4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berawal dari Chit-Chat, Berujung Bencana bagi Hubungan

Kadek Risma Widiantari by Kadek Risma Widiantari
June 26, 2023
in Esai
Berawal dari Chit-Chat, Berujung Bencana bagi Hubungan

Ilustrasi tatkala.co

MANUSIA PADA dasarnya memang memiliki sifat tidak pernah merasa puas dalam hal apapun. Entah itu hal yang menyangkut sebuah pencapaian hingga perkara mencari pasangan hidup. Selalu saja merasa kurang—sepertinya manusia memang selalu menyukai hal yang tidak mereka miliki selayaknya peribahasa “rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri”.

Perasaan seperti ini rasanya wajar-wajar saja untuk dimiliki. Setidaknya, dengan memiliki rasa tidak pernah merasa puas (sewajarnya), maka kita akan semakin berusaha mencapai apa yang belum kita punya. Berlari dan terus mencari. Ya, hitung-hitung ini menjadi jalan untuk kita meng-upgrade diri.

Namun, adakalanya memiliki perasaan seperti ini secara terus menerus akan berimbas pada ketenangan hidup kita.

Aku sempat berpikir, “Jika kita terus selalu merasa kurang, maka kita akan menjadi tamak”. Coba saja, sudah punya sepasang sepatu tapi malah ingin beli lagi. Dengan dalih, “Walaupun dengan warna yang sama, tapi kan coraknya yang berbeda”. Dan yang paling parah itu adalah ketika udah punya pasangan, tapi malah tertarik sama orang lain. Omaigatt!

Seperti fenomena yang marak terjadi di kalangan para selebritis belakangan ini. Media sosial diramaikan oleh beberapa isu perselingkuhan yang terjadi di antara public figure itu. Seolah-olah ini menjadi tren di kalangan mereka. Akibatnya, tak sedikit yang merasa geram karena terbawa suasana, sampai ini menjadi buah bibir netizen.

Terlebih lagi sahabatku sendiri juga pernah mengalaminya, dia diselingkuhi oleh lelaki nakal itu (kalau sahabatku tahu aku menyebut pacarnya dengan lelaki nakal, mungkin dia akan kesal padaku. Haha). Biar saja, toh juga pada kenyataannya memang pacarnya nakal. “Laki-laki mana lagi yang harus aku percaya?” Hehe.

Jangan tanyakan lagi bagaimana kondisi sahabatku saat itu. Ok, mungkin aku tak dapat membaca sepenuhnya tentang apa yang memenuhi isi kepala dia dan gejolak apa yang ada di dalam hatinya itu. Hanya saja, aku takut dia menjadi wanita gila, sungguh.

Namun, miris sekali, sebelum aku sempat memberinya julukan cewe gila, dia sendiri sudah melabeli dirinya sebagai cewe gila lebih dulu. Benar-benar gila, bukan? Duh, membingungkan sekali paragraf ini. Tolong editor, disederhanakan lagi bahasanya.

Aku yakin, ketika melihat kondisi seperti itu, kalian pasti akan bertanya-tanya, kok bisa sih orang-orang pada selingkuh? Apa sih yang mereka cari? Awalnya gimana? Dan masih banyak lagi. Aku pun demikian, tak dapat dimungkiri lagi, kepalaku ramai dengan pertanyaan-pertanyaan aneh.

Faktor pemicu perselingkuhan

Dilansir dari Mojok.co, yang meringkas tulisan ilmiah berjudul “Ketidaksetiaan: Eksplorasi Ilmiah tentang Perselingkuhan” yang ditulis oleh Rinanda Rizky Amalia Shaleha dan Iis Kurniasih, perselingkuhan merupakan pelanggaran yang dilakukan oleh seseorang, baik secara fisik maupun emosional, terhadap komitmen yang telah dijalani dengan pasangan.

Perilaku ini menandakan kurangnya komitmen pada hubungan yang sedang dijalani. Dan ya, dalam beberapa hari terakhir, kata “selingkuh” masuk dalam jajaran kata yang paling banyak disebut di Twitter, hingga 72.200 cuitan.

