14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gara-gara Sesi Obsesi Saya Jadi Ikut MPLS Bersama Calon Siswa Baru SMPN 2 Sawan

Komang Sujana by Komang Sujana
July 12, 2023
in Khas
Gara-gara Sesi Obsesi Saya Jadi Ikut MPLS Bersama Calon Siswa Baru SMPN 2 Sawan

Kiri-kanan: Marfin, Adelina, dan Pande saat MPLS di SMPN 2 Sawan

RABU, 12 Juli 2023, adalah hari terakhir Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 2 Sawan, Buleleng. Dengan berpakaian pramuka yang lengkap 262 calon peserta didik baru datang pagi-pagi dengan langkah penuh semangat.

Mereka mengawali kegiatan dengan melakukan Puja Tri Sandya di lapangan, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib. Setelah itu anak-anak masih berkegiatan di lapangan menyaksikan parade ekstrakurikuler.

Waktu sudah menunjukkan pukul 10.30 wita, parade selesai. Wajah anak-anak memancar cerah, matanya tetap berbinar. Semangatnya masih terjaga untuk mengikuti kegiatan selanjutnya, yaitu pengenalan belajar efektif dan prestasi sekolah.

Saya ditugasi panitia mengisi materi di kelas Gemitir. Tanpa berlama-lama lagi anak-anak saya ajak untuk berkumpul di bawah pohon beringin. Mereka saya ajak duduk santai sembari menikmati sepoi angin.

Saya coba untuk keluar dari pembelajaran yang konvensional di kelas. Walaupun dalam situasi santai tetapi tetap serius dan tentunya selesai. Ternyata dalam kerumunan juga ada anak-anak kelas Anggrek. Tampaknya mereka juga ingin menikmati belajar di ruangan terbuka.

Berdoa dan Bersyukur

Saya memulai kegiatan dengan doa bersama agar kegiatan berjalan lancar sekaligus mengucap syukur kepada Tuhan dan Dewi Saraswati-istri Dewa Brahma sebagai lambang ilmu pengetahuan.

Dalam doa kadang sering sekali kita hanya meminta sesuatu kepada Beliau tetapi jarang mengucap syukur atas segala yang telah diberikan. Pada kesempatan ini saya ingin mengajak anak-anak untuk belajar mensyukuri kesempatan menimba ilmu pada jenjang SMP. Juga pelajaran untuk diri saya sendiri karena masih bisa berdiri di depan mereka.

Data Kemdikbudristek menunjukkan bahwa pada tahun ajaran 2022/2023 terdapat 17.947 siswa SD se-Indonesia yang putus sekolah. Khusus di Provinsi Bali jumlahnya 168 siswa (statistik.data.kemdikbud.go.id). Sementara itu, BPS merilis data tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2023 sebesar 5.45% atau 7.99 juta dari total angkatan kerja sebesar 146.62 juta.

Jadi, bisa bersekolah dan bekerja adalah sesuatu yang sungguh-sungguh patut disyukuri bukan?

Kampanye Sekolah Sehat

Setelah berdoa, saya tidak langsung menyampaikan materi tetapi memberikan gerakan peregangan. Anak-anak melakukan gerakan tepuk tangan sesuai dengan instruksi yang saya berikan, yaitu tepuk tunggal dan tepuk ganda. Ternyata ekspresi mereka beragam. Ada yang serius, juga ada yang tegang. Mungkin mereka takut salah kemudian takut dihukum. Padahal sekarang sudah tidak jamannya main hukum-menghukum atau perpeloncoan dalam MPLS.

Suasana ceria pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 2 Sawan | Foto: Dok. Panitia MPLS SMPN 2 Sawan

Ada juga yang terlihat santai karena mungkin sebelumnya sudah pernah melakukan gerakan itu di SD atau memang tidak serius. Pada percobaan pertama dan kedua masih ada yang salah merespons instruksi. Juga pada percobaan ketiga. Pada akhirnya semuanya bergembira setelah beberapa kali percobaan. Lalu saya sampaikan bahwa untuk menjadi terampil diperlukan keseriusan dan latihan yang berkelanjutan.

