

Film ini sukses membuat saya ingin mengulasnya lebih jauh karena ending filmnya yang menarik dan mengelitik. Apalagi membandingkan dengan realitas masyarakat saat ini.

Seperti pada adegan keluarga Ruth yang akan menikmati santapan makan malam bersama. Ketika itu, Ruth disuruh memimpin doa oleh ayahnya. Awalnya tidak ada yang salah pada adegan itu. Justru Ruth terlihat lancar mengucapkan doa makan menurut keyakinannya.

Namun, hal yang tak terduga dan—sekali lagi—berhasil membuat penonton tertawa ketika Ruth akan menyantap makanannya itu, ia mengucapkan, “Bismillahirahmanirrahim”. Sontak, hal itu membuat keluarga Ruth menjadi kaget dan terbengong-bengongdengan tindakan Ruth tersebut.

Sebagai ending, adegan tersebut berhasil membuat penonton kaget dan tertawa. Meski, menurut Rusdi, hal itu adalah hal yang biasa dalam masyarakat saat ini, namun bagi saya inilah hal unik yang bisa dijadikan sebuah ide untuk membuat tulisan kali ini. Tentu saja saya mencoba menghubungkan apa yang terjadi pada Ruth dengan kehidupan keluarga saya.

Suasana menonton ketiga film dalam acara Tatkala May May May 2024 | Foto: Pande

Parta, sepupu kecil saya. Umurnya baru menginjak usia 5 tahun. Namun, dengan kelucuan anak usia 5 tahunan, apa yang terjadi pada Ruth tampaknya terjadi juga pada Parta.

Bayangkan saja, betapa lucunya ketika Parta begitu hafal mengucapkan doa makan menurut agama Islam, meskipun dengan ucapan yang masih terbata-bata.

“Siapa yang mengajari ia doa seperti itu?” tanya saya ketika baru pertama kali mendengarnya mengucapkan doa makan menurut agama Islam. Pada saat itu, saya benar-benar kaget dibuatnya. Saking kagetnya, saya justru mencoba menghentikan ucapan doa yang keluar dari mulut mungilnya.

Namun sayang, tindakan saya itu justru membuat air mata Parta pecah. Mungkin tindakan saya salah. Sepertinya saya terlalu bersemangat dan membuat Parta sedikit terkejut. Jujur saja, saat itu saya benar-benar tidak sengaja. Kalimat yang membuat Parta menangis itu terlontar secara spontan.

“Di Upin-Ipin,” jawab ibu Parta sembari tertawa kecil, ketika saya tanya darimana Parta mempelajari bacaan doa agama Islam itu.

Parta memang lebih fasih mengucapkan hal-hal unik yang ia dapat dari kartun yang berasal Negeri Jiran itu. Bahkan ia lebih sering menggunakan beberapa kosa kata Melayu dalam percakapan sehari-hari. Dan tentu saja, hal itu menjadi bahan candaan keluarga besar ketika Parta mencoba berkomunikasi menggunakan bahasa tersebut.

Jika bernostalgia sedikit, kartun Upin & Ipin merupakan tontonan langganan sejak saya masih seumuran Parta saat ini. Sialnya, hingga kini, di umur saya yang mulai menginjak kepala dua, ternyata kartun dua anak kembar botak itu masih menjadi tontotan kesukaan saya.

“Eits, jangan menyalahkan. Tidak ada yang berbeda, semua sama—sama-sama mengajarkan hal baik,” ccap bapak menimpali jawaban Ibu Parta saat itu.

Saya ingat, ketika masih kecil dulu, bapak pernah berpesan untuk selalu menekankan jika setiap doa, apa pun itu, entah dari agama kita sendiri atau dari agama lain, tidak ada yang mengajarkan keburukan atau menjerumuskan seseorang. Karena bapak percaya semua doa yang diucapkan itu untuk kebaikan kita bersama. Sehingga, tidak ada yang perlu disalahkan.

