30 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wayan Sudiarta dan Kopi Rempah Jiro di Sela Dingin Jatiluwuh

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
May 18, 2024
in Khas
Wayan Sudiarta dan Kopi Rempah Jiro di Sela Dingin Jatiluwuh

Wayan Sudiarta , pengelola Warung Kopi Jiro di tepi sawah Jatiluwih

JUMAT sore, 17 Mei 2024  saya melakukan perjalanan menuju area Jatiluwih, Penebel, Tabanan, Bali. Rasanya tidak perlu saya jelaskan Jatiluwih yang sangat dikenal, baik oleh warga Bali, Indonesia maupun mancanegara.

Berangkat dari area Canggu, desa yang konon telah sangat macet menyamai ibu kota ini, saya memutuskan untuk mengaktifkan GPS  di gawai. Sekadar memastikan ada jalan tikus yang bisa dilalui  umtuk sampai di Jatiluwih lebih cepat.

Melewati Kediri, Tabanan, akhirnya saya masuk pusat Kecamatan Penebel. Terlalu percaya akan teknologi GPS (General Postioning System) tanpa pernah membaca atau mencari tahu peta perjalanan secara manual juga tidak baik.

Beberapa arahan GPS menyuruh saya putar balik , masuk kanan, kiri, dan akhirnya setelah saya turuti, saya tiba di jalan buntu. Tetapi perjalanan selalu mempunyai sisi kejutan yang membuat kita selalu banyak tahu.

Melewati arahan GPS saya membaca sebuah plang dengan tulisan Warung Kopi JIRO, tepat di sisi jalan. Saya ingin singgah. Karena sudah petang saya tidak jadi singgah. Saya meneruskan untuk jalan lagi.

Tersesat kedua kalinya, saya malah dibarahkan ke Subak Babahan dan menemukan sign “Nyarik Kopi” yang lagi banyak dicari oleh pemburu sawah, kopi sunrise dan sunset. Akhirnya saya mendekati wilayah untuk sampai di Jatiluwih.

Memasuki area Jatiluwih, penjor ramai di mana-mana. Ada apa? Saya penasaran. Oh iya, ada gawe besar di Bali tentang air ternyata. World Water Forum, sahut pekerja yang dengan semangat memasang rangkaian janur meski hari sudah petang.

Setelah check -in di sebuah penginapan, saya memutuskan untuk mencari suguhan minuman hangat. Di tepi jalan di Jatiluwih, samar-samar saya melihat seorang pria dengan sepeda motor dan payung khas pedagang minuman keliling. Tidak berpikir panjang akhirnya saya menepi.

Pria itu Wayan Sudiarta namanya. Pria dari Banjar Bolangan, Babahan, Penebel. Ia yang berusia 62 tahun ini ternyata pemilik Warung Kopi Jiro yang saya sempat lihat di jalan.

Wah, akhirnya saya bisa menikmati obrolan sambil ngerempah di Kopi Rempah Jiro.

Warung Kopi Rempah Jiro di Jatiluwih | Foto: Don Rare

“Jiro sendiri mempunyai kepanjangan Jamu Asli Indonesia Rempah Original,” kata pria yang juga di kenal dengan nama Pak Candi ini.

Warung di rumahnya ia bangun pada September 2023. Setelah pensiun ia memutuskan untuk berjualan di seputaran Jatiluwih sejak bulan Januari 2024.

“Jadwal mangkalnya setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu dan di hari-hari libur,” ujar Pak Candi.

Spesial buat hari Minggu, Kopi Rempah Jiro akan mangkal dari pagi sampai malam. Sedangkan hari Jumat dan Sabtu jadwal mangkal dari sore mulai jam 13.00 sampai jam 20.00.

Warung keliling Kopi Rempah Jiro di tepi sawah di Jatiluwih pada malam-malam yang dingin | Foto: Don Rare

Pak Candi mempunyai latar belakang pendidikan nutrisionis. Ia pria yang tidak pelit dengan ilmu rempah dan mempunyai tujuan yang sangat mulia dalam memandang realita.

“Saya tidak sekedar berjualan, tetapi bagaimana generasi muda mampu mengenali akarnya. Rempah salah satu alasan dan akar bagaimana indonesia dijajal oleh bangsa asing,” ungkapnya.

Sambil meneguk minuman rempah jahe, pandan, temu ireng, saya semakin intens berkomunikasi terkait menu yang dijajakan. 

“Kopi rempah, jahe sereh, jebug arum, cengkeh, daun pandan, madu, dan gula merah, itu adalah beberapa bahan rempah yang kita punya dan masih banyak lagi,” tuturnya.

Sambil mengambil sebiji pisang gedang saba rebus, saya bertanya berapa penghasilan Pak Candi? Dan ia memberi gambaran angka yang bisa memotivasi anak muda, mungkin untuk tidak gengsi menjadi pedagang dibandingkan misalnya menjadi ASN .

Pak Candi menghidangkan kopi di wrungnya | Foto: Don Rare

Penghasilnya paling sedikit Rp.300.000, dan itu pun hanya setengah hari. Taruhlah penghasilannya Rp.200.000 bersih, maka bisa dihitung berapa penghasilannya dalam sebulan.

