2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Konsep “Volunteer Tourism (Voluntourism)”: Korelasi Perjalanan Wisata dan Pekerjaan Sukarela Berbasis Pengabdian Masyarakat

Ni Komang Deviana by Ni Komang Deviana
May 6, 2024
in Esai
Mengenal Konsep “Volunteer Tourism (Voluntourism)”: Korelasi Perjalanan Wisata dan Pekerjaan Sukarela Berbasis Pengabdian Masyarakat

Foto: Komang Deviana

PENGABDIAN Masyarakat atau lebih dikenal dengan istilah Volunteering, adalah aktivitas sosial (sukarela) di mana seseorang secara sadar memilih untuk memberikan waktu, tenaga, atau keterampilan mereka untuk membantu orang lain atau mendukung suatu tujuan tanpa mengharapkan imbalan finansial atau materi lainnya sebagai imbalan. Ini bisa melibatkan berbagai aktivitas, mulai dari bekerja di suatu lembaga, membantu di sekolah atau rumah sakit, menyumbangkan waktu untuk proyek-proyek lingkungan, hingga membantu dalam acara-acara komunitas atau masyarakat.

Volunteering memiliki makna dan nilai yang mendalam. Ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi mereka yang menerima bantuan, tetapi juga memberikan kepuasan dan rasa pemenuhan bagi para sukarelawan. Aktivitas sukarela sering kali menjadi cara untuk terlibat secara aktif dalam masyarakat, memperluas jaringan sosial, dan mengembangkan keterampilan baru.

Beberapa aktivitas Volunteering dapat berlangsung dalam berbagai bidang, diantaranya:

  1. Volunteering di Bidang Sosial: Meliputi bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan seperti anak-anak, lansia, atau mereka yang berkebutuhan khusus.
  2. Volunteering di Bidang Kesehatan: Termasuk menjadi relawan di rumah sakit, pusat kesehatan, atau menyediakan layanan kesehatan masyarakat.
  3. Volunteering di Bidang Pendidikan: Meliputi bantuan tenaga di sekolah-sekolah, mengajar bahasa, atau menyediakan fasilitas belajar mengajar.
  4. Volunteering di Bidang Lingkungan: Meliputi kegiatan konservasi alam, membersihkan pantai, atau memperbaiki lingkungan hidup.

Beberapa tahun terakhir, banyak sekali berbagai Organisasi Kepemudaan, Komunitas, Non Government Organization (NGO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang hadir menawarkan program Volunteering untuk pemuda tanah air, salah satu yang paling populer adalah Volunteer Tourism (Voluntourism). “Voluntourism” adalah istilah yang menggabungkan kata “volunteer” (sukarelawan) dan “tourism” (pariwisata).

Konsep ini merujuk pada kegiatan di mana individu melakukan pekerjaan sukarela sambil bepergian atau berlibur ke destinasi tertentu. Konsep Voluntourism menggabungkan kegiatan wisata dengan pekerjaan sukarela, memberikan peluang bagi orang-orang untuk berkontribusi pada proyek-proyek sosial atau lingkungan sambil menjelajahi wisata daerah.

Atau definisi lainnya, Voluntourism merupakan suatu konsep pemberdayaan dan pengembangan pariwisata berbasis pengabdian masyarakat, yang didalamnya terdapat unsur keterlibatan pengunjung atau wisatawan untuk berkontribusi aktif dalam pengembangan pariwisata dengan mengkorelasikan kemampuan (skill) serta jiwa sosial (volunteer) yang dimiliki agar dapat diimplementasikan di suatu daerah yang dikunjungi.

Peserta sering memilih untuk menghabiskan waktu mereka di lokasi-lokasi yang membutuhkan bantuan, seperti desa-desa terpencil atau wilayah-wilayah yang memerlukan keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan. Mulai dari upaya branding destinasi wisata, diskusi potensi wisata, sosialisasi UMKM, hingga berbagai kegiatan lain yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.

Meskipun tujuannya adalah untuk memberikan bantuan kepada komunitas yang membutuhkan, konsep ini juga telah menimbulkan berbagai perdebatan terkait dampaknya. Di satu sisi, voluntourism dapat memberikan manfaat nyata kepada komunitas yang menerima bantuan. Misalnya, sukarelawan bisa membantu membangun infrastruktur, memberikan bantuan medis, atau mendukung pendidikan lokal. Selain itu, pengalaman ini juga dapat membuka wawasan bagi sukarelawan, memperluas pemahaman mereka tentang dunia, dan mempromosikan pemahaman lintas budaya.