Diskusi via Zoom dengan filmmaker dan sutradara film dalam acara Tatkala May May May 2024 | Foto: Pande

Meskipun doa itu dikatakan baik, tapi sebaiknya tidak mengucapkan doa dari agama lain untuk kegiatan sehari-sehari. Kita memiliki keyakinan. Keyakinan yang telah hadir sedari lahir sudah semestinya kita jaga. Apalagi setiap agama sudah memiliki doa, entah dari bangun tidur hingga menjelang tidur lagi, tapi semua itu sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Serial kartun Upin & Ipin secara tidak sengaja memberikan penekanan-penekanan dan memasukan elemen-elemen agama ke dalam audiovisualnya. Sehingga, secara perlahan akan menjadi titik di mana penonton akan lebih mudah mengingat dan memahami.

Untuk hal ini, peranan kedua orang tua sangat penting—untuk terus mengawasi agar tontonan anak masih tetap dalam tahap aman. Mengingat, anak kecil masih senang-senangnya bergerilya dengan imajinasinya.

Ruth, ataupun Parta, menjadi salah satu contoh nyata dari bagaimana lingkungan dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Sehingga, saya berharap, nantinya, sebuah doa tidak lagi diucapkan asal sembarangan, seperti yang terjadi pada Ruth dan Parta.

Dan belajar untuk tidak asal berucap, juga merupakan antisipasi serta memberikan efek pembatasan bagi diri kita sendiri. Perlu digaris bawahi, bahwa doa dari agama lain tidak selamanya selaras dengan apa yang kita lakukan. Apalagi kita tidak memahami secara pasti arti dan pelaksanaan doa tersebut bagaimana. Alangkah baiknya, menggunakan doa sesuai dengan keyakinan agama kita masing-masing.

Film Berdoa, Mulai bagi saya menjadi karya film yang layak untuk ditonton. Selain karena telah berhasil dikemas dalam sebuah cerita yang sederhana dan penuh makna, film ini juga menggambarkan bagaimana realitas yang sering kali dihadapi orang-orang yang hidup dalam lingkungan dengan keyakinan yang berbeda.

Secara tidak langsung, film ini mengajarkan bagaimana arti sebuah toleransi, dan memahami bahwa di balik perbedaan, ada nilai kecil dan makna besar yang bisa menyatukan kita.[T]

Film “Bersama Membangun Negeri”, Komedi Satir Untuk Para Calon Legislatif
Mrs. Chatterjee vs Norway: Melodrama Seorang Ibu India dan Penipu-Penipu Norwegia
Terpejam untuk Melihat (2024): Suara-Suara dari Tepi
In the Forest One Thing Can Look Like Another (2023): Yang Tampak dan yang Tak Tampak
Tags: film pendekTatkala May May May 2024Ulas Film
Previous Post

Dua Ranperda Dibahas di DPRD Buleleng, Fraksi-Fraksi Sepakat

Next Post

Pendidikan Kritis dan Karakter Masyarakat yang Kolot: Ulasan Film “Membicarakan Kejujuran Diana”

Pande Putu Jana Wijnyana

Pande Putu Jana Wijnyana

Mahasiswa STAH Mpu Kuturan Singaraja

Next Post
Pendidikan Kritis dan Karakter Masyarakat yang Kolot: Ulasan Film “Membicarakan Kejujuran Diana”

Pendidikan Kritis dan Karakter Masyarakat yang Kolot: Ulasan Film “Membicarakan Kejujuran Diana”

Please login to join discussion

ADVERTISEMENT

POPULER

  • Refleksi Semangat Juang Bung Tomo dan Kepemimpinan Masa Kini

    Apakah Menulis Masih Relevan di Era Kecerdasan Buatan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tulak Tunggul Kembali ke Jantung Imajinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ulun Pangkung Menjadi Favorit: Penilaian Sensorik, Afektif, atau Intelektual?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ”Married by Accident” Bukan Pernikahan Manis Cinderella

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Duel Sengit Covid-19 vs COVID-19 – [Tentang Bahasa]

    11 shares
    Share 11 Tweet 0

KRITIK & OPINI

  • All
  • Kritik & Opini
  • Esai
  • Opini
  • Ulas Buku
  • Ulas Film
  • Ulas Rupa
  • Ulas Pentas
  • Kritik Sastra
  • Kritik Seni
  • Bahasa
  • Ulas Musik

“Pseudotourism”: Pepesan Kosong dalam Pariwisata

by Chusmeru
May 10, 2025
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KEBIJAKAN libur panjang (long weekend) yang diterapkan pemerintah selalu diprediksi dapat menggairahkan industri pariwisata Tanah Air. Hari-hari besar keagamaan dan...

