25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nasib Petani di Tengah Ketidakpastian Musim dan Ketidakjelasan Omongan

Son Lomri by Son Lomri
March 2, 2024
in Esai
Nasib Petani di Tengah Ketidakpastian Musim dan Ketidakjelasan Omongan

Petani sedang mengolah tanah sawah dengan traktor | Foto ilustrasi: Jaswanto

INDONESIA adalah tempatnya orang-orang menanam sebatang kayu walau di sembarang tempat dan tanpa disiram, pun bisa tumbuh hingga berdaun lebat. Sebab itu orang-orang menanam jagung, cabe, tomat, dan padi, dan lainnya yang lebih menguntungkan walau tak membuat kaya.

Walaupun sebagai negara agraris yang bisa menghasilkan beras untuk memenuhi kebutuhan penduduknya sendiri, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa harga beras bisa naik sangat tinggi di luar dari perkiraan sebagai negara agraris tersebut.  

Seperti pada seminggu terakhir ini, kenaikan harga pada beras menjadi persoalan yang cukup memusingkan semua kalangan, terutama kelas ekonomi menengah ke bawah.

Menurut data terbaru dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), bahwa harga beras premium naik 1,34% menjadi Rp.16.640 per kg (kilo gram) dan beras medium naik 0,56% menjadi Rp14.410 per kg. Kenaikan harga tersebut ditaksir merupakan kenaikan paling tinggi sepanjang sejarah bangsa ini merdeka.

Dinaikannya harga beras atau harga gabah tentunya bukan semata-mata karena pemerintah sayang terhadap petani. Tapi memang kepepet saja! Karena cuaca buruk telah memengaruhi dunia pertanian gagal panin di Indonesia. Sehingga ketersediaan stok beras dalam negri menipis apalagi setelah pemilu ini?!

Jika dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) produksi padi di tahun 2023 diperkirakan hanya sebesar 53,63 juta ton GKG dan menurun sebanyak 1,12 juta ton GKG atau 2,05 persen jika dibandingkan dengan produksi padi di tahun 2022 lebih besar, yaitu di angka 54,75 juta ton GKG.

Sementara pada produksi beras di tahun 2023 dapat diperkirakan hanya mencapai 53,63 juta ton GKG dan mengalami penurunan sebesar 1,12 juta ton GKG atau 2,05 persen dibandingkan dengan produksi padi di tahun 2022 lebih besar yaitu 54,75 juta ton (bps.go.id).

Presiden Jokowi Widodo memberikan penjelasan terkait menurunnya produksi beras, bahwa dikarenakan para petani kita gagal panen. Hal itu, katanya, disebabkan oleh perubahan cuaca yang cukup ekstrim (El-nino).

Bagaimana El Nino berpengaruh besar terhadap dunia pertanian?

Memang pengaruh cuaca atau fenomena iklim terhadap dunia pertanian sangatlah kuat. Karena pertanian sangat bergantung pada cuaca alam dan kelayakan tanahnya. El Nino sendiri merupakan fenomena iklim yang dapat ditandai dengan adanya pemanasan suhu permukaan laut secara berkala di Samudra Pasifik Tropis. Fenomena tersebut sangat dapat mengganggu pola sirkulasi atmosfer yang biasa terjadi, yang menyebabkan dampak iklim di seluruh dunia.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, “.El Nino biasanya membawa curah hujan yang berlebihan ke pantai barat Amerika Selatan, yang sering kali menyebabkan banjir dan tanah longsor. Sebaliknya, wilayah di Pasifik barat mengalami kondisi kekeringan, yang dapat menyebabkan kegagalan panen dan kekurangan air” (bpbd.jatimprov.go.id).

Namun kabar datang lebih mengejutkan ketika justru Indonesia melakukan impor beras cukup besar di tahun 2023 sebanyak 3,06 juta ton dari beberapa negara  yang juga masih dalam kawasan pasifik. Seperti Thailand (1,38 juta ton), Vietnam (1,14 juta ton), Pakistan (309 ribu ton), Myanmar (141 ribu ton), dan negara lainnya 83 ribu ton.

Hal inilah kemudian yang menjadi satu alasan mengapa kita bisa melamun tanpa sebab. Bagaimana tidak, mereka (Thailand, Vietnam, Myanmar…) bisa surplus beras di tengah anomali iklim hari ini. Sedang kita justru sangat kekurangan. Apakah ada kesahalan dari kita, dari petani kita?  Atau?