Gerakan tepuk tunggal dan tepuk ganda adalah salah satu gerakan peregangan sederhana tetapi sangat bermakna. Ini saya lakukan karena teringat prinsip 3-S program Kampanye Sekolah Sehat Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, yaitu sehat fisik, sehat bergizi, dan sehat imunisasi. Gerakan peregangan di atas adalah bagian dari sehat fisik.

Selanjutnya saya akan terapkan secara konsisten di kelas sebab Mas Menteri menginginkan gerakan peregangan dilakukan setiap pergantian mata pelajaran.  Tujuannya membantu perkembangan fisik anak, juga psikis. Anak-anak bisa menjadi lebih fokus dan berkonsentrasi menerima pelajaran. Apalagi SMP Negeri 2 Sawan adalah salah satu sekolah binaan Gerakan Sekolah Sehat. Jadi, sehat fisik, sehat bergizi, dan sehat imunisasi wajib menjadi bagian program pendidikan di sekolah.

Sesi OBSESI

Sepoi angin terus berhembus. Hadirnya dinanti daun-daun beringin tua sebab rindunya membuncah untuk segera dibawa memeluk tanah. Pun kami untuk merawat pikiran dari kesejukan yang ia ciptakan. Sampai akhirnya ketulusan angin dan pohon beringin membawa kami pada sesi OBSESI (Obrolan Siswa Berprestasi).

Pada sesi ini saya mengundang tiga murid berprestasi sebagai bintang tamu atau narasumber. Mereka adalah Kadek Dwi Adelina Apriliani (IX B), Pande Nyoman Rai Paramartha (IX A), dan Marfin Maulana Agus Fian (VIII H).

Saya memantik obrolan dengan menyampaikan pendapat Howard Earl Gardner bahwa semua orang memiliki kelebihan, punya potensi. Gardner menyebutnya dengan istilah kecerdasan.

Menurutnya ada 8 jenis kecerdasan, yaitu kecerdasan linguistik (kemampuan menggunakan bahasa), kecerdasan logika matematika (kemampuan menggunakan operasi matematik), kecerdasan intrapersonal (kemampuan menyadari emosi, perasaan, dan kekuatan diri sendiri), kecerdasan interpersonal (kemampuan untuk memahami orang lain dan membangun hubungan sosial), kecerdasan musikal (kemampuan dalam memahami titi nada, melodi, irama), kecerdasan visual-spasial (kemampuan dalam memvisualisasikan sesuatu), kecerdasan kinestetik (kemampuan dalam menggunakan tubuh dengan terampil), dan kecerdasan naturalistik (kemampuan memahami lingkungan atau alam).

Namun, tidak semua orang bisa mengembangkan potensi sehingga bisa menjadi berprestasi. Lalu bagaimana caranya? Secara bergantian Adelina, Pande, dan Marfin menjawabnya.

Calon siswa baru saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 2 Sawan | Foto: Dok. Panitia MPLS SMPN 2 Sawan

Adelina menuturkan dirinya bisa meraih juara 1 lomba mengetik aksara Bali di komputer pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Provinsi tahun 2022 karena memiliki kemauan yang kuat, giat belajar dan berlatih. Ia tidak hanya belajar dari membaca buku, tetapi juga membaca kamus bahasa Bali versi cetak dan digital, serta mengulik informasi dari internet memanfaatkan gawai yang dimiliki. Ia aktif mencari tahu kebenaran informasi yang diperoleh dari guru. Sebuah cara belajar yang kritis sebab guru bukan Tuhan yang serba tahu.

