4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pameran MANUSIA: Telur Setengah Matang, Merespon Isu Kehamilan Anak dengan Seni Ala Bali

tatkala by tatkala
October 24, 2023
in Pameran
Pameran MANUSIA: Telur Setengah Matang, Merespon Isu Kehamilan Anak dengan Seni Ala Bali

Pameran MANUSIA: Telur Setengah Matang

Suasana di gedung Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Bali pada Senin (23/10) terlihat berbeda. Saat ini, terpasang sebuah gayor (dekorasi yang identik dengan acara pernikahan di Bali) yang terlihat berbeda karena ada bentuk telur putih yang memagari pintu, bahkan berada di tangan figur sang dewi.

Gayor tersebut merupakan salah satu karya seni yang dipajang dalam pameran bertajuk MANUSIA: Telur Setengah Matang. Melanjutkan seri pameran MANUSIA: Coming of Age yang pertama kali diadakan di Dharma Negara Alaya pada Mei lalu, pameran kali ini kembali mencoba untuk merespon isu-isu terkait kesehatan seksual dan reproduksi dengan cara yang berbeda.

Dalam mempersiapkan pameran ini, PKBI Daerah Bali berkolaborasi dengan Gurat Institute, sebuah kolektif seniman Bali yang berfokus pada program riset, dokumentasi, pengkajian dan pengembangan kebudayaan (visual culture), melalui presentasi gelaran seni rupa dan karya-karya kolaboratif yang melibatkan lintas seniman.

“Fenomena kehamilan remaja ini dari dulu memang cukup tinggi di Indonesia, khususnya di Bali,” ujar Ni Luh Eka Purni Astiti, Direktur Eksekutif PKBi Daerah Bali. Pernyataan ini sejalan dengan data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2017, dimana hampir 2 dari 3 perempuan usia 20-24 tahun yang menikah sebelum usia 18 tahun hamil pertama kali di bawah usia 18.

.

Indeks Pembangunan Pemuda Tahun 2019 pun mencatat, proporsi remaja berusia 15–18 tahun di Provinsi Bali yang pernah menikah dan sedang hamil sebesar 23,40% tergolong relatif besar dan bahkan melebihi angka nasional (16,67%).

“Pameran ini adalah uji coba kami untuk membungkus edukasi bukan hanya ceramah, tapi juga informasi yang disampaikan melalui seni. Jadi kami juga menggaet stakeholder dan seniman yang mungkin sebelumnya jauh dari isu kesehatan reproduksi dan seksual,” lanjut Eka Purni. Menurutnya, seri pameran MANUSIA ini selalu diadakan untuk menanggapi data-data terkait dunia remaja termasuk soal bullying berbasis gender, kesehatan mental, kehamilan dan perkawinan remaja. 

Sebagai kurator, Savitri Sastrawan dari Gurat Institute pun sempat merasa bahwa tema dan isu yang diangkat cukup berat. Namun, ia merasa senang karena pameran ini membuka kolaborasi  dengan seniman-seniman muda yang siap di-challenge untuk merespon tema. “Selama diskusi, kami juga mendengarkan PKBI terkait pesan apa yang ingin disampaikan di beberapa karya,” ceritanya.

Savitri pun menjelaskan, judul ‘Telur Setengah Matang’ sebenarnya terinspirasi dari sebuah film pendek berjudul sama yang disutradarai oleh seniman muda bernama Reni Apriliana. Di dalam film, simbolisasi remaja dengan telur pun dirasa cocok untuk menggambarkan situasi yang terjadi pada isu kehamilan dan perkawinan remaja.

.

Disamping itu, Savitri mengajak beberapa perupa muda Bali baik individu maupun kelompok untuk berkarya berdasarkan narasi serta simbol lokal di Bali sendiri. “Simbol-simbol tentang janin, kehamilan, kehidupan, serta kemanusiaan kurasa seringkali diceritakan melalui Lukis Wayang Kamasan maupun pertunjukan Wayang Kulit,” jelasnya.

Pameran ini pun menampilkan tujuh karya dari seniman, komunitas dan organisasi yang berfokus pada isu perkawinan dan kehamilan remaja untuk merespon isu yang sama. Masih mempertahankan aspek kolaboratif dalam beberapa karyanya, PKBI Daerah Bali bekerja sama dengan Lentera Anak Bali (LAB), SOS Children’s Village, dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) lain untuk berkontribusi menciptakan Seruan Remaja, Suara Remaja, dan Cerita-Cerita Telur Setengah Matang. 

Seruan remaja adalah karya fotografi yang melibatkan 23 orang dari berbagai usia dan latar belakang untuk memotret menggunakan teknik Photo Voices. Masing-masing fotografer diminta untuk mengambil gambar benda atau suasana apa yang mengingatkan mereka pada isu perkawinan dan kehamilan remaja. Walaupun terlihat sederhana, namun ternyata teknik fotografi ini mampu mengantarkan cerita-cerita terkait usaha pengguguran kandungan yang bahaya, kesehatan mental, bahkan pengalaman dari remaja itu sendiri yang sudah memiliki anak.