Sudah sedari dulu pemerintah diingatkan oleh para aktivis yang bersuara lantang mengenai perubahan iklim akan menyasar ke segala bidang, salah satunya pertanian. Dan efek buruk deforestasi terhadap tanah pula sudah diperingatkan. Tapi pemerintah terkesan abai pada isu ini. Sehingga kita tak pernah mendengar alternatif mereka, pemerintah, dalam mewanti-wanti kondisi akhirnya seperti apa selain hanya bisa menaikan harga setinggi langit.

Kenaikan harga beras atau gabah sangat mungkin menguntungkan bagi petani di samping harga pupuk dan obat-obatan lainnya yang juga sama mahalnya bagi mereka. Sehingga kenaikan beras atau gabah memang sepadan dengan apa yang telah para petani keluarkan sebagai ongkos atau modal.

Tapi ini lain, para petani justru mesti mempertanyakan sesuatu hal tentang kesejahteraan dirinya. Sebab pemerintah tak pernah benar-benar intens peduli alami pada petani menaikan harga beras sangat tinggi ini kalo bukan karena darurat, hari raya, dan alasan lainnya. Sehingga sudah semestinya kita mempertanyakan keberpihakan pemerintah terhadap para petani.

Bukan rahasia umum lagi jika pemerintah hanya menginginkan ketersediaan beras stabil, harga pangan stabil. Tapi ya itulah, kesejahteraan petani kita tak pernah menjadi perhitungan mereka yang utama. Lebih-lebih pemerintah tak pernah mau tahu seberapa susahnya para petani mengeluarkan ongkos untuk mengurus sawahnya walaupun sudah digemborkan subsidi pupuk segala macam tetek bengeknya. Tapi di lapangan justru harga pupuk terkadang lebih mahal dari harga berasnya sendiri (sebelum kenaikan harga beras sekarang).

Coba saja lihat rekam jejak tahun 2022 ketika Mentri Perdagangan Zulkifli Hasan, di tengah sedang mahalnya harga cabai, dll. Malah mengatakan harga naik hanya sebagai bonus untuk petani, “..Ya, sekali-sekali petani dapat bonus lah,” kata Zulkifli saat itu (lihat berita kompas online tahun 2022).

Kalau kita pikir lima kali tujuh keliling kota Singaraja. Pak Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan sendiri seolah tak menunjukan keseriusannya dalam memperhatikan kesejahteraan para petani dimanapun mereka berada. Sebab hanya sesekali niat baiknya dalam memberikan sebuah bonus kenaikan harga untuk petani senang. Sehingga sangat pantas kalo negri ini kekurangan generasi petani muda, sebab negara sendiri tak pernah serius meletakan nasib baik kepada para petaninya.

Ini adalah hari kebingungan kita semua akhirnya, para petani dan kita para pembeli setelah harga beras naik. Jika harga beras mahal tentu harga lainnya mengekor ikut mahal entah sedikit atau lebih. Bukan masalah tak mendukung untuk petani tidak sejahtera, tapi karena tak semua masyarakat memiliki penghasilan sama besarnya seperti, misalnya, Pak Zulkifli itu.

Pendapatan perkapita masyarakat kita memang tergolong rendah dan kecil dibanding dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Jika pendapatan rendah, tentu hasrat untuk membeli pun mesti mikir-mikir dulu. Sehingga sangat logis jika jeritan meledak-ledak di pinggiran kota hingga kampung dan pelosok karena beras mahal mencekik wong cilik, Aw…

Sehingga di tengah masyarakat barangkali masih ada rasa kurang ikhlas menerima kenyataan sepahit ini. Sehingga, boleh jadi, kebanyakan dari masyarakat akan berpikir: Barangkali jika pejabat kepalanya ketiban meteor, maka bisa saja tiba-tiba dengan tidak sadar akan menggelontorkan sembako sangat besar seperti di pemilu kemarin. Ups! [T]

Megawati, Bandara Internasional, dan Begitu Mudahnya Petani Bali Kehilangan Tanah
Aktivis, Petani, dan Pencarian Jati Diri Orang Bali
Melihat Nasib Petani di Bali dalam Gemerlap Pembangunan
Berdamai Dengan Perubahan di Bali (dan dari Bali)
Tags: pertanianpetani
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Eksplorasi Estetika” 23 Seniman di Galeri Taman Budaya NTB

Next Post

Misteri Kepala yang Terpenggal | Cerpen Putu Arya Nugraha

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Misteri Kepala yang Terpenggal | Cerpen Putu Arya Nugraha

Misteri Kepala yang Terpenggal | Cerpen Putu Arya Nugraha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co