4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berawal dari Chit-Chat, Berujung Bencana bagi Hubungan

Kadek Risma Widiantari by Kadek Risma Widiantari
June 26, 2023
in Esai
Berawal dari Chit-Chat, Berujung Bencana bagi Hubungan

Ilustrasi tatkala.co

MANUSIA PADA dasarnya memang memiliki sifat tidak pernah merasa puas dalam hal apapun. Entah itu hal yang menyangkut sebuah pencapaian hingga perkara mencari pasangan hidup. Selalu saja merasa kurang—sepertinya manusia memang selalu menyukai hal yang tidak mereka miliki selayaknya peribahasa “rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri”.

Perasaan seperti ini rasanya wajar-wajar saja untuk dimiliki. Setidaknya, dengan memiliki rasa tidak pernah merasa puas (sewajarnya), maka kita akan semakin berusaha mencapai apa yang belum kita punya. Berlari dan terus mencari. Ya, hitung-hitung ini menjadi jalan untuk kita meng-upgrade diri.

Namun, adakalanya memiliki perasaan seperti ini secara terus menerus akan berimbas pada ketenangan hidup kita.

Aku sempat berpikir, “Jika kita terus selalu merasa kurang, maka kita akan menjadi tamak”. Coba saja, sudah punya sepasang sepatu tapi malah ingin beli lagi. Dengan dalih, “Walaupun dengan warna yang sama, tapi kan coraknya yang berbeda”. Dan yang paling parah itu adalah ketika udah punya pasangan, tapi malah tertarik sama orang lain. Omaigatt!

Seperti fenomena yang marak terjadi di kalangan para selebritis belakangan ini. Media sosial diramaikan oleh beberapa isu perselingkuhan yang terjadi di antara public figure itu. Seolah-olah ini menjadi tren di kalangan mereka. Akibatnya, tak sedikit yang merasa geram karena terbawa suasana, sampai ini menjadi buah bibir netizen.

Terlebih lagi sahabatku sendiri juga pernah mengalaminya, dia diselingkuhi oleh lelaki nakal itu (kalau sahabatku tahu aku menyebut pacarnya dengan lelaki nakal, mungkin dia akan kesal padaku. Haha). Biar saja, toh juga pada kenyataannya memang pacarnya nakal. “Laki-laki mana lagi yang harus aku percaya?” Hehe.

Jangan tanyakan lagi bagaimana kondisi sahabatku saat itu. Ok, mungkin aku tak dapat membaca sepenuhnya tentang apa yang memenuhi isi kepala dia dan gejolak apa yang ada di dalam hatinya itu. Hanya saja, aku takut dia menjadi wanita gila, sungguh.

Namun, miris sekali, sebelum aku sempat memberinya julukan cewe gila, dia sendiri sudah melabeli dirinya sebagai cewe gila lebih dulu. Benar-benar gila, bukan? Duh, membingungkan sekali paragraf ini. Tolong editor, disederhanakan lagi bahasanya.

Aku yakin, ketika melihat kondisi seperti itu, kalian pasti akan bertanya-tanya, kok bisa sih orang-orang pada selingkuh? Apa sih yang mereka cari? Awalnya gimana? Dan masih banyak lagi. Aku pun demikian, tak dapat dimungkiri lagi, kepalaku ramai dengan pertanyaan-pertanyaan aneh.

Faktor pemicu perselingkuhan

Dilansir dari Mojok.co, yang meringkas tulisan ilmiah berjudul “Ketidaksetiaan: Eksplorasi Ilmiah tentang Perselingkuhan” yang ditulis oleh Rinanda Rizky Amalia Shaleha dan Iis Kurniasih, perselingkuhan merupakan pelanggaran yang dilakukan oleh seseorang, baik secara fisik maupun emosional, terhadap komitmen yang telah dijalani dengan pasangan.

Perilaku ini menandakan kurangnya komitmen pada hubungan yang sedang dijalani. Dan ya, dalam beberapa hari terakhir, kata “selingkuh” masuk dalam jajaran kata yang paling banyak disebut di Twitter, hingga 72.200 cuitan.

