2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Buku Cerpen Berbahasa Bali “Ada…” Karya Komang Adnyana Dibedah Santai dan Serius di STAHN Mpu Kuturan Singaraja

tatkala by tatkala
February 7, 2024
in Khas
Buku Cerpen Berbahasa Bali “Ada…” Karya Komang Adnyana Dibedah Santai dan Serius di STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Para pembicara dalam acara bedah buku di STAHN Mpu Kuturan Singaraja | Foto: Dok. panitia

ADALAH peristiwa pendidikan dan kebudayaan yang cukup menggembirakan ketika melihat dosen dan mahasiswa Program Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali (PSABB) STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Buleleng, Bali, membicarakan buku Sastra Bali Modern dengan cara yang santai, di luar kelas, di luar mata kuliah, namun tetap serius.

Dosen menjadi pembedah buku, mahasiswa mendengar dengan suntuk, meski sesekali seakan tak tahan membuka-buka HP. Dosen tidak berlaku seperti seorang pengajar, melainkan menyediakan diri untuk diajak diskusi. Mahasiswa pun merasa tak sesak dijepit tembok kelas dan sekat formalitas, sehingga leluasa menyampaikan pendapat seperti teman atau lawan diskusi.

Peristiwa menggembirakan itu tampak ketika dosen dan mahasiswa, yang sama-sama muda, itu mengadakan acara bedah buku, Widyatula Pupulan Satua Bali Modern di halaman depan pintu masuk asrama putri kampus STAHN Mpu Kuturan di Banyuning, Singaraja, Selasa sore, 6 Februari 2024. Buku yang dibedah adalah buku Pupulan Satua Bali Modern (kumpulan cerpen berbahasa Bali) berjudul “Ada…” karya Komang Adnyana. 

Buku kumpulan cerpen berbahasa Bali karya Komang Adnayana | Foto: tatkala.co

Pembedahnya adalah Made Susila Putra, dosen Prodi Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali; Made Reland Udayana Tangkas, juga dosen Prodi Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali di STAHN Mpu Kuturan, serta Putu Ardiyasa, dosen Prodi Pendidikan Seni Budaya Keagamaan Hindu. Moderatornya, I Wayan Sukarta Yasa. Acara bedah itu masih berkaitan dengan rangkaian acara Bulan Bahasa Bali dengan tema Jana Krethi yang digelar Program Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali STAHN Mpu Kuturan Singaraja sejak 1 Februari 2024.

Buku Pupulan Satua Bali Modern berjudul Ada ini diterbitkan Pustaka Ekspresi (2023) yang sebelumnya menjadi pemenang pertama dalam lomba naskah buku cerpen Gerip Maurip yang diadakan Pustaka Ekspresi. Buku ini berisi 11 satua (cerpen) yang ditulis pada masa-masa pandemi tahun 2020-2021.

Suasana santai dalam acara bedah buku pupulan satua Bali modern di halaman kampus STAHN Mpu Kuturan | Foto: Dok. panitia

Made Susila Putra mengatakan buku karya Komang Adnyana memiliki keunikan tersendiri, terutama karena setiap judul yang ada di dalam buku ini memuat kata “Ada…”.  Misalnya judul “Ada Tongos Tenget Tusing Dadi Matunangan (Ada Tempat Keramat Dilarang Pacaran), “Ada Celeng Mamaca Cerpen (Ada Babi Membaca Cerpen”, “Ada Anak Lingsir Tusing Suud-suud Meli Carik (Ada Orang Tua Tak Henti-henti Membeli Sawah)”,  dan “Ada Tukang Kidung Ane Tusing Mati-mati (Ada Tukang Kidung yang Tak Mati-mati)”.

“Dari judul-judulnya saja sudah mencirikan kekhasan cerpen yang dibuat Komang Adnyana,” kata Susila Putra.

Menurutnya, pupulan cerpen ini sangatlah bagus dan menarik untuk dibaca. “Dengan membaca judul, lalu masuk ke awal-awal cerita, semuanya membuat kita selalu penasaran, apa yang akan terjadi pada cerita itu selanjutnya,” ujar Susila Putra.

Sementara itu, Putu Ardiyasa menyebut  Komang Adnyana adalah seseorang yang bisa disebut absurd setelah membaca karya-karya dalam buku “Ada…” itu, dan hal itu sepertinya tidak sesuai dengan keperibadian sehari-hari yang diperlihatkan Komang Adnyana.

Karya-karya Komang Adnyana, kata Ardiyasa, dapat dengan mudah menggugah selera untuk terus membacanya sampai akhir. “Setiap cerpen membuat kita berpikir dan bertanya-tanya dan membayangkan peristiwa yang terjadi,” kata Ardiyasa yang biasa disapa Ardi.

