2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mobil Si Pino

Ahmadul Faqih Mahfudz by Ahmadul Faqih Mahfudz
January 18, 2024
in Bahasa
Mobil Si Pino

Ilustrasi: tatkala.co

PINO membeli mobil beberapa minggu lalu. Karena dia punya kebiasaan menamai barang-barang miliknya, mobil itu pun dia beri nama Ismuka. Nama ini dia ambil dari Bahasa Arab yang berarti namamu. Namun, setelah dipakai beberapa hari, Pino baru merasa dan baru tahu bahwa mobil itu produk gagal. Sebab itu pula dia harus mempertanggungjawabkan kecerobohannya di hadapan bapak dan ibunya sebagai penyuplai utama uang belanjanya.

Lupakan dulu cerita tentang mobil produk gagal itu. Jangan pula kita grusa-grusu, ojo kesusu, menduga-duga akan diapakan si Pino oleh bapak dan ibu. Mari kita nikmati pagi, minum jus atau kopi, sambil membahas kata mobil dari sudut pandang kebahasaan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V versi daring, kata mobil punya dua makna. Pertama, sebagai kata benda, kendaraan roda empat atau lebih yang digerakkan tenaga mesin berbahan bakar minyak. Keterangan ini perlu disunting lalu ditambah, “…kendaraan berbahan bakar minyak atau tenaga listrik”, karena kini sudah ada mobil listrik. Untuk makna pertama ini, kamus mencantumkan kata turunannya berupa kata bermobil, mobil-mobilan, pemobil, dan permobilan.

Kedua, sebagai kata sifat, mobil bermakna mudah bergerak atau mudah digerakkan; mudah berpindah atau mudah dipindah-pindahkan. Kamus itu pun memberi tamsil, “ia sangat mobil sehingga cocok untuk melakukan tugas luar.” Jangan sampai sampean memahami perkataan “ia sangat mobil”sebagai “ia seperti mobil” sehingga ia cocok bertugas di luar. Tapi kalau sampean tetap menyamakannya demikian, sampean sungguh tak berperikemobilan.

Hassan Shadily dan Jhon M. Echols, dalam Kamus Inggris Indonesia-nya yang terkenal itu, menerangkan entri mobile dengan kata benda berupa mobil sebagai kendaran serta kata sifat dengan arti cempala, aktif, giat, gesit, dan ringan tangan. Sedangkan dalam Tesamoko Tesaurus Bahasa Indonesia Edisi Kedua, Eko Endarmoko, mensinonimkan mobil dengan oto/otomobil (nomina) dan lincah (adjektiva).

Apa yang mempertemukan mobil sebagai kata sifat, kata benda, dan kata kerja? Gerak! Mobil adalah kendaraan yang bisa bergerak karena digerakkan dengan gas dan setir tentu ketika mesinnya dinyalakan dan ada bahan bakarnya. Karena itu pula, dalam bahasa Arab, mobil disebut sayyarah (سيارة) yang bentuk katanya serumpun dengan sara-yasri-sayran (سرى – يسري – سيرا)  yang bermakna bergerak atau berjalan atau berangkat. Selain itu, sayyarah juga satu rumpun kata dengan kata sirah (سيرة) yang bermakna perjalanan hidup atau biografi seseorang. Sayyarah juga sekeluarga kata dengan dengan sayyar (سيار)yang berarti planet. Mobil, sejarah, juga planet, adalah entitas yang bergerak. Dengan penelusuran antarbahasa ini pula kita bisa memahami kenapa perangkat teknologi berbasis sel dan jaringan disebut mobile. Alasannya, saya kira, karena perangkat teknologi itu bisa digerakkan atau bisa dikendalikan (mobilize).

Dalam perkembangannya, muncul kata mobilitas dan mobilisasi sebagai turunan dari kata mobil dengan makna kata sifat. Kamus Besar Bahasa Indonesia V mengartikan mobilitas sebagai kesiapsiagaan untuk bergerak; gerakan berpindah-pindah; gerak perubahan yang terjadi di antara warga masyarakat baik secara fisik maupun secara sosial. Kita bisa membuat contoh, “Dengan senjata terkokang, saat itu, aparat memantau mobilitas warga dan aktivis lingkungan yang menolak proyek penambangan batuan andesit di Pegunungan Wadas, Purworejo, Jawa Tengah.”

