13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menghapus Citra “Judes, Kumuh dan Lelet” Rumah Sakit Pemerintah

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
August 20, 2023
in Esai
Kisah-kisah Unik Pendidikan Dokter | Merayakan HUT ke-4 FK Undiksha

“Rumah sakit (RS) itu seharusnya adalah hotel yang tamunya adalah orang yang mencari pengobatan (hospital).”

Karena hotel, maka segala halnya harus membuat orang senang dan bahagia. Mulai dari gedungnya yang bersih, petugasnya yang ramah dan hangat serta pelayanannya cepat. Jangan lupa hidangannya juga harus nikmat dan penuh cita rasa.

Namun faktanya, citra RS pemerintah yang judes, kumuh dan lelet berjubel antri lama bukan mudah untuk dihapuskan. Meskipun bisa saja itu sekadar stigma yang kadung begitu kuat melengket, namun harus diakui secara jujur dan berbesar hati, memang masih ada RS yang demikian.

Mungkin bukan hanya RS pemerintah saja, RS swasta pun masih ada yang seperti itu. Nah, apapun dalih kita, citra dan realita tersebut harus secepatnya dihapuskan. Agar nuansa dan citra RS bisa menjelma menjadi sebuah hotel atau resort sehingga para pasien melupakan penderitaannya karena serasa sedang berliburan. 

Sikap Judes

Boleh dibilang, ini merupakan isu paling klasik dan sangat kontradiktif dengan konsep hospitality. Akan menjadi tanda tanya besar, bagaimana mungkin orang yang punya kepribadian judes memilih profesi sebagai pelayan masyarakat? Kenapa tidak menjadi peneliti saja misalnya atau profesi lain yang tidak bersentuhan dengan banyak manusia seperti tukang bangunan, pelukis atau pertapa, hahaha.

Meskipun tetap saja bukan hal baik menjadi peneliti, tukang masak atau pekerja bangunan yang judes, namun setidaknya takkan memakan banyak korban manusia.

Judes sama beton atau terasi apalagi kepada virus dan bakteri yang diteliti kan tak apa-apa. Yang penting masakannya lezat atau bangunannya kokoh, judesnya gak masalah. Namun judes kepada sesama manusia apalagi orang sakit, ini dosanya berlipat pangkat dua.

Pasien yang telah mengalami kelemahan psikologis justru harus dibangun mentalnya agar kuat dan dapat membimbing raganya menjadi pulih lebih cepat. Sikap judes sesungguhnya tak cuma merugikan orang lain. Lebih buruk lagi, hal itu sudah pasti dapat merusak diri  si pelaku. Ini mirip dengan sikap marah, sinis dan sifat temperamental.

Petugas yang judes sebaiknya tidak dihukum, melainkan disarankan untuk liburan dan rekreasi. Misalnya liburan berjalan kaki ke Ubud atau rekreasi berenang ke Lombok, hahaha. Semua gerombolan negatif itu akan memacu adrenalin darah dan meningkatkan hormon stres.

Jika hal ini sering dan terus berlangsung maka kejudesan dapat menyatukan pelakunya dengan pasiennya ke dalam satu ruangan perawatan.

RS Kumuh

Lingkungan RS yang jorok, terutama fasilitas toilet dan kakus merupakan warisan yang mengerikan. Warisan turun temurun ini harus segera dilelang. Namun adakah yang mau membeli? Dijamin pasti tidak.

Maka satu-satunya pilihan untuk budaya kumuh ini adalah dimusnahkan. Apalagi di dalam lingkungan RS yang membawa misi penyembuhan orang sakit. Mana mungkin misinya sukses jika lingkungannya kumuh.

Kesalahan klasik kita adalah, cuma memberi perhatian dan mendandani dengan cantik front office saja. Karena inilah yang kelihatan dan menjadi pandangan pertama.

Namun hakikat sebuah gedung termasuk RS justru adalah ruang-ruang yang tak tampak seperti dapur maupun toilet. Jika ruang-ruang itu, yang tak tampak oleh orang-orang telah  tertata dengan bersih dan rapi, apalagi yang tampak di depan?

Oleh karena itu, harus ada strategi yang kuat dan melekat bagian kesehatan lingkungan (kesling) RS bersama seluruh civitas untuk memastikan toilet dan kakus selalu bersih, kering dan wangi.

