25 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nasib Petani di Tengah Ketidakpastian Musim dan Ketidakjelasan Omongan

Son Lomri by Son Lomri
March 2, 2024
in Esai
Nasib Petani di Tengah Ketidakpastian Musim dan Ketidakjelasan Omongan

Petani sedang mengolah tanah sawah dengan traktor | Foto ilustrasi: Jaswanto

INDONESIA adalah tempatnya orang-orang menanam sebatang kayu walau di sembarang tempat dan tanpa disiram, pun bisa tumbuh hingga berdaun lebat. Sebab itu orang-orang menanam jagung, cabe, tomat, dan padi, dan lainnya yang lebih menguntungkan walau tak membuat kaya.

Walaupun sebagai negara agraris yang bisa menghasilkan beras untuk memenuhi kebutuhan penduduknya sendiri, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa harga beras bisa naik sangat tinggi di luar dari perkiraan sebagai negara agraris tersebut.  

Seperti pada seminggu terakhir ini, kenaikan harga pada beras menjadi persoalan yang cukup memusingkan semua kalangan, terutama kelas ekonomi menengah ke bawah.

Menurut data terbaru dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), bahwa harga beras premium naik 1,34% menjadi Rp.16.640 per kg (kilo gram) dan beras medium naik 0,56% menjadi Rp14.410 per kg. Kenaikan harga tersebut ditaksir merupakan kenaikan paling tinggi sepanjang sejarah bangsa ini merdeka.

Dinaikannya harga beras atau harga gabah tentunya bukan semata-mata karena pemerintah sayang terhadap petani. Tapi memang kepepet saja! Karena cuaca buruk telah memengaruhi dunia pertanian gagal panin di Indonesia. Sehingga ketersediaan stok beras dalam negri menipis apalagi setelah pemilu ini?!

Jika dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) produksi padi di tahun 2023 diperkirakan hanya sebesar 53,63 juta ton GKG dan menurun sebanyak 1,12 juta ton GKG atau 2,05 persen jika dibandingkan dengan produksi padi di tahun 2022 lebih besar, yaitu di angka 54,75 juta ton GKG.

Sementara pada produksi beras di tahun 2023 dapat diperkirakan hanya mencapai 53,63 juta ton GKG dan mengalami penurunan sebesar 1,12 juta ton GKG atau 2,05 persen dibandingkan dengan produksi padi di tahun 2022 lebih besar yaitu 54,75 juta ton (bps.go.id).

Presiden Jokowi Widodo memberikan penjelasan terkait menurunnya produksi beras, bahwa dikarenakan para petani kita gagal panen. Hal itu, katanya, disebabkan oleh perubahan cuaca yang cukup ekstrim (El-nino).

Bagaimana El Nino berpengaruh besar terhadap dunia pertanian?

Memang pengaruh cuaca atau fenomena iklim terhadap dunia pertanian sangatlah kuat. Karena pertanian sangat bergantung pada cuaca alam dan kelayakan tanahnya. El Nino sendiri merupakan fenomena iklim yang dapat ditandai dengan adanya pemanasan suhu permukaan laut secara berkala di Samudra Pasifik Tropis. Fenomena tersebut sangat dapat mengganggu pola sirkulasi atmosfer yang biasa terjadi, yang menyebabkan dampak iklim di seluruh dunia.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, “.El Nino biasanya membawa curah hujan yang berlebihan ke pantai barat Amerika Selatan, yang sering kali menyebabkan banjir dan tanah longsor. Sebaliknya, wilayah di Pasifik barat mengalami kondisi kekeringan, yang dapat menyebabkan kegagalan panen dan kekurangan air” (bpbd.jatimprov.go.id).

Namun kabar datang lebih mengejutkan ketika justru Indonesia melakukan impor beras cukup besar di tahun 2023 sebanyak 3,06 juta ton dari beberapa negara  yang juga masih dalam kawasan pasifik. Seperti Thailand (1,38 juta ton), Vietnam (1,14 juta ton), Pakistan (309 ribu ton), Myanmar (141 ribu ton), dan negara lainnya 83 ribu ton.

Hal inilah kemudian yang menjadi satu alasan mengapa kita bisa melamun tanpa sebab. Bagaimana tidak, mereka (Thailand, Vietnam, Myanmar…) bisa surplus beras di tengah anomali iklim hari ini. Sedang kita justru sangat kekurangan. Apakah ada kesahalan dari kita, dari petani kita?  Atau?

Sudah sedari dulu pemerintah diingatkan oleh para aktivis yang bersuara lantang mengenai perubahan iklim akan menyasar ke segala bidang, salah satunya pertanian. Dan efek buruk deforestasi terhadap tanah pula sudah diperingatkan. Tapi pemerintah terkesan abai pada isu ini. Sehingga kita tak pernah mendengar alternatif mereka, pemerintah, dalam mewanti-wanti kondisi akhirnya seperti apa selain hanya bisa menaikan harga setinggi langit.

