24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Asal-Asul Nama Desa Adat Lantangidung, Kecamatan Sukawati, Gianyar

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
August 13, 2023
in Dongeng
Asal-Asul Nama Desa Adat Lantangidung, Kecamatan Sukawati, Gianyar

Ilustrasi: Dok. Suar Adnyana

PADA ZAMAN dahulu ada sepasang suami istri bermukin di Alas Tapesan. Pasangan suami istri itu bernama  Pan Dalang dan Men Dalang. Pekerjaan Pan Dalag adalah mencari ikan dengan menggunakan sau.

Suatu hari Pan Dalang menangkap ikan di sungai Tukad Yeh Wos. Pan Dalang tidak mendapatkan ikan tetapi ada batu yang terjaring di sau Pan Dalang. Batu tersebut berwarna hitam. Ukurannya sebesar bakal buah kelapa (bungsil). Batu itu dilemparkan ke dalam sungai.

Pan Dalang berpikir, batu hitam tersebut milik makhluk halus  penunggu ikan di sungai Yeh Wos. Penunggu itulah yang menyebabkan semua ikan tidak berani muncul kepermukaan. Itulah penyebabnya ketika Pan Dalang  ingin menjaring, tidak satupun ikan yang muncul ke permukaan.

Pan Dalang berkali-kali menjaring ikan, bukan ikan yang ada dalam sau-nya tetapi  yang terjaring adalah batu hitam  itu. Kejadian itu berulang-ulang terjadi. Selanjutnya Pan Dalang mengikatkan batu itu di ujung kainnya (kancut).

Setelah batu itu diikatkan di ujung kain Pan Dalang, Pan Dalang mencoba untuk menjaring ikan. Banyak ikan yang terjaring seperti nyalian, udang, dan boso-boso. Dalam waktu singkat tempat ikan (dungki) Pan Dalang penuh dengan ikan.  

Pan Dalang berisitirahat di batu besar yang dikelilingi air sungai. Pan Dalang beristirahat sambil memakan sirih. Setelah beristirahat Pan Dalang bergegas ke rumahnya. Sampai di rumah Pan Dalang memberitahu Men Dalang bahwa dirinya banyak mendapatkan ikan.

Hati Men Dalang sangat bahagia dan bertanya kepada Pan Dalang, “Kenapa tumben mendapat ikan yang begitu banyak?” 

Pan Dalang memberitahu Men Dalang.  “Tadi ketika menjaring ikan, Bli bertemu dengan penunggu ikan. Penunggu tersebut yang memberikan ikan ini.” Pan Dalang memberitahu istrinya sambil berseloroh. “Inilah penunggu ikan di sungai Yah Wos.”

Pan Dalang membuka ikatan di kancutnya. Men Dalang memperhatikan batu tersebut sambil berkata, “Batu oranga gamang (batu dibilang makhluk halus), buang saja batu itu”

Ilustrasi : Dok. Suar Adnyana

Pan Dalang tertawa terbahak-bahak. Batu itu dibuang ke kolong tempat tidurnya. Ketika tengah malam, cuaca begitu panas sehingga Pan Dalang tidak dapat tidur. Pan Dalang berpikir apakah  cuaca panas disebabkan oleh batu yang dilemparkan ke kolong tempat tidur. Batu itu diambil oleh Pan Dalang dan dilemparkan ke tegalan di sebelah Barat rumahnya.

Setelah beberapa saat, batu itu mengeluarkan api dan asap dan membakar alang-alang yang tumbuh di tegalan tersebut. Seketika hujan lebat disertai  kilatan petir dan suara bergemuruh datang dari langit. Pan Dalang dan Men Dalang ketakutan. Mereka berpikir yang mempunyai batu tersebut datang dan akan mencelakai mereka.

Pan Dalang  ke luar rumah dan mencari batu tersebut. Di depan batu itu Pan Dalang  duduk bersila dan sambil berucap. ”Saya tidak tahu apa-apa. Siapa yang berstana di batu ini. Saya minta maaf  atas kesalahan saya.”

Pan Dalang segera memungut batu tersebut dan di taruh di sanggar tawang. Sejak batu itu distanakan di sanggar tawang  mereka sangat mudah mencari pekerjaan dan hasil pertanian melimpah. Mereka hidup sejahtera tidak kekurangan suatu apapun.

Setelah berpuluh-puluh tahun  mereka tinggal di Alas Tapesan, keturunan Pan Dalang semakin banyak. Ada sepasang suami istri yang datang bermukim di Alas Tapesan keturunan predewa (trah kesatria di Bali). Mereka berpindah ke Alas Tapesan karena wilayahnya dikerubungi oleh semut. Daerahnya bernama Ancut Mawang.

Rumah (puri) yang mereka tempati ketika mereka tinggal di Ancut Mawang, sekarang bernama  Jeron Dewa. Lama kelamaan warga pindahan mencapai dua belas pasang suami-istri. Mereka membangun Pura berbentuk gedong di rumah Pan Dalang. Batu yang sebelumnya distanakan di sanggar tawang dipindahkan dan distanakan di gedong yang telah dibuat.