Setelah cukup lama aku berselancar di Mbah Google (sebenarnya mbahnya siapa si dia ini?), banyak sekali artikel yang memuat poin-poin penyebab terjadinya perselingkuhan. Di antaranya: karena merasakan cinta pada orang lain, tidak terpuaskan secara emosional (karena kurangnya komunikasi), melakukan balas dendam dan keinginan untuk mendapatkan apresiasi dari orang lain.

Namun, sebagai orang yang tidak ahli di bidangnya, aku mencoba mereka-re ka dari cerita sahabat dan isu-isu di media sosial, apa sih pemantik yang paling relate dengan kehidupan kita hingga terjadinya hubungan memalukan itu?

Berawal dari chit-chat malah jadi cheating.

Hal pertama yang aku pikirkan penyebab terjadinya perselingkuhan adalah karena munculnya rasa bosan dan merasa stuck pada hubungan yang sedang dijalani—atau mungkin memang ada celah yang pas untuk menduakan pasangan.

Kemudian rasa bosan tak terkendali ini akan membawa dampak fatal bagi hubungan. Padahal, kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya kita itu merasa bosan terhadap suasana atau gaya berpacaran yang dijalani aja ga sih? Bukan sama orangnya. Tapi kan, sekarang ini banyak orang yang merasa bosan dan mencari orang lain untuk mendapatkan suasana baru (katanya).

Dari rasa bosan, hingga akhirnya mencari orang sebagai tempat untuk curhat. Sampai pada akhirnya muncul orang yang seakan-akan menjadi pahlawan kesiangan. Biasanya sih pahlawan kesiangan itu berasal dari orang-orang yang memang ada di lingkungan kita sendiri, mungkin bisa partner di tempat kerja atau mungkin teman satu circle. Ujung-ujungnya sih, pasti bakal baper juga.

Gimana nggak baper? Orang ketemunya aja setiap hari, terus isi curcol (curhat colongan) lagi. Hal ini sangat mungkin terjadi, karena seringnya bertemu dan mungkin sudah ada cemistry. Sehingga kalian akan merasa punya tempat untuk mencurahkan masalah yang sedang kalian alami dengan pasangan.

Apalagi kalian yang LDR, pasangan kita akan lebih sering berinteraksi dengan orang sekitarnya. Ups! Tapi ingat ya, enggak semua orang begitu kok, selingkuh hanya dilakukan oleh orang yang lemah.

Dampak psikologis bagi korban

Ternyata selingkuh ini berdampak terhadap kondisi seseorang yang diselingkuhi. Korban biasanya akan mengalami berbagai tekanan emosional dan psikologis setelah diselingkuhi, seperti kecemasan, penurunan kepercayaan diri, serta penurunan harga diri.

Seperti yang aku sampaikan sebelumnya, orang yang menjadi korban perselingkuhan akan menjadi uring-uringan. Mereka pasti akan berpikir, “Salahku di mana?” atau “Aku sekurang itu ya, sampai kamu mencari orang lain?”

Kondisi ini juga memungkinkan berujung pada depresi serta gangguan kecemasan. Jahat, sih, kalau kalian sampai membuat pasangan kalian merasa seperti itu.

Jadi, jangan menjadi manusia yang downgrade dengan cara berselingkuh ya, kawan. Walau pada kenyataannya, setia itu jauh lebih susah dan hanya bisa dilakukan oleh orang profesional saja. Haha.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Ciri-ciri Toxic Relationship dan Bagaimana Cara Kita Terlepas darinya
Pertimbangan untuk Putus bagi Kalian yang Doinya Sering Kaya Gini
Love Language: Bukan Pilihan, Tapi Keharusan!
Bukan Mau Su’udzon, tapi Orang Bilang Itu Friendzone
Tags: cintacinta kasihperselingkuhanPsikologiselingkuh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Setelah Puisi Memanggil” | Dari Peluncuran 9 Buku 9 Penyair di JKP Denpasar

Next Post

Jalan (Mantan) Prajurit Menuju Istana

Kadek Risma Widiantari

Kadek Risma Widiantari

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di STAH N mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Jalan (Mantan) Prajurit Menuju Istana

Jalan (Mantan) Prajurit Menuju Istana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co