14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berawal dari Chit-Chat, Berujung Bencana bagi Hubungan

Kadek Risma Widiantari by Kadek Risma Widiantari
June 26, 2023
in Esai
Berawal dari Chit-Chat, Berujung Bencana bagi Hubungan

Ilustrasi tatkala.co

MANUSIA PADA dasarnya memang memiliki sifat tidak pernah merasa puas dalam hal apapun. Entah itu hal yang menyangkut sebuah pencapaian hingga perkara mencari pasangan hidup. Selalu saja merasa kurang—sepertinya manusia memang selalu menyukai hal yang tidak mereka miliki selayaknya peribahasa “rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri”.

Perasaan seperti ini rasanya wajar-wajar saja untuk dimiliki. Setidaknya, dengan memiliki rasa tidak pernah merasa puas (sewajarnya), maka kita akan semakin berusaha mencapai apa yang belum kita punya. Berlari dan terus mencari. Ya, hitung-hitung ini menjadi jalan untuk kita meng-upgrade diri.

Namun, adakalanya memiliki perasaan seperti ini secara terus menerus akan berimbas pada ketenangan hidup kita.

Aku sempat berpikir, “Jika kita terus selalu merasa kurang, maka kita akan menjadi tamak”. Coba saja, sudah punya sepasang sepatu tapi malah ingin beli lagi. Dengan dalih, “Walaupun dengan warna yang sama, tapi kan coraknya yang berbeda”. Dan yang paling parah itu adalah ketika udah punya pasangan, tapi malah tertarik sama orang lain. Omaigatt!

Seperti fenomena yang marak terjadi di kalangan para selebritis belakangan ini. Media sosial diramaikan oleh beberapa isu perselingkuhan yang terjadi di antara public figure itu. Seolah-olah ini menjadi tren di kalangan mereka. Akibatnya, tak sedikit yang merasa geram karena terbawa suasana, sampai ini menjadi buah bibir netizen.

Terlebih lagi sahabatku sendiri juga pernah mengalaminya, dia diselingkuhi oleh lelaki nakal itu (kalau sahabatku tahu aku menyebut pacarnya dengan lelaki nakal, mungkin dia akan kesal padaku. Haha). Biar saja, toh juga pada kenyataannya memang pacarnya nakal. “Laki-laki mana lagi yang harus aku percaya?” Hehe.

Jangan tanyakan lagi bagaimana kondisi sahabatku saat itu. Ok, mungkin aku tak dapat membaca sepenuhnya tentang apa yang memenuhi isi kepala dia dan gejolak apa yang ada di dalam hatinya itu. Hanya saja, aku takut dia menjadi wanita gila, sungguh.

Namun, miris sekali, sebelum aku sempat memberinya julukan cewe gila, dia sendiri sudah melabeli dirinya sebagai cewe gila lebih dulu. Benar-benar gila, bukan? Duh, membingungkan sekali paragraf ini. Tolong editor, disederhanakan lagi bahasanya.

Aku yakin, ketika melihat kondisi seperti itu, kalian pasti akan bertanya-tanya, kok bisa sih orang-orang pada selingkuh? Apa sih yang mereka cari? Awalnya gimana? Dan masih banyak lagi. Aku pun demikian, tak dapat dimungkiri lagi, kepalaku ramai dengan pertanyaan-pertanyaan aneh.

Faktor pemicu perselingkuhan

Dilansir dari Mojok.co, yang meringkas tulisan ilmiah berjudul “Ketidaksetiaan: Eksplorasi Ilmiah tentang Perselingkuhan” yang ditulis oleh Rinanda Rizky Amalia Shaleha dan Iis Kurniasih, perselingkuhan merupakan pelanggaran yang dilakukan oleh seseorang, baik secara fisik maupun emosional, terhadap komitmen yang telah dijalani dengan pasangan.

Perilaku ini menandakan kurangnya komitmen pada hubungan yang sedang dijalani. Dan ya, dalam beberapa hari terakhir, kata “selingkuh” masuk dalam jajaran kata yang paling banyak disebut di Twitter, hingga 72.200 cuitan.

