14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pariwisata Jepang nan Kian Berkibar

Chusmeru by Chusmeru
March 18, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

SEBAGAI salah satu destinasi wisata dunia, Jepang mengalami perkembangan pesat dalam angka kunjungan wisatawan mancanegara. Pada periode Januari – Oktober 2023 jumlah kunjungan wisatawan ke Jepang mencapai lebih dari 19 juta orang. Devisa dari sektor pariwisata diperkirakan mencapai 5 triliun Yen.

Sebenarnya Jepang termasuk destinasi wisata yang mahal, dibandingkan China dan Thailand. Salah satu komponen wisata yang mahal di Jepang adalah perhotelan. Tarif hotel di Jepang termasuk kategori mahal.

Hal itu dipicu oleh kurangnya jumlah pekerja di sektor pariwisata dan harga energi yang tinggi. Sehingga hotel di Jepang akan membatasi hunian kamar hingga 80 persen saja. Dampaknya harga kamar hotel melonjak.

Meski dianggap mahal, Jepang tetap menjadi tujuan wisata favorit bagi negara lain. Bahkan Jepang memasuki tahap overtourism, situasi di mana suatu destinasi begitu banyak dikunjungi wisatawan. Salah satu destinasi yang overtourism adalah Gunung Fuji.

Gunung Fuji terdampak overtourism, sehingga pemerintah Jepang mengenakan tarif pendakian Gunung Fuji sebesar 211.000 rupiah. Selain itu, pendaki harian juga dibatasi 4.000 orang. Beberapa masalah yang muncul adalah pakaian pendaki yang tidak pantas, kemacetan lalu lintas, dan sampah.

Mengatasi kepadatan wisatawan, Jepang membuat berbagai kebijakan. Tujuannya agar dapat mengurangi dampak negatif, seperti perilaku buruk wisatawan maupun kemacetan lalu lintas. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah meningkatkan jumlah bus dan taksi, serta kenaikan tarif tiket kereta api.

Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah Jepang tak menyurutkan wisatawan untuk tetap mengunjungi Jepang. Mengapa pariwisata Jepang tetap berkibar di tengah krisis moneter dunia dan mahalnya produk wisata Jepang?

Daya Tarik

Jepang memiliki luas wilayah 377.923 kilometer persegi, sama dengan 85 persen luas pulau Sumatera. Terdapat empat pulau besar yang membentang dari Utara ke Selatan, yaitu Hokkaido, Honshu, Shikoku, dan Kyushu. Selebihnya, terdapat 3000 pulau-pula kecil. Sekitar 73 persen wilayah Jepang terdiri dari pegunungan.

Faktor alam yang indah menjadi daya tarik wisata Jepang. Salah satunya adalah Gunung Fuji yang ikonik. Bunga Sakura yang mekar setiap musim semi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan. Alam di Jepang masih terjaga dengan baik, natural, dan sedikit sekali mengalami distorsi lingkungan.

Perpaduan yang harmonis antara kemajuan teknologi, budaya modern, dan budaya tradisional Jepang merupakan salah satu daya tarik wisata Jepang.  Pop Culture di Jepang sangat menarik wisatawan, seperti anime, manga, dan cosplay. Namun nilai-nilai budaya Jepang juga masih dipertahankan, seperti tradisi minum teh dan Kimono. Perkembangan teknologi robotik di Jepang juga menjadi daya tarik wisatawan.

 Jepang dianggap sebagai surganya berbelanja bagi wisatawan, yang menjual berbagai produk mewah hingga cinderamata tradisional. Kuliner Jepang menjadi salah satu makanan khas yang sangat digemari wisatawan dari berbagai negara, karena harga yang terjangkau dan rasa yang dapat diterima oleh lidah wisatawan, seperti sushi, ramen, tempura, dan kaiseki.

Transportasi di Jepang meskipun cukup mahal, namun dianggap memudahkan aksesibilitas wisatawan dari satu destinasi wisata ke destinasi lain. Sektor transportasi yang modern juga sangat memanjakan wisatawan. Shinkansen, merupakan kereta cepat di Jepang yang sering dijadikan objek foto wisatawan.