Read more

Mendaki Bukit Tapak, Menemukan Makam Wali Pitu di Puncak

by Arix Wahyudhi Jana Putra
May 9, 2025
0
Mendaki Bukit Tapak, Menemukan Makam Wali Pitu di Puncak

GERIMIS pagi itu menyambut kami. Dari Kampus Undiksha Singaraja sebagai titik kumpul, saya dan sahabat saya, Prayoga, berangkat dengan semangat...

Read more

Kreativitas dan Imajinasi: Dua Modal Utama Seorang Seniman

by Pitrus Puspito
May 9, 2025
0
Kreativitas dan Imajinasi: Dua Modal Utama Seorang Seniman

DALAM sebuah seminar yang diadakan Komunitas Salihara (2013) yang bertema “Seni Sebagai Peristiwa” memberi saya pemahaman mengenai dunia seni secara...

Read more
Selengkapnya

BERITA

  • All
  • Berita
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Budaya
  • Hiburan
  • Politik
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Lingkungan
  • Liputan Khusus
“Bali Stroke Care”: Golden Period, Membangun Sistem di Tengah Detik yang Maut

“Bali Stroke Care”: Golden Period, Membangun Sistem di Tengah Detik yang Maut

May 8, 2025
Mosphit Skena Segera Tiba, yang Ngaku-Ngaku Anak Skena Wajib Hadir!

Mosphit Skena Segera Tiba, yang Ngaku-Ngaku Anak Skena Wajib Hadir!

May 7, 2025
Bimo Seno dan Dolog Gelar Pertandingan Tenis Lapangan di Denpasar

Bimo Seno dan Dolog Gelar Pertandingan Tenis Lapangan di Denpasar

April 27, 2025
Kebersamaan di Desa Wanagiri dalam Aksi Sosial Multisektor Paras.IDN dalam PASSION Vol.2 Bali

Kebersamaan di Desa Wanagiri dalam Aksi Sosial Multisektor Paras.IDN dalam PASSION Vol.2 Bali

April 23, 2025
Menghidupkan Warisan Leluhur, I Gusti Anom Gumanti Pimpin Tradisi Ngelawar di Banjar Temacun Kuta

Menghidupkan Warisan Leluhur, I Gusti Anom Gumanti Pimpin Tradisi Ngelawar di Banjar Temacun Kuta

April 22, 2025
Selengkapnya

FEATURE

  • All
  • Feature
  • Khas
  • Tualang
  • Persona
  • Historia
  • Milenial
  • Kuliner
  • Pop
  • Gaya
  • Pameran
  • Panggung
Fenomena Alam dari 34 Karya Perupa Jago Tarung Yogyakarta di Santrian Art Gallery
Pameran

Fenomena Alam dari 34 Karya Perupa Jago Tarung Yogyakarta di Santrian Art Gallery

INI yang beda dari pameran-pemaran sebelumnya. Santrian Art Gallery memamerkan 34 karya seni rupa dan 2 karya tiga dimensi pada...

by Nyoman Budarsana
May 10, 2025
“Jalan Suara”, Musikalisasi Puisi Yayasan Kesenian Sadewa Bali dan Komunitas Disabilitas Tunanetra
Panggung

“Jalan Suara”, Musikalisasi Puisi Yayasan Kesenian Sadewa Bali dan Komunitas Disabilitas Tunanetra

SEPERTI biasa, Heri Windi Anggara, pemusik yang selama ini tekun mengembangkan seni musikalisasi puisi atau musik puisi, tak pernah ragu...

