3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Prof Wayan Rai Berpulang, Karya-karya Besarnya Akan Terus Jadi Bahan Pelajaran

tatkala by tatkala
January 16, 2024
in Khas
Prof Wayan Rai Berpulang, Karya-karya Besarnya Akan Terus Jadi Bahan Pelajaran

Prof Wayan Rai | Ilustrasi Hardjanto, diambil dari laman facebook Sudirana Yuganada

BANYAK seniman dan pemerhati seni di Bali kaget mendengar berita duka, berpulangnya Prof. Dr. I Wayan Rai, M.A., Selasa dini hari, 16 Januari 2024. Kata-kata duka cita pun bertebaran di laman media sosial para seniman, sahabat, teman, dan mantan-mantan murid Prof Rai.

“Saya kaget mendengar berita itu. Baru tadi malam diajak ngobrol, paginya ada kabar Prof Rai berpulang,” kata Ketut Lanus, seniman dari Sanggar Cahya Art, Denpasar.

Lanus bercerita, pada Senin malam ia bersama Prof Rai menonton pagelaran acara pembukaan pameran mahasiswa ujian akhir Jurusan  Seni Rupa Desain ISI Denpasar. Saat itu ada juga pertunjukan cak dari mahasiswa seni pertunjukan. Mereka menonton cak.

“Dari jam 6.30 sampai jam 8 malam. Malam itu Prof Rai kelihatan sehat-sehat saja, kami biasa ngobrol isi celetukan,  bercanda,” kata Lanus.

Dan, Selasa pagi tersebar kabar di grup WA Istakari (grup alumni Kokar) bahwa Prof Rai berpulang. Tentu saja Lanus jadi kaget.

Sebagai seorang seniman alumni Kokar dan ISI Denpasar, Lanus punya banyak kesan dan kenangan terhadap Prof Rai.

“Ya beliau ramah tanpa membedakan jarak umur, jabatan. Dalam situasi apapun beliau selalu menyelipkan candaan dalam obrolan, tapi tetap fokus pada hal-hal yang harus dibicarakan secara serius,” kata Lanus.

Berita yang tersebar di grup WA Istakari menyebutkan, Prof Rai berpulang sekira pukul 02.00 WITA, Selasa dinihari. Sebelumnya, sekitar pukul 11.00 malam, mantan Rektor ISI Denpasar itu mengeluh sesak napas, lalu dibawa ke Rumah Sakit Wangaya Denpasar.

Diketahui ada cairan di paru-paru, kemudian dilakukan biopsi atau disedot. Namun kondisinya terus melemah hingga mengembuskan napas terakhir pukul 02.00 dinihari.

***

Tentu saja Bali kehilangan. Prof Rai adalah sosok seniman yang sederhana dan gigih menekuni dunia seni. Ia pernah menjadi Rektor ISI Denpasar dan Rektor ISBI Papua dan menggarap banyak karya seni, baik di Bali maupun di luar Bali.

Prof Rai lahir di Ubud Ubud, Kabupaten Gianyar pada 26 Mei 1955. Kedua orang tuanya, I Made Cemped dan  Luh Sampun, yang berprofesi sebagai petani, tak memiliki bakat seni.  Namun, Prof Rai sudah memunculkan bakat seni sejak kecil.

Prof. Dr. I Wayan Rai S, M.A.: Etnomusikolog, Mantan Rektor, Pernah Jualan Pisang Goreng

Prof Rai, sebagai pernah ditulis di tatkala.co sebelumnya, dipercaya punya bakat seni karena karena yang ngidih nasi atau bereinkarnasi pada tubuh Prof Rai adalah seorang tokoh seniman dari Ubud, Guru Kantun. Guru Kantun, leluhur Wayan Rai, merupakan tokoh seniman besar, sastrawan dan perbekel (kepala desa) pertama di Ubud.  Guru Kantun sekitar tahun 1.900-an dipercaya bertanggung jawab terhadap urusan seni budaya di Puri Ubud, Kabupaten Gianyar.

Meski punya bakat seni sejak kecil, namun Prof Rai waktu kecil punya cita-cita menjadi dokter. Tentu sebuah cita-cita yang masuk akal. Sejak menempuh pendidikan di SD 3 Ubud hingga SMP Negeri Ubud, anak pertama dari tiga bersaudara ini selalu menjadi siswa dengan nilai tertinggi di sekolahnya. Oleh karena itu, setelah tamat SMP pada tahun 1971, ia bercita-cita dapat melanjutkan sekolah ke SMA agar bisa menjadi dokter.

Namun, karena faktor ekonomi cita-cita itu pun kandas.

“Saya saat itu sedih sekali dan sempat frustasi karena tidak mampu melanjutkan ke SMA, sedangkan teman-teman yang kemampuannya di bawah saya bisa bersekolah di SMA 1 Denpasar. Ada yang ke Tabanan dan SMA-SMA favorit lainnya,” kata Prof Rai beberapa tahun lalu sebagaimana dikutip tatkala.co.

