11 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menggapai Kedamaian dan Kebahagiaan di Tahun 2024

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
January 6, 2024
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

PERPUTARAN waktu terasa begitu cepatnya, tidak terasa kita sudah masuk di awal tahun 2024. Banyak perayaan dilakukan untuk tahun baru ini, yang tentu disertai berbagai macam doa dan harapan.

Ada yang berharap pada tahun baru ini bisa lebih sukses dan lebih baik dari tahun sebelumnya. Ada yang berdoa diberi kemudahan untuk berbagai usaha dan upaya, dan untuk keluarganya yang sakit tentunya ada doa dan harapannya agar mereka diberi kesembuhan.

Dalam menjalani kehidupan, segala hal diawali dengan doa dan harapan. Pastinya doa harapan itu pasti baik semua. Namun yang pasti juga, tidak semua doa harapan terkabulkan.

Sehingga, seperti yang kita jalani dan saksikan bersama dalam kehidupan yang sudah berlalu, kekecewaaan pasti muncul untuk di hati mereka yang tidak mencapai ekspektasi dari harapannya. Ada juga yang gembira dan bahagia karena apa yang menjadi harapan tercapai saat itu.

Tidak cukup berhenti sampai di situ. Tak cukup berhenti pada kecewa atau gembira.  Karena kita harus tetap dan terus berjalan.

Kalau kita mau jujur dalam perjalanan hidup ini, dengan profesi sebagai apapun, pastinya kita berharap mendapatkan kedamaian dan kebahagiaan. Dan tahun 2024 ini menjadi momentum penting dalam perjalanan manusia untuk mencapai kedamaian dan kebahagiaan yang berkelanjutan dan tidak berkesudahan.

Transformasi sosial dan budaya di berbagai lapisan masyarakat memandu arah perubahan menuju pemahaman yang lebih mendalam tentang arti sejati kedamaian dan kebahagiaan.

Kita punya keyakinan bahwa kita ini dibentuk oleh 5 unsur alam (panca maha butha) yaitu apah, bayu, teja , akasa dan pertiwi. Apa yang ada di alam itu ada dalam diri, sehingga ada alam besar (buana agung) dan diri kita sebagai alam kecil (buana alit).

Dalam ajaran kita ada sebuah pedoman atau falsafah hidup yang disebut Tri Hita Karana Semua umat Hindu pasti tahu Tri Hita Karana ini, yang merupakan pedoman hidup untuk mencapai kebahagiaan, yaitu harmonisasi terhadap Tuhan, manusia, dan alam semesta.

Dan dalam konsep yang lain kita mengenal konsep alam besar (buana agung ) dan  (buana alit).  Buana agung adalah alam semesta, dan buana alit adalah diri kita yang merupakan bagian dari buana agung. Dan tubuh kita dibentuk oleh unsur-unsur alam, dan diyakini apa yang ada di alam semuanya ada juga dalam diri kita dalam wujud kecil.

Berkaitan dengan cara atau jalan untuk mencapai kedamaian dan kebahagiaan, maka semua dimulai dari dalam diri kita karena sejatinya semuanya ada di dalam. Tapi banyak orang yang mencarinya keluar padahal semuanya ada di dalam.

Di dalam diri kita ada percikan Tuhan yang menjiwai kita yang namanya Jiwatman, dan Manu, Manah, adalah unsur manusianya yang ada dalam diri kita yaitu pikiran. Sedangkan alam semesta itu adalah tubuh kita sendiri yang tersusun dan terbentuk dari unsur-unsur alam. Sehingga untuk mendapatkan kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup, semuanya dimulai dari dalam diri kita.

Pertanyaannya sudahkah kita berdamai dengan pikiran (manu/manah) dan hati/Nur/Tuhan yang ada dalam diri kita? Sudahkah kita harmonis dengan pikiran (manu/manah) dan harmonis dengan hati/Nur/Tuhan yang ada dalam diri kita.

Ketika kita bisa berdamai dan harmonis dengan Tuhan, manusia dan alam semesta yang ada dalam diri kita, maka kita akan dapatkan kedamaian dan kebahagiaan di kehidupan yang lebih besar lagi, baik itu kehidupan di keluarga, lingkungan maupun masyarakat yang lebih luas lagi.

Sering kita melihat saudara, teman ataupun orang lain di sekitar kita yang diliputi dengan rasa ketakutan, khawatir, perkelahian dan banyak kita temui dan kita dengar berbagai macam keluhan-keluhan, dan itu salah satu ciri yang paling mudah menilai bahwa orang itu belum berdamai atau belum harmonis dengan yang ada dalam dirinya.

Ada pendapat, bahwa tubuh kita adalah tegalan tempat kita bercocok tanam untuk menabur benih karma yang kelak pahala dan buahnya akan kita nikmati sendiri. Maka taburlah benih-benih yang baik ditegalanmu ini untuk mendapatkan hasil yang baik.

Kehidupan kita ini ibarat rumah yang megah, tempat tinggal dan berlindung dari Sang Jiwa dalam perjalanannya. Namun sayangnya banyak orang memperlakukan rumah kehidupannya ini dengan cara tidak baik, sehingga rumah kehidupan ini menjadi tempat yang tidak nyaman.

Ketika kita menyadari bahwa tubuh ini adalah rumah bagi Sang Atman yang tinggal di dalamnya, dan tubuh ini ibarat semesta kecil bagi Atman selama ada di kehidupan ini, maka semestinya kita akan merawat dan menjaga tubuh ini sebagai rumah bagi Sang Atman, meskipun tubuh ini hanya rumah sementara, tapi sangat penting bagi kita dalam perjalanan dalam kehidupan ini.

Jika kita tidak menghargai, serta merawat dengan baik rumah Sang Jiwa ini, maka rumah Sang Jiwa ini akan tidak memberikan rasa nyaman bagi Sang Jiwa penghuni rumah kita untuk tetap berdiam didalamnya. Itulah sebabnya banyak orang sampai melakukan bunuh diri, karena jiwanya sudah tidak nyaman dan tidak tahan lagi tinggal di dalam tubuh ini.

Namun bilamana tubuh ini menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi jiwa, kehidupan akan bisa dijalani dengan rasa suka cita penuh kedamaian dan kebahagiaan. Dengan damai dan bahagia dimulai dari dalam diri kita sudah pasti ketika kita keluar berinteraksi dengan semesta yang besar maka sudah dipastikan kedamaian dan kebahagiaan akan kita dapatkan. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis DOKTER CAPUT atau DR. DR. KETUT PUTRA SEDANA, SP.OG
Mengelola Ketidaksempurnaan Menjadi Keindahan yang Bernilai
Dari Salam “MERDEKA”, Kita Memaknai Kemerdekaan
Hamil Sebelum Menikah
Sejarah yang Membuat Saya Bangga jadi Orang Buleleng
Tags: filsafat balihindurenunganTri Hita Karana
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Megawati, Bandara Internasional, dan Begitu Mudahnya Petani Bali Kehilangan Tanah

Next Post

Seni Topeng Bondres = Seni Melucu?

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Seni Topeng Bondres = Seni Melucu?

Seni Topeng Bondres = Seni Melucu?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas
Pendidikan

490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas

SEBANYAK 490 mahasiswa baru Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali memulai kehidupan kampus melalui Malam Kreativitas Kampus dan Pembukaan Pengenalan...

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”
Pop

Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

BELANTIKA musik Bali kembali mendapat warna baru. Kali ini datang dari Satria N Band, grup musik yang mencoba membawa pop-punk...

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
Tubuh yang Saya Suruh Begadang
Esai

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

by Angga Wijaya
September 9, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co