23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi dan Pandangan Dunia

Chusmeru by Chusmeru
March 13, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

BERKOMUNIKASI dengan orang dari latar belakang negara, etnis, agama, dan budaya yang berbeda tidaklah mudah. Selain faktor bahasa yang menjadi kendala, juga ada faktor kepercayaan, norma dan nilai. Di samping itu, pandangan dunia (world view) masing-masing berbeda pula.

Komunikasi akan menjadi efektif apabila orang bersedia untuk memahami pandangan dunia orang lain. Dengan demikian perbedaan tersebut tidak menimbulkan apriori maupun penilaian negatif tentang orang lain. Sebaliknya, kurangnya pemahaman terhadap pandangan dunia orang lain akan menyebabkan distorsi komunikasi.

Faktor kepercayaan menjadi hal yang sangat mempengaruhi pandangan dunia. Sedangkan kepercayaan seringkali bersifat subyektif sesuai nilai-nilai suatu masyarakat. Semakin merasa pasti dengan kepercayaannya, semakin besar pula intensitas kepercayaan itu di masayarakat. Karenanya tidak ada ukuran benar dan salah dalam kepercayaan.

Kepercayaan kerap muncul dalam bentuk mitos. Hampir semua masyarakat di dunia memiliki mitos yang dianggap sebagai kepercayaan. Sepanjang mitos itu menjadi bagian dari cara pandang masyarakat, maka akan menjadi pandangan dunia.

Kadang mitos bersifat rumit, namun banyak mitos sederhana yang masih tetap dipercaya. Sebagai contoh, kupu-kupu yang masuk ke rumah sebagai pertanda akan ada tamu yang datang.  Telinga yang berdenging sebagai isyarat kita sedang dibicarakan orang lain. Itulah mitos. Itulah kepercayaan. Dan itulah pandangan dunia masyarakat Indonesia.

Konsepsi

Pandangan dunia biasanya akan menjadi landasan orang dalam berkomunikasi, baik terhadap alam maupun sesama manusia. Memahami pandangan dunia berarti memahami konsep komunikasi yang dipegang erat masyarakat. Ada masyarakat yang beranggapan bahwa alam bebas untuk dieksploitasi; dan oleh karena itu komunikasi orang terhadap alam tidak memerlukan nilai moral.

Di lain sisi, ada masyarakat yang memandang alam sebagai ciptaan Tuhan yang perlu dijaga dan dipelihara. Masyarakat seperti ini akan menempatkan alam sejajar dengan manusia. Sehingga konsep komunikasi manusia dan alam mengandung nilai-nilai moral.

Cara pandang masyarakat tentang kerja, misalnya; juga akan menggambarkan konsep komunikasi antarmanusia. Bekerja bukan semata kegiatan untuk mendapatkan uang, namun juga bagaimana pandangan dunia masyarakatnya tentang orang lain.

Masyarakat Jepang memiliki konsep kerja Bushido yang dijadikan pandangan dunia. Konsep kerja ini merupakan sikap ksatria seseorang dan loyalitas kepada pimpinan. Ukuran kinerja orang dilihat dari bagaimana orang loyal dalam pekerjaannya. Berpindah-pindah kerja akan menunjukkan loyalitas dan komunikasi yang rendah kepada pimpinan dan lingkungan kerjanya.

Sementara di Indonesia, pengalaman kerja menjadi tolok ukurnya. Tak heran bila semakin banyak orang memiliki pengalaman kerja, yang berarti juga sering berpindah kerja; merupakan modal dalam mencari kerja. Loyalitas pada satu pekerjaan tidak menjadi ukuran. Itulah pandangan dunia masyarakat Indonesia tentang kerja.

Konsepsi kerja masyarakat Jepang yang sekaligus menggambarkan komunikasi adalah Makoto, yaitu kejujuran dan ketulusan. Masyarakat Jepang dalam bekerja, termasuk juga dalam berkomunikasi dengan orang lain mengedepankan kejujuran dan ketulusan. Sedangkan di Indonesia, kejujuran merupakan barang langka dan mahal. Sebab, komunikasi acapkali diwarnai dengan kebohongan.

Orientasi

Pandangan dunia adalah orientasi suatu budaya terhadap beberapa hal seperti Tuhan, kemanusiaan, dan alam semesta. Pandangan dunia ini sangat unik, khas masing-masing budaya suatu masyarakat. Orientasi orang terhadap Tuhan akan menghasilkan masjid, gereja, pura, dan vihara.

Orientasi ini akan berpengaruh terhadap cara orang berkomunikasi di tempat-tempat pemujaan terhadap Tuhan tersebut. Bukan hanya itu, orientasi terhadap Tuhan juga akan membedakan cara berpakaian, makanan yang dibolehkan dan yang dilarang, tradisi yang dilakukan, serta beragam mitos yang menyertainya.

Orientasi suatu budaya juga akan membentuk pola komunikasi manusia dan alam semesta. Bagi orang Amerika dan Eropa, pantai adalah tempat untuk rekreasi dan berjemur diri. Namun bagi sebagian masyarakat Indonesia, pantai bisa dipandang sebagai tempat ritual adat, tradisi, dan keagamaan. Oleh sebab itu, pantai selain sebagai sarana rekreasi juga sebagai tempat sakral untuk berkomuniksi secara transendental.

Pengaruh pandangan dunia terhadap budaya masyarakat kadang memang tidak kentara dalam hal yang tampak, seperti pakaian, makanan, minuman, kegiatan, maupun ucapan. Jika ada masyarakat yang melarang orang untuk berkata jorok di suatu tempat yang dikeramatkan, maka itu bagian dari pandangan dunia masayarakat setempat. Jadi tak perlu diukur baik dan buruk atau benar dan salahnya.

Bahkan, cara berpakaian pun menjadi bagian dari pandangan dunia masyarakat. Ada kultur yang tidak mengijinkan orang untuk menggunakan pakaian warna tertentu di satu tempat tertentu. Wisatawan yang memasuki kawasan sakral di Bali, misalnya, juga diharuskan mengenakan selendang. Bukan masalah baik dan buruk atau benar dan salah menggunakan selendang, tetapi itulah pandangan dunia masyarakat Bali.

Begitu banyak tradisi yang masih hidup di banyak negara yang dianggap sebagai pandangan dunia masyarakatnya. Kadang memang dianggap tidak rasional. Namun pandangan dunia memang sulit dijelaskan secara rasional. Bahkan kadang rasionalitas memang tidak diperlukan untuk menjelaskan. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Komunikasi sebagai Paket Komplet
Berkomunikasi Lewat Busana
Komunikasi itu di Mana Saja, Kapan Saja, Siapa Saja
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi antarbudaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Les Fest Ngembak Geni, Harinya Orang-Orang Desa Les

Next Post

Muasal

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Muasal

Muasal

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co