13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Harmoni Antara Budaya Tradisional dan Modern di Festival Cerita Rasa 2023

I Komang Sutirtayasa by I Komang Sutirtayasa
August 15, 2023
in Panggung
Harmoni Antara Budaya Tradisional dan Modern di Festival Cerita Rasa 2023

Festival Cerita Rasa 2023 di Desa Tukadaya, pada tanggal 5 dan 6 Agustus 2023 | Foto: Sutirtayasa

 Berbagi kisah di Festival Cerita Rasa 2023 di Desa Tukadaya, pada tanggal 5 dan 6 Agustus lalu, sebuah festival pedesaan inisiatif Sanggar Bali Tersenyum. Festival dua hari ini menggabungkan pengenalan literasi, kuliner, seni, dan hiburan modern dalam rangkaian acara yang menarik dan beragam.

Cerita Rasa 2023 dibuka dengan pameran fotografi.  Pameran ini memperkenalkan keunikan konsep foto suryagrafi atau  solargrafi. Menghadirkan sepuluh karya menakjubkan, yang menampilkan lintasan matahari dari berbagai daerah.

Foto-foto yang dipamerkan merupakan hasil dari program rekam matahari, yang menggunakan metode kamera lubang jarum atau pinhole. Teknik ini mengandalkan prinsip dasar penangkapan cahaya tanpa lensa, menghasilkan gambar-gambar yang unik dan penuh karakter.

Salah satu karya yang dipamerkan adalah buah karya I Made Suarbawa, yang diambil di persawahan Banjar Pangkung Jajang, Desa Tukadaya, dengan meletakkan kamera kaleng atau kamera lubang jarum pada sudut tertentu selama dua minggu untuk merekam pergerakan matahari. Dalam hasil foto tergambar sebuah pelinggih dan lelakut dan juga garis-garis matahari yang bergerak, berubah setiap harinya. Menurut Birus, sapaan Suarbawa, semakin lama kamera tersebut diposisikan, maka akan semakin banyak garis matahari yang ditangkap dan efek artistik akan semakin menarik.

Setelah pembukaan pameran foto, dilanjutkan dengan presentasi kuliner olahan nyawan alias lebah. Yang diolah dari lebah adalah sarang yang masih berwarna putih dan masih penuh larva lebah. Hari itu, olahan yang dibuat adalah brengkes nyawan. Dengan pengolahan sederhana dan bumbu yang sederhana pula, seperti masakan Bali pada umumnya yang mengandalkan bumbu dasar suna cekuh, keberadaan sarang lebah dan larvanya menghasilkan cita rasa yang khas dan juga nikmat.

Sore harinya, ruang literasi sastra Bali Cerita Rasa menghadirkan satua Bali, menampilkan cerita-cerita klasik penuh makna. Saya berkesempatan membaca satua I Kedis Lanjana. Dalam cerita tersebut diceritakan kedis lanjana yang bertubuh kecil, dengan cerdik memperdaya I Muun yang bertubuh besar dan sok berkuasa hingga akhirnya mengakui kekalahannya. Dari cerita tersebut memberi pesan bahwa siapapun yang merasa lebih besar atau lebih kuat, hendaklah saling menghargai, tidak sombong dan tamak.

Tampil juga Yurika Dewi, yang membawakan satua Be Jeleg Tresna Telaga. Cerita ini mengantarkan kisah Be Jeleg yang setia pada danaunya meski dilanda kemarau panjang. Kisah Be Jeleg ini menjadi cermin kepedulian pada asal-usul dan tanah kelahiran, seperti juga melihat Bali dan bahasa Bali yang perlu digunakan dan dijaga.

Ruang literasi ini juga memperkenalkan pupuh-pupuh Bali, sebuah kumpulan lagu-lagu tradisional yang memiliki kedalaman makna dan pesan. Sesi ini menghadirkan Pak Putu Suaha, seorang pegiat sastra Bali dan memiliki perhatian pada kesenian tradisional. Anak-anak diajak untuk mengenali dan semoga berminat belajar megending Bali mulai dari sekar rare, geguritan, kekidungan hingga kakawin.

