4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nasib Petani di Tengah Ketidakpastian Musim dan Ketidakjelasan Omongan

Son Lomri by Son Lomri
March 2, 2024
in Esai
Nasib Petani di Tengah Ketidakpastian Musim dan Ketidakjelasan Omongan

Petani sedang mengolah tanah sawah dengan traktor | Foto ilustrasi: Jaswanto

INDONESIA adalah tempatnya orang-orang menanam sebatang kayu walau di sembarang tempat dan tanpa disiram, pun bisa tumbuh hingga berdaun lebat. Sebab itu orang-orang menanam jagung, cabe, tomat, dan padi, dan lainnya yang lebih menguntungkan walau tak membuat kaya.

Walaupun sebagai negara agraris yang bisa menghasilkan beras untuk memenuhi kebutuhan penduduknya sendiri, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa harga beras bisa naik sangat tinggi di luar dari perkiraan sebagai negara agraris tersebut.  

Seperti pada seminggu terakhir ini, kenaikan harga pada beras menjadi persoalan yang cukup memusingkan semua kalangan, terutama kelas ekonomi menengah ke bawah.

Menurut data terbaru dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), bahwa harga beras premium naik 1,34% menjadi Rp.16.640 per kg (kilo gram) dan beras medium naik 0,56% menjadi Rp14.410 per kg. Kenaikan harga tersebut ditaksir merupakan kenaikan paling tinggi sepanjang sejarah bangsa ini merdeka.

Dinaikannya harga beras atau harga gabah tentunya bukan semata-mata karena pemerintah sayang terhadap petani. Tapi memang kepepet saja! Karena cuaca buruk telah memengaruhi dunia pertanian gagal panin di Indonesia. Sehingga ketersediaan stok beras dalam negri menipis apalagi setelah pemilu ini?!

Jika dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) produksi padi di tahun 2023 diperkirakan hanya sebesar 53,63 juta ton GKG dan menurun sebanyak 1,12 juta ton GKG atau 2,05 persen jika dibandingkan dengan produksi padi di tahun 2022 lebih besar, yaitu di angka 54,75 juta ton GKG.

Sementara pada produksi beras di tahun 2023 dapat diperkirakan hanya mencapai 53,63 juta ton GKG dan mengalami penurunan sebesar 1,12 juta ton GKG atau 2,05 persen dibandingkan dengan produksi padi di tahun 2022 lebih besar yaitu 54,75 juta ton (bps.go.id).

Presiden Jokowi Widodo memberikan penjelasan terkait menurunnya produksi beras, bahwa dikarenakan para petani kita gagal panen. Hal itu, katanya, disebabkan oleh perubahan cuaca yang cukup ekstrim (El-nino).

Bagaimana El Nino berpengaruh besar terhadap dunia pertanian?

Memang pengaruh cuaca atau fenomena iklim terhadap dunia pertanian sangatlah kuat. Karena pertanian sangat bergantung pada cuaca alam dan kelayakan tanahnya. El Nino sendiri merupakan fenomena iklim yang dapat ditandai dengan adanya pemanasan suhu permukaan laut secara berkala di Samudra Pasifik Tropis. Fenomena tersebut sangat dapat mengganggu pola sirkulasi atmosfer yang biasa terjadi, yang menyebabkan dampak iklim di seluruh dunia.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, “.El Nino biasanya membawa curah hujan yang berlebihan ke pantai barat Amerika Selatan, yang sering kali menyebabkan banjir dan tanah longsor. Sebaliknya, wilayah di Pasifik barat mengalami kondisi kekeringan, yang dapat menyebabkan kegagalan panen dan kekurangan air” (bpbd.jatimprov.go.id).

Namun kabar datang lebih mengejutkan ketika justru Indonesia melakukan impor beras cukup besar di tahun 2023 sebanyak 3,06 juta ton dari beberapa negara  yang juga masih dalam kawasan pasifik. Seperti Thailand (1,38 juta ton), Vietnam (1,14 juta ton), Pakistan (309 ribu ton), Myanmar (141 ribu ton), dan negara lainnya 83 ribu ton.

Hal inilah kemudian yang menjadi satu alasan mengapa kita bisa melamun tanpa sebab. Bagaimana tidak, mereka (Thailand, Vietnam, Myanmar…) bisa surplus beras di tengah anomali iklim hari ini. Sedang kita justru sangat kekurangan. Apakah ada kesahalan dari kita, dari petani kita?  Atau?