Dalam benak saya langsung menghitung. Anggaplah 5 hari kerja mengikuti pemerintah, maka satu bulan akan menjadi 20 hari. Rp. 200.000X 20 = Rp.4.000.000. Lumayan melebihi gaji pegawai  PPPK yang baru dilantik.

Tetapi ini bukan tentang uang dan hasil semata, ini tentang akar, ini tentang rempah dan ini pastinya tentang menjadi hidup adalah sebuah pengabdian. Pengabdian pada hidup bisa saja menjadi pengingat bahwa rempah adalah kita, dan mengenalkan itu adalah sebuah pekerjaan yang mulia. Karena hari sudah larut dan embun turun di benteng sawah terakhir di Bali ini, saya meneguk sisa rempah  dari Warung Rempah Jiro ini seraya membayar Rp. 10.000. [T]

Reporter: Nyoman Nadiana
Penulis: Nyoman Nadiana
Editor: Adnyana Ole

Heritage Coffee Farm & Roastery: Usaha Melestarikan Sejarah dan Menumbuhkan Ekosistem Kopi di Bali Utara
Mai Nongki ke Desa Les: Mereguk Kopi, Menikmati Menu dan Ingatan Tentang Desa
Kopi Susu + Telur Ayam Arab Setengah Matang | Legenda Ngopi di Kota Tua Singaraja
Tags: jatiluwihkopikulinerwarung kopi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

World Water Forum dan Riwayat Air Bali Kini

Next Post

Puisi-puisi Rusdy Ulu | Sihir Pagi

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Rusdy Ulu | Sihir Pagi

Puisi-puisi Rusdy Ulu | Sihir Pagi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [8]: Ketika AI Ikut Menulis: Kata-kata Tanpa Manusia

SETIAP era memiliki ancamannya masing-masing terhadap proses berpikir yang dalam. Pada masa otoritarianisme, ancamannya adalah sensor. Negara menentukan apa yang...

by Andre Syahreza
August 30, 2026
Apa yang (Sebaiknya) Kita Bicarakan saat Membicarakan Masa Depan Transportasi Publik di Bali?
Esai

Apa yang (Sebaiknya) Kita Bicarakan saat Membicarakan Masa Depan Transportasi Publik di Bali?

KAMI duduk di ruangan auditorium. Di atas panggung, seorang moderator memandu diskusi dengan empat orang narasumber yang secara bergantian memaparkan...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 30, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Demo Kok Cepat Pulang? Jangan-Jangan Kita Gagal Paham Soal Demonstrasi

Ada yang kecewa setelah massa aksi AMPB dari Pati bubar. “Baru juga datang, kok sudah pulang?”  Komentar semacam itu berseliweran...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 30, 2026
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri
Pameran

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

by Satria Aditya
August 30, 2026
Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan
Esai

Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan

MAKANAN sehari-hari yang kita konsumsi tentu tidak hadir begitu saja di atas meja makan kita. Sepiring nasi tidak lahir begitu...

by Muhammad Farras Hanif
August 29, 2026
Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana
Ulas Rupa

Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

PADA tulisan kali ini, saya ingin menekuni proses kreatif karya rupa Putu Fajar Arcana yang bagi saya cukup menarik. Pasalnya,...

by Hartanto
August 29, 2026
Telenovela
Esai

Sebelum Bali Dituduh Rasis, Ada Seorang Ibu yang Sedang Makan

SEBELUM Bali dituduh rasis, ada seorang ibu yang sedang makan. Kalimat itu mungkin terdengar terlalu sederhana untuk sebuah perkara yang...

by Angga Wijaya
August 29, 2026
Duta Bahasa Provinsi Bali Serahkan Model Pembelajaran Serasi kepada SLB Negeri 2 Denpasar
Pendidikan

Duta Bahasa Provinsi Bali Serahkan Model Pembelajaran Serasi kepada SLB Negeri 2 Denpasar

DENPASAR | TATKALA.CO -- Duta Bahasa Provinsi Bali menyerahkan Model Pembelajaran Serasi (Strategi Berbasis Multimodal bagi Disabilitas Rungu untuk Menyusun...

by Rusdy Ulu
August 29, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

LEVEL PERDEBATAN DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 29 Agustus 2026 Hindu mengenal struktur epistemologi yang berjenjang. Artinya apa? Hindu tidak memaksakan satu...

by Sugi Lanus
August 29, 2026
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka
Khas

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Di Bawah Lampu Kerlap-Kerlip: Membaca Fenomena “Coffee Shop” sebagai Teks Budaya

"Segelas kopi tidak pernah hanya berisi kopi. Di dalamnya terseduh sejarah, identitas, percakapan, bahkan cara manusia memahami dirinya sendiri." MENJELANG...

by Tri Nugroho Adi
August 28, 2026
Kemarau di Kalianget
Buku Tatkala

Kemarau di Kalianget

Judul: Kemarau di Kalianget Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Luh Arik Sariadi ISBN: Masih dalam proses Tebal: 145 halaman...

by Buku Tatkala
August 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co