Batu (pretima) yang distanakan di gedong tersebut lama kelamaan berkepala, bertangan, dan memiliki hidung yang panjang (lantang idung). Batu tersebut lama-kelamaan berupa Gana (Ganesha). Orang yang sujud bakti kepada pretima Gana itu semakin banyak.

Pretima tersebut dipindahkan ke sebelah barat rumah Pan Dalang (tegalan yang merupakan tempat batu itu dibuang oelh Pan Dalang). Di tempat itu dibuatkan pelinggih gedong  dan sekarang gedong itu bernama Pura Buda Kliwon. Wali (upacara) dilakukan setiap enam bulan yaitu pada Buda Kliwon Paang.

Masyarakat mempercayai wujud Dewa Gana dalam pretima tersebut merupakan putra dari Bhatara Lingsir yang berstana di alas Intaran Desa Sanur. Setiap pelaksanaan wali di Pura Buda Kliwon, upacara diawali dengan melakukan persembahhyang di Pura Belanjong  Sanur untuk nunas pekuluh (memohon tirta). Masyarakat juga  melakukan persembahyangan (nangkil) ke Pura Belanjong Sanur pada saat hari Pahing Kuningan.

Masyarakat Desa Adat Lantangidung mempercayai bahwa berdasarkan cerita itulah daerah yang ditempatinya dinamakan Lantangidung. Masyarakat mempercayai ikatan kerohanian antar warga Desa Adat LantangIdung dengan masyarakat Sanu. Hal ini dapat dibuktikan dari perwujudan pretima yang distanakan di Pura Belanjong  berbentuk Dewa Gana. Di Alas Intaran Sanur ada juga alas yang bernama Lantangidung.

Masyarakat Desa Adat Lantangidung sampai saat ini mempercayai apabila ada masyarakat yang sakit, masyarakat memohon obat (tamba) di Pura Buda Kliwon. Banyak pula masyarakat sujud bhakti kehadapan sesuhunan di Pura Buda Kliwon memohon keselamatan.

Apabila ada penduduk  Desa Lantangidung yang akan berangkat/ bekerja ke luar negeri, mereka memohon izin ke hadapan sesuhunan di Pura Buda Kliwon agar mereka sukses dan selamat sampai di tempat tujuan. Disamping itu, banyak pejabat, calon legislatif dan bahkan calon kepala daerah memohon ke hadapan sesuhunan di Pura Buda Kliwon agar dilancarkan karirnya.

  • Dinarasikan ke dalam bahasa Indonesia oleh Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. Dosen pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Dwijendra, berdasarkan narasi berbahasa Bali yang didapat dari Jero Bendesa Adat Lantangidung Bapak I Wayan Sujana, Juli 2023).
  •   Tim Peliput/Pengumpul data : FBI (Federasi Biro Investigasi) FKIP Universitas Dwijendra: Dwicky, Ronny, De Juli, Agus Satria, Dek Tu, dan Bagus.
Si Manusia Kodok
Aya, Seekor Anak Buaya Tak Lagi Makan Daging
Pandan Berduri dan Ketajaman Pikiran
Tags: baliDesa Adat lantangidungdongeng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Nglawang”: Sumber Sastra dan Realita

Next Post

Betulkah Dokter Sering Terburu-buru?

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Takut Galungan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

Read moreDetails

Radio Tua Kakek Panjul

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Radio Tua Kakek Panjul

PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut...

Read moreDetails

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

by Jaswanto
February 8, 2026
0
Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

SEKAR masih menangis ketakutan dengan badan kuyup. Badai telah reda. Tapi Kakek dan orang-orang desa tak kunjung kelihatan. Di ujung...

Read moreDetails

Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
0
Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih, hiduplah seorang anak lelaki bernama Adik. Ia dikenal...

Read moreDetails

Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
October 12, 2025
0
Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil bernama Desa Kerta Harum, berdiri sebuah beringin raksasa berusia ratusan tahun di pinggir jalan dekat Pura...

Read moreDetails

Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

by Pitrus Puspito
May 11, 2025
0
Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

MENJELANG sore, seekor beruang madu ditangkap oleh para pemburu dan dibawa ke kebun binatang Zoole. Kebun binatang Zoole merupakan tempat...

Read moreDetails

Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 26, 2025
0
Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

DI satu gedung Gereja hiduplah seekor burung yang bahagia. Ia tidur di tempat yang nyaman dan sering keluar bermain dan...

Read moreDetails

Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 25, 2025
0
Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

“Tolong-tolong!!! Aku diburu! Diburu! Tolong aku!” teriakan seekor ulat ketakutan. Terlihat seekor ulat menggeliat merayap di antara dedaunan mati yang...

Read moreDetails

Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 12, 2025
0
Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

DI satu kampung yang dikelilingi gunung batu: Gunung Batu Kulbi di timur dan Gunung Batu Wandel di barat dan Gunung...

Read moreDetails
Next Post
Kisah-kisah Unik Pendidikan Dokter | Merayakan HUT ke-4 FK Undiksha

Betulkah Dokter Sering Terburu-buru?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co