Nonton Film Dari Yogyakarta dan Jawa Tengah

Malam, pada hari pertama Cerita Rasa, para pengunjung festival diajak menikmati pemutaran film “Indonesia Raja 2023: Yogyakarta & Jawa Tengah”, yang memutar 4 film pendek. Salah satu Film berjudul “SERANGAN OEMOEM” yang merupakan film animasi karya Fajar Martha Santosa, berhasil menarik perhatian anak anak yang hadir. Film ini berkisah tentang usaha anak anak Yogyakarta yang membujuk Naga Antaboga, untuk membantu Kota Yogyakarta dari bencana serangan monster.

Percakapan antara anak-anak dan Naga Antaboga dalam film “Serangan Oemoem” menjadi hal menarik yang menjadi perhatian anak anak, salah satunya panggilan “Mas Nogo, mas Nogo”, dan dijawab “Emoh!” Dengan aksen Jawa yang kental diingat beberapa anak yang dianggap menarik dan menggelitik. Bahkan ada anak yang punya ide, percakapan itu mereka bahasa balikan, “Bli Nago, Bli Nago,” jawabnya “Koh ati!”.

Film-film lain yang diputar juga tidak kalah menarik yang mengisahkan budaya dan kehidupan masyarakat di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Terasa jauh, namun akrab, terutama banyak kosa kata bahasa Bali yang serupa, dan lingkungan Jembrana juga memiliki masyarakat yang multikultural, sehingga bahasa Jawa cukup akrab di telinga, walau tidak mengerti sepenuhnya.

Festival Cerita Rasa Yang Semakin Ramai

Pada hari kedua Cerita Rasa, pada pukul 10 pagi, acara dimulai dengan menggambar bersama, yang diikuti anak-anak sekitar sanggar dan beberapa yang datang dari luar desa. Melalui pendampingan dan arahan, kegiatan ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk berekspresi dengan lebih berani. Mereka diajak untuk menuangkan ide-ide kreatif mereka dengan warna-warna ceria dan bebas, menciptakan karya seni yang mencerminkan keceriaan dan imajinasi mereka. Kegiatan semacam ini tidak hanya memperkuat keterampilan seni anak-anak, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang keberanian, kebebasan berekspresi, dan kerjasama dalam lingkungan yang mendukung dan positif.

.

Festival Cerita Rasa juga dikunjungi mahasiswa Universitas Udayana yang sedang menjalani kuliah kerja nyata di Desa Tukadaya. Dalam kunjungan tersebut, mereka mengunjungi ruang pameran foto suryagrafi. Mereka juga dengan hangat ikut mendampingi anak-anak dalam kegiatan menggambar bersama, memberikan pandangan segar dan semangat pada proses kreatif anak-anak. Sambil menikmati kelezatan Jajo Lebura, momen ini menjadi ajang pertemuan dan sharing cerita yang memberikan inspirasi baru bagi semua pihak.

Lebura dan Penghormatan Pada Makanan

Bicara Jajo Lebura, kuliner ini adalah konsep inovatif untuk mengatasi permasalahan food waste atau sisa makanan. Pada perayaan Galungan, diadakan upacara doa dengan menghaturkan persembahan, yang setelahnya, persembahan tersebut kita ambil lagi dan dinikmati bersama keluarga. Karena jajanan persembahan jumlahnya cukup banyak dan bukan sesuatu yang mengiurkan, maka disiasati dengan menjadikannya “Lebura”. 

Dalam konsep Jajo Lebura, sisa makanan yang dihasilkan dari persembahan tersebut diolah kembali dengan cermat. Perpaduan kue kering dari berbagai jenis, pisang, dan kadang ditambahkan gula dan kelapa parut. Tujuannya bukan sekedar untuk mengurangi limbah makanan seperti di zaman modern ini,  ngelebur adalah tradisi menikmati anugerah Tuhan. Menikmati makanan yang sudah mendapat doa dan perkenan-Nya. Tradisi ini juga dapat menjadi upaya menjaga keberlanjutan dan menghormati nilai-nilai budaya yang diwujudkan dalam perayaan Galungan. Konsep Jajo Lebura memberikan pesan kuat tentang penghormatan terhadap makanan, keberlanjutan, dan menghargai warisan budaya.

Storytelling Di Panggung dan Layar

Siang harinya, Festival Cerita Rasa juga menerima kunjungan dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, yang sedang mengikuti Kuliah Kerja Nyata di SD Negeri 4 Melaya. Mereka berkesempatan untuk menyaksikan anak-anak membacakan cerita, berpuisi dan bernyanyi dengan riang pada panggung Cerita Senja. Di momen yang istimewa ini, mereka turut berkontribusi dengan menyumbangkan buku-buku bacaan, tentunya untuk memperkaya koleksi buku di Rumah Baca Bali Tersenyum.

