12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pariwisata Jepang nan Kian Berkibar

Chusmeru by Chusmeru
March 18, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

SEBAGAI salah satu destinasi wisata dunia, Jepang mengalami perkembangan pesat dalam angka kunjungan wisatawan mancanegara. Pada periode Januari – Oktober 2023 jumlah kunjungan wisatawan ke Jepang mencapai lebih dari 19 juta orang. Devisa dari sektor pariwisata diperkirakan mencapai 5 triliun Yen.

Sebenarnya Jepang termasuk destinasi wisata yang mahal, dibandingkan China dan Thailand. Salah satu komponen wisata yang mahal di Jepang adalah perhotelan. Tarif hotel di Jepang termasuk kategori mahal.

Hal itu dipicu oleh kurangnya jumlah pekerja di sektor pariwisata dan harga energi yang tinggi. Sehingga hotel di Jepang akan membatasi hunian kamar hingga 80 persen saja. Dampaknya harga kamar hotel melonjak.

Meski dianggap mahal, Jepang tetap menjadi tujuan wisata favorit bagi negara lain. Bahkan Jepang memasuki tahap overtourism, situasi di mana suatu destinasi begitu banyak dikunjungi wisatawan. Salah satu destinasi yang overtourism adalah Gunung Fuji.

Gunung Fuji terdampak overtourism, sehingga pemerintah Jepang mengenakan tarif pendakian Gunung Fuji sebesar 211.000 rupiah. Selain itu, pendaki harian juga dibatasi 4.000 orang. Beberapa masalah yang muncul adalah pakaian pendaki yang tidak pantas, kemacetan lalu lintas, dan sampah.

Mengatasi kepadatan wisatawan, Jepang membuat berbagai kebijakan. Tujuannya agar dapat mengurangi dampak negatif, seperti perilaku buruk wisatawan maupun kemacetan lalu lintas. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah meningkatkan jumlah bus dan taksi, serta kenaikan tarif tiket kereta api.

Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah Jepang tak menyurutkan wisatawan untuk tetap mengunjungi Jepang. Mengapa pariwisata Jepang tetap berkibar di tengah krisis moneter dunia dan mahalnya produk wisata Jepang?

Daya Tarik

Jepang memiliki luas wilayah 377.923 kilometer persegi, sama dengan 85 persen luas pulau Sumatera. Terdapat empat pulau besar yang membentang dari Utara ke Selatan, yaitu Hokkaido, Honshu, Shikoku, dan Kyushu. Selebihnya, terdapat 3000 pulau-pula kecil. Sekitar 73 persen wilayah Jepang terdiri dari pegunungan.

Faktor alam yang indah menjadi daya tarik wisata Jepang. Salah satunya adalah Gunung Fuji yang ikonik. Bunga Sakura yang mekar setiap musim semi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan. Alam di Jepang masih terjaga dengan baik, natural, dan sedikit sekali mengalami distorsi lingkungan.

Perpaduan yang harmonis antara kemajuan teknologi, budaya modern, dan budaya tradisional Jepang merupakan salah satu daya tarik wisata Jepang.  Pop Culture di Jepang sangat menarik wisatawan, seperti anime, manga, dan cosplay. Namun nilai-nilai budaya Jepang juga masih dipertahankan, seperti tradisi minum teh dan Kimono. Perkembangan teknologi robotik di Jepang juga menjadi daya tarik wisatawan.

 Jepang dianggap sebagai surganya berbelanja bagi wisatawan, yang menjual berbagai produk mewah hingga cinderamata tradisional. Kuliner Jepang menjadi salah satu makanan khas yang sangat digemari wisatawan dari berbagai negara, karena harga yang terjangkau dan rasa yang dapat diterima oleh lidah wisatawan, seperti sushi, ramen, tempura, dan kaiseki.

Transportasi di Jepang meskipun cukup mahal, namun dianggap memudahkan aksesibilitas wisatawan dari satu destinasi wisata ke destinasi lain. Sektor transportasi yang modern juga sangat memanjakan wisatawan. Shinkansen, merupakan kereta cepat di Jepang yang sering dijadikan objek foto wisatawan.