Di tengah rasa kecewanya, saat hari Galungan, Wayan Rai bersama sejumlah teman, lalu bermain ke objek wisata Goa Gajah. Di salah satu warung di dekat Goa Gajah ia melihat foto-foto dua seniman dari Ubud dan Peliatan, yakni Cokorda Agung Mas dan Wayan Gandra sedang mengajar di Los Angeles. Saat itu, Made Roja, sang teman menyeletuk bahwa Wayan Rai pun bisa mengikuti jejak ke dua tokoh seni itu ke Amerika Serikat karena Wayan Rai juga mahir magambel.

Dari peristiwa itu akhirnya ia pun kembali bersemangat dan memutuskan melanjutkan pendidikan ke Kokar (Konservatori Karawitan) Bali di Kota Denpasar.

Ketika masuk di Kokar Bali (1971—1974), ia pun terus berjuang agar selalu menjadi yang terbaik.  Alhasil Wayan Rai selalu meraih peringkat pertama di kelas dan terpilih menjadi pemain basket inti dan penabuh inti yang mewakili Kokar Bali dalam berbagai ajang kegiatan.

Tamat dari Kokar ia melanjutkan pendidikan tinggi di Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Denpasar di Jurusan Tari pada tahun 1974.

Sebelum mencapai karier puncak sebagai Rektor di ASTI Denpasar yang kemudian berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Denpasar dan ISI Denpasar, ia sempat menjabat sebagai Ketua Jurusan Karawitan dan Pembantu Ketua I. Pada 2002 sebagai Ketua STSI Denpasar (2002—2003), kemudian Pejabat Rektor ISI Denpasar pada 2003 dan Wayan Rai menjabat Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dari tahun 2004—2012.

Atas izin Ketua STSI Denpasar, Prof Dr I Made Bandem, ia menempuh pendidikan S2 di San Diego State University Amerika Serikat  dan lulus tahun 1985. Jenjang pendidikan S3 ditempuhnya di University Maryland Baltimore Country (UMBC) dan lulus tahun 1996 dengan mengambil Jurusan Etnomusikologi.

Selama menjadi dosen, ayah dari I Gde Agus Jaya Sadguna dan I Gde Made Indra Sadguna ini tetap berkiprah menghasilkan berbagai karya seni di tingkat lokal, nasional dan internasional.

Di antaranya karya “Terompong Beruk” dalam Festival Komponis Muda di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta (1983), komposisi musik “Lila Yetty” San Diego State University (1983), Padu Arsa, New Music in Indonesia, University California (1988), Music Composition, In Memory of John Cage, di Baltimore, New York, Philadelpia, New Hampshire (1993).

Rai juga menggarap komoposisi musik “Cough” UMBC (1994), “Santa Cruz” University California,Santa Cruz (1995), musik kontemporer di Australia “Guitar and Gamelan Meet” dalam The Darwin International Guitar Festival (1999), iringan Selat Segara, Hollywood Sacred Music Fest. California (1999), musik kontemporer  ”Ngedaslemah” Sekar Jaya USA (1999), Music Vancouver 2000, Festival Vancouver, Canada (2000).

Selain sebagai konseptor, artistic director, dan  komposer tari kebesaran Provinsi Bali ”Bali Dwipajaya” yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada pembukaan Pesta Kesenian Bali ke-34 tahun 2012, Wayan Rai juga banyak menghasilkan karya untuk lokal Bali dan nasional.

Ada karya ”Gegitaan Jagra Yowana”, Gong Semara Sandi Sengguan Gianyar, Festival Gong Kebyar se-Bali (1988), Gending Gambuh Anyar Sadha Budaya Ubud (1997), Art Direktur dan Komposer dalam Dramatari “Ni Diah Tantri” pada Festival Nusa Dua (1998), konseptor tari kebesaran Universitas Pendidikan Ganesha dan konseptor tari kebesaran Universitas Pendidikan Nasional.  Wayan Rai juga menggarap karya musik iringan tari PAUD berjudul ”Bebek Putih Jambul” dan ”Peteng Bulan” (2021).

***

Kini Prof Rai telah tiada, namun karya-karyanya dipastikan tetap akan dikenal dan menjadi bahan pengetahuan bagi seniman-seniman Bali saat ini dan di masa depan.

Berdasar berita yang tersebar di grup WA Istakari, Jenazah Prof Rai rencananya dibawa ke rumah duka di Angantaka, Badung, dan pada tanggal 20 Januari rencananya dikremasi di Punduk Dawa, Klungkung.

“Love you Bapak I Wayan Rai S, jasamu, keikhlasanmu, tuntunan/petuah, ilmu, dorongan, pengganti sosok ayah, dan masih banyak lagi, selalu melekat padamu. Salam hormat, sayang, dan doa terbaik untukmu: mogi landuh nyujur sunya sad gati,” demikian kutipan dari Sudirana Yuganada, salah seorang seniman, komposer, dan dosen, dari Ubud, untuk menunjukkan rasa hormat dan rasa kehilangan di laman facebooknya. [T]

Reporter/Penulis: Made Adnyana

Tags: baliin memoriamISI Denpasarkesenian baliKokar BaliProf Wayan Rai
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bali Utara Suka Cita Menyambut Kapal Pesiar

Next Post

Mendaki Gunung Tempat Para Dewa Berstana

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Mendaki Gunung Tempat Para Dewa Berstana

Mendaki Gunung Tempat Para Dewa Berstana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co