26 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menelisik Ajaran Tentang Ujaran Dalam Sastra Klasik

Putu Eka Guna Yasa by Putu Eka Guna Yasa
August 27, 2023
in Esai
Pawisik Durga, Galungan, dan Cinta Kasih

Putu Eka Guna Yasa

LIDAH MANUSIA memiliki dua fungsi utama yaitu mengecap rasa dan mengucap kata. Mengecap enam rasa yang terdiri atas pahit, manis, asam, asin, pedas, dan sepat merupakan kemampuan lidah ketika makanan dan minuman masuk ke dalam mulut.

Meskipun makanan dan minuman telah tertelan, rasa itu sesungguhnya tidak hilang. Rasa tersebut telah dikirim pada saat yang bersamaan oleh lidah ke dalam pikiran karena pikiran adalah raja indria (rajendria). Sementara lidah adalah bawahannya yang disebut dengan jihwendriya. Karena rasa  telah terekam dalam pikiran, maka pikiran senantiasa merindukan rasa yang menurutnya enak. Pikiran pada gilirannya akan terikat pada objek yang bernama rasa.

Mengucap kata adalah fungsi lidah yang secara teknis berkolaborasi dengan organ-organ wicara lain dan hembusan udara dari paru-paru. Yang menjadi pengontrol utama dari lidah untuk mengucap kata adalah pikiran. Dalam pandangan sastra klasik, hubungan antara kata dengan pikiran disebut dengan sabda dan idep.

Pikiran tak perlu jeda untuk menjadikan kata-kata sebagai duta atas dirinya. Lidah adalah abdi pikirian yang setia. Uniknya, sekali kata diucapkan, maka manusia seperti melesatkan anak panah yang tak kuasa lagi dikendalikan pemiliknya setelah ia lepas. Itu sebabnya para tetua Bali menganalogikannya dengan ungkapan “jika minyak tumpah masih bisa diambil dengan kapas, tetapi sekali kata terucapkan pemiliknya tak punya kuasa lagi atasnya”. 

Kata-kata yang dikomandoi oleh pikiran, seringkali gagal dipikirkan efeknya oleh manusia ketika berkomunikasi dengan mitra tuturnya. Sejumlah karya sastra klasik menunjukkan betapa penderitaan yang mesti ditanggung oleh seseorang akibat dari kurang terkendalinya ucapan yang dilontarkannya. Telah jamak diketahui bahwa pustaka Adi Parwa menceritakan fragmen seorang Dewi Drupadi yang harus rela membagi cintanya kepada lima orang Pandawa karena Kunti salah memberi perintah kepada Arjuna.

Arjuna yang telah mendapatkan Drupadi dari swayembara harus mematuhi ucapan ibunya karena apapun yang didapatkan oleh Arjuna mesti dibagi dengan saudara-saudaranya yang lain. Menikahi lima orang laki-laki untuk satu orang perempuan tersebut adalah aib yang sering dijadikan oleh musuh-musuh Pandawa untuk menjatuhkannya.

Bukan hanya Drupadi yang menderita atas kata-kata yang dijatuhkan mertuanya. Karya sastra Uttara Kanda yang menceritakan ihwal kisah cinta abadi Rama dan Sita juga menarasikan mengenai kisah pilu seorang raksasa bernama Kumbakarna. Ia adalah saudara dari Rawana raja raksasa dari kerajaan Alengka termasuk juga Wibhisana, dan Surpanaka.

Sebagai seorang raksasa, mereka adalah pertapa yang sangat taat dalam mematuhi janji diri atau brata. Setalah ribuan tahun bertapa sesuai dengan caranya masing-masing, leluhur mereka yaitu Dewa Brahma berkenan turun ke dunia untuk memberikan anugerah. Brahma berturut-turut memberikan imbalan kepada para raksasa itu sesuai dengan permintaannya. Ketekunan Rawana dibalas dengan anugerah berupa kejayaan atas tiga dunia. Kegigihan Wibhisana dianugerahi kebijaksanaan. Ketetapan hati Surpanaka dianugerahi kesaktian yang tinggi.