Menurut Ardi, setiap tokoh dalam cerpen-cerpen itu memiliki konflik tersendiri yang membuat pembaca merasakan menikmati pengalaman baru. “Bak kita terjun hanyut ke dalam cerita,” ujar Ardi.

Sama dengan Ardi, begitu pula yang dirasakan oleh Reland Udayana.  Saat membaca pupulan cerpen “Ada…” membuatnya hanyut ke dalam cerita dan membuat ia tak bisa kembali.

Bagi Reland, cerpen-cerpen Komang Adnyana membuatnya terkesima sekaligus jengkel. Bagaimana tidak? Komang Adnyana membuat terkesima karena pada setiap cerita memiliki latar suasana yang berbeda, memberikan emosi yang berbeda-beda pula, sedangkan yang membuatnya jengkel di mana di setiap ceritanya memiliki plot twist yang mematahkan alur pemikiran pembaca.

“Pada saat mengikuti jalan cerita, pandangan awal terhadap karakter salah satu tokoh dibuat seperti yang ada di bayangan pembaca, namun di akhir cerita karakter tokoh itu ternyata tidak seperti yang dibayangkan,” kata Reland.

Selain itu, kata Reland, terdapat teka-teki pada setiap cerita yang perlu dipecahkan. Dan itu membuat kita sebagai pembaca, ingin mencari tau apa jawabannya.

Reland menyampaikan, berkaitan dengan tema Bulan Bahasa Bali tahun ini, yaitu tentang manusia, pada cerpen karya Komang Adnyana ini  mencerminkan kompleksitas tentang karakter manusia  yang mungkin tidak digambarkan secara realistis, namun memberikan suasana dunia yang berbeda.

Ketua panitia Nengah Juliawan (kiri) memberikan piagam penghargaan kepada penulis Komang Adnyana | Foto: Dok. panitia

Komang Adnyana sebagai penulis yang hadir dalam diskusi itu menceritakan bahwa ia  menulis buku pada periode tahun 2020 sampai pertengahan 2021.

Ia mengungkapkan, saat itu ia tidak memiliki inspirasi menulis, jadi ia hanya menuliskan kata “ada” di setiap awal judul yang akan ia buat sebagai cerpen. Setelah itu barulah ia menuliskan isi cerpen.

Tema pada cerita yang ia buat beragam, untuk keabsurdan yang dikatakan oleh pembedah Susila, Ardi, dan Reland, itu adalah sebuah gaya penulisan seorang penulis. Karena tentunya setiap penulis memiliki gaya penulisan yang berbeda pula.

Kenapa pula ia menggambarkan tokoh seperti yang dikatakan pembedah, karena menurut Komang Adnyana, satua Bali selalu terikat dengan sifatnya yang hitam putih. Jadi ia ingin menciptakan sebuah cerita yang keluar dari kecenderungan citra satua Bali yang seperti itu.

Dan juga dalam menyiapkan cerpen ini ia menjaga konsistensi setiap cerita agar tak melenceng atau menjadi janggal tanpa logika.

Foto bersama di akhir acara | Foto: Dok. panitia

Pada sesi diskusi, sejumlah mahasiswa mengajukan pertanyaan dan punya upaya untuk melakukan perdebatan. Meski pertanyaan-pertanyaan mahasiswa masih berputar pada persoalan-persoalan mendasar, misalnya bagaiamana cara membuat cerita yang menarik, namun acara bedah buku ini adalah awal yang baik bagi mahasiswa Program Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali STAHN Mpu Kuturan Singaraja untuk terus belajar tentang bahasa Bali, tentang proses pembuatan karya sastra, dan lain-lain, melalui buku-buku sastra.

Barangkali acara ini tetap akan dilakukan, meski tak harus berkaitan dengan perayaan Bulan Bahasa Bali. [T]

Reporter: Ado
Penulis: Ado
Editor: Jaswanto

BACA artikel lain terkait STAHN MPU KUTURAN SINGARAJA

Tags: apresiasi sastracerpen bahasa balicerpen berbahasa BaliKomang AdnyanaPustaka Ekspresisastra balisastra bali modernSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Minikino Presentasikan Sinema Inklusif di Festival Film Pendek Internasional Clermont-Ferrand

Next Post

Lomba Muspus Bulan Bahasa Bali VI: Dari Pendatang Baru, sampai Model Garapan Baru 

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Lomba Muspus Bulan Bahasa Bali VI: Dari Pendatang Baru, sampai Model Garapan Baru 

Lomba Muspus Bulan Bahasa Bali VI: Dari Pendatang Baru, sampai Model Garapan Baru 

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co