12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

KUMARA YAJÑA:  Dharma Memelihara Fasilitas Publik Pascaperebutan Kekuasaan

Putu Eka Guna Yasa by Putu Eka Guna Yasa
February 26, 2024
in Esai
Pawisik Durga, Galungan, dan Cinta Kasih

Putu Eka Guna Yasa

KITA harus bersyukur kepada waktu yang telah mengizinkan berbagai perubahan terjadi di dunia ini, termasuk dalam proses peraihan kekuasaan. Di masa lalu, kekuasaan secara dominan didapatkan melalui jalur refresif dengan cara perang. Para ksatria yang bertempur di medan laga itu memaknai tindakannya sebagai sebentuk upacara yang disebut raṇa yajña. Kata rana berarti  berarti ‘peperangan’, sedangkan yajña bermakna ‘korban suci’. Dengan demikian, raṇa yajña sama dengan korban suci yang dilakukan oleh para ksatria melalui peperangan.

Barangkali dengan konsep raṇa yajña itulah perang terjadi berkali-kali sepanjang sejarah kerajaan Bali.  Pustaka Usana Bali Mayantaka bahkan menarasikan jika pada masa Bali Kuno seorang tokoh mitologis-simbolis bernama Mayadanawa sempat berperang tanding dengan para dewata di bawah pimpinan Hyang Indra. Mayadanawa yang  tengah menjalankan angaji pĕgat akhirnya gugur setelah berhasil beberapa kali mengelabuhi Indra dengan penyamarannya.

Sementara itu, Babad Dalem mengisahkan pada masa Bali Tengahan perang menandai perluasan rezim Majapahit di Bali. Sri Astasura Ratna Bumi Banten dengan dua patih andalannya yaitu Kebo Iwa dan Ki Pasung Grigis harus takluk kepada Gajah Mada. Kerajaan Bali, dikuasai secara penuh oleh Majapahit.

Di sisi lain, Geguritan Bhuwana Winasa menuturkan bahwa sebelum berperang dengan Belanda, perpecahan internal kerajaan-kerajaan seperti Mengwi dan Gianyar  sesungguhnya telah terjadi. Perpecahan internal itulah yang menyebabkan Belanda lebih mudah memasuki kerajaan Bali, sampai akhirnya meletus dua perang habis-habisan yakni Puputan Badung dan Puputan Klungkung. Fakta-fakta historis-mitologis di atas menjadi bukti bahwa kekuasaan diraih dengan jalur intervensi, jalan pedang, dan peperangan.

Bagi para ksatria di masa lampau yang menerapkan raṇa yajña itu, medan perang sesungguhnya tidak berbeda dengan kunda atau tungku persajian. Kakawin Bharata Yuddha menyatakan para ksatria yang melakukan perang akan menjadikan medan tempur sebagai altar pemujaan. Di tempat tersebut, mereka dengan girang menaburkan sekar taji hiasan rambut musuh-musuhnya sebagai bunga. Cudamani hiasan kening para ksatria lain yang gugur di medan perang sebagai beras. Kerajaan musuh yang hangus terbakar sebagai api pemujaan. Sementara kepala musuh yang berhasil dipenggal di keretanya adalah sarana pemujaan yang paling utama.

Dari gambaran Kakawin Bharata Yuddha di atas, raṇa yajña tercitra sebagai korban suci yang penuh dengan kengerian. Meskipun demikan, pustaka Niti Sastra melegitimasi yadnya yang dilakukan para ksatria itu dengan pernyataan bahwa mereka yang gugur dalam peperangan akan mendapatkan alam Wisnu, sedangkan yang menang dalam peperangan akan mendapatkan kesejahteraan dunia. Artinya, dalam banyak hal, demi menegakkan kebenaran jalur intervensi, jalan pedang, dan peperangan menjadi sah-sah saja.

Apakah menjalankan raṇa yajña menjadi puncak capaian seoran ksatria atau pemimpin? Pustaka Catur Yuga yang menguraikan petuah-petuah Bhagawan Purbhasomi ternyata menjelaskan bahwa pasca melakukan raṇa yajña, seorang pemegang kekuasaan mesti melakukan kumara yajña. Kumara yajña adalah kewajiban para penguasa untuk melakukan perbaikan dan pemeliharaan terhadap infrastruktur secara menyeluruh. Infrastruktur yang dimaksud adalah tempat suci, candi, dan kabuyutan (dharma candi kabuyutan pahayun). Ia berkewajiban untuk memperbaiki dan memelihara jalan serta pasar umum (dharma hawan pahayun, dharma pasar agĕng pahayun). Sebagai seorang pemimpin, Ia juga berkewajiban memelihara kelestarian laut dan kuburan (dharma sagara pahayun, dharma setra pahayun).

Bersandar pada penjelasan pustaka Catur Yuga di atas, kita dapat mengetahui bahwa membangun infrastruktur dari hulu hingga hilir menjadi tanggung jawab para pemimpin usai perebutan kekuasaan. Dengan memperbaiki tempat suci, candi, dan kabuyutan, seorang pemimpin memperkokoh benteng rohani masyarakat. Melalui perbaikan dan pemeliharaan jalan serta pasar, seorang pemimpin memperkuat pilar-pilar penyangga kesejahteraan masyarakat. Dengan memperbaiki dan memelihara laut serta kuburan, seorang pemimpin menjaga kelestarian alam khususnya sumber-sumber amerta. Bukankah kuburan dan laut adalah dua tempat wisuda bagi sarjana-sarjana kehidupan? Jika demikian, perbaikan dan pelestariannya juga menjadi kewajiban seorang pemimpin pada saat yang bersamaan, bukan malah memunggungi dan mengkorupsi isinya!

Itulah raṇa yajña dan kumara yajña yang dilakukan para pemegang kekuasaan di masa lalu. Saat ini, raṇa yajña sebagai jalan perebutan kekuasaan dengan mengangkat pedang tidak lagi dilakukan. Dalam memilih pemimpinnya, masyarakat kini hanya cukup mengangkat paku lalu mencoblos kandidat sesuai hati nuraninya. Meski telah terjadi perubahan dalam proses pemilihan, kumara yajña penting tetap dilakukan oleh para penguasa jika ingin mewujudkan ketenteraman masyarakatnya (ya ta mangde krethaning bhumi sang aji). [T]


  • Klik untuk BACA artikel lain dari penulis PUTU EKA GUNA YASA
Rekonsiliasi Pasca Perebutan Kekuasaan: Mengintip Pesan Kakawin Ramayana
Hoax dalam Momentum Transisi Kekuasaan:  Refleksi Sastra untuk Membaca Realita
Konsekuensi Gratifikasi Jelang Perebutan Kekuasaan: Renungan dari Bharata Yuddha
Kata-Kata untuk Pemegang Tahta
Menebak Karakteristik dari Penampilan Fisik: Catatan dari Lontar Pawetuan Jadma
Hari Lahir dan Pantangan Makanannya dalam Lontar Pawetuan Jadma Ala Ayu
Hari Lahir dan Pantangan Makanannya dalam Lontar Pawetuan Jadma Ala Ayu
Tags: kekuasaanPemilu 2024Politiksastra bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Buleleng Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Next Post

Society of the Snow (2023): Kisah Mengerikan dari Pegunungan Andes

Putu Eka Guna Yasa

Putu Eka Guna Yasa

Pembaca lontar, dosen FIB Unud, aktivitis BASAbali Wiki

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Society of the Snow (2023): Kisah Mengerikan dari Pegunungan Andes

Society of the Snow (2023): Kisah Mengerikan dari Pegunungan Andes

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co