Bukan hanya Voluntourism, kegiatan serupa seperti Volunteering and trip, Social Volunteering, dan berbagai aktivitas sosial serupa lainnya tidak jarang mendapatkan kritik karena beberapa proyek atau program kerja yang dijalankan tidak memiliki dampak jangka panjang (sustainable) yang signifikan.

Pada umumnya, kegiatan Volunteering, Voluntrip, Voluntourism, hanya berlangsung satu sampai dua minggu lamanya, dan tidak semua penyelenggara dapat memberikan solusi yang berkelanjutan atas masalah yang dihadapi oleh komunitas setempat. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa sebagian besar biaya yang dibayarkan oleh sukarelawan untuk mengelola program, tidak sepenuhnya menguntungkan komunitas atau masyarakat yang mereka layani.

Maka dari itu, untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, penting bagi para penyelenggara Event Volunteering atau pengabdian masyarakat dan peserta untuk beroperasi dengan transparansi, tanggung jawab, serta kesadaran akan dampak sosial mereka. Hal ini meliputi kerja sama yang erat dengan komunitas lokal, penekanan pada proyek-proyek atau program kerja yang berkelanjutan, serta pemahaman yang jelas tentang peran sukarelawan dalam konteks yang lebih luas.

Di sisi lain, tidak menutup kemungkinan bahwa terdapat program voluntourism yang kurang memiliki dampak dan lebih fokus pada keuntungan pribadi atau pengalaman pelaku voluntourism, daripada memberikan manfaat positif bagi komunitas atau lokasi yang dikunjungi. Selain itu, ada juga isu etika yang perlu dipertimbangkan dalam voluntourism. Misalnya, ada kekhawatiran bahwa voluntourism dapat menjadi bentuk “pencitraan diri” bagi sukarelawan, di mana mereka memanfaatkan kesulitan orang lain untuk meningkatkan citra mereka sendiri.

Selain itu, terkadang voluntourism bisa menyebabkan ketidaksesuaian budaya atau bahkan merusak lingkungan, terutama jika tidak dilakukan dengan penuh pertimbangan terhadap kebutuhan dan norma lokal. Penting bagi individu yang tertarik untuk terlibat dalam voluntourism untuk memilih program dengan hati-hati, memastikan bahwa program tersebut benar-benar memberikan manfaat entah bersifat berkelanjutan atau belum berkelanjutan bagi komunitas yang dikunjungi, dan menghormati kebutuhan serta norma budaya setempat.

Dengan pendekatan yang tepat, voluntourism dapat menjadi pengalaman yang bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat. Karena pada dasarnya, voluntourism adalah fenomena yang kompleks, dengan potensi untuk memberikan manfaat yang besar bagi komunitas yang membutuhkan bantuan dan untuk sukarelawan yang terlibat. Namun, untuk memaksimalkan dampak positifnya, penting untuk menghadapi tantangan etis dan struktural yang mendasarinya.

Dengan pendekatan yang bijaksana dan bertanggung jawab, voluntourism dapat menjadi alat yang efektif dalam mempromosikan pertukaran budaya, pemahaman lintas budaya, dan pembangunan yang berkelanjutan. [T]

Penulis: Ni Komang Deviana
Editor: Adnyana Ole

Pantai Segara Wilis, Pasir Hitam yang Lembut dan Langit Penuh Warna
Mengarungi Lautan Indonesia: Menapaki Surga Banda Neira
Bukit Ser, Tempat Terbaik untuk Menenangkan Diri
Tags: PariwisatatourismVolunteer Tourism
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ayo Daftar Kemah Menulis Haul Buya Ahmad Syafii Maarif di Sunrise Land Lombok

Next Post

Posting di Medsos Tentang Pencapaian Diri, Flexing atau Personal Branding?

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana, S.Par., seorang individu yang melihat pertama kali sinar matahari pada tanggal 8 Desember 1999 di Kabupaten Gianyar Melalui perjalanan pendidikan yang penuh lika-liku, ia menyelesaikan pendidikan terakhir yakni S1 Pariwisata Budaya dan Keagamaan di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Selain menjadi karyawan swasta, saat ini masih aktif bergerak dalam dunia organisasi kepemudaan dan relawan sosial. Bisa saling terhubung dengannya melalui instagram @nkadeviana

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Posting di Medsos Tentang Pencapaian Diri, Flexing atau Personal Branding?

Posting di Medsos Tentang Pencapaian Diri, Flexing atau Personal Branding?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co