Entah apa yang menjadi dasar pertimbangan Brahma. Ketika hendak memberikan anugerah kepada Kumbakarna beliau merasa ketakutan apabila anugerah itu disalahgunakan. Beliau tidak merasakan kecemasan yang sama pada saat memberi anugerah kesaktian tinggi kepada Rawana yang jelas-jelas juga berperangai raksasa.

Keganjilan tersebut menyebabkan kita sebagai peminat tanda memberikan perhatian khusus atas fragmen karya sastra ini. Dewa Brahma yang menduga bahwa anugerahnya akan disalahgunakan, lalu mengutus sakti beliau yaitu Dewi Saraswati untuk turun ke dunia dan berstana pada lidah Kumbakarna. Dengan menyusup di bagian lidah, Saraswati berhasil membelokkan permintaan Kumbakarna yang semula memohon sukasada atau kesenangan yang tiada henti, menjadi supta sada yang bermakna tidur terus menerus.

Atas kesalahan mengucapkan kata-kata itu Kumbakarna harus tidur terus-menerus sampai pada gilirannya dia akan menunjukkan patriotisme bela bangsanya ketika perang antara Rawana dan Rama meletus. Karena penghayatan atas karya sastra tersebut, sampai saat ini sebagian masyarakat Bali meyakini bahwa basuhan tirta yang dimohonkan pada topeng wayang wong Kumbakarna dapat membantu melancarkan anak-anak yang mengalami hambatan wicara. Mereka bersandar pada satu keyakinan bahwa Saraswati sebagai dewi kata-kata berstana pada lidah Kumbakarna.

Apakah ceritanya selesai? Belum. Melalui pustaka Arjuna Wiwaha, kita juga dapat mengetahui bahwa seorang raksasa bernama Niwatakawaca berhasil dikalahkan oleh Arjuna dengan cara memanah pangkal lidahnya. Sekali lagi karya sastra di atas memberi kita peringatan bahwa lidah menjadi sumber penderitaan bagi pemiliknya. Di tengah-tengah percaturan politik yang sarat dengan potensi ujaran kebencian, kisah-kisah ini penting dibaca ulang terlebih bagi calon pemimpin bangsa. Kita mesti menginsafi bahwa lidah itu bagaikan keris yang siap mengiris hati pendengarnya.

Pustaka-pustaka klasik tidak hanya menyuguhi kita pandangan negatif tentang ujaran. Dalam pustaka Nitisastra kita juga diberi pesan bahwa seorang yang telah membadankan sastra, kata-katanya ibarat air suci keabadian yang bisa memberi vitalitas hidup bagi pendengarnya (sang sastrajnya wuwusnira amreta padayangde sutusteng praja). Hari ini, masih adakah pemimpin yang berpegang pada sastra dan tutur leluhur? [T]

  • Klik untuk BACA artikel lain dari penulis PUTU EKA GUNA YASA
Hari Lahir dan Pantangan Makanannya dalam Lontar Pawetuan Jadma Ala Ayu
Menjadi Manusia Merdeka: Catatan dari Adikawya Kakawin Rāmāyana
“Nglawang”: Sumber Sastra dan Realita
Tags: ajaransastrasastra klasik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Puisi-puisi dari Rumah Sakit

Next Post

Batas Nalar : Catatan Sehabis Menonton “Our Sea is Always Hungry” – Leyla Stevens

Putu Eka Guna Yasa

Putu Eka Guna Yasa

Pembaca lontar, dosen FIB Unud, aktivitis BASAbali Wiki

Related Posts

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

Read moreDetails

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
0
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

Read moreDetails

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

by Angga Wijaya
September 22, 2026
0
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

Read moreDetails

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails
Next Post
Batas Nalar : Catatan Sehabis Menonton “Our Sea is Always Hungry” – Leyla Stevens

Batas Nalar : Catatan Sehabis Menonton "Our Sea is Always Hungry" - Leyla Stevens

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Ulas Rupa

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

by Jaswanto
September 26, 2026
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co