Setelah cukup lama aku berselancar di Mbah Google (sebenarnya mbahnya siapa si dia ini?), banyak sekali artikel yang memuat poin-poin penyebab terjadinya perselingkuhan. Di antaranya: karena merasakan cinta pada orang lain, tidak terpuaskan secara emosional (karena kurangnya komunikasi), melakukan balas dendam dan keinginan untuk mendapatkan apresiasi dari orang lain.

Namun, sebagai orang yang tidak ahli di bidangnya, aku mencoba mereka-re ka dari cerita sahabat dan isu-isu di media sosial, apa sih pemantik yang paling relate dengan kehidupan kita hingga terjadinya hubungan memalukan itu?

Berawal dari chit-chat malah jadi cheating.

Hal pertama yang aku pikirkan penyebab terjadinya perselingkuhan adalah karena munculnya rasa bosan dan merasa stuck pada hubungan yang sedang dijalani—atau mungkin memang ada celah yang pas untuk menduakan pasangan.

Kemudian rasa bosan tak terkendali ini akan membawa dampak fatal bagi hubungan. Padahal, kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya kita itu merasa bosan terhadap suasana atau gaya berpacaran yang dijalani aja ga sih? Bukan sama orangnya. Tapi kan, sekarang ini banyak orang yang merasa bosan dan mencari orang lain untuk mendapatkan suasana baru (katanya).

Dari rasa bosan, hingga akhirnya mencari orang sebagai tempat untuk curhat. Sampai pada akhirnya muncul orang yang seakan-akan menjadi pahlawan kesiangan. Biasanya sih pahlawan kesiangan itu berasal dari orang-orang yang memang ada di lingkungan kita sendiri, mungkin bisa partner di tempat kerja atau mungkin teman satu circle. Ujung-ujungnya sih, pasti bakal baper juga.

Gimana nggak baper? Orang ketemunya aja setiap hari, terus isi curcol (curhat colongan) lagi. Hal ini sangat mungkin terjadi, karena seringnya bertemu dan mungkin sudah ada cemistry. Sehingga kalian akan merasa punya tempat untuk mencurahkan masalah yang sedang kalian alami dengan pasangan.

Apalagi kalian yang LDR, pasangan kita akan lebih sering berinteraksi dengan orang sekitarnya. Ups! Tapi ingat ya, enggak semua orang begitu kok, selingkuh hanya dilakukan oleh orang yang lemah.

Dampak psikologis bagi korban

Ternyata selingkuh ini berdampak terhadap kondisi seseorang yang diselingkuhi. Korban biasanya akan mengalami berbagai tekanan emosional dan psikologis setelah diselingkuhi, seperti kecemasan, penurunan kepercayaan diri, serta penurunan harga diri.

Seperti yang aku sampaikan sebelumnya, orang yang menjadi korban perselingkuhan akan menjadi uring-uringan. Mereka pasti akan berpikir, “Salahku di mana?” atau “Aku sekurang itu ya, sampai kamu mencari orang lain?”

Kondisi ini juga memungkinkan berujung pada depresi serta gangguan kecemasan. Jahat, sih, kalau kalian sampai membuat pasangan kalian merasa seperti itu.

Jadi, jangan menjadi manusia yang downgrade dengan cara berselingkuh ya, kawan. Walau pada kenyataannya, setia itu jauh lebih susah dan hanya bisa dilakukan oleh orang profesional saja. Haha.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Ciri-ciri Toxic Relationship dan Bagaimana Cara Kita Terlepas darinya
Pertimbangan untuk Putus bagi Kalian yang Doinya Sering Kaya Gini
Love Language: Bukan Pilihan, Tapi Keharusan!
Bukan Mau Su’udzon, tapi Orang Bilang Itu Friendzone
Tags: cintacinta kasihperselingkuhanPsikologiselingkuh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Setelah Puisi Memanggil” | Dari Peluncuran 9 Buku 9 Penyair di JKP Denpasar

Next Post

Jalan (Mantan) Prajurit Menuju Istana

Kadek Risma Widiantari

Kadek Risma Widiantari

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di STAH N mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
0
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

Read moreDetails

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

Read moreDetails

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails
Next Post
Jalan (Mantan) Prajurit Menuju Istana

Jalan (Mantan) Prajurit Menuju Istana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co