24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita-cerita Ringan Dokter (3): Image Mahasiswa Kedokteran

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
May 1, 2023
in Esai
Kisah-kisah Unik Pendidikan Dokter | Merayakan HUT ke-4 FK Undiksha

DAYA TARIK PROFESI DOKTER, bagi masyarakat, telah terasa sejak masa perkuliahan mahasiswa kedokteran. Di negeri ini, sesungguhnya hal-hal menarik bahkan kontroversi terkait bidang kedokteran sudah menyeruak hadir sejak ujian masuknya. Apalagi kalau bukan karena urusan syarat biaya yang harus disiapkan untuk masuk sekolah kedokteran.

Meskipun persepsi masyarakat tak sepenuhnya betul soal biaya pendidikan ini, karena kalau diteliti, syarat biaya tersebut bukan skema untuk semua calon mahasiswa fakultas kedokteran (FK.) Melainkan sudah dialokasikan untuk sejumlah kuota sesuai aturan pemerintah.

Karena saking banyaknya hal-hal unik dan menarik terkait profesi dokter ini, maka pada tulisan kali ini kita batasi bahasan pada satu periode menarik masa-masa perkuliahan mahasiswa kedokteran.  

Sekolahnya Lama

Dibandingkan fakultas lain, waktu kuliah di FK memang labih lama. Jika fakultas lain, rata-rata butuh waktu empat tahun, maka kuliah kedokteran minimal enam tahun baru tamat. Hal ini sebetulnya sangat mudah dipahami karena dokter merupakan sarjana profesi yang memerlukan pendidikan profesi pada dua tahun terakhir masa pendidikannya.

Pada tahap ini, mahasiswa FK sudah dilantik sebagai dokter muda atau lebih populer dipanggil koas (Co-ass/Co-assistant), dapat dimaksudkan sebagai seorang asisten dokter yang akan menjadi dokter penuh ketika masa asistensinya sudah selesai. Jadi setelah empat tahun masa perkuliahan, seorang mahasiswa FK meraih gelar sebagai sarjana kedokteran (S.Ked) yang kemudian melanjutkan pendidikan profesi sebagai dokter muda tersebut di rumah sakit (RS).

Nah, artinya ini sama saja dengan mahasiswa fakultas lain yang akan mendapatkan gelar sarjananya dalam empat tahun. Hanya saja bedanya, seorang S.Ked belum siap kerja seperti rekan-rekannya fakultas lain. Maka pendidikan fase profesi tentu saja merupakan keharusan agar mahasiswa FK kelak memiliki sertifikat kompetensi tenaga kerja di bidang medis sebagai dokter umum.

Jangan lupa, seorang tamatan dokter harus menjalani tugas magang sebagai dokter intership selama setahun di RS dan puskesmas, sebelum kemudian mendapat kewenangan untuk bertugas mandiri. Jika ingin meningkatkan kompetensi, seorang dokter umum harus melanjutkan studi pendidikan dokter spesialis yang minimal butuh waktu empat tahun lagi.

Bahkan, jika ingin lebih mendalam, seorang dokter spesialis bisa melanjutkan pendidikan konsultan yang setidaknya memakan waktu dua tahun. Silakan saja ditotal, seorang dokter spesialis konsultan akan menghabiskan 12 tahun lamanya untuk belajar! 

Rupanya 12 tahun ini belum juga cukup jika dokter spesialis konsultan tersebut diharapkan juga melanjutkan pendidikan doktoral (S3), terutama jika yang bersangkutan adalah seorang dosen di FK sebagai dokter pendidik klinis (DPK atau dokdiknis).

Langkah Kakinya Cepat

Salah satu ciri khas mahasiswa kedokteran adalah jalannya yang selalu terburu-buru. Sampai ada anggapan, jika jalannya santai, itu pasti bukan mahasiswa kedokteran, atau jangan-jangan mahasiswa FK yang lagi sakit. Demikian juga penampilan fisik mahasiswa kedokteran, terutama pada era tahun 90-an ke bawah terkenal culun, kurang gaul dan tak modis.

