14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi dan Pandangan Dunia

Chusmeru by Chusmeru
March 13, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

BERKOMUNIKASI dengan orang dari latar belakang negara, etnis, agama, dan budaya yang berbeda tidaklah mudah. Selain faktor bahasa yang menjadi kendala, juga ada faktor kepercayaan, norma dan nilai. Di samping itu, pandangan dunia (world view) masing-masing berbeda pula.

Komunikasi akan menjadi efektif apabila orang bersedia untuk memahami pandangan dunia orang lain. Dengan demikian perbedaan tersebut tidak menimbulkan apriori maupun penilaian negatif tentang orang lain. Sebaliknya, kurangnya pemahaman terhadap pandangan dunia orang lain akan menyebabkan distorsi komunikasi.

Faktor kepercayaan menjadi hal yang sangat mempengaruhi pandangan dunia. Sedangkan kepercayaan seringkali bersifat subyektif sesuai nilai-nilai suatu masyarakat. Semakin merasa pasti dengan kepercayaannya, semakin besar pula intensitas kepercayaan itu di masayarakat. Karenanya tidak ada ukuran benar dan salah dalam kepercayaan.

Kepercayaan kerap muncul dalam bentuk mitos. Hampir semua masyarakat di dunia memiliki mitos yang dianggap sebagai kepercayaan. Sepanjang mitos itu menjadi bagian dari cara pandang masyarakat, maka akan menjadi pandangan dunia.

Kadang mitos bersifat rumit, namun banyak mitos sederhana yang masih tetap dipercaya. Sebagai contoh, kupu-kupu yang masuk ke rumah sebagai pertanda akan ada tamu yang datang.  Telinga yang berdenging sebagai isyarat kita sedang dibicarakan orang lain. Itulah mitos. Itulah kepercayaan. Dan itulah pandangan dunia masyarakat Indonesia.

Konsepsi

Pandangan dunia biasanya akan menjadi landasan orang dalam berkomunikasi, baik terhadap alam maupun sesama manusia. Memahami pandangan dunia berarti memahami konsep komunikasi yang dipegang erat masyarakat. Ada masyarakat yang beranggapan bahwa alam bebas untuk dieksploitasi; dan oleh karena itu komunikasi orang terhadap alam tidak memerlukan nilai moral.

Di lain sisi, ada masyarakat yang memandang alam sebagai ciptaan Tuhan yang perlu dijaga dan dipelihara. Masyarakat seperti ini akan menempatkan alam sejajar dengan manusia. Sehingga konsep komunikasi manusia dan alam mengandung nilai-nilai moral.

Cara pandang masyarakat tentang kerja, misalnya; juga akan menggambarkan konsep komunikasi antarmanusia. Bekerja bukan semata kegiatan untuk mendapatkan uang, namun juga bagaimana pandangan dunia masyarakatnya tentang orang lain.

Masyarakat Jepang memiliki konsep kerja Bushido yang dijadikan pandangan dunia. Konsep kerja ini merupakan sikap ksatria seseorang dan loyalitas kepada pimpinan. Ukuran kinerja orang dilihat dari bagaimana orang loyal dalam pekerjaannya. Berpindah-pindah kerja akan menunjukkan loyalitas dan komunikasi yang rendah kepada pimpinan dan lingkungan kerjanya.

Sementara di Indonesia, pengalaman kerja menjadi tolok ukurnya. Tak heran bila semakin banyak orang memiliki pengalaman kerja, yang berarti juga sering berpindah kerja; merupakan modal dalam mencari kerja. Loyalitas pada satu pekerjaan tidak menjadi ukuran. Itulah pandangan dunia masyarakat Indonesia tentang kerja.

Konsepsi kerja masyarakat Jepang yang sekaligus menggambarkan komunikasi adalah Makoto, yaitu kejujuran dan ketulusan. Masyarakat Jepang dalam bekerja, termasuk juga dalam berkomunikasi dengan orang lain mengedepankan kejujuran dan ketulusan. Sedangkan di Indonesia, kejujuran merupakan barang langka dan mahal. Sebab, komunikasi acapkali diwarnai dengan kebohongan.

Orientasi

Pandangan dunia adalah orientasi suatu budaya terhadap beberapa hal seperti Tuhan, kemanusiaan, dan alam semesta. Pandangan dunia ini sangat unik, khas masing-masing budaya suatu masyarakat. Orientasi orang terhadap Tuhan akan menghasilkan masjid, gereja, pura, dan vihara.

Orientasi ini akan berpengaruh terhadap cara orang berkomunikasi di tempat-tempat pemujaan terhadap Tuhan tersebut. Bukan hanya itu, orientasi terhadap Tuhan juga akan membedakan cara berpakaian, makanan yang dibolehkan dan yang dilarang, tradisi yang dilakukan, serta beragam mitos yang menyertainya.

Orientasi suatu budaya juga akan membentuk pola komunikasi manusia dan alam semesta. Bagi orang Amerika dan Eropa, pantai adalah tempat untuk rekreasi dan berjemur diri. Namun bagi sebagian masyarakat Indonesia, pantai bisa dipandang sebagai tempat ritual adat, tradisi, dan keagamaan. Oleh sebab itu, pantai selain sebagai sarana rekreasi juga sebagai tempat sakral untuk berkomuniksi secara transendental.

Pengaruh pandangan dunia terhadap budaya masyarakat kadang memang tidak kentara dalam hal yang tampak, seperti pakaian, makanan, minuman, kegiatan, maupun ucapan. Jika ada masyarakat yang melarang orang untuk berkata jorok di suatu tempat yang dikeramatkan, maka itu bagian dari pandangan dunia masayarakat setempat. Jadi tak perlu diukur baik dan buruk atau benar dan salahnya.

Bahkan, cara berpakaian pun menjadi bagian dari pandangan dunia masyarakat. Ada kultur yang tidak mengijinkan orang untuk menggunakan pakaian warna tertentu di satu tempat tertentu. Wisatawan yang memasuki kawasan sakral di Bali, misalnya, juga diharuskan mengenakan selendang. Bukan masalah baik dan buruk atau benar dan salah menggunakan selendang, tetapi itulah pandangan dunia masyarakat Bali.

Begitu banyak tradisi yang masih hidup di banyak negara yang dianggap sebagai pandangan dunia masyarakatnya. Kadang memang dianggap tidak rasional. Namun pandangan dunia memang sulit dijelaskan secara rasional. Bahkan kadang rasionalitas memang tidak diperlukan untuk menjelaskan. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Komunikasi sebagai Paket Komplet
Berkomunikasi Lewat Busana
Komunikasi itu di Mana Saja, Kapan Saja, Siapa Saja
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi antarbudaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Les Fest Ngembak Geni, Harinya Orang-Orang Desa Les

Next Post

Muasal

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Muasal

Muasal

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co