2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Harmoni Antara Budaya Tradisional dan Modern di Festival Cerita Rasa 2023

I Komang Sutirtayasa by I Komang Sutirtayasa
August 15, 2023
in Panggung
Harmoni Antara Budaya Tradisional dan Modern di Festival Cerita Rasa 2023

Festival Cerita Rasa 2023 di Desa Tukadaya, pada tanggal 5 dan 6 Agustus 2023 | Foto: Sutirtayasa

 Berbagi kisah di Festival Cerita Rasa 2023 di Desa Tukadaya, pada tanggal 5 dan 6 Agustus lalu, sebuah festival pedesaan inisiatif Sanggar Bali Tersenyum. Festival dua hari ini menggabungkan pengenalan literasi, kuliner, seni, dan hiburan modern dalam rangkaian acara yang menarik dan beragam.

Cerita Rasa 2023 dibuka dengan pameran fotografi.  Pameran ini memperkenalkan keunikan konsep foto suryagrafi atau  solargrafi. Menghadirkan sepuluh karya menakjubkan, yang menampilkan lintasan matahari dari berbagai daerah.

Foto-foto yang dipamerkan merupakan hasil dari program rekam matahari, yang menggunakan metode kamera lubang jarum atau pinhole. Teknik ini mengandalkan prinsip dasar penangkapan cahaya tanpa lensa, menghasilkan gambar-gambar yang unik dan penuh karakter.

Salah satu karya yang dipamerkan adalah buah karya I Made Suarbawa, yang diambil di persawahan Banjar Pangkung Jajang, Desa Tukadaya, dengan meletakkan kamera kaleng atau kamera lubang jarum pada sudut tertentu selama dua minggu untuk merekam pergerakan matahari. Dalam hasil foto tergambar sebuah pelinggih dan lelakut dan juga garis-garis matahari yang bergerak, berubah setiap harinya. Menurut Birus, sapaan Suarbawa, semakin lama kamera tersebut diposisikan, maka akan semakin banyak garis matahari yang ditangkap dan efek artistik akan semakin menarik.

Setelah pembukaan pameran foto, dilanjutkan dengan presentasi kuliner olahan nyawan alias lebah. Yang diolah dari lebah adalah sarang yang masih berwarna putih dan masih penuh larva lebah. Hari itu, olahan yang dibuat adalah brengkes nyawan. Dengan pengolahan sederhana dan bumbu yang sederhana pula, seperti masakan Bali pada umumnya yang mengandalkan bumbu dasar suna cekuh, keberadaan sarang lebah dan larvanya menghasilkan cita rasa yang khas dan juga nikmat.

Sore harinya, ruang literasi sastra Bali Cerita Rasa menghadirkan satua Bali, menampilkan cerita-cerita klasik penuh makna. Saya berkesempatan membaca satua I Kedis Lanjana. Dalam cerita tersebut diceritakan kedis lanjana yang bertubuh kecil, dengan cerdik memperdaya I Muun yang bertubuh besar dan sok berkuasa hingga akhirnya mengakui kekalahannya. Dari cerita tersebut memberi pesan bahwa siapapun yang merasa lebih besar atau lebih kuat, hendaklah saling menghargai, tidak sombong dan tamak.

Tampil juga Yurika Dewi, yang membawakan satua Be Jeleg Tresna Telaga. Cerita ini mengantarkan kisah Be Jeleg yang setia pada danaunya meski dilanda kemarau panjang. Kisah Be Jeleg ini menjadi cermin kepedulian pada asal-usul dan tanah kelahiran, seperti juga melihat Bali dan bahasa Bali yang perlu digunakan dan dijaga.

Ruang literasi ini juga memperkenalkan pupuh-pupuh Bali, sebuah kumpulan lagu-lagu tradisional yang memiliki kedalaman makna dan pesan. Sesi ini menghadirkan Pak Putu Suaha, seorang pegiat sastra Bali dan memiliki perhatian pada kesenian tradisional. Anak-anak diajak untuk mengenali dan semoga berminat belajar megending Bali mulai dari sekar rare, geguritan, kekidungan hingga kakawin.

