13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pariwisata Jepang nan Kian Berkibar

Chusmeru by Chusmeru
March 18, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

SEBAGAI salah satu destinasi wisata dunia, Jepang mengalami perkembangan pesat dalam angka kunjungan wisatawan mancanegara. Pada periode Januari – Oktober 2023 jumlah kunjungan wisatawan ke Jepang mencapai lebih dari 19 juta orang. Devisa dari sektor pariwisata diperkirakan mencapai 5 triliun Yen.

Sebenarnya Jepang termasuk destinasi wisata yang mahal, dibandingkan China dan Thailand. Salah satu komponen wisata yang mahal di Jepang adalah perhotelan. Tarif hotel di Jepang termasuk kategori mahal.

Hal itu dipicu oleh kurangnya jumlah pekerja di sektor pariwisata dan harga energi yang tinggi. Sehingga hotel di Jepang akan membatasi hunian kamar hingga 80 persen saja. Dampaknya harga kamar hotel melonjak.

Meski dianggap mahal, Jepang tetap menjadi tujuan wisata favorit bagi negara lain. Bahkan Jepang memasuki tahap overtourism, situasi di mana suatu destinasi begitu banyak dikunjungi wisatawan. Salah satu destinasi yang overtourism adalah Gunung Fuji.

Gunung Fuji terdampak overtourism, sehingga pemerintah Jepang mengenakan tarif pendakian Gunung Fuji sebesar 211.000 rupiah. Selain itu, pendaki harian juga dibatasi 4.000 orang. Beberapa masalah yang muncul adalah pakaian pendaki yang tidak pantas, kemacetan lalu lintas, dan sampah.

Mengatasi kepadatan wisatawan, Jepang membuat berbagai kebijakan. Tujuannya agar dapat mengurangi dampak negatif, seperti perilaku buruk wisatawan maupun kemacetan lalu lintas. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah meningkatkan jumlah bus dan taksi, serta kenaikan tarif tiket kereta api.

Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah Jepang tak menyurutkan wisatawan untuk tetap mengunjungi Jepang. Mengapa pariwisata Jepang tetap berkibar di tengah krisis moneter dunia dan mahalnya produk wisata Jepang?

Daya Tarik

Jepang memiliki luas wilayah 377.923 kilometer persegi, sama dengan 85 persen luas pulau Sumatera. Terdapat empat pulau besar yang membentang dari Utara ke Selatan, yaitu Hokkaido, Honshu, Shikoku, dan Kyushu. Selebihnya, terdapat 3000 pulau-pula kecil. Sekitar 73 persen wilayah Jepang terdiri dari pegunungan.

Faktor alam yang indah menjadi daya tarik wisata Jepang. Salah satunya adalah Gunung Fuji yang ikonik. Bunga Sakura yang mekar setiap musim semi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan. Alam di Jepang masih terjaga dengan baik, natural, dan sedikit sekali mengalami distorsi lingkungan.

Perpaduan yang harmonis antara kemajuan teknologi, budaya modern, dan budaya tradisional Jepang merupakan salah satu daya tarik wisata Jepang.  Pop Culture di Jepang sangat menarik wisatawan, seperti anime, manga, dan cosplay. Namun nilai-nilai budaya Jepang juga masih dipertahankan, seperti tradisi minum teh dan Kimono. Perkembangan teknologi robotik di Jepang juga menjadi daya tarik wisatawan.

 Jepang dianggap sebagai surganya berbelanja bagi wisatawan, yang menjual berbagai produk mewah hingga cinderamata tradisional. Kuliner Jepang menjadi salah satu makanan khas yang sangat digemari wisatawan dari berbagai negara, karena harga yang terjangkau dan rasa yang dapat diterima oleh lidah wisatawan, seperti sushi, ramen, tempura, dan kaiseki.

Transportasi di Jepang meskipun cukup mahal, namun dianggap memudahkan aksesibilitas wisatawan dari satu destinasi wisata ke destinasi lain. Sektor transportasi yang modern juga sangat memanjakan wisatawan. Shinkansen, merupakan kereta cepat di Jepang yang sering dijadikan objek foto wisatawan.

