22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pariwisata Jepang nan Kian Berkibar

Chusmeru by Chusmeru
March 18, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

SEBAGAI salah satu destinasi wisata dunia, Jepang mengalami perkembangan pesat dalam angka kunjungan wisatawan mancanegara. Pada periode Januari – Oktober 2023 jumlah kunjungan wisatawan ke Jepang mencapai lebih dari 19 juta orang. Devisa dari sektor pariwisata diperkirakan mencapai 5 triliun Yen.

Sebenarnya Jepang termasuk destinasi wisata yang mahal, dibandingkan China dan Thailand. Salah satu komponen wisata yang mahal di Jepang adalah perhotelan. Tarif hotel di Jepang termasuk kategori mahal.

Hal itu dipicu oleh kurangnya jumlah pekerja di sektor pariwisata dan harga energi yang tinggi. Sehingga hotel di Jepang akan membatasi hunian kamar hingga 80 persen saja. Dampaknya harga kamar hotel melonjak.

Meski dianggap mahal, Jepang tetap menjadi tujuan wisata favorit bagi negara lain. Bahkan Jepang memasuki tahap overtourism, situasi di mana suatu destinasi begitu banyak dikunjungi wisatawan. Salah satu destinasi yang overtourism adalah Gunung Fuji.

Gunung Fuji terdampak overtourism, sehingga pemerintah Jepang mengenakan tarif pendakian Gunung Fuji sebesar 211.000 rupiah. Selain itu, pendaki harian juga dibatasi 4.000 orang. Beberapa masalah yang muncul adalah pakaian pendaki yang tidak pantas, kemacetan lalu lintas, dan sampah.

Mengatasi kepadatan wisatawan, Jepang membuat berbagai kebijakan. Tujuannya agar dapat mengurangi dampak negatif, seperti perilaku buruk wisatawan maupun kemacetan lalu lintas. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah meningkatkan jumlah bus dan taksi, serta kenaikan tarif tiket kereta api.

Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah Jepang tak menyurutkan wisatawan untuk tetap mengunjungi Jepang. Mengapa pariwisata Jepang tetap berkibar di tengah krisis moneter dunia dan mahalnya produk wisata Jepang?

Daya Tarik

Jepang memiliki luas wilayah 377.923 kilometer persegi, sama dengan 85 persen luas pulau Sumatera. Terdapat empat pulau besar yang membentang dari Utara ke Selatan, yaitu Hokkaido, Honshu, Shikoku, dan Kyushu. Selebihnya, terdapat 3000 pulau-pula kecil. Sekitar 73 persen wilayah Jepang terdiri dari pegunungan.

Faktor alam yang indah menjadi daya tarik wisata Jepang. Salah satunya adalah Gunung Fuji yang ikonik. Bunga Sakura yang mekar setiap musim semi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan. Alam di Jepang masih terjaga dengan baik, natural, dan sedikit sekali mengalami distorsi lingkungan.

Perpaduan yang harmonis antara kemajuan teknologi, budaya modern, dan budaya tradisional Jepang merupakan salah satu daya tarik wisata Jepang.  Pop Culture di Jepang sangat menarik wisatawan, seperti anime, manga, dan cosplay. Namun nilai-nilai budaya Jepang juga masih dipertahankan, seperti tradisi minum teh dan Kimono. Perkembangan teknologi robotik di Jepang juga menjadi daya tarik wisatawan.

 Jepang dianggap sebagai surganya berbelanja bagi wisatawan, yang menjual berbagai produk mewah hingga cinderamata tradisional. Kuliner Jepang menjadi salah satu makanan khas yang sangat digemari wisatawan dari berbagai negara, karena harga yang terjangkau dan rasa yang dapat diterima oleh lidah wisatawan, seperti sushi, ramen, tempura, dan kaiseki.

Transportasi di Jepang meskipun cukup mahal, namun dianggap memudahkan aksesibilitas wisatawan dari satu destinasi wisata ke destinasi lain. Sektor transportasi yang modern juga sangat memanjakan wisatawan. Shinkansen, merupakan kereta cepat di Jepang yang sering dijadikan objek foto wisatawan.