Pande juga menceritakan kiat suksesnya sebagai peraih peraih medali emas dan perunggu Cabor Selam pada Porsenijar Provinsi Bali tahun 2023. Menurutnya jika ingin berprestasi harus berani disiplin dan berkorban. Ia rutin berlatih. Pagi-pagi dimulai dari pukul 04.00 wita sampai pukul 06.00 pagi. Setelah itu lanjut belajar di sekolah. Pukul 14.00 wita ia kembali berlatih.

Ia tidak lupa beristirahat dengan tidur yang cukup. Ini adalah bagian dari Pola Hidup Sehat (PHBS) yang telah dilakukan oleh Pande. Menjalankan pola tidur yang baik dapat membuat kondisi tubuh tetap sehat. Menurut Kemenkes kebutuhan tidur yang sehat untuk usia 12-18 tahun adalah 8-9 jam.

Selain itu, kata Pande, untuk bisa menjadi atlet harus siap mental. Mental yang tangguh membuatnya bisa lebih percaya diri untuk mengeluarkan kekuatan terbaik saat berkompetisi. Pola hidup sehat yang ia jalankan ternyata berpengaruh terhadap kekuatan mentalnya. Seperti ungkapan klasik mens sana in corpore sano.

Sementara itu, berkorban yang ia maksudkan adalah harus merelakan waktu bermain, waktu jalan-jalan bersama keluarga jadi berkurang untuk menambah porsi latihan. Saya setuju. Kesuksesan memang membutuhkan pengorbanan. Kadang korban waktu, materi, pikiran, atau tenaga.

Marfin peraih medali emas Cabor silat Porsenijar Provinsi Bali tahun 2023 tidak ketinggalan berbagi pengalaman. Selain disiplin berlatih dengan pelatih, ia juga rajin berdiskusi  atlet-atlet senior dan menonton aksi-aksi pesilat hebat, seperti Hanifan Yudani Kusumah, pesilat Indonesia yang ia idolai.

Menjadi siswa berprestasi bagi Adelina, Pande, dan Marfin adalah sebuah kebanggan bagi orang tua, sekolah, dan tentunya Buleleng. Selain itu, mereka juga merasakan kebahagiaan karena mendapatkan sertifikat yang dapat digunakan untuk melamar sekolah, memperoleh uang, dan bisa jalan-jalan.

Seperti Adelina, mendapatkan hadiah senilai Rp 5.000.000,- plus bonus mengikuti FTBI Nasional di Jakarta. Ia sangat bersyukur bisa merasakan naik pesawat terbang, bertemu dengan Mas Menteri Nadiem Makarim, dan jalan-jalan di Taman Mini Indonesia Indah tanpa biaya sepeserpun alias gratis dibiayai pemerintah.

Cerita suka cita mereka sungguh menggugah calon siswa baru. Mereka takjub. Ada yang nyeletuk, “Wah mau dong ke Jakarta,”. Salah satu calon siswa baru sampai ingin mengetahui lebih dalam tentang apa yang memotivasi dan menginspirasi Adelina, Pande, dan Marfin.

Mereka mengakui bahwa ada keinginan kuat dari dalam diri untuk mengembangkan minat dan bakat sehingga bisa berprestasi. Secara teoretis ini disebut sebagai motivasi internal yaitu dorongan internal untuk melakukan sesuatu yang jauh lebih kuat dari dorongan ekstrinsik atau motivasi eksternal. Khusus Pande selain motivasi ia juga terinspirasi oleh Michael Phelps, seorang perenang Amerika Serikat dan pemecah rekor dunia.

Pada akhir sesi Obsesi saya sampaikan kepada calon peserta didik baru bahwa semua orang bisa sukses asalkan mau mengembangkan kelebihan atau kecerdasan yang sudah diberikan Tuhan sejak lahir dengan cara-cara yang telah diceritakan oleh Adelina, Pande, dan Marfin tadi.

Tiba-tiba calon peserta didik baru yang belajar di kelas semua menuju lapangan. Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 wita. Waktunya mereka untuk mengikuti upacara penutupan. Saya pun dengan cepat-cepat mengakhiri obrolan. Beruntung kami sempat mengabadikan momen dengan foto bersama. Obrolan Adelina, Pande, dan Marfin benar-benar membuat kami lupa waktu.