Adapun mobilisasi, dalam kamus besar itu, bermakna dua. Pertama, pengerahan orang untuk dijadikan tentara. Kamus mengamsalkan, “Dalam keadaan perang, Pemerintah dapat mengundangkan mobilisasi bagi pemuda-pemudinya.” Makna kedua, gerak yang mudah; gerak yang cepat; atau perputaran. “Kecilnya modal perusahaan itu membatasi mobilisasi dana dan kemampuan pemasaran.” Tapi, bagi saya, memaknai mobilisasi dengan pengerahan saja sudah cukup, tanpa perlu menambah keterangan untuk dijadikan tentara.

Yang menarik, Eko Endarmoko memberi sinonim yang jitu untuk kata mobilisasi. Ia memuradifkannya tidak hanya dengan kata pengerahan, tapi lebih spesifik lagi, pengorganisasian. Hassan Shadily dan Jhon M. Echols juga tangkas memberi makna negatif pada mobilisasi lewat makna ringan tangan dan cempala yang bermakna lancang. Dalam penyamaan kata mobilisasi dengan beberapa makna tidak terpuji itu saya bersepakat dengan ketiga munsyi kita ini.

Apabila pemaknaan mereka digabung, kita dapat menyimpulkan: mobilisasi adalah pengorganisasian dengan upaya-upaya masif, sistematis, dan terstruktur untuk melakukan hal yang tidak etis bahkan kriminal.

Demikianlah, mobil juga mobilitas dan mobilisasi punya makna berbeda namun bergerak dari makna gerak yang sama. Dan kita pun bisa mempertemukan ketiga kata tersebut dalam satu kalimat lugas: “Dengan menaiki mobil Ismuka, Pino berangkat memobilisasi Mahkamah Keluarga, demi mempertahankan mobilitasnya.”

Lo, lo, lo, gak bahaya ta?

Popularitas Istilah Selingkuh & Main Belakang di Indonesia
Menuliskan /E/ Pepet dan /E/Taleng — Tinjauan Kecil Terhadap Sejumlah Cerpen Bali Modern
Seberapa Greget Judul-Judul Film di Negeri Kita?
Tags: Ahmadul Faqih MahfudzBahasaBahasa ArabBahasa Indonesiamobilisasimobilitas
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Penciptaan Gending Selonding untuk Selonding Batur

Next Post

Sebuah Pelajaran dari Ekowisata di Delta Sungai Mekong, Vietnam

Ahmadul Faqih Mahfudz

Ahmadul Faqih Mahfudz

Penyair. Bermukim di Bali

Related Posts

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

by I Made Sudiana
September 4, 2026
0
Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

Read moreDetails

Gol versus Gul

by I Made Sudiana
September 3, 2026
0
Gol versus Gul

KITA teriak “gol” manakala tim sepak bola yang kita dukung memasukkan bola ke gawang lawan. Ketika bola mengenai tiang gawang,...

Read moreDetails

Perkara Anarkis dan Anarkistis

by I Made Sudiana
August 30, 2026
0
Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

Read moreDetails

Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

by I Made Sudiana
August 18, 2026
0
Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

PERNAHKAH Anda berhenti sejenak di depan papan nama sebuah lembaga pendidikan atau kursus dan memperhatikan semboyan mereka: "Membaca, Menulis, dan...

Read moreDetails

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

by I Made Sudiana
August 15, 2026
0
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

Read moreDetails

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

by I Made Sudiana
August 13, 2026
0
Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

Read moreDetails

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

by I Made Sudiana
August 11, 2026
0
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

Read moreDetails

Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

by I Made Sudiana
August 9, 2026
0
Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

PERNAHKAH Anda membaca berita lingkungan dan merasa bingung dengan dua istilah yang mirip: timbulan sampah dan timbunan sampah? Sekilas keduanya tampak sama, tetapi...

Read moreDetails

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

by I Made Sudiana
June 29, 2026
0
Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali...

Read moreDetails

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

by I Made Sudiana
June 25, 2026
0
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

Read moreDetails
Next Post
Sebuah Pelajaran dari Ekowisata di Delta Sungai Mekong, Vietnam

Sebuah Pelajaran dari Ekowisata di Delta Sungai Mekong, Vietnam

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co