13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Buku Cerpen Berbahasa Bali “Ada…” Karya Komang Adnyana Dibedah Santai dan Serius di STAHN Mpu Kuturan Singaraja

tatkala by tatkala
February 7, 2024
in Khas
Buku Cerpen Berbahasa Bali “Ada…” Karya Komang Adnyana Dibedah Santai dan Serius di STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Para pembicara dalam acara bedah buku di STAHN Mpu Kuturan Singaraja | Foto: Dok. panitia

ADALAH peristiwa pendidikan dan kebudayaan yang cukup menggembirakan ketika melihat dosen dan mahasiswa Program Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali (PSABB) STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Buleleng, Bali, membicarakan buku Sastra Bali Modern dengan cara yang santai, di luar kelas, di luar mata kuliah, namun tetap serius.

Dosen menjadi pembedah buku, mahasiswa mendengar dengan suntuk, meski sesekali seakan tak tahan membuka-buka HP. Dosen tidak berlaku seperti seorang pengajar, melainkan menyediakan diri untuk diajak diskusi. Mahasiswa pun merasa tak sesak dijepit tembok kelas dan sekat formalitas, sehingga leluasa menyampaikan pendapat seperti teman atau lawan diskusi.

Peristiwa menggembirakan itu tampak ketika dosen dan mahasiswa, yang sama-sama muda, itu mengadakan acara bedah buku, Widyatula Pupulan Satua Bali Modern di halaman depan pintu masuk asrama putri kampus STAHN Mpu Kuturan di Banyuning, Singaraja, Selasa sore, 6 Februari 2024. Buku yang dibedah adalah buku Pupulan Satua Bali Modern (kumpulan cerpen berbahasa Bali) berjudul “Ada…” karya Komang Adnyana. 

Buku kumpulan cerpen berbahasa Bali karya Komang Adnayana | Foto: tatkala.co

Pembedahnya adalah Made Susila Putra, dosen Prodi Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali; Made Reland Udayana Tangkas, juga dosen Prodi Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali di STAHN Mpu Kuturan, serta Putu Ardiyasa, dosen Prodi Pendidikan Seni Budaya Keagamaan Hindu. Moderatornya, I Wayan Sukarta Yasa. Acara bedah itu masih berkaitan dengan rangkaian acara Bulan Bahasa Bali dengan tema Jana Krethi yang digelar Program Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali STAHN Mpu Kuturan Singaraja sejak 1 Februari 2024.

Buku Pupulan Satua Bali Modern berjudul Ada ini diterbitkan Pustaka Ekspresi (2023) yang sebelumnya menjadi pemenang pertama dalam lomba naskah buku cerpen Gerip Maurip yang diadakan Pustaka Ekspresi. Buku ini berisi 11 satua (cerpen) yang ditulis pada masa-masa pandemi tahun 2020-2021.

Suasana santai dalam acara bedah buku pupulan satua Bali modern di halaman kampus STAHN Mpu Kuturan | Foto: Dok. panitia

Made Susila Putra mengatakan buku karya Komang Adnyana memiliki keunikan tersendiri, terutama karena setiap judul yang ada di dalam buku ini memuat kata “Ada…”.  Misalnya judul “Ada Tongos Tenget Tusing Dadi Matunangan (Ada Tempat Keramat Dilarang Pacaran), “Ada Celeng Mamaca Cerpen (Ada Babi Membaca Cerpen”, “Ada Anak Lingsir Tusing Suud-suud Meli Carik (Ada Orang Tua Tak Henti-henti Membeli Sawah)”,  dan “Ada Tukang Kidung Ane Tusing Mati-mati (Ada Tukang Kidung yang Tak Mati-mati)”.

“Dari judul-judulnya saja sudah mencirikan kekhasan cerpen yang dibuat Komang Adnyana,” kata Susila Putra.

Menurutnya, pupulan cerpen ini sangatlah bagus dan menarik untuk dibaca. “Dengan membaca judul, lalu masuk ke awal-awal cerita, semuanya membuat kita selalu penasaran, apa yang akan terjadi pada cerita itu selanjutnya,” ujar Susila Putra.

Sementara itu, Putu Ardiyasa menyebut  Komang Adnyana adalah seseorang yang bisa disebut absurd setelah membaca karya-karya dalam buku “Ada…” itu, dan hal itu sepertinya tidak sesuai dengan keperibadian sehari-hari yang diperlihatkan Komang Adnyana.

Karya-karya Komang Adnyana, kata Ardiyasa, dapat dengan mudah menggugah selera untuk terus membacanya sampai akhir. “Setiap cerpen membuat kita berpikir dan bertanya-tanya dan membayangkan peristiwa yang terjadi,” kata Ardiyasa yang biasa disapa Ardi.

