24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mobil Si Pino

Ahmadul Faqih Mahfudz by Ahmadul Faqih Mahfudz
January 18, 2024
in Bahasa
Mobil Si Pino

Ilustrasi: tatkala.co

PINO membeli mobil beberapa minggu lalu. Karena dia punya kebiasaan menamai barang-barang miliknya, mobil itu pun dia beri nama Ismuka. Nama ini dia ambil dari Bahasa Arab yang berarti namamu. Namun, setelah dipakai beberapa hari, Pino baru merasa dan baru tahu bahwa mobil itu produk gagal. Sebab itu pula dia harus mempertanggungjawabkan kecerobohannya di hadapan bapak dan ibunya sebagai penyuplai utama uang belanjanya.

Lupakan dulu cerita tentang mobil produk gagal itu. Jangan pula kita grusa-grusu, ojo kesusu, menduga-duga akan diapakan si Pino oleh bapak dan ibu. Mari kita nikmati pagi, minum jus atau kopi, sambil membahas kata mobil dari sudut pandang kebahasaan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V versi daring, kata mobil punya dua makna. Pertama, sebagai kata benda, kendaraan roda empat atau lebih yang digerakkan tenaga mesin berbahan bakar minyak. Keterangan ini perlu disunting lalu ditambah, “…kendaraan berbahan bakar minyak atau tenaga listrik”, karena kini sudah ada mobil listrik. Untuk makna pertama ini, kamus mencantumkan kata turunannya berupa kata bermobil, mobil-mobilan, pemobil, dan permobilan.

Kedua, sebagai kata sifat, mobil bermakna mudah bergerak atau mudah digerakkan; mudah berpindah atau mudah dipindah-pindahkan. Kamus itu pun memberi tamsil, “ia sangat mobil sehingga cocok untuk melakukan tugas luar.” Jangan sampai sampean memahami perkataan “ia sangat mobil”sebagai “ia seperti mobil” sehingga ia cocok bertugas di luar. Tapi kalau sampean tetap menyamakannya demikian, sampean sungguh tak berperikemobilan.

Hassan Shadily dan Jhon M. Echols, dalam Kamus Inggris Indonesia-nya yang terkenal itu, menerangkan entri mobile dengan kata benda berupa mobil sebagai kendaran serta kata sifat dengan arti cempala, aktif, giat, gesit, dan ringan tangan. Sedangkan dalam Tesamoko Tesaurus Bahasa Indonesia Edisi Kedua, Eko Endarmoko, mensinonimkan mobil dengan oto/otomobil (nomina) dan lincah (adjektiva).

Apa yang mempertemukan mobil sebagai kata sifat, kata benda, dan kata kerja? Gerak! Mobil adalah kendaraan yang bisa bergerak karena digerakkan dengan gas dan setir tentu ketika mesinnya dinyalakan dan ada bahan bakarnya. Karena itu pula, dalam bahasa Arab, mobil disebut sayyarah (سيارة) yang bentuk katanya serumpun dengan sara-yasri-sayran (سرى – يسري – سيرا)  yang bermakna bergerak atau berjalan atau berangkat. Selain itu, sayyarah juga satu rumpun kata dengan kata sirah (سيرة) yang bermakna perjalanan hidup atau biografi seseorang. Sayyarah juga sekeluarga kata dengan dengan sayyar (سيار)yang berarti planet. Mobil, sejarah, juga planet, adalah entitas yang bergerak. Dengan penelusuran antarbahasa ini pula kita bisa memahami kenapa perangkat teknologi berbasis sel dan jaringan disebut mobile. Alasannya, saya kira, karena perangkat teknologi itu bisa digerakkan atau bisa dikendalikan (mobilize).

Dalam perkembangannya, muncul kata mobilitas dan mobilisasi sebagai turunan dari kata mobil dengan makna kata sifat. Kamus Besar Bahasa Indonesia V mengartikan mobilitas sebagai kesiapsiagaan untuk bergerak; gerakan berpindah-pindah; gerak perubahan yang terjadi di antara warga masyarakat baik secara fisik maupun secara sosial. Kita bisa membuat contoh, “Dengan senjata terkokang, saat itu, aparat memantau mobilitas warga dan aktivis lingkungan yang menolak proyek penambangan batuan andesit di Pegunungan Wadas, Purworejo, Jawa Tengah.”

