25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berawal dari Chit-Chat, Berujung Bencana bagi Hubungan

Kadek Risma Widiantari by Kadek Risma Widiantari
June 26, 2023
in Esai
Berawal dari Chit-Chat, Berujung Bencana bagi Hubungan

Ilustrasi tatkala.co

MANUSIA PADA dasarnya memang memiliki sifat tidak pernah merasa puas dalam hal apapun. Entah itu hal yang menyangkut sebuah pencapaian hingga perkara mencari pasangan hidup. Selalu saja merasa kurang—sepertinya manusia memang selalu menyukai hal yang tidak mereka miliki selayaknya peribahasa “rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri”.

Perasaan seperti ini rasanya wajar-wajar saja untuk dimiliki. Setidaknya, dengan memiliki rasa tidak pernah merasa puas (sewajarnya), maka kita akan semakin berusaha mencapai apa yang belum kita punya. Berlari dan terus mencari. Ya, hitung-hitung ini menjadi jalan untuk kita meng-upgrade diri.

Namun, adakalanya memiliki perasaan seperti ini secara terus menerus akan berimbas pada ketenangan hidup kita.

Aku sempat berpikir, “Jika kita terus selalu merasa kurang, maka kita akan menjadi tamak”. Coba saja, sudah punya sepasang sepatu tapi malah ingin beli lagi. Dengan dalih, “Walaupun dengan warna yang sama, tapi kan coraknya yang berbeda”. Dan yang paling parah itu adalah ketika udah punya pasangan, tapi malah tertarik sama orang lain. Omaigatt!

Seperti fenomena yang marak terjadi di kalangan para selebritis belakangan ini. Media sosial diramaikan oleh beberapa isu perselingkuhan yang terjadi di antara public figure itu. Seolah-olah ini menjadi tren di kalangan mereka. Akibatnya, tak sedikit yang merasa geram karena terbawa suasana, sampai ini menjadi buah bibir netizen.

Terlebih lagi sahabatku sendiri juga pernah mengalaminya, dia diselingkuhi oleh lelaki nakal itu (kalau sahabatku tahu aku menyebut pacarnya dengan lelaki nakal, mungkin dia akan kesal padaku. Haha). Biar saja, toh juga pada kenyataannya memang pacarnya nakal. “Laki-laki mana lagi yang harus aku percaya?” Hehe.

Jangan tanyakan lagi bagaimana kondisi sahabatku saat itu. Ok, mungkin aku tak dapat membaca sepenuhnya tentang apa yang memenuhi isi kepala dia dan gejolak apa yang ada di dalam hatinya itu. Hanya saja, aku takut dia menjadi wanita gila, sungguh.

Namun, miris sekali, sebelum aku sempat memberinya julukan cewe gila, dia sendiri sudah melabeli dirinya sebagai cewe gila lebih dulu. Benar-benar gila, bukan? Duh, membingungkan sekali paragraf ini. Tolong editor, disederhanakan lagi bahasanya.

Aku yakin, ketika melihat kondisi seperti itu, kalian pasti akan bertanya-tanya, kok bisa sih orang-orang pada selingkuh? Apa sih yang mereka cari? Awalnya gimana? Dan masih banyak lagi. Aku pun demikian, tak dapat dimungkiri lagi, kepalaku ramai dengan pertanyaan-pertanyaan aneh.

Faktor pemicu perselingkuhan

Dilansir dari Mojok.co, yang meringkas tulisan ilmiah berjudul “Ketidaksetiaan: Eksplorasi Ilmiah tentang Perselingkuhan” yang ditulis oleh Rinanda Rizky Amalia Shaleha dan Iis Kurniasih, perselingkuhan merupakan pelanggaran yang dilakukan oleh seseorang, baik secara fisik maupun emosional, terhadap komitmen yang telah dijalani dengan pasangan.

Perilaku ini menandakan kurangnya komitmen pada hubungan yang sedang dijalani. Dan ya, dalam beberapa hari terakhir, kata “selingkuh” masuk dalam jajaran kata yang paling banyak disebut di Twitter, hingga 72.200 cuitan.

Setelah cukup lama aku berselancar di Mbah Google (sebenarnya mbahnya siapa si dia ini?), banyak sekali artikel yang memuat poin-poin penyebab terjadinya perselingkuhan. Di antaranya: karena merasakan cinta pada orang lain, tidak terpuaskan secara emosional (karena kurangnya komunikasi), melakukan balas dendam dan keinginan untuk mendapatkan apresiasi dari orang lain.

Namun, sebagai orang yang tidak ahli di bidangnya, aku mencoba mereka-re ka dari cerita sahabat dan isu-isu di media sosial, apa sih pemantik yang paling relate dengan kehidupan kita hingga terjadinya hubungan memalukan itu?

Berawal dari chit-chat malah jadi cheating.

Hal pertama yang aku pikirkan penyebab terjadinya perselingkuhan adalah karena munculnya rasa bosan dan merasa stuck pada hubungan yang sedang dijalani—atau mungkin memang ada celah yang pas untuk menduakan pasangan.

Kemudian rasa bosan tak terkendali ini akan membawa dampak fatal bagi hubungan. Padahal, kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya kita itu merasa bosan terhadap suasana atau gaya berpacaran yang dijalani aja ga sih? Bukan sama orangnya. Tapi kan, sekarang ini banyak orang yang merasa bosan dan mencari orang lain untuk mendapatkan suasana baru (katanya).

Dari rasa bosan, hingga akhirnya mencari orang sebagai tempat untuk curhat. Sampai pada akhirnya muncul orang yang seakan-akan menjadi pahlawan kesiangan. Biasanya sih pahlawan kesiangan itu berasal dari orang-orang yang memang ada di lingkungan kita sendiri, mungkin bisa partner di tempat kerja atau mungkin teman satu circle. Ujung-ujungnya sih, pasti bakal baper juga.

Gimana nggak baper? Orang ketemunya aja setiap hari, terus isi curcol (curhat colongan) lagi. Hal ini sangat mungkin terjadi, karena seringnya bertemu dan mungkin sudah