Panggung Cerita Senja adalah konsep panggung open mic untuk yang berkenan membaca cerita, puisi, mendongeng. Ruang ini disediakan sebagai ruang pemancing minat baca dan rasa percayadiri tampil di depan umum.

“Aduh, gemetar tangan saya. Padahal yang nonton tidak banyak.” kata Nanda, remaja kelas dua SMP, yang berhasil menunaikan tugas membaca puisi dan menjadi MC acara. Demikian juga dengan Lina, siswi yang baru menapaki kelas tujuh, awalnya merasa tidak bisa. Namun akhirnya berhasil tampil membaca sebuah dongeng.

Melihat kakak-kakaknya tampil membaca, adik-adik yang masih duduk di kelas 3 dan empat SD, merasa tertantang dan berjanji akan tampil pada Festival Cerita Rasa 2024. Hari itu, masing-masing dari mereka membawa pulang selembar puisi untuk mereka pelajari.

Pada malam hari sebagai acara penutup festival, enam film dari Bali diputar. Program ini adalah kemasan Indonesia Raja Bali 2023 yang disusun oleh Kardian Narayana dengan tajuk “Bukan Fiksi” yang mengangkat topik kekerasan dan lingkungan.

.

Acara pemutaran film ini menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk menyaksikan dan merasakan isu-isu sosial dan lingkungan yang nyata terjadi di Bali, melalui medium film. Walaupun mungkin kejadian itu jauh dari desa kita, namun empati dan rasa kemanusiaan akan menjadi penghubung dengan mereka yang mengalami kejadian seperti dalam film tersebut.

Salah satu film berjudul @ItsDekRaaa, adalah film produksi Sanggar Bali Tersenyum, yang menampilkan anak-anak Desa Tukadaya, sebagai pemain. Ada juga film lainnya yang merupakan film Animasi berjudul “Anak Anak Milenial” produksi Film Sarad, melibatkan Puspa Dewi, salah satu anak asuh Sanggar Bali Tersenyum sebagai pengisi suaranya.

Pemutaran dua program film “Indonesia Raja” di Festival Cerita Rasa 2023 menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan cerita-cerita inspiratif dari daerah sendiri dan luar Bali. Selain hiburan, acara ini mendorong refleksi, pembelajaran, kepedulian lingkungan dan kemanusiaan, serta meningkatkan apresiasi dan penghargaan terhadap karya seni dan budaya Indonesia yang kaya dan beragam.

Festival Cerita Rasa 2023 di desa Tukadaya menjadi upaya memberikan hiburan dan juga mengembangkan kesadaran literasi, kepedulian lingkungan dan kemanusiaan serta mendukung pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Sampai jumpa di Festival Cerita Rasa 2024. [T]

Festival Cerita Rasa 2023: Bercerita Bersama, Mendokumentasikan Cita Rasa dan Peristiwa
Memantik Kesadaran Visual Dalam Pelatihan Fotografi Cerita Rasa Festival 2022
Cerita Rasa Festival Jembrana: Storytelling, Film, Art and Culture
Tags: ceritafestivaljembrana
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menggugat Notaris

Next Post

“7.8”, Persembahan Melodi Kasih Sayang dari Jonathan Dangawa untuk Sang Ayah

I Komang Sutirtayasa

I Komang Sutirtayasa

Mantan pekerja pariwisata yang belajar kembali hidup di desa. Aktif di LPHD, KIM dan Pokdarwis West Desa Tukadaya, Jembrana

Related Posts

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

Read moreDetails

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

Read moreDetails

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
0
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

Read moreDetails

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
0
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

Read moreDetails

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
0
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke...

Read moreDetails

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh...

Read moreDetails

Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA lampu panggung perlahan menyala, alunan suling tradisional Korea dengan ujung tiup pipih terdengar lirih. Di atas panggung, para penari...

Read moreDetails

Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh...

Read moreDetails

Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 4, 2026
0
Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti...

Read moreDetails
Next Post
“7.8”, Persembahan Melodi Kasih Sayang dari Jonathan Dangawa untuk Sang Ayah

“7.8”, Persembahan Melodi Kasih Sayang dari Jonathan Dangawa untuk Sang Ayah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co