Setelah cukup lama aku berselancar di Mbah Google (sebenarnya mbahnya siapa si dia ini?), banyak sekali artikel yang memuat poin-poin penyebab terjadinya perselingkuhan. Di antaranya: karena merasakan cinta pada orang lain, tidak terpuaskan secara emosional (karena kurangnya komunikasi), melakukan balas dendam dan keinginan untuk mendapatkan apresiasi dari orang lain.

Namun, sebagai orang yang tidak ahli di bidangnya, aku mencoba mereka-re ka dari cerita sahabat dan isu-isu di media sosial, apa sih pemantik yang paling relate dengan kehidupan kita hingga terjadinya hubungan memalukan itu?

Berawal dari chit-chat malah jadi cheating.

Hal pertama yang aku pikirkan penyebab terjadinya perselingkuhan adalah karena munculnya rasa bosan dan merasa stuck pada hubungan yang sedang dijalani—atau mungkin memang ada celah yang pas untuk menduakan pasangan.

Kemudian rasa bosan tak terkendali ini akan membawa dampak fatal bagi hubungan. Padahal, kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya kita itu merasa bosan terhadap suasana atau gaya berpacaran yang dijalani aja ga sih? Bukan sama orangnya. Tapi kan, sekarang ini banyak orang yang merasa bosan dan mencari orang lain untuk mendapatkan suasana baru (katanya).

Dari rasa bosan, hingga akhirnya mencari orang sebagai tempat untuk curhat. Sampai pada akhirnya muncul orang yang seakan-akan menjadi pahlawan kesiangan. Biasanya sih pahlawan kesiangan itu berasal dari orang-orang yang memang ada di lingkungan kita sendiri, mungkin bisa partner di tempat kerja atau mungkin teman satu circle. Ujung-ujungnya sih, pasti bakal baper juga.

Gimana nggak baper? Orang ketemunya aja setiap hari, terus isi curcol (curhat colongan) lagi. Hal ini sangat mungkin terjadi, karena seringnya bertemu dan mungkin sudah ada cemistry. Sehingga kalian akan merasa punya tempat untuk mencurahkan masalah yang sedang kalian alami dengan pasangan.

Apalagi kalian yang LDR, pasangan kita akan lebih sering berinteraksi dengan orang sekitarnya. Ups! Tapi ingat ya, enggak semua orang begitu kok, selingkuh hanya dilakukan oleh orang yang lemah.

Dampak psikologis bagi korban

Ternyata selingkuh ini berdampak terhadap kondisi seseorang yang diselingkuhi. Korban biasanya akan mengalami berbagai tekanan emosional dan psikologis setelah diselingkuhi, seperti kecemasan, penurunan kepercayaan diri, serta penurunan harga diri.

Seperti yang aku sampaikan sebelumnya, orang yang menjadi korban perselingkuhan akan menjadi uring-uringan. Mereka pasti akan berpikir, “Salahku di mana?” atau “Aku sekurang itu ya, sampai kamu mencari orang lain?”

Kondisi ini juga memungkinkan berujung pada depresi serta gangguan kecemasan. Jahat, sih, kalau kalian sampai membuat pasangan kalian merasa seperti itu.

Jadi, jangan menjadi manusia yang downgrade dengan cara berselingkuh ya, kawan. Walau pada kenyataannya, setia itu jauh lebih susah dan hanya bisa dilakukan oleh orang profesional saja. Haha.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Ciri-ciri Toxic Relationship dan Bagaimana Cara Kita Terlepas darinya
Pertimbangan untuk Putus bagi Kalian yang Doinya Sering Kaya Gini
Love Language: Bukan Pilihan, Tapi Keharusan!
Bukan Mau Su’udzon, tapi Orang Bilang Itu Friendzone
Tags: cintacinta kasihperselingkuhanPsikologiselingkuh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Setelah Puisi Memanggil” | Dari Peluncuran 9 Buku 9 Penyair di JKP Denpasar

Next Post

Jalan (Mantan) Prajurit Menuju Istana

Kadek Risma Widiantari

Kadek Risma Widiantari

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di STAH N mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Presiden di Dalam Kepala Saya

by Angga Wijaya
August 3, 2026
0
Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

Read moreDetails

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

by Chusmeru
August 3, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

Read moreDetails

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails
Next Post
Jalan (Mantan) Prajurit Menuju Istana

Jalan (Mantan) Prajurit Menuju Istana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co