Jika tidak demikian, maka keadaan ini dapat diibaratkan tubuh seorang gadis berparas ayu dengan rambut diwarnai, bulu mata eyelash extension, make up tebal dan lehernya dilingkari emas murni, namun tak dinyana bokongnya penuh jamuran hahaha.

Respon Lelet

Ada satu kejadian menarik sekaligus menggelikan, sebagai pengganti diksi memalukan. Suatu sore, saya berencana akan  merujuk pasien dari praktek pribadi saya di Klinik Sahabat untuk opname di RSUD Buleleng.

Keluarga pasien yang akan saya rujuk berujar begini, “Dok, yang penting tidak dirujuk ke RSUD saja ya. Pelayanannya sangat lelet.”

Saya terperangah, kedua asisten saya menahan tawa. Andai ia tahu, saya adalah direktur RSUD saat ini, hahaha. Namun demikian, tamparan itu adalah berton-ton bahan bakar energi buat memacu peyanan di RSUD agar lebih cepat dan tanggap.

Memang masih saja terdengar keluhan pasien yang merasa lama di IGD atau respon perawat yang lambat jika ada keluhan pasien di ruangan rawat inap. Meskipun ada dari kasus tersebut yang diakibatkan oleh persepsi pasien yang keliru menyangkut prosedur standar yang telah dijalankan oleh nakes, namun keluhan tersebut wajib selalu dianggap penting.

Maka edukasi dan pemberian informasi yang lebih jelas perlu diupayakan. Dengan penerapan pelayanan berbasis digital saat ini, maka kecepatan pelayanan jelas dapat lebih dipacu. Dan sangat nyata kepuasan pasien dapat ditingkatkan dan kinerja staf terus mendapat apresiasi dari masyarakat.

Orang Dalam

Fenomena “orang dalam” ini pun sangat menantang dan merupakan budaya kolot yang sulit dihilangkan. Namun isu ini perlu dilihat dari sisi positif. Jika masih ada kepercayaan masyarakat, perlu orang dalam untuk menjamin pasien mendapatkan pelayanan yang baik, maka bisa jadi mutu pelayanan RS dan prinsip keterbukaannya memang belum meyakinkan.

Jadi ini hal yang obyektif. Bukan karena kata “dalam” yang terasa memiliki nilai magis dan peka seperti tenaga dalam atau pakaian dalam. Hahaha. Namun prinsip pelayanan haruslah setara dan anti diskriminasi.

Menerapkan prinsip ini dan membuat masyarakat yakin memang butuh waktu. Pada saat itu, maka direktur RS tidak perlu setiap saat menerima telepon atau WA dari masyarakat yang menitipkan kerabatnya yang berobat ke RS. Namun mereka akan selalu yakin, siapapun yang perlu pelayanan RS akan dilayani dengan standar terbaik.

Sama seperti jika warga kita berobat ke RS luar negeri, ke RS Mount Elizabeth di Singapura misalnya. Memangnya bisa cari “orang dalam” siapa di sana? Tanpa itu, sudah yakin akan mendapat pelayanan yang paripurna.

***

Kita harus mengakui, masalah pelayanan di RS butuh perhatian mulai dari hal-hal kecil dan sederhana namun pasti berdampak besar.

Ya itu tadi, soal petugas yang judes, lingkungan kumuh dan pelayanan yang lambat serta orang dalam yang bergentayangan.

Gedung RS yang megah dan alat-alat medis yang canggih serta modern, takkan mengobati jika tak dihangati oleh cinta dan panggilan jiwa civitasnya. [T]

  • Klik BACA untuk melihat esai dan cerpen dari penulis DOKTER PUTU ARYA NUGRAHA
Betulkah Dokter Sering Terburu-buru?
Cerita-cerita Ringan Dokter (3): Image Mahasiswa Kedokteran
Cerita-cerita Ringan Dokter (2): Dokter Novelis, Politisi, dan Dokter Cuci Sepatu
Cerita-cerita Ringan Dokter (1): Tarif Praktek
Tags: kesehatanrumah sakit
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tutur Candra Bherawa (2): Ketika Seniman dan Penikmatnya Terhubung Melalui Makna dan Falsafah

Next Post

Dari Iwan Fals  Hingga A.A. Raka Sidan:  Catatan Kegagalan Pendidikan Tinggi

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Dari Iwan Fals  Hingga A.A. Raka Sidan:  Catatan Kegagalan Pendidikan Tinggi

Dari Iwan Fals  Hingga A.A. Raka Sidan:  Catatan Kegagalan Pendidikan Tinggi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co