Daya tarik berikutnya, Jepang termasuk negara yang aman di wilayah Asia. Faktor keamanan sangat menjadi pertimbangan bagi wisatawan asing ketika hendak mengunjungi suatu negara. Jepang termasuk salah satu negara yang tingkat kriminalitasnya rendah. Hal itu ditopang oleh budaya kokuminsei, yaitu karakter nasional Jepang yang menghargai keharmonisan sosial.

Terpenting adalah faktor keramahtamahan yang sangat alami dan tulus dari masyarakat Jepang kepada wisatawan. Jepang sangat tourist friendly. Sepanjang tidak mengusik kehidupan pribadi masyarakat Jepang, mereka sangat ramah. Ini membuat wisatawan merasa betah dan merasa at home ketika tinggal di Jepang.

Bagaimana Indonesia?

Bercermin dari kian berkibarnya pariwisata Jepang, banyak hal yang dapat dilakukan Indonesia untuk mengerek wisatawan. Meski angka kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia cukup menggembirakan, namun banyak catatan yang perlu dibenahi bersama.

Indonesia banyak memiliki alam yang indah, baik gunung, sungai, jurug, gua, maupun pantai. Akan tetapi keindaan alam Indonesia telah banyak mengalami gangguan ekosistem. Sampah bukan hanya persoalan rumah tangga, namun juga tampak berceceran di objek wisata. Hampir sebagian destinasi wisata yang padat pengunjung akan dijumpai persoalan sampah.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menempati posisi ketiga sebagai taman terindah di dunia dalam daftar The World’s Most Beautiful National Park versi Bounce, sebuah platform layanan perjalanan wisata di Amerika Serikat. Berada di posisi teratas adalah Taman Nasional Kruger di Afrika Selatan.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini juga mengalahkan Taman Nasional Fuji Hakone Izu di Jepang. Tentu saja ini menjadi prestasi yang patut dibanggakan. Meskipun sempat terjadi kasus kebakaran yang terjadi di kawasan Bromo akibat ulah wisatawan.

Potensi seni budaya di Indonesia juga begitu melimpah. Akan tetapi seni budaya yang erat dengan tradisi masyarakat perlahan tersingkir oleh perkembangan peradaban modern. Semakin sedikit generasi kekinian yang menggeluti tradisi. Kecuali Bali, di mana tradisi memang sudah sejak dulu hingga saat ini masih inherent dalam kehidupan masyarakat.

Indonesia memang termasuk negara yang aman di kawasan Asia. Namun bukan berarti tak ada gangguan keamanan dalam sektor pariwisata. Salah satu kasus yang menonjol adalah pemalakan terhadap wisatawan di objek wisata oleh masyarakat. Kasus ini bukan hanya membuat wisatawan merasa tidak aman dan nyaman, tetapi juga mencoreng citra pariwisata Indonesia.

Bukan hanya masalah pemalakan, perilaku buruk wisatawan juga kerap terjadi di berbagai objek wisata. Perilaku buruk wisatawan banyak terjadi di Bali. Beberapa dari wisatawan mancanegara melakukan tindakan tak senonoh yang melanggar adat serta perilaku yang menodai kesakralan tempat suci di Bali. Tidak sedikit pula wisatawan yang terlibat tindakan kriminal.

Bagiamana dengan sikap masyarakat dalam menerima wisatawan? Hampir sama dengan masyarakat Jepang, masyarakat Indonesia juga dikenal tourist friendly. Dikutip dari Databoks.katadata.co.id, berdasarkan survey Expat Insider 2022, Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara paling ramah, di bawah Meksiko.

Keramahan masyarakat Indonesia merupakan salah satu modal untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan mancanegara. Maka, saatnya kini berharap agar sektor pariwisata Indonesia juga kian berkibar seperti Jepang.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Strategi Pengembangan Pasar Wisata
Movieland sebagai Destinasi Wisata: Mungkinkah?
Tren Wisata 2024: Catatan Akhir Tahun Pariwisata Indonesia
Jembatan Kaca dan Penyimpangan Pariwisata Berkelanjutan
Tags: BudayaIndonesiaJepangPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Transfer Lisan Bahasa Tutur

Next Post

Pentingnya Networking, Trust, dan Integritas dalam Kehidupan

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Pentingnya Networking, Trust, dan Integritas dalam Kehidupan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co