Adapun mobilisasi, dalam kamus besar itu, bermakna dua. Pertama, pengerahan orang untuk dijadikan tentara. Kamus mengamsalkan, “Dalam keadaan perang, Pemerintah dapat mengundangkan mobilisasi bagi pemuda-pemudinya.” Makna kedua, gerak yang mudah; gerak yang cepat; atau perputaran. “Kecilnya modal perusahaan itu membatasi mobilisasi dana dan kemampuan pemasaran.” Tapi, bagi saya, memaknai mobilisasi dengan pengerahan saja sudah cukup, tanpa perlu menambah keterangan untuk dijadikan tentara.

Yang menarik, Eko Endarmoko memberi sinonim yang jitu untuk kata mobilisasi. Ia memuradifkannya tidak hanya dengan kata pengerahan, tapi lebih spesifik lagi, pengorganisasian. Hassan Shadily dan Jhon M. Echols juga tangkas memberi makna negatif pada mobilisasi lewat makna ringan tangan dan cempala yang bermakna lancang. Dalam penyamaan kata mobilisasi dengan beberapa makna tidak terpuji itu saya bersepakat dengan ketiga munsyi kita ini.

Apabila pemaknaan mereka digabung, kita dapat menyimpulkan: mobilisasi adalah pengorganisasian dengan upaya-upaya masif, sistematis, dan terstruktur untuk melakukan hal yang tidak etis bahkan kriminal.

Demikianlah, mobil juga mobilitas dan mobilisasi punya makna berbeda namun bergerak dari makna gerak yang sama. Dan kita pun bisa mempertemukan ketiga kata tersebut dalam satu kalimat lugas: “Dengan menaiki mobil Ismuka, Pino berangkat memobilisasi Mahkamah Keluarga, demi mempertahankan mobilitasnya.”

Lo, lo, lo, gak bahaya ta?

Popularitas Istilah Selingkuh & Main Belakang di Indonesia
Menuliskan /E/ Pepet dan /E/Taleng — Tinjauan Kecil Terhadap Sejumlah Cerpen Bali Modern
Seberapa Greget Judul-Judul Film di Negeri Kita?
Tags: Ahmadul Faqih MahfudzBahasaBahasa ArabBahasa Indonesiamobilisasimobilitas
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Penciptaan Gending Selonding untuk Selonding Batur

Next Post

Sebuah Pelajaran dari Ekowisata di Delta Sungai Mekong, Vietnam

Ahmadul Faqih Mahfudz

Ahmadul Faqih Mahfudz

Penyair. Bermukim di Bali

Related Posts

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

Read moreDetails

Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

by I Made Sudiana
October 16, 2026
0
Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

SECARA pribadi, saya sebisa mungkin menghindari antrean BBM di Bali saat ini. Saya pernah berada di posisi itu dahulu, dan...

Read moreDetails

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

by I Made Sudiana
October 4, 2026
0
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

Read moreDetails

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

by I Made Sudiana
September 4, 2026
0
Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

Read moreDetails

Gol versus Gul

by I Made Sudiana
September 3, 2026
0
Gol versus Gul

KITA teriak “gol” manakala tim sepak bola yang kita dukung memasukkan bola ke gawang lawan. Ketika bola mengenai tiang gawang,...

Read moreDetails

Perkara Anarkis dan Anarkistis

by I Made Sudiana
August 30, 2026
0
Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

Read moreDetails

Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

by I Made Sudiana
August 18, 2026
0
Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

PERNAHKAH Anda berhenti sejenak di depan papan nama sebuah lembaga pendidikan atau kursus dan memperhatikan semboyan mereka: "Membaca, Menulis, dan...

Read moreDetails

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

by I Made Sudiana
August 15, 2026
0
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

Read moreDetails

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

by I Made Sudiana
August 13, 2026
0
Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

Read moreDetails

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

by I Made Sudiana
August 11, 2026
0
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

Read moreDetails
Next Post
Sebuah Pelajaran dari Ekowisata di Delta Sungai Mekong, Vietnam

Sebuah Pelajaran dari Ekowisata di Delta Sungai Mekong, Vietnam

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co