Daya tarik berikutnya, Jepang termasuk negara yang aman di wilayah Asia. Faktor keamanan sangat menjadi pertimbangan bagi wisatawan asing ketika hendak mengunjungi suatu negara. Jepang termasuk salah satu negara yang tingkat kriminalitasnya rendah. Hal itu ditopang oleh budaya kokuminsei, yaitu karakter nasional Jepang yang menghargai keharmonisan sosial.

Terpenting adalah faktor keramahtamahan yang sangat alami dan tulus dari masyarakat Jepang kepada wisatawan. Jepang sangat tourist friendly. Sepanjang tidak mengusik kehidupan pribadi masyarakat Jepang, mereka sangat ramah. Ini membuat wisatawan merasa betah dan merasa at home ketika tinggal di Jepang.

Bagaimana Indonesia?

Bercermin dari kian berkibarnya pariwisata Jepang, banyak hal yang dapat dilakukan Indonesia untuk mengerek wisatawan. Meski angka kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia cukup menggembirakan, namun banyak catatan yang perlu dibenahi bersama.

Indonesia banyak memiliki alam yang indah, baik gunung, sungai, jurug, gua, maupun pantai. Akan tetapi keindaan alam Indonesia telah banyak mengalami gangguan ekosistem. Sampah bukan hanya persoalan rumah tangga, namun juga tampak berceceran di objek wisata. Hampir sebagian destinasi wisata yang padat pengunjung akan dijumpai persoalan sampah.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menempati posisi ketiga sebagai taman terindah di dunia dalam daftar The World’s Most Beautiful National Park versi Bounce, sebuah platform layanan perjalanan wisata di Amerika Serikat. Berada di posisi teratas adalah Taman Nasional Kruger di Afrika Selatan.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini juga mengalahkan Taman Nasional Fuji Hakone Izu di Jepang. Tentu saja ini menjadi prestasi yang patut dibanggakan. Meskipun sempat terjadi kasus kebakaran yang terjadi di kawasan Bromo akibat ulah wisatawan.

Potensi seni budaya di Indonesia juga begitu melimpah. Akan tetapi seni budaya yang erat dengan tradisi masyarakat perlahan tersingkir oleh perkembangan peradaban modern. Semakin sedikit generasi kekinian yang menggeluti tradisi. Kecuali Bali, di mana tradisi memang sudah sejak dulu hingga saat ini masih inherent dalam kehidupan masyarakat.

Indonesia memang termasuk negara yang aman di kawasan Asia. Namun bukan berarti tak ada gangguan keamanan dalam sektor pariwisata. Salah satu kasus yang menonjol adalah pemalakan terhadap wisatawan di objek wisata oleh masyarakat. Kasus ini bukan hanya membuat wisatawan merasa tidak aman dan nyaman, tetapi juga mencoreng citra pariwisata Indonesia.

Bukan hanya masalah pemalakan, perilaku buruk wisatawan juga kerap terjadi di berbagai objek wisata. Perilaku buruk wisatawan banyak terjadi di Bali. Beberapa dari wisatawan mancanegara melakukan tindakan tak senonoh yang melanggar adat serta perilaku yang menodai kesakralan tempat suci di Bali. Tidak sedikit pula wisatawan yang terlibat tindakan kriminal.

Bagiamana dengan sikap masyarakat dalam menerima wisatawan? Hampir sama dengan masyarakat Jepang, masyarakat Indonesia juga dikenal tourist friendly. Dikutip dari Databoks.katadata.co.id, berdasarkan survey Expat Insider 2022, Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara paling ramah, di bawah Meksiko.

Keramahan masyarakat Indonesia merupakan salah satu modal untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan mancanegara. Maka, saatnya kini berharap agar sektor pariwisata Indonesia juga kian berkibar seperti Jepang.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Strategi Pengembangan Pasar Wisata
Movieland sebagai Destinasi Wisata: Mungkinkah?
Tren Wisata 2024: Catatan Akhir Tahun Pariwisata Indonesia
Jembatan Kaca dan Penyimpangan Pariwisata Berkelanjutan
Tags: BudayaIndonesiaJepangPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Transfer Lisan Bahasa Tutur

Next Post

Pentingnya Networking, Trust, dan Integritas dalam Kehidupan

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Pentingnya Networking, Trust, dan Integritas dalam Kehidupan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co