2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menghapus Citra “Judes, Kumuh dan Lelet” Rumah Sakit Pemerintah

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
August 20, 2023
in Esai
Kisah-kisah Unik Pendidikan Dokter | Merayakan HUT ke-4 FK Undiksha

“Rumah sakit (RS) itu seharusnya adalah hotel yang tamunya adalah orang yang mencari pengobatan (hospital).”

Karena hotel, maka segala halnya harus membuat orang senang dan bahagia. Mulai dari gedungnya yang bersih, petugasnya yang ramah dan hangat serta pelayanannya cepat. Jangan lupa hidangannya juga harus nikmat dan penuh cita rasa.

Namun faktanya, citra RS pemerintah yang judes, kumuh dan lelet berjubel antri lama bukan mudah untuk dihapuskan. Meskipun bisa saja itu sekadar stigma yang kadung begitu kuat melengket, namun harus diakui secara jujur dan berbesar hati, memang masih ada RS yang demikian.

Mungkin bukan hanya RS pemerintah saja, RS swasta pun masih ada yang seperti itu. Nah, apapun dalih kita, citra dan realita tersebut harus secepatnya dihapuskan. Agar nuansa dan citra RS bisa menjelma menjadi sebuah hotel atau resort sehingga para pasien melupakan penderitaannya karena serasa sedang berliburan. 

Sikap Judes

Boleh dibilang, ini merupakan isu paling klasik dan sangat kontradiktif dengan konsep hospitality. Akan menjadi tanda tanya besar, bagaimana mungkin orang yang punya kepribadian judes memilih profesi sebagai pelayan masyarakat? Kenapa tidak menjadi peneliti saja misalnya atau profesi lain yang tidak bersentuhan dengan banyak manusia seperti tukang bangunan, pelukis atau pertapa, hahaha.

Meskipun tetap saja bukan hal baik menjadi peneliti, tukang masak atau pekerja bangunan yang judes, namun setidaknya takkan memakan banyak korban manusia.

Judes sama beton atau terasi apalagi kepada virus dan bakteri yang diteliti kan tak apa-apa. Yang penting masakannya lezat atau bangunannya kokoh, judesnya gak masalah. Namun judes kepada sesama manusia apalagi orang sakit, ini dosanya berlipat pangkat dua.

Pasien yang telah mengalami kelemahan psikologis justru harus dibangun mentalnya agar kuat dan dapat membimbing raganya menjadi pulih lebih cepat. Sikap judes sesungguhnya tak cuma merugikan orang lain. Lebih buruk lagi, hal itu sudah pasti dapat merusak diri  si pelaku. Ini mirip dengan sikap marah, sinis dan sifat temperamental.

Petugas yang judes sebaiknya tidak dihukum, melainkan disarankan untuk liburan dan rekreasi. Misalnya liburan berjalan kaki ke Ubud atau rekreasi berenang ke Lombok, hahaha. Semua gerombolan negatif itu akan memacu adrenalin darah dan meningkatkan hormon stres.

Jika hal ini sering dan terus berlangsung maka kejudesan dapat menyatukan pelakunya dengan pasiennya ke dalam satu ruangan perawatan.

RS Kumuh

Lingkungan RS yang jorok, terutama fasilitas toilet dan kakus merupakan warisan yang mengerikan. Warisan turun temurun ini harus segera dilelang. Namun adakah yang mau membeli? Dijamin pasti tidak.

Maka satu-satunya pilihan untuk budaya kumuh ini adalah dimusnahkan. Apalagi di dalam lingkungan RS yang membawa misi penyembuhan orang sakit. Mana mungkin misinya sukses jika lingkungannya kumuh.

Kesalahan klasik kita adalah, cuma memberi perhatian dan mendandani dengan cantik front office saja. Karena inilah yang kelihatan dan menjadi pandangan pertama.

Namun hakikat sebuah gedung termasuk RS justru adalah ruang-ruang yang tak tampak seperti dapur maupun toilet. Jika ruang-ruang itu, yang tak tampak oleh orang-orang telah  tertata dengan bersih dan rapi, apalagi yang tampak di depan?

Oleh karena itu, harus ada strategi yang kuat dan melekat bagian kesehatan lingkungan (kesling) RS bersama seluruh civitas untuk memastikan toilet dan kakus selalu bersih, kering dan wangi.