Sudah sedari dulu pemerintah diingatkan oleh para aktivis yang bersuara lantang mengenai perubahan iklim akan menyasar ke segala bidang, salah satunya pertanian. Dan efek buruk deforestasi terhadap tanah pula sudah diperingatkan. Tapi pemerintah terkesan abai pada isu ini. Sehingga kita tak pernah mendengar alternatif mereka, pemerintah, dalam mewanti-wanti kondisi akhirnya seperti apa selain hanya bisa menaikan harga setinggi langit.

Kenaikan harga beras atau gabah sangat mungkin menguntungkan bagi petani di samping harga pupuk dan obat-obatan lainnya yang juga sama mahalnya bagi mereka. Sehingga kenaikan beras atau gabah memang sepadan dengan apa yang telah para petani keluarkan sebagai ongkos atau modal.

Tapi ini lain, para petani justru mesti mempertanyakan sesuatu hal tentang kesejahteraan dirinya. Sebab pemerintah tak pernah benar-benar intens peduli alami pada petani menaikan harga beras sangat tinggi ini kalo bukan karena darurat, hari raya, dan alasan lainnya. Sehingga sudah semestinya kita mempertanyakan keberpihakan pemerintah terhadap para petani.

Bukan rahasia umum lagi jika pemerintah hanya menginginkan ketersediaan beras stabil, harga pangan stabil. Tapi ya itulah, kesejahteraan petani kita tak pernah menjadi perhitungan mereka yang utama. Lebih-lebih pemerintah tak pernah mau tahu seberapa susahnya para petani mengeluarkan ongkos untuk mengurus sawahnya walaupun sudah digemborkan subsidi pupuk segala macam tetek bengeknya. Tapi di lapangan justru harga pupuk terkadang lebih mahal dari harga berasnya sendiri (sebelum kenaikan harga beras sekarang).

Coba saja lihat rekam jejak tahun 2022 ketika Mentri Perdagangan Zulkifli Hasan, di tengah sedang mahalnya harga cabai, dll. Malah mengatakan harga naik hanya sebagai bonus untuk petani, “..Ya, sekali-sekali petani dapat bonus lah,” kata Zulkifli saat itu (lihat berita kompas online tahun 2022).

Kalau kita pikir lima kali tujuh keliling kota Singaraja. Pak Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan sendiri seolah tak menunjukan keseriusannya dalam memperhatikan kesejahteraan para petani dimanapun mereka berada. Sebab hanya sesekali niat baiknya dalam memberikan sebuah bonus kenaikan harga untuk petani senang. Sehingga sangat pantas kalo negri ini kekurangan generasi petani muda, sebab negara sendiri tak pernah serius meletakan nasib baik kepada para petaninya.

Ini adalah hari kebingungan kita semua akhirnya, para petani dan kita para pembeli setelah harga beras naik. Jika harga beras mahal tentu harga lainnya mengekor ikut mahal entah sedikit atau lebih. Bukan masalah tak mendukung untuk petani tidak sejahtera, tapi karena tak semua masyarakat memiliki penghasilan sama besarnya seperti, misalnya, Pak Zulkifli itu.

Pendapatan perkapita masyarakat kita memang tergolong rendah dan kecil dibanding dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Jika pendapatan rendah, tentu hasrat untuk membeli pun mesti mikir-mikir dulu. Sehingga sangat logis jika jeritan meledak-ledak di pinggiran kota hingga kampung dan pelosok karena beras mahal mencekik wong cilik, Aw…

Sehingga di tengah masyarakat barangkali masih ada rasa kurang ikhlas menerima kenyataan sepahit ini. Sehingga, boleh jadi, kebanyakan dari masyarakat akan berpikir: Barangkali jika pejabat kepalanya ketiban meteor, maka bisa saja tiba-tiba dengan tidak sadar akan menggelontorkan sembako sangat besar seperti di pemilu kemarin. Ups! [T]

Megawati, Bandara Internasional, dan Begitu Mudahnya Petani Bali Kehilangan Tanah
Aktivis, Petani, dan Pencarian Jati Diri Orang Bali
Melihat Nasib Petani di Bali dalam Gemerlap Pembangunan
Berdamai Dengan Perubahan di Bali (dan dari Bali)
Tags: pertanianpetani
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Eksplorasi Estetika” 23 Seniman di Galeri Taman Budaya NTB

Next Post

Misteri Kepala yang Terpenggal | Cerpen Putu Arya Nugraha

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Misteri Kepala yang Terpenggal | Cerpen Putu Arya Nugraha

Misteri Kepala yang Terpenggal | Cerpen Putu Arya Nugraha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co