Kenaikan harga beras atau gabah sangat mungkin menguntungkan bagi petani di samping harga pupuk dan obat-obatan lainnya yang juga sama mahalnya bagi mereka. Sehingga kenaikan beras atau gabah memang sepadan dengan apa yang telah para petani keluarkan sebagai ongkos atau modal.

Tapi ini lain, para petani justru mesti mempertanyakan sesuatu hal tentang kesejahteraan dirinya. Sebab pemerintah tak pernah benar-benar intens peduli alami pada petani menaikan harga beras sangat tinggi ini kalo bukan karena darurat, hari raya, dan alasan lainnya. Sehingga sudah semestinya kita mempertanyakan keberpihakan pemerintah terhadap para petani.

Bukan rahasia umum lagi jika pemerintah hanya menginginkan ketersediaan beras stabil, harga pangan stabil. Tapi ya itulah, kesejahteraan petani kita tak pernah menjadi perhitungan mereka yang utama. Lebih-lebih pemerintah tak pernah mau tahu seberapa susahnya para petani mengeluarkan ongkos untuk mengurus sawahnya walaupun sudah digemborkan subsidi pupuk segala macam tetek bengeknya. Tapi di lapangan justru harga pupuk terkadang lebih mahal dari harga berasnya sendiri (sebelum kenaikan harga beras sekarang).

Coba saja lihat rekam jejak tahun 2022 ketika Mentri Perdagangan Zulkifli Hasan, di tengah sedang mahalnya harga cabai, dll. Malah mengatakan harga naik hanya sebagai bonus untuk petani, “..Ya, sekali-sekali petani dapat bonus lah,” kata Zulkifli saat itu (lihat berita kompas online tahun 2022).

Kalau kita pikir lima kali tujuh keliling kota Singaraja. Pak Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan sendiri seolah tak menunjukan keseriusannya dalam memperhatikan kesejahteraan para petani dimanapun mereka berada. Sebab hanya sesekali niat baiknya dalam memberikan sebuah bonus kenaikan harga untuk petani senang. Sehingga sangat pantas kalo negri ini kekurangan generasi petani muda, sebab negara sendiri tak pernah serius meletakan nasib baik kepada para petaninya.

Ini adalah hari kebingungan kita semua akhirnya, para petani dan kita para pembeli setelah harga beras naik. Jika harga beras mahal tentu harga lainnya mengekor ikut mahal entah sedikit atau lebih. Bukan masalah tak mendukung untuk petani tidak sejahtera, tapi karena tak semua masyarakat memiliki penghasilan sama besarnya seperti, misalnya, Pak Zulkifli itu.

Pendapatan perkapita masyarakat kita memang tergolong rendah dan kecil dibanding dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Jika pendapatan rendah, tentu hasrat untuk membeli pun mesti mikir-mikir dulu. Sehingga sangat logis jika jeritan meledak-ledak di pinggiran kota hingga kampung dan pelosok karena beras mahal mencekik wong cilik, Aw…

Sehingga di tengah masyarakat barangkali masih ada rasa kurang ikhlas menerima kenyataan sepahit ini. Sehingga, boleh jadi, kebanyakan dari masyarakat akan berpikir: Barangkali jika pejabat kepalanya ketiban meteor, maka bisa saja tiba-tiba dengan tidak sadar akan menggelontorkan sembako sangat besar seperti di pemilu kemarin. Ups! [T]

Megawati, Bandara Internasional, dan Begitu Mudahnya Petani Bali Kehilangan Tanah
Aktivis, Petani, dan Pencarian Jati Diri Orang Bali
Melihat Nasib Petani di Bali dalam Gemerlap Pembangunan
Berdamai Dengan Perubahan di Bali (dan dari Bali)
Tags: pertanianpetani
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Eksplorasi Estetika” 23 Seniman di Galeri Taman Budaya NTB

Next Post

Misteri Kepala yang Terpenggal | Cerpen Putu Arya Nugraha

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
0
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

Read moreDetails

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

by Chusmeru
June 24, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

Read moreDetails

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails
Next Post
Misteri Kepala yang Terpenggal | Cerpen Putu Arya Nugraha

Misteri Kepala yang Terpenggal | Cerpen Putu Arya Nugraha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja
Pemerintahan

Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja

SINGARAJA – TATKALA.CO | Wajah baru kawasan Titik Nol Kota Singaraja mulai terlihat. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, didampingi Wakil...

by tatkala
June 24, 2026
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co