Menurut Ardi, setiap tokoh dalam cerpen-cerpen itu memiliki konflik tersendiri yang membuat pembaca merasakan menikmati pengalaman baru. “Bak kita terjun hanyut ke dalam cerita,” ujar Ardi.

Sama dengan Ardi, begitu pula yang dirasakan oleh Reland Udayana.  Saat membaca pupulan cerpen “Ada…” membuatnya hanyut ke dalam cerita dan membuat ia tak bisa kembali.

Bagi Reland, cerpen-cerpen Komang Adnyana membuatnya terkesima sekaligus jengkel. Bagaimana tidak? Komang Adnyana membuat terkesima karena pada setiap cerita memiliki latar suasana yang berbeda, memberikan emosi yang berbeda-beda pula, sedangkan yang membuatnya jengkel di mana di setiap ceritanya memiliki plot twist yang mematahkan alur pemikiran pembaca.

“Pada saat mengikuti jalan cerita, pandangan awal terhadap karakter salah satu tokoh dibuat seperti yang ada di bayangan pembaca, namun di akhir cerita karakter tokoh itu ternyata tidak seperti yang dibayangkan,” kata Reland.

Selain itu, kata Reland, terdapat teka-teki pada setiap cerita yang perlu dipecahkan. Dan itu membuat kita sebagai pembaca, ingin mencari tau apa jawabannya.

Reland menyampaikan, berkaitan dengan tema Bulan Bahasa Bali tahun ini, yaitu tentang manusia, pada cerpen karya Komang Adnyana ini  mencerminkan kompleksitas tentang karakter manusia  yang mungkin tidak digambarkan secara realistis, namun memberikan suasana dunia yang berbeda.

Ketua panitia Nengah Juliawan (kiri) memberikan piagam penghargaan kepada penulis Komang Adnyana | Foto: Dok. panitia

Komang Adnyana sebagai penulis yang hadir dalam diskusi itu menceritakan bahwa ia  menulis buku pada periode tahun 2020 sampai pertengahan 2021.

Ia mengungkapkan, saat itu ia tidak memiliki inspirasi menulis, jadi ia hanya menuliskan kata “ada” di setiap awal judul yang akan ia buat sebagai cerpen. Setelah itu barulah ia menuliskan isi cerpen.

Tema pada cerita yang ia buat beragam, untuk keabsurdan yang dikatakan oleh pembedah Susila, Ardi, dan Reland, itu adalah sebuah gaya penulisan seorang penulis. Karena tentunya setiap penulis memiliki gaya penulisan yang berbeda pula.

Kenapa pula ia menggambarkan tokoh seperti yang dikatakan pembedah, karena menurut Komang Adnyana, satua Bali selalu terikat dengan sifatnya yang hitam putih. Jadi ia ingin menciptakan sebuah cerita yang keluar dari kecenderungan citra satua Bali yang seperti itu.

Dan juga dalam menyiapkan cerpen ini ia menjaga konsistensi setiap cerita agar tak melenceng atau menjadi janggal tanpa logika.

Foto bersama di akhir acara | Foto: Dok. panitia

Pada sesi diskusi, sejumlah mahasiswa mengajukan pertanyaan dan punya upaya untuk melakukan perdebatan. Meski pertanyaan-pertanyaan mahasiswa masih berputar pada persoalan-persoalan mendasar, misalnya bagaiamana cara membuat cerita yang menarik, namun acara bedah buku ini adalah awal yang baik bagi mahasiswa Program Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali STAHN Mpu Kuturan Singaraja untuk terus belajar tentang bahasa Bali, tentang proses pembuatan karya sastra, dan lain-lain, melalui buku-buku sastra.

Barangkali acara ini tetap akan dilakukan, meski tak harus berkaitan dengan perayaan Bulan Bahasa Bali. [T]

Reporter: Ado
Penulis: Ado
Editor: Jaswanto

BACA artikel lain terkait STAHN MPU KUTURAN SINGARAJA

Tags: apresiasi sastracerpen bahasa balicerpen berbahasa BaliKomang AdnyanaPustaka Ekspresisastra balisastra bali modernSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Minikino Presentasikan Sinema Inklusif di Festival Film Pendek Internasional Clermont-Ferrand

Next Post

Lomba Muspus Bulan Bahasa Bali VI: Dari Pendatang Baru, sampai Model Garapan Baru 

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Lomba Muspus Bulan Bahasa Bali VI: Dari Pendatang Baru, sampai Model Garapan Baru 

Lomba Muspus Bulan Bahasa Bali VI: Dari Pendatang Baru, sampai Model Garapan Baru 

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co