by Nyoman Budarsana
May 6, 2025
Mengenang Perupa I Gusti Made Peredi dan Karya-karyanya yang Membingkai Zaman
Khas

Mengenang Perupa I Gusti Made Peredi dan Karya-karyanya yang Membingkai Zaman

TAK salah jika Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Provinsi Bali menganugerahkan penghargaan kepada Almarhum I Gusti Made Peredi, salah satu...

by Nyoman Budarsana
May 6, 2025
Selengkapnya

FIKSI

  • All
  • Fiksi
  • Cerpen
  • Puisi
  • Dongeng
Selendang Putih Bertuliskan Mantra | Cerpen I Wayan Kuntara

Selendang Putih Bertuliskan Mantra | Cerpen I Wayan Kuntara

May 10, 2025
Puisi-puisi Pramita Shade | Peranjakan Dua Puluhan

Puisi-puisi Pramita Shade | Peranjakan Dua Puluhan

May 10, 2025
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Kampusku Sarang Hantu [14]: Ayam Kampus Bersimbah Darah

May 8, 2025
Perempuan di Mata Mak Kaeh | Cerpen Khairul A. El Maliky

Perempuan di Mata Mak Kaeh | Cerpen Khairul A. El Maliky

May 4, 2025
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Tentang Harimau Jawa

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Tentang Harimau Jawa

May 4, 2025
Selengkapnya

LIPUTAN KHUSUS

  • All
  • Liputan Khusus
Kontak Sosial Singaraja-Lombok: Dari Perdagangan, Perkawinan hingga Pendidikan
Liputan Khusus

Kontak Sosial Singaraja-Lombok: Dari Perdagangan, Perkawinan hingga Pendidikan

SEBAGAIMANA Banyuwangi di Pulau Jawa, secara geografis, letak Pulau Lombok juga cukup dekat dengan Pulau Bali, sehingga memungkinkan penduduk kedua...

by Jaswanto
February 28, 2025
Kisah Pilu Sekaa Gong Wanita Baturiti-Kerambitan: Jawara Tabanan Tapi Jatah PKB Digugurkan
Liputan Khusus

Kisah Pilu Sekaa Gong Wanita Baturiti-Kerambitan: Jawara Tabanan Tapi Jatah PKB Digugurkan

SUNGGUH kasihan. Sekelompok remaja putri dari Desa Baturiti, Kecamatan Kerambitan, Tabanan—yang tergabung dalam  Sekaa Gong Kebyar Wanita Tri Yowana Sandhi—harus...

by Made Adnyana Ole
February 13, 2025
Relasi Buleleng-Banyuwangi: Tak Putus-putus, Dulu, Kini, dan Nanti
Liputan Khusus

Relasi Buleleng-Banyuwangi: Tak Putus-putus, Dulu, Kini, dan Nanti

BULELENG-BANYUWANGI, sebagaimana umum diketahui, memiliki hubungan yang dekat-erat meski sepertinya lebih banyak terjadi secara alami, begitu saja, dinamis, tak tertulis,...

by Jaswanto
February 10, 2025
Selengkapnya

ENGLISH COLUMN

  • All
  • Essay
  • Fiction
  • Poetry
  • Features
Poems by Dian Purnama Dewi | On The Day When I Was Born

Poems by Dian Purnama Dewi | On The Day When I Was Born

March 8, 2025
Poem by Kadek Sonia Piscayanti | A Cursed Poet

Poem by Kadek Sonia Piscayanti | A Cursed Poet

November 30, 2024
The Singaraja Literary Festival wakes Bali up with a roar

The Singaraja Literary Festival wakes Bali up with a roar

September 10, 2024
The Strength of Women – Inspiring Encounters in Indonesia

The Strength of Women – Inspiring Encounters in Indonesia

July 21, 2024
Bali, the Island of the Gods

Bali, the Island of the Gods

May 19, 2024

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2024, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis

Copyright © 2016-2024, tatkala.co