Daya tarik berikutnya, Jepang termasuk negara yang aman di wilayah Asia. Faktor keamanan sangat menjadi pertimbangan bagi wisatawan asing ketika hendak mengunjungi suatu negara. Jepang termasuk salah satu negara yang tingkat kriminalitasnya rendah. Hal itu ditopang oleh budaya kokuminsei, yaitu karakter nasional Jepang yang menghargai keharmonisan sosial.

Terpenting adalah faktor keramahtamahan yang sangat alami dan tulus dari masyarakat Jepang kepada wisatawan. Jepang sangat tourist friendly. Sepanjang tidak mengusik kehidupan pribadi masyarakat Jepang, mereka sangat ramah. Ini membuat wisatawan merasa betah dan merasa at home ketika tinggal di Jepang.

Bagaimana Indonesia?

Bercermin dari kian berkibarnya pariwisata Jepang, banyak hal yang dapat dilakukan Indonesia untuk mengerek wisatawan. Meski angka kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia cukup menggembirakan, namun banyak catatan yang perlu dibenahi bersama.

Indonesia banyak memiliki alam yang indah, baik gunung, sungai, jurug, gua, maupun pantai. Akan tetapi keindaan alam Indonesia telah banyak mengalami gangguan ekosistem. Sampah bukan hanya persoalan rumah tangga, namun juga tampak berceceran di objek wisata. Hampir sebagian destinasi wisata yang padat pengunjung akan dijumpai persoalan sampah.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menempati posisi ketiga sebagai taman terindah di dunia dalam daftar The World’s Most Beautiful National Park versi Bounce, sebuah platform layanan perjalanan wisata di Amerika Serikat. Berada di posisi teratas adalah Taman Nasional Kruger di Afrika Selatan.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini juga mengalahkan Taman Nasional Fuji Hakone Izu di Jepang. Tentu saja ini menjadi prestasi yang patut dibanggakan. Meskipun sempat terjadi kasus kebakaran yang terjadi di kawasan Bromo akibat ulah wisatawan.

Potensi seni budaya di Indonesia juga begitu melimpah. Akan tetapi seni budaya yang erat dengan tradisi masyarakat perlahan tersingkir oleh perkembangan peradaban modern. Semakin sedikit generasi kekinian yang menggeluti tradisi. Kecuali Bali, di mana tradisi memang sudah sejak dulu hingga saat ini masih inherent dalam kehidupan masyarakat.

Indonesia memang termasuk negara yang aman di kawasan Asia. Namun bukan berarti tak ada gangguan keamanan dalam sektor pariwisata. Salah satu kasus yang menonjol adalah pemalakan terhadap wisatawan di objek wisata oleh masyarakat. Kasus ini bukan hanya membuat wisatawan merasa tidak aman dan nyaman, tetapi juga mencoreng citra pariwisata Indonesia.

Bukan hanya masalah pemalakan, perilaku buruk wisatawan juga kerap terjadi di berbagai objek wisata. Perilaku buruk wisatawan banyak terjadi di Bali. Beberapa dari wisatawan mancanegara melakukan tindakan tak senonoh yang melanggar adat serta perilaku yang menodai kesakralan tempat suci di Bali. Tidak sedikit pula wisatawan yang terlibat tindakan kriminal.

Bagiamana dengan sikap masyarakat dalam menerima wisatawan? Hampir sama dengan masyarakat Jepang, masyarakat Indonesia juga dikenal tourist friendly. Dikutip dari Databoks.katadata.co.id, berdasarkan survey Expat Insider 2022, Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara paling ramah, di bawah Meksiko.

Keramahan masyarakat Indonesia merupakan salah satu modal untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan mancanegara. Maka, saatnya kini berharap agar sektor pariwisata Indonesia juga kian berkibar seperti Jepang.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Strategi Pengembangan Pasar Wisata
Movieland sebagai Destinasi Wisata: Mungkinkah?
Tren Wisata 2024: Catatan Akhir Tahun Pariwisata Indonesia
Jembatan Kaca dan Penyimpangan Pariwisata Berkelanjutan
Tags: BudayaIndonesiaJepangPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Transfer Lisan Bahasa Tutur

Next Post

Pentingnya Networking, Trust, dan Integritas dalam Kehidupan

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Pentingnya Networking, Trust, dan Integritas dalam Kehidupan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co