Menggunakan media yang berbeda, Suara Remaja pun adalah suatu karya yang melibatkan sejumlah LSM dalam forum group discussion (FGD). Di dalam FGD tersebut, para peserta mendiskusikan dan merumuskan rekomendasi untuk menangani kasus kehamilan dan perkawinan remaja. Hasil FGD dirangkum dan dibuatkan Graphic Recorder dan akhirnya dipajang di pameran MANUSIA: Telur Setengah Matang. Terinspirasi dari proses, cerita, dan pengalaman peserta dari kedua karya di atas, Cerita-Cerita Telur Setengah Matang pun muncul sebagai sebuah karya di pameran ini. Karya ini adalah video berdurasi 9 menit berisikan testimoni, puisi, dan narasi dari teman terdekat dan ibu muda itu sendiri yang berkaitan dengan isu perkawinan dan kehamilan remaja.

Tak hanya itu, sentuhan seni khas Bali pun masuk sebagai respon seniman terhadap isu ini dan tercermin di karya Gayor Telur Setengah Matang, Rarekumara #2 dan #3, dan Life is Sacred (Fragmen of Bima Swarga). Gayor Telur Setengah Matang merupakan karya dari Raka Dalem Bernat yang menggunakan beberapa simbol dan objek dari cerita serta simbol kelahiran manusia dalam Wayang Bali dengan teknik ulatan dan penumpukan. Sebagai hiasan khas acara pernikahan, Gayor ini memberikan kesan menarik yang secara tak langsung menyiratkan pesan soal pernikahan muda lewat simbol-simbol  telur di sekitarnya.

Rarekumara #2 dan #3 adalah karya I Gede Sukarya yang terinspirasi dari cerita Tumpek Wayang atau dikenal dengan cerita Sapu Leger. Menggunakan tatahan kulit layaknya pertunjukan wayang, Sukarya mengekspresikan penampakan Rare Kumara berdenyut dalam perut ibu.

.

Selanjutnya, Life is Sacred (Fragmen of Bima Swarga) dari kolektif Iluh Bali juga menceritakan kembali penggambaran Kerta Gosa dalam cerita Bima Swarga Wayang Kamasan. Iluh Bali pun menceritakannya kembali dengan kreasi visual mereka yang  mengekspresikan apapun yang menjadi pilihan seorang perempuan terhadap kandungannya, sudah seharusnya merupakan hak pilih perempuan tersebut dalam menjalani kehidupannya.

Terakhir, terdapat karya Klinik Bersalin dan Wall of Hope sebagai instalasi untuk merespon ruang PKBI Daerah Bali. Klinik Bersalin merupakan replikasi suasana dan ruang klinik yang dulunya dipakai oleh Klinik Catur Warga untuk melayani kesehatan seksual dan reproduksi remaja, perempuan, dan keluarga. Setelah menikmati semua karya, pengunjung pun bisa ke ruang Wall of Hope dimana mereka bisa menggambar, melukis, dan menuliskan kesan pesannya sebebas mungkin.

Pameran MANUSIA: Telur Setengah Matang diadakan di lantai 1 gedung PKBI Daerah Bali, Jln Jl. Gatot Subroto IV No.6, Dangin Puri Kaja, Denpasar, Bali. Pamerandibuka dari tanggal 23-29 Oktober 2023 jam 10.00-20.00 WITA. Ada beberapa agenda kecil yang turut meramaikan pameran, salah satunya adalah Artist Talk Lahiran Seni yang diadakan pada Sabtu, 28 Oktober 2023 jam 15.30. Pameran ini gratis dan ada beberapa merchandise menarik untuk pengunjung yang beruntung. Oleh karena itu, mari datang dan ramaikan pameran ini! [T][Vin/*]

Tags: Pameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

SMA Bali Mandara: Ekslusivitas Pendidikan

Next Post

“Calon Lawan”: Sebuah Alegori Perebutan Kekuasaan Hari Ini

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

Read moreDetails

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

by tatkala
September 17, 2026
0
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

Read moreDetails

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

Read moreDetails

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

by Nyoman Budarsana
August 5, 2026
0
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

Read moreDetails

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
0
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

Read moreDetails

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

Read moreDetails

Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

BALI selama bertahun-tahun dikenal dunia sebagai pulau yang eksotis. Namun, di balik citra itu, tersimpan sejarah panjang tentang bagaimana representasi...

Read moreDetails
Next Post
“Calon Lawan”: Sebuah Alegori Perebutan Kekuasaan Hari Ini

“Calon Lawan”: Sebuah Alegori Perebutan Kekuasaan Hari Ini

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co