23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Konsep “Volunteer Tourism (Voluntourism)”: Korelasi Perjalanan Wisata dan Pekerjaan Sukarela Berbasis Pengabdian Masyarakat

Ni Komang Deviana by Ni Komang Deviana
May 6, 2024
in Esai
Mengenal Konsep “Volunteer Tourism (Voluntourism)”: Korelasi Perjalanan Wisata dan Pekerjaan Sukarela Berbasis Pengabdian Masyarakat

Foto: Komang Deviana

PENGABDIAN Masyarakat atau lebih dikenal dengan istilah Volunteering, adalah aktivitas sosial (sukarela) di mana seseorang secara sadar memilih untuk memberikan waktu, tenaga, atau keterampilan mereka untuk membantu orang lain atau mendukung suatu tujuan tanpa mengharapkan imbalan finansial atau materi lainnya sebagai imbalan. Ini bisa melibatkan berbagai aktivitas, mulai dari bekerja di suatu lembaga, membantu di sekolah atau rumah sakit, menyumbangkan waktu untuk proyek-proyek lingkungan, hingga membantu dalam acara-acara komunitas atau masyarakat.

Volunteering memiliki makna dan nilai yang mendalam. Ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi mereka yang menerima bantuan, tetapi juga memberikan kepuasan dan rasa pemenuhan bagi para sukarelawan. Aktivitas sukarela sering kali menjadi cara untuk terlibat secara aktif dalam masyarakat, memperluas jaringan sosial, dan mengembangkan keterampilan baru.

Beberapa aktivitas Volunteering dapat berlangsung dalam berbagai bidang, diantaranya:

  1. Volunteering di Bidang Sosial: Meliputi bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan seperti anak-anak, lansia, atau mereka yang berkebutuhan khusus.
  2. Volunteering di Bidang Kesehatan: Termasuk menjadi relawan di rumah sakit, pusat kesehatan, atau menyediakan layanan kesehatan masyarakat.
  3. Volunteering di Bidang Pendidikan: Meliputi bantuan tenaga di sekolah-sekolah, mengajar bahasa, atau menyediakan fasilitas belajar mengajar.
  4. Volunteering di Bidang Lingkungan: Meliputi kegiatan konservasi alam, membersihkan pantai, atau memperbaiki lingkungan hidup.

Beberapa tahun terakhir, banyak sekali berbagai Organisasi Kepemudaan, Komunitas, Non Government Organization (NGO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang hadir menawarkan program Volunteering untuk pemuda tanah air, salah satu yang paling populer adalah Volunteer Tourism (Voluntourism). “Voluntourism” adalah istilah yang menggabungkan kata “volunteer” (sukarelawan) dan “tourism” (pariwisata).

Konsep ini merujuk pada kegiatan di mana individu melakukan pekerjaan sukarela sambil bepergian atau berlibur ke destinasi tertentu. Konsep Voluntourism menggabungkan kegiatan wisata dengan pekerjaan sukarela, memberikan peluang bagi orang-orang untuk berkontribusi pada proyek-proyek sosial atau lingkungan sambil menjelajahi wisata daerah.

Atau definisi lainnya, Voluntourism merupakan suatu konsep pemberdayaan dan pengembangan pariwisata berbasis pengabdian masyarakat, yang didalamnya terdapat unsur keterlibatan pengunjung atau wisatawan untuk berkontribusi aktif dalam pengembangan pariwisata dengan mengkorelasikan kemampuan (skill) serta jiwa sosial (volunteer) yang dimiliki agar dapat diimplementasikan di suatu daerah yang dikunjungi.

Peserta sering memilih untuk menghabiskan waktu mereka di lokasi-lokasi yang membutuhkan bantuan, seperti desa-desa terpencil atau wilayah-wilayah yang memerlukan keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan. Mulai dari upaya branding destinasi wisata, diskusi potensi wisata, sosialisasi UMKM, hingga berbagai kegiatan lain yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.

Meskipun tujuannya adalah untuk memberikan bantuan kepada komunitas yang membutuhkan, konsep ini juga telah menimbulkan berbagai perdebatan terkait dampaknya. Di satu sisi, voluntourism dapat memberikan manfaat nyata kepada komunitas yang menerima bantuan. Misalnya, sukarelawan bisa membantu membangun infrastruktur, memberikan bantuan medis, atau mendukung pendidikan lokal. Selain itu, pengalaman ini juga dapat membuka wawasan bagi sukarelawan, memperluas pemahaman mereka tentang dunia, dan mempromosikan pemahaman lintas budaya.