Jika tidak demikian, maka keadaan ini dapat diibaratkan tubuh seorang gadis berparas ayu dengan rambut diwarnai, bulu mata eyelash extension, make up tebal dan lehernya dilingkari emas murni, namun tak dinyana bokongnya penuh jamuran hahaha.

Respon Lelet

Ada satu kejadian menarik sekaligus menggelikan, sebagai pengganti diksi memalukan. Suatu sore, saya berencana akan  merujuk pasien dari praktek pribadi saya di Klinik Sahabat untuk opname di RSUD Buleleng.

Keluarga pasien yang akan saya rujuk berujar begini, “Dok, yang penting tidak dirujuk ke RSUD saja ya. Pelayanannya sangat lelet.”

Saya terperangah, kedua asisten saya menahan tawa. Andai ia tahu, saya adalah direktur RSUD saat ini, hahaha. Namun demikian, tamparan itu adalah berton-ton bahan bakar energi buat memacu peyanan di RSUD agar lebih cepat dan tanggap.

Memang masih saja terdengar keluhan pasien yang merasa lama di IGD atau respon perawat yang lambat jika ada keluhan pasien di ruangan rawat inap. Meskipun ada dari kasus tersebut yang diakibatkan oleh persepsi pasien yang keliru menyangkut prosedur standar yang telah dijalankan oleh nakes, namun keluhan tersebut wajib selalu dianggap penting.

Maka edukasi dan pemberian informasi yang lebih jelas perlu diupayakan. Dengan penerapan pelayanan berbasis digital saat ini, maka kecepatan pelayanan jelas dapat lebih dipacu. Dan sangat nyata kepuasan pasien dapat ditingkatkan dan kinerja staf terus mendapat apresiasi dari masyarakat.

Orang Dalam

Fenomena “orang dalam” ini pun sangat menantang dan merupakan budaya kolot yang sulit dihilangkan. Namun isu ini perlu dilihat dari sisi positif. Jika masih ada kepercayaan masyarakat, perlu orang dalam untuk menjamin pasien mendapatkan pelayanan yang baik, maka bisa jadi mutu pelayanan RS dan prinsip keterbukaannya memang belum meyakinkan.

Jadi ini hal yang obyektif. Bukan karena kata “dalam” yang terasa memiliki nilai magis dan peka seperti tenaga dalam atau pakaian dalam. Hahaha. Namun prinsip pelayanan haruslah setara dan anti diskriminasi.

Menerapkan prinsip ini dan membuat masyarakat yakin memang butuh waktu. Pada saat itu, maka direktur RS tidak perlu setiap saat menerima telepon atau WA dari masyarakat yang menitipkan kerabatnya yang berobat ke RS. Namun mereka akan selalu yakin, siapapun yang perlu pelayanan RS akan dilayani dengan standar terbaik.

Sama seperti jika warga kita berobat ke RS luar negeri, ke RS Mount Elizabeth di Singapura misalnya. Memangnya bisa cari “orang dalam” siapa di sana? Tanpa itu, sudah yakin akan mendapat pelayanan yang paripurna.

***

Kita harus mengakui, masalah pelayanan di RS butuh perhatian mulai dari hal-hal kecil dan sederhana namun pasti berdampak besar.

Ya itu tadi, soal petugas yang judes, lingkungan kumuh dan pelayanan yang lambat serta orang dalam yang bergentayangan.

Gedung RS yang megah dan alat-alat medis yang canggih serta modern, takkan mengobati jika tak dihangati oleh cinta dan panggilan jiwa civitasnya. [T]

  • Klik BACA untuk melihat esai dan cerpen dari penulis DOKTER PUTU ARYA NUGRAHA
Betulkah Dokter Sering Terburu-buru?
Cerita-cerita Ringan Dokter (3): Image Mahasiswa Kedokteran
Cerita-cerita Ringan Dokter (2): Dokter Novelis, Politisi, dan Dokter Cuci Sepatu
Cerita-cerita Ringan Dokter (1): Tarif Praktek
Tags: kesehatanrumah sakit
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tutur Candra Bherawa (2): Ketika Seniman dan Penikmatnya Terhubung Melalui Makna dan Falsafah

Next Post

Dari Iwan Fals  Hingga A.A. Raka Sidan:  Catatan Kegagalan Pendidikan Tinggi

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Dari Iwan Fals  Hingga A.A. Raka Sidan:  Catatan Kegagalan Pendidikan Tinggi

Dari Iwan Fals  Hingga A.A. Raka Sidan:  Catatan Kegagalan Pendidikan Tinggi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co