Saya dan calon peserta didik baru beruntung bisa mendengarkan cerita suka cita Adelina, Pande, dan Marfin. Dengan semangat baru di tahun pelajaran baru, saya dan calon peserta didik baru semakin terobsesi bisa berprestasi seperti mereka.

Suasana ceria pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 2 Sawan | Foto: Dok. Panitia MPLS SMPN 2 Sawan

Sesi OBSESI yang saya inisiasi Pande ternyata tidak hanya mengorientasi peserta didik baru, tetapi juga saya sendiri. Senjata makan tuan bukan? Tapi ini senjata makan tuan yang justru menghidupkan tuannya, hehe. Menghidupkan semangat, pikiran, dan tindakan.

Jadi benar apa yang dikatakan Ki Hajar Dewantara, semua tempat adalah sekolah, semua orang adalah guru. Saya dan calon peserta didik baru kali ini memetik hal-hal baru di bawah rindang pohon beringin dari guru yang bernama Pande, Adelina, dan Marfin.

Sesi Obsesi selesai. Upacara penutupan pun dimulai. Anak-anak berteriak gembira setelah Kepala SMP Negeri 2 Sawan, Ni Nyoman Kartikawati, S.Pd., mengatakan semua calon peserta didik baru dinyatakan lulus MPLS. Mereka senang akhirnya sah menjadi siswa-siswi SMP Negeri 2 Sawan.

Anak-anak kemudian disilakan pulang. Saya memandangi memandangi dengan seksama ibu kepala sekolah. Dengan senyum ranum Beliau membalas anak-anak yang berpamitan pulang. Sembari pikirannya terus bergerak. Saya yakin Beliau sedang berpikir untuk terus memperkuat kapal yang bernama SMP Negeri 2 Sawan.

Setiap hari Beliau harus memastikan guru-guru yang ibarat mesin dan baling-baling terus bergerak untuk menggerakkan kapal dari satu pulau ke pulau selanjutnya. Juga memastikan lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, dan aman untuk belajar. Ini seperti geladak kapal dengan segala interiornya yang memenuhi segala kebutuhan penumpang  sehingga nyaman berlayar.

Anomali musim membuat gelombang besar perubahan bisa datang dan menghantam kapan saja. Jika kapal tidak kuat, lambung kapal bisa bocor, geladak pun hancur. Ratusan anak-anak akan tenggelam saat mengarungi luasnya lautan pendidikan. Mereka tak kan sampai pada pelabuhan impian, tempat menambatkan cipta, rasa, dan karsa untuk meraih kesuksesan.

Namun, dengan kekuatan SDM SMP Negeri 2 Sawan dan kemampuan manajerialnya, saya meyakini Ni Nyoman Kartikawati pastinya terus bergerak untuk membawa ratusan siswa berprestasi sesuai dengan potensinya di kapal yang ia nahkodai.

Sekali lagi, selamat datang dan selamat bergabung anak-anak peserta didik baru. Mari kita berlayar bersama menuju pelabuhan impian dengan Kapal yang bernama Spendusa. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis KOMANG SUJANA
Tags: Masa Pengenalan Lingkungan SekolahPendidikanSMPN 2 Sawan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pemaknaan Laut, Perempuan, dan Tarot Mayor the Moon | Catatan Sutradara Rahim Bahari Menjelang Pentas

Next Post

Rapat Paripurna DPRD Buleleng:  Pj. Bupati Menjawab Pertanyaan Dewan Tentang Kemiskinan

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Rapat Paripurna DPRD Buleleng:  Pj. Bupati Menjawab Pertanyaan Dewan Tentang Kemiskinan

Rapat Paripurna DPRD Buleleng:  Pj. Bupati Menjawab Pertanyaan Dewan Tentang Kemiskinan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co