1 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menggapai Kedamaian dan Kebahagiaan di Tahun 2024

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
January 6, 2024
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

PERPUTARAN waktu terasa begitu cepatnya, tidak terasa kita sudah masuk di awal tahun 2024. Banyak perayaan dilakukan untuk tahun baru ini, yang tentu disertai berbagai macam doa dan harapan.

Ada yang berharap pada tahun baru ini bisa lebih sukses dan lebih baik dari tahun sebelumnya. Ada yang berdoa diberi kemudahan untuk berbagai usaha dan upaya, dan untuk keluarganya yang sakit tentunya ada doa dan harapannya agar mereka diberi kesembuhan.

Dalam menjalani kehidupan, segala hal diawali dengan doa dan harapan. Pastinya doa harapan itu pasti baik semua. Namun yang pasti juga, tidak semua doa harapan terkabulkan.

Sehingga, seperti yang kita jalani dan saksikan bersama dalam kehidupan yang sudah berlalu, kekecewaaan pasti muncul untuk di hati mereka yang tidak mencapai ekspektasi dari harapannya. Ada juga yang gembira dan bahagia karena apa yang menjadi harapan tercapai saat itu.

Tidak cukup berhenti sampai di situ. Tak cukup berhenti pada kecewa atau gembira.  Karena kita harus tetap dan terus berjalan.

Kalau kita mau jujur dalam perjalanan hidup ini, dengan profesi sebagai apapun, pastinya kita berharap mendapatkan kedamaian dan kebahagiaan. Dan tahun 2024 ini menjadi momentum penting dalam perjalanan manusia untuk mencapai kedamaian dan kebahagiaan yang berkelanjutan dan tidak berkesudahan.

Transformasi sosial dan budaya di berbagai lapisan masyarakat memandu arah perubahan menuju pemahaman yang lebih mendalam tentang arti sejati kedamaian dan kebahagiaan.

Kita punya keyakinan bahwa kita ini dibentuk oleh 5 unsur alam (panca maha butha) yaitu apah, bayu, teja , akasa dan pertiwi. Apa yang ada di alam itu ada dalam diri, sehingga ada alam besar (buana agung) dan diri kita sebagai alam kecil (buana alit).

Dalam ajaran kita ada sebuah pedoman atau falsafah hidup yang disebut Tri Hita Karana Semua umat Hindu pasti tahu Tri Hita Karana ini, yang merupakan pedoman hidup untuk mencapai kebahagiaan, yaitu harmonisasi terhadap Tuhan, manusia, dan alam semesta.

Dan dalam konsep yang lain kita mengenal konsep alam besar (buana agung ) dan  (buana alit).  Buana agung adalah alam semesta, dan buana alit adalah diri kita yang merupakan bagian dari buana agung. Dan tubuh kita dibentuk oleh unsur-unsur alam, dan diyakini apa yang ada di alam semuanya ada juga dalam diri kita dalam wujud kecil.

Berkaitan dengan cara atau jalan untuk mencapai kedamaian dan kebahagiaan, maka semua dimulai dari dalam diri kita karena sejatinya semuanya ada di dalam. Tapi banyak orang yang mencarinya keluar padahal semuanya ada di dalam.

Di dalam diri kita ada percikan Tuhan yang menjiwai kita yang namanya Jiwatman, dan Manu, Manah, adalah unsur manusianya yang ada dalam diri kita yaitu pikiran. Sedangkan alam semesta itu adalah tubuh kita sendiri yang tersusun dan terbentuk dari unsur-unsur alam. Sehingga untuk mendapatkan kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup, semuanya dimulai dari dalam diri kita.

Pertanyaannya sudahkah kita berdamai dengan pikiran (manu/manah) dan hati/Nur/Tuhan yang ada dalam diri kita? Sudahkah kita harmonis dengan pikiran (manu/manah) dan harmonis dengan hati/Nur/Tuhan yang ada dalam diri kita.

Ketika kita bisa berdamai dan harmonis dengan Tuhan, manusia dan alam semesta yang ada dalam diri kita, maka kita akan dapatkan kedamaian dan kebahagiaan di kehidupan yang lebih besar lagi, baik itu kehidupan di keluarga, lingkungan maupun masyarakat yang lebih luas lagi.

Sering kita melihat saudara, teman ataupun orang lain di sekitar kita yang diliputi dengan rasa ketakutan, khawatir, perkelahian dan banyak kita temui dan kita dengar berbagai macam keluhan-keluhan, dan itu salah satu ciri yang paling mudah menilai bahwa orang itu belum berdamai atau belum harmonis dengan yang ada dalam dirinya.

Ada pendapat, bahwa tubuh kita adalah tegalan tempat kita bercocok tanam untuk menabur benih karma yang kelak pahala dan buahnya akan kita nikmati sendiri. Maka taburlah benih-benih yang baik ditegalanmu ini untuk mendapatkan hasil yang baik.

Kehidupan kita ini ibarat rumah yang megah, tempat tinggal dan berlindung dari Sang Jiwa dalam perjalanannya. Namun sayangnya banyak orang memperlakukan rumah kehidupannya ini dengan cara tidak baik, sehingga rumah kehidupan ini menjadi tempat yang tidak nyaman.

Ketika kita menyadari bahwa tubuh ini adalah rumah bagi Sang Atman yang tinggal di dalamnya, dan tubuh ini ibarat semesta kecil bagi Atman selama ada di kehidupan ini, maka semestinya kita akan merawat dan menjaga tubuh ini sebagai rumah bagi Sang Atman, meskipun tubuh ini hanya rumah sementara, tapi sangat penting bagi kita dalam perjalanan dalam kehidupan ini.

Jika kita tidak menghargai, serta merawat dengan baik rumah Sang Jiwa ini, maka rumah Sang Jiwa ini akan tidak memberikan rasa nyaman bagi Sang Jiwa penghuni rumah kita untuk tetap berdiam didalamnya. Itulah sebabnya banyak orang sampai melakukan bunuh diri, karena jiwanya sudah tidak nyaman dan tidak tahan lagi tinggal di dalam tubuh ini.

Namun bilamana tubuh ini menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi jiwa, kehidupan akan bisa dijalani dengan rasa suka cita penuh kedamaian dan kebahagiaan. Dengan damai dan bahagia dimulai dari dalam diri kita sudah pasti ketika kita keluar berinteraksi dengan semesta yang besar maka sudah dipastikan kedamaian dan kebahagiaan akan kita dapatkan. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis DOKTER CAPUT atau DR. DR. KETUT PUTRA SEDANA, SP.OG
Mengelola Ketidaksempurnaan Menjadi Keindahan yang Bernilai
Dari Salam “MERDEKA”, Kita Memaknai Kemerdekaan
Hamil Sebelum Menikah
Sejarah yang Membuat Saya Bangga jadi Orang Buleleng
Tags: filsafat balihindurenunganTri Hita Karana
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Megawati, Bandara Internasional, dan Begitu Mudahnya Petani Bali Kehilangan Tanah

Next Post

Seni Topeng Bondres = Seni Melucu?

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails
Next Post
Seni Topeng Bondres = Seni Melucu?

Seni Topeng Bondres = Seni Melucu?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co