Daya tarik berikutnya, Jepang termasuk negara yang aman di wilayah Asia. Faktor keamanan sangat menjadi pertimbangan bagi wisatawan asing ketika hendak mengunjungi suatu negara. Jepang termasuk salah satu negara yang tingkat kriminalitasnya rendah. Hal itu ditopang oleh budaya kokuminsei, yaitu karakter nasional Jepang yang menghargai keharmonisan sosial.

Terpenting adalah faktor keramahtamahan yang sangat alami dan tulus dari masyarakat Jepang kepada wisatawan. Jepang sangat tourist friendly. Sepanjang tidak mengusik kehidupan pribadi masyarakat Jepang, mereka sangat ramah. Ini membuat wisatawan merasa betah dan merasa at home ketika tinggal di Jepang.

Bagaimana Indonesia?

Bercermin dari kian berkibarnya pariwisata Jepang, banyak hal yang dapat dilakukan Indonesia untuk mengerek wisatawan. Meski angka kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia cukup menggembirakan, namun banyak catatan yang perlu dibenahi bersama.

Indonesia banyak memiliki alam yang indah, baik gunung, sungai, jurug, gua, maupun pantai. Akan tetapi keindaan alam Indonesia telah banyak mengalami gangguan ekosistem. Sampah bukan hanya persoalan rumah tangga, namun juga tampak berceceran di objek wisata. Hampir sebagian destinasi wisata yang padat pengunjung akan dijumpai persoalan sampah.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menempati posisi ketiga sebagai taman terindah di dunia dalam daftar The World’s Most Beautiful National Park versi Bounce, sebuah platform layanan perjalanan wisata di Amerika Serikat. Berada di posisi teratas adalah Taman Nasional Kruger di Afrika Selatan.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini juga mengalahkan Taman Nasional Fuji Hakone Izu di Jepang. Tentu saja ini menjadi prestasi yang patut dibanggakan. Meskipun sempat terjadi kasus kebakaran yang terjadi di kawasan Bromo akibat ulah wisatawan.

Potensi seni budaya di Indonesia juga begitu melimpah. Akan tetapi seni budaya yang erat dengan tradisi masyarakat perlahan tersingkir oleh perkembangan peradaban modern. Semakin sedikit generasi kekinian yang menggeluti tradisi. Kecuali Bali, di mana tradisi memang sudah sejak dulu hingga saat ini masih inherent dalam kehidupan masyarakat.

Indonesia memang termasuk negara yang aman di kawasan Asia. Namun bukan berarti tak ada gangguan keamanan dalam sektor pariwisata. Salah satu kasus yang menonjol adalah pemalakan terhadap wisatawan di objek wisata oleh masyarakat. Kasus ini bukan hanya membuat wisatawan merasa tidak aman dan nyaman, tetapi juga mencoreng citra pariwisata Indonesia.

Bukan hanya masalah pemalakan, perilaku buruk wisatawan juga kerap terjadi di berbagai objek wisata. Perilaku buruk wisatawan banyak terjadi di Bali. Beberapa dari wisatawan mancanegara melakukan tindakan tak senonoh yang melanggar adat serta perilaku yang menodai kesakralan tempat suci di Bali. Tidak sedikit pula wisatawan yang terlibat tindakan kriminal.

Bagiamana dengan sikap masyarakat dalam menerima wisatawan? Hampir sama dengan masyarakat Jepang, masyarakat Indonesia juga dikenal tourist friendly. Dikutip dari Databoks.katadata.co.id, berdasarkan survey Expat Insider 2022, Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara paling ramah, di bawah Meksiko.

Keramahan masyarakat Indonesia merupakan salah satu modal untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan mancanegara. Maka, saatnya kini berharap agar sektor pariwisata Indonesia juga kian berkibar seperti Jepang.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Strategi Pengembangan Pasar Wisata
Movieland sebagai Destinasi Wisata: Mungkinkah?
Tren Wisata 2024: Catatan Akhir Tahun Pariwisata Indonesia
Jembatan Kaca dan Penyimpangan Pariwisata Berkelanjutan
Tags: BudayaIndonesiaJepangPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Transfer Lisan Bahasa Tutur

Next Post

Pentingnya Networking, Trust, dan Integritas dalam Kehidupan

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Pentingnya Networking, Trust, dan Integritas dalam Kehidupan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co