3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita-cerita Ringan Dokter (1): Tarif Praktek

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
February 14, 2022
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Beberapa hari ini, seorang dokter umum yang berpraktek di Blahbatuh, Gianyar viral di media sosial. Beliau adalah dr AA Gde Saputra Yasa yang berpraktek dengan tarif hanya Rp 30 ribu untuk jasa konsultasi sekaligus obat untuk pasiennya. Seorang warganet juga telah memuji dokter itu sangat ramah, sabar dan baik hati.

Warganet seorang ibu yang mendampingi anaknya berobat ke sana, tak tahan untuk bertanya, apakah dokter tidak rugi dengan tarif semurah itu? Di luar dugaan, dokter baik hati itu menjawab dengan lembut namun tegas, “Prinsip saya, yang penting bisa membantu mereka. Jika yang berobat bisa sembuh, itu sudah bayaran yang sangat cukup. Jadi dokter adalah pelayan. Jangan sampai mereka yang sakit tidak bisa berobat karena tidak punya uang.”

Hal ini, telah mengingatkan saya saat berpraktek sebagai dokter umum di desa kelahiran saya di Desa Kayuputih kecamatan Banjar, Buleleng sepanjang tahun 2005 hingga 2011. Bahkan  saat sudah menjadi seorang dokter ahi penyakit dalam (internis), atas permintaan warga desa, saya masih praktek sekali seminggu sebagai dokter umum hingga sekitar tahun 2015.

Nah, tarif saya pun saya saat itu, untuk jasa konsultasi dan biaya obat hanya Rp 25 ribu. Namun itu sudah 5-10 tahun lalu. Maka saat ini, biaya berobat ke dokter umum sebesar Rp 30 ribu itu sungguh fantastis murah sekali. Menjadi sempurna ketika dokternya juga sabar dan ramah. Baik hati sudah pasti.

Wajar saja fenomena ini menjadi viral dan menyadarkan kepada kita, akan selalu ada harapan dan hal-hal luar biasa dalam drama hidup yang kian sulit dan penuh persaingan ini. Kita semua pun sudah mengetahui kisah-kisah inspiratif dari orang-orang yang berprofesi dokter seperti dokter senior bernama dr Lo Siaw Ging di Solo yang menggratiskan semua pasien miskin.

Dan tentu saja yang paling epik adalah dr Lie Dharmawan, penggagas RS Terapung yang berkeliling Nusantara untuk melayani masyarakat sampai ke pelosok-pelosok negeri secara gratis. Dan tentu masih ada yang lain, dokter-dokter yang telah mededikasikan hidupnya untuk pelayanan kemanusiaan yang akan menggugah hati dan perasaan kita. 

Kita akan lebih mudah memaklumi fenomena ini jika kembali pada suatu fakta statistik yang dikenal dengan kurva normal. Yang mana, sebagian besar dari kita akan berada di area tengah-tengah sebagai karakteristik populasi rata-rata. Namun demikian, akan selalu ada populasi, dalam kwantitas yang jauh lebih kecil atau langka, di area yang ekstrim kiri atau kanan. Untuk dokter-dokter yang begitu besar jiwa pengabdiannya untuk sesama seperti tersebut di atas, boleh kita sebut populasi di area ekstrim kanan. Semoga saja tidak ada yang berada di area ekstrim kiri, meskipun ilmu statistik menduga selalu ada.

Berapa tarif atau jasa konsultasi dokter praktek sebenarnya? Profesi ini memang telah dikonotasikan dengan pelayanan kemanusiaan menyebaabkan membahas tarif menjadi satu hal yang tabu. Padahal, tentu saja dokter butuh penghasilan untuk biaya hidup bersama keluarganya. Dan terjadi kontaradiksi, justru karena masyarakat berharap kelak bisa hidup nyaman atau bahkan menjadi kaya dengan menjadi dokter.

Pada kenyataannya, tidak seperti harga barang atau pelayanan jasa selain medis yang lebih terbuka mengumumkan tarifnya, sebaliknya tarif dokter seakan malu-malu, dan lalu menjadi sangat bervariasi. Jika sebuah salon kecantikan bisa menempelkan daftar tarif pelayanan yang disiapkan seperti cream bath, cat rambut, pedicure dan lain-lain maka takkan pernah kita temukan pada dinding ruang praktek seorang dokter.  Dokter mana pun takkan pernah menempelkan tarif konsultasi, suntik, cabut gigi atau operasi bisul misalnya. 

Demikian pula organisasi profesi atau perkumpulan seminat , tidak pernah secara detail mengatur tarif dokter praktek swasta ini. Mungkin dengan alasan, seperti tadi, mungkin saja seorang pasien tidak memiliki uang sejumlah itu atau bahkan tidak mempunyai uang sama sekali. Sehingga dengan mematok tarif secara resmi justru akan menghilangkan kesempatan mendapat pelayanan bagi pasien-pasien kurang mampu tersebut. Biaya konsultasi dokter umum sebesar Rp 50 ribu saat ini dianggap masuk akal. Sementara untuk dokter ahli bisa mencapai Rp 80 – 100 ribu, dan bisa sampai Rp 150 ribu untuk dokter ahli konsultan. Tentu saja, masih ada yag lebih kecil atau lebih besar dari gambaran ini.  

Pada akhirnya, keputusan seorang dokter untuk menentukan tarif prakteknya bersifat sangat pribadi. Seperti kisah dr AA Gde Saputra Yasa yang dengan pilihannya tersebut ia merasa bahagia karena dapat membantu orang-orang yang kurang mampu. Ia telah mengajarkan kepada kita semua dan mengingatkan kepada para dokter, bahwa bahagia tidak selamanya ditentukan oleh nilai materi yang kita peroleh. Ia telah menyesap rasa bahagia pada rangkaian proses melayani.

Dengan menjadi dokter yang sabar dan ramah, dan tentu saja tarif yang sangat terjangkau. Tiba-tiba kita pun dibawa pada kasus-kasus yang juga sedang viral, orang-orang yang menyesal telah kehilangan modalnya dari bisnis trading bombastis dengan iming-iming profit besar. Tanpa menyadari afilliator dan influencer mondar-mandir  bergaya hidup mewah seakan-akan hasil trading padahal flexing. Mengungkap sisi suram manusia yang hendak kaya secara instan.

Jika harapan akan hasil telah sering kali mengingatkan kita akan kekecewaan, maka seorang dokter selalu punya ruang istimewa untuk bahagia dalam sebuah proses melayani. Betul-betul satu kemewahan teristimewa, ketika seseorang masih sanggup mengucapkan rasa terimakasih kepada seorang dokter saat keluarganya meninggal dunia dalam perawatannya. Itu, pastilah bukan dari sebuah hasil, namun tak perlu diragukan lagi, itu datang dari satu kisah pelayanan yang sangat mengesankan. Dan itu adalah sebuah pilihan sangat pribadi. [T]

Tags: dokterdokter umumkesehatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Taktik Adu Narasi Valentine vs Tumpek Krulut

Next Post

Tak Hanya Panca Yadnya, Beli Pakaian pun Menggunakan Perhitungan Wariga

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Tak Hanya Panca Yadnya, Beli Pakaian pun Menggunakan Perhitungan Wariga

Tak Hanya Panca Yadnya, Beli Pakaian pun Menggunakan Perhitungan Wariga

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co