Nonton Film Dari Yogyakarta dan Jawa Tengah

Malam, pada hari pertama Cerita Rasa, para pengunjung festival diajak menikmati pemutaran film “Indonesia Raja 2023: Yogyakarta & Jawa Tengah”, yang memutar 4 film pendek. Salah satu Film berjudul “SERANGAN OEMOEM” yang merupakan film animasi karya Fajar Martha Santosa, berhasil menarik perhatian anak anak yang hadir. Film ini berkisah tentang usaha anak anak Yogyakarta yang membujuk Naga Antaboga, untuk membantu Kota Yogyakarta dari bencana serangan monster.

Percakapan antara anak-anak dan Naga Antaboga dalam film “Serangan Oemoem” menjadi hal menarik yang menjadi perhatian anak anak, salah satunya panggilan “Mas Nogo, mas Nogo”, dan dijawab “Emoh!” Dengan aksen Jawa yang kental diingat beberapa anak yang dianggap menarik dan menggelitik. Bahkan ada anak yang punya ide, percakapan itu mereka bahasa balikan, “Bli Nago, Bli Nago,” jawabnya “Koh ati!”.

Film-film lain yang diputar juga tidak kalah menarik yang mengisahkan budaya dan kehidupan masyarakat di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Terasa jauh, namun akrab, terutama banyak kosa kata bahasa Bali yang serupa, dan lingkungan Jembrana juga memiliki masyarakat yang multikultural, sehingga bahasa Jawa cukup akrab di telinga, walau tidak mengerti sepenuhnya.

Festival Cerita Rasa Yang Semakin Ramai

Pada hari kedua Cerita Rasa, pada pukul 10 pagi, acara dimulai dengan menggambar bersama, yang diikuti anak-anak sekitar sanggar dan beberapa yang datang dari luar desa. Melalui pendampingan dan arahan, kegiatan ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk berekspresi dengan lebih berani. Mereka diajak untuk menuangkan ide-ide kreatif mereka dengan warna-warna ceria dan bebas, menciptakan karya seni yang mencerminkan keceriaan dan imajinasi mereka. Kegiatan semacam ini tidak hanya memperkuat keterampilan seni anak-anak, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang keberanian, kebebasan berekspresi, dan kerjasama dalam lingkungan yang mendukung dan positif.

.

Festival Cerita Rasa juga dikunjungi mahasiswa Universitas Udayana yang sedang menjalani kuliah kerja nyata di Desa Tukadaya. Dalam kunjungan tersebut, mereka mengunjungi ruang pameran foto suryagrafi. Mereka juga dengan hangat ikut mendampingi anak-anak dalam kegiatan menggambar bersama, memberikan pandangan segar dan semangat pada proses kreatif anak-anak. Sambil menikmati kelezatan Jajo Lebura, momen ini menjadi ajang pertemuan dan sharing cerita yang memberikan inspirasi baru bagi semua pihak.

Lebura dan Penghormatan Pada Makanan

Bicara Jajo Lebura, kuliner ini adalah konsep inovatif untuk mengatasi permasalahan food waste atau sisa makanan. Pada perayaan Galungan, diadakan upacara doa dengan menghaturkan persembahan, yang setelahnya, persembahan tersebut kita ambil lagi dan dinikmati bersama keluarga. Karena jajanan persembahan jumlahnya cukup banyak dan bukan sesuatu yang mengiurkan, maka disiasati dengan menjadikannya “Lebura”. 

Dalam konsep Jajo Lebura, sisa makanan yang dihasilkan dari persembahan tersebut diolah kembali dengan cermat. Perpaduan kue kering dari berbagai jenis, pisang, dan kadang ditambahkan gula dan kelapa parut. Tujuannya bukan sekedar untuk mengurangi limbah makanan seperti di zaman modern ini,  ngelebur adalah tradisi menikmati anugerah Tuhan. Menikmati makanan yang sudah mendapat doa dan perkenan-Nya. Tradisi ini juga dapat menjadi upaya menjaga keberlanjutan dan menghormati nilai-nilai budaya yang diwujudkan dalam perayaan Galungan. Konsep Jajo Lebura memberikan pesan kuat tentang penghormatan terhadap makanan, keberlanjutan, dan menghargai warisan budaya.

