2 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menggapai Kedamaian dan Kebahagiaan di Tahun 2024

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
January 6, 2024
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

PERPUTARAN waktu terasa begitu cepatnya, tidak terasa kita sudah masuk di awal tahun 2024. Banyak perayaan dilakukan untuk tahun baru ini, yang tentu disertai berbagai macam doa dan harapan.

Ada yang berharap pada tahun baru ini bisa lebih sukses dan lebih baik dari tahun sebelumnya. Ada yang berdoa diberi kemudahan untuk berbagai usaha dan upaya, dan untuk keluarganya yang sakit tentunya ada doa dan harapannya agar mereka diberi kesembuhan.

Dalam menjalani kehidupan, segala hal diawali dengan doa dan harapan. Pastinya doa harapan itu pasti baik semua. Namun yang pasti juga, tidak semua doa harapan terkabulkan.

Sehingga, seperti yang kita jalani dan saksikan bersama dalam kehidupan yang sudah berlalu, kekecewaaan pasti muncul untuk di hati mereka yang tidak mencapai ekspektasi dari harapannya. Ada juga yang gembira dan bahagia karena apa yang menjadi harapan tercapai saat itu.

Tidak cukup berhenti sampai di situ. Tak cukup berhenti pada kecewa atau gembira.  Karena kita harus tetap dan terus berjalan.

Kalau kita mau jujur dalam perjalanan hidup ini, dengan profesi sebagai apapun, pastinya kita berharap mendapatkan kedamaian dan kebahagiaan. Dan tahun 2024 ini menjadi momentum penting dalam perjalanan manusia untuk mencapai kedamaian dan kebahagiaan yang berkelanjutan dan tidak berkesudahan.

Transformasi sosial dan budaya di berbagai lapisan masyarakat memandu arah perubahan menuju pemahaman yang lebih mendalam tentang arti sejati kedamaian dan kebahagiaan.

Kita punya keyakinan bahwa kita ini dibentuk oleh 5 unsur alam (panca maha butha) yaitu apah, bayu, teja , akasa dan pertiwi. Apa yang ada di alam itu ada dalam diri, sehingga ada alam besar (buana agung) dan diri kita sebagai alam kecil (buana alit).

Dalam ajaran kita ada sebuah pedoman atau falsafah hidup yang disebut Tri Hita Karana Semua umat Hindu pasti tahu Tri Hita Karana ini, yang merupakan pedoman hidup untuk mencapai kebahagiaan, yaitu harmonisasi terhadap Tuhan, manusia, dan alam semesta.

Dan dalam konsep yang lain kita mengenal konsep alam besar (buana agung ) dan  (buana alit).  Buana agung adalah alam semesta, dan buana alit adalah diri kita yang merupakan bagian dari buana agung. Dan tubuh kita dibentuk oleh unsur-unsur alam, dan diyakini apa yang ada di alam semuanya ada juga dalam diri kita dalam wujud kecil.

Berkaitan dengan cara atau jalan untuk mencapai kedamaian dan kebahagiaan, maka semua dimulai dari dalam diri kita karena sejatinya semuanya ada di dalam. Tapi banyak orang yang mencarinya keluar padahal semuanya ada di dalam.

Di dalam diri kita ada percikan Tuhan yang menjiwai kita yang namanya Jiwatman, dan Manu, Manah, adalah unsur manusianya yang ada dalam diri kita yaitu pikiran. Sedangkan alam semesta itu adalah tubuh kita sendiri yang tersusun dan terbentuk dari unsur-unsur alam. Sehingga untuk mendapatkan kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup, semuanya dimulai dari dalam diri kita.

Pertanyaannya sudahkah kita berdamai dengan pikiran (manu/manah) dan hati/Nur/Tuhan yang ada dalam diri kita? Sudahkah kita harmonis dengan pikiran (manu/manah) dan harmonis dengan hati/Nur/Tuhan yang ada dalam diri kita.

Ketika kita bisa berdamai dan harmonis dengan Tuhan, manusia dan alam semesta yang ada dalam diri kita, maka kita akan dapatkan kedamaian dan kebahagiaan di kehidupan yang lebih besar lagi, baik itu kehidupan di keluarga, lingkungan maupun masyarakat yang lebih luas lagi.

Sering kita melihat saudara, teman ataupun orang lain di sekitar kita yang diliputi dengan rasa ketakutan, khawatir, perkelahian dan banyak kita temui dan kita dengar berbagai macam keluhan-keluhan, dan itu salah satu ciri yang paling mudah menilai bahwa orang itu belum berdamai atau belum harmonis dengan yang ada dalam dirinya.

Ada pendapat, bahwa tubuh kita adalah tegalan tempat kita bercocok tanam untuk menabur benih karma yang kelak pahala dan buahnya akan kita nikmati sendiri. Maka taburlah benih-benih yang baik ditegalanmu ini untuk mendapatkan hasil yang baik.

Kehidupan kita ini ibarat rumah yang megah, tempat tinggal dan berlindung dari Sang Jiwa dalam perjalanannya. Namun sayangnya banyak orang memperlakukan rumah kehidupannya ini dengan cara tidak baik, sehingga rumah kehidupan ini menjadi tempat yang tidak nyaman.

Ketika kita menyadari bahwa tubuh ini adalah rumah bagi Sang Atman yang tinggal di dalamnya, dan tubuh ini ibarat semesta kecil bagi Atman selama ada di kehidupan ini, maka semestinya kita akan merawat dan menjaga tubuh ini sebagai rumah bagi Sang Atman, meskipun tubuh ini hanya rumah sementara, tapi sangat penting bagi kita dalam perjalanan dalam kehidupan ini.

Jika kita tidak menghargai, serta merawat dengan baik rumah Sang Jiwa ini, maka rumah Sang Jiwa ini akan tidak memberikan rasa nyaman bagi Sang Jiwa penghuni rumah kita untuk tetap berdiam didalamnya. Itulah sebabnya banyak orang sampai melakukan bunuh diri, karena jiwanya sudah tidak nyaman dan tidak tahan lagi tinggal di dalam tubuh ini.

Namun bilamana tubuh ini menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi jiwa, kehidupan akan bisa dijalani dengan rasa suka cita penuh kedamaian dan kebahagiaan. Dengan damai dan bahagia dimulai dari dalam diri kita sudah pasti ketika kita keluar berinteraksi dengan semesta yang besar maka sudah dipastikan kedamaian dan kebahagiaan akan kita dapatkan. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis DOKTER CAPUT atau DR. DR. KETUT PUTRA SEDANA, SP.OG
Mengelola Ketidaksempurnaan Menjadi Keindahan yang Bernilai
Dari Salam “MERDEKA”, Kita Memaknai Kemerdekaan
Hamil Sebelum Menikah
Sejarah yang Membuat Saya Bangga jadi Orang Buleleng
Tags: filsafat balihindurenunganTri Hita Karana
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Megawati, Bandara Internasional, dan Begitu Mudahnya Petani Bali Kehilangan Tanah

Next Post

Seni Topeng Bondres = Seni Melucu?

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails

Memang Pasar Malam

by Angga Wijaya
May 30, 2026
0
Memang Pasar Malam

BUKAN di sebuah kota kabupaten di Jawa. Bukan pula di lapangan alun-alun yang hanya ramai ketika ada perayaan tertentu. Pasar...

Read moreDetails
Next Post
Seni Topeng Bondres = Seni Melucu?

Seni Topeng Bondres = Seni Melucu?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati
Khas

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

by Emi Suy
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co