Baru belakangan ini gaya dan penampilan mahasiswa FK mengikuti rekan-rekan mahasiswa fakultas lain yang lebih stylish. Kenapa demikian?

Harus diakui, tugas yang diberikan kepada mahasiswa FK, apalagi saat fase profesi, sungguh banyak dan tak mudah. Ini rasional untuk sebuah profesi yang berkaitan dengan kesehatan dan nyawa manusia. Tugas yang diberikan meliputi laporan pagi, kunjungan pasien ruangan (visite) dan pelayanan poliklinik, kunjungan rumah, tugas ilmiah dan presentasi berupa refrat (tinjauan pustaka), laporan kasus, jurnal reading, bed side teaching serta penelitian dan tentu saja ujian. Belum lagi tugas-tugas tambahan ekstra kurikuler.

Dengan tumpukan tinggi berbagai tugas tersebut, bisa dimaklumi seorang koas selalu berjalan terburu-buru dari satu tugas ke tugas lain atau dari satu ruangan ke ruangan lain. Maka untuk memoles penampilan pun tak kebagian jadwal.

Di kampus saya di FK Unud pernah ada joke, jika ada mahasiswi modis, itu adalah mahasiswi fakultas hukum (FH) atau sastra (FS), pasti bukan mahasiswi FK, hahaha! Ini karena kebetulan, kampus FH dan FS memang berdekatan dengan RS tempat koas FK Unud bertugas.

Bertugas 30 Jam

Seorang dokter muda, jika pas mendapat jadwal jaga malam, maka total lama jam bertugas yang bersangkutan setidaknya 30 jam, setara 4x shift. Kok bisa? Ya karena mulai bertugas jam 8 pagi sampai jam 2 sore, lalu melanjutkan tugas jaga sore/malam sampai pagi jam 8, kemudian siaga lagi sampai jam 2 sore, baru pulang ke rumah.

Namun, keesokan harinya, jam 8 pagi mesti bertugas lagi. Bahkan jika pasien ruangan banyak, tugas pagi harus lebih dini, bisa jam 6 pagi atau kurang sudah harus memeriksa pasien. Sementara jika pendidikan profesi paramedis (perawat/dokter), durasi tugas mereka selalu tetap hanya 1 shift yaitu selama 8 jam.

Mungkin karena pola pendidikan seperti inilah, seorang dokter kemudian mampu tetap menjalankan tugas praktek dokter di sore sampai malam hari setelah bekerja di pagi sampai siang di RS atau kantor.

Menikah Dengan Saudara Kandung

Lantaran lama berinteraksi, tak sedikit kemudian antar sesama mahasiswa kedokteran atau dokter muda terlibat kisah asmara. Tak sedikit pula dari mereka kemudian mengucap ikrar sumpah setia. Kalau kita ikuti sumpah dokter dari Hipokrates, salah satunya menyatakan, seorang dokter bagi dokter lain adalah saudara kandung.

Nah, bagi mereka yang akhirnya berjodoh dengan sesama dokter, itu boleh dibilang telah menikahi saudara kandungnya sendiri. Hahaha, tentu saja ini sekadar guyonan, terutama bagi yang tak kebagian jodoh sesama dokter. [T]

BACA esai dan cerpen dari penulis DOKTER PUTU ARYA NUGRAHA

Cerita-cerita Ringan Dokter (2): Dokter Novelis, Politisi, dan Dokter Cuci Sepatu
Cerita-cerita Ringan Dokter (1): Tarif Praktek
Tags: cerita dokterkesehatanmahasiswa kedokteranUnud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Bali Utara, Orang-orang Seakan Tak Henti Membicarakan Nyoman Paul

Next Post

Pesta Baca, Baca Pesta, di Taman Baca Kesiman

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Pesta Baca, Baca Pesta, di Taman Baca Kesiman

Pesta Baca, Baca Pesta, di Taman Baca Kesiman

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co