Bukan hanya Voluntourism, kegiatan serupa seperti Volunteering and trip, Social Volunteering, dan berbagai aktivitas sosial serupa lainnya tidak jarang mendapatkan kritik karena beberapa proyek atau program kerja yang dijalankan tidak memiliki dampak jangka panjang (sustainable) yang signifikan.

Pada umumnya, kegiatan Volunteering, Voluntrip, Voluntourism, hanya berlangsung satu sampai dua minggu lamanya, dan tidak semua penyelenggara dapat memberikan solusi yang berkelanjutan atas masalah yang dihadapi oleh komunitas setempat. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa sebagian besar biaya yang dibayarkan oleh sukarelawan untuk mengelola program, tidak sepenuhnya menguntungkan komunitas atau masyarakat yang mereka layani.

Maka dari itu, untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, penting bagi para penyelenggara Event Volunteering atau pengabdian masyarakat dan peserta untuk beroperasi dengan transparansi, tanggung jawab, serta kesadaran akan dampak sosial mereka. Hal ini meliputi kerja sama yang erat dengan komunitas lokal, penekanan pada proyek-proyek atau program kerja yang berkelanjutan, serta pemahaman yang jelas tentang peran sukarelawan dalam konteks yang lebih luas.

Di sisi lain, tidak menutup kemungkinan bahwa terdapat program voluntourism yang kurang memiliki dampak dan lebih fokus pada keuntungan pribadi atau pengalaman pelaku voluntourism, daripada memberikan manfaat positif bagi komunitas atau lokasi yang dikunjungi. Selain itu, ada juga isu etika yang perlu dipertimbangkan dalam voluntourism. Misalnya, ada kekhawatiran bahwa voluntourism dapat menjadi bentuk “pencitraan diri” bagi sukarelawan, di mana mereka memanfaatkan kesulitan orang lain untuk meningkatkan citra mereka sendiri.

Selain itu, terkadang voluntourism bisa menyebabkan ketidaksesuaian budaya atau bahkan merusak lingkungan, terutama jika tidak dilakukan dengan penuh pertimbangan terhadap kebutuhan dan norma lokal. Penting bagi individu yang tertarik untuk terlibat dalam voluntourism untuk memilih program dengan hati-hati, memastikan bahwa program tersebut benar-benar memberikan manfaat entah bersifat berkelanjutan atau belum berkelanjutan bagi komunitas yang dikunjungi, dan menghormati kebutuhan serta norma budaya setempat.

Dengan pendekatan yang tepat, voluntourism dapat menjadi pengalaman yang bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat. Karena pada dasarnya, voluntourism adalah fenomena yang kompleks, dengan potensi untuk memberikan manfaat yang besar bagi komunitas yang membutuhkan bantuan dan untuk sukarelawan yang terlibat. Namun, untuk memaksimalkan dampak positifnya, penting untuk menghadapi tantangan etis dan struktural yang mendasarinya.

Dengan pendekatan yang bijaksana dan bertanggung jawab, voluntourism dapat menjadi alat yang efektif dalam mempromosikan pertukaran budaya, pemahaman lintas budaya, dan pembangunan yang berkelanjutan. [T]

Penulis: Ni Komang Deviana
Editor: Adnyana Ole

Pantai Segara Wilis, Pasir Hitam yang Lembut dan Langit Penuh Warna
Mengarungi Lautan Indonesia: Menapaki Surga Banda Neira
Bukit Ser, Tempat Terbaik untuk Menenangkan Diri
Tags: PariwisatatourismVolunteer Tourism
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ayo Daftar Kemah Menulis Haul Buya Ahmad Syafii Maarif di Sunrise Land Lombok

Next Post

Posting di Medsos Tentang Pencapaian Diri, Flexing atau Personal Branding?

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana, S.Par., seorang individu yang melihat pertama kali sinar matahari pada tanggal 8 Desember 1999 di Kabupaten Gianyar Melalui perjalanan pendidikan yang penuh lika-liku, ia menyelesaikan pendidikan terakhir yakni S1 Pariwisata Budaya dan Keagamaan di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Selain menjadi karyawan swasta, saat ini masih aktif bergerak dalam dunia organisasi kepemudaan dan relawan sosial. Bisa saling terhubung dengannya melalui instagram @nkadeviana

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Posting di Medsos Tentang Pencapaian Diri, Flexing atau Personal Branding?

Posting di Medsos Tentang Pencapaian Diri, Flexing atau Personal Branding?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co