Storytelling Di Panggung dan Layar

Siang harinya, Festival Cerita Rasa juga menerima kunjungan dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, yang sedang mengikuti Kuliah Kerja Nyata di SD Negeri 4 Melaya. Mereka berkesempatan untuk menyaksikan anak-anak membacakan cerita, berpuisi dan bernyanyi dengan riang pada panggung Cerita Senja. Di momen yang istimewa ini, mereka turut berkontribusi dengan menyumbangkan buku-buku bacaan, tentunya untuk memperkaya koleksi buku di Rumah Baca Bali Tersenyum.

Panggung Cerita Senja adalah konsep panggung open mic untuk yang berkenan membaca cerita, puisi, mendongeng. Ruang ini disediakan sebagai ruang pemancing minat baca dan rasa percayadiri tampil di depan umum.

“Aduh, gemetar tangan saya. Padahal yang nonton tidak banyak.” kata Nanda, remaja kelas dua SMP, yang berhasil menunaikan tugas membaca puisi dan menjadi MC acara. Demikian juga dengan Lina, siswi yang baru menapaki kelas tujuh, awalnya merasa tidak bisa. Namun akhirnya berhasil tampil membaca sebuah dongeng.

Melihat kakak-kakaknya tampil membaca, adik-adik yang masih duduk di kelas 3 dan empat SD, merasa tertantang dan berjanji akan tampil pada Festival Cerita Rasa 2024. Hari itu, masing-masing dari mereka membawa pulang selembar puisi untuk mereka pelajari.

Pada malam hari sebagai acara penutup festival, enam film dari Bali diputar. Program ini adalah kemasan Indonesia Raja Bali 2023 yang disusun oleh Kardian Narayana dengan tajuk “Bukan Fiksi” yang mengangkat topik kekerasan dan lingkungan.

.

Acara pemutaran film ini menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk menyaksikan dan merasakan isu-isu sosial dan lingkungan yang nyata terjadi di Bali, melalui medium film. Walaupun mungkin kejadian itu jauh dari desa kita, namun empati dan rasa kemanusiaan akan menjadi penghubung dengan mereka yang mengalami kejadian seperti dalam film tersebut.

Salah satu film berjudul @ItsDekRaaa, adalah film produksi Sanggar Bali Tersenyum, yang menampilkan anak-anak Desa Tukadaya, sebagai pemain. Ada juga film lainnya yang merupakan film Animasi berjudul “Anak Anak Milenial” produksi Film Sarad, melibatkan Puspa Dewi, salah satu anak asuh Sanggar Bali Tersenyum sebagai pengisi suaranya.

Pemutaran dua program film “Indonesia Raja” di Festival Cerita Rasa 2023 menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan cerita-cerita inspiratif dari daerah sendiri dan luar Bali. Selain hiburan, acara ini mendorong refleksi, pembelajaran, kepedulian lingkungan dan kemanusiaan, serta meningkatkan apresiasi dan penghargaan terhadap karya seni dan budaya Indonesia yang kaya dan beragam.

Festival Cerita Rasa 2023 di desa Tukadaya menjadi upaya memberikan hiburan dan juga mengembangkan kesadaran literasi, kepedulian lingkungan dan kemanusiaan serta mendukung pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Sampai jumpa di Festival Cerita Rasa 2024. [T]

Festival Cerita Rasa 2023: Bercerita Bersama, Mendokumentasikan Cita Rasa dan Peristiwa
Memantik Kesadaran Visual Dalam Pelatihan Fotografi Cerita Rasa Festival 2022
Cerita Rasa Festival Jembrana: Storytelling, Film, Art and Culture
Tags: ceritafestivaljembrana
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menggugat Notaris

Next Post

“7.8”, Persembahan Melodi Kasih Sayang dari Jonathan Dangawa untuk Sang Ayah

I Komang Sutirtayasa

I Komang Sutirtayasa

Mantan pekerja pariwisata yang belajar kembali hidup di desa. Aktif di LPHD, KIM dan Pokdarwis West Desa Tukadaya, Jembrana

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
“7.8”, Persembahan Melodi Kasih Sayang dari Jonathan Dangawa untuk Sang Ayah

“7.8”, Persembahan Melodi Kasih Sayang dari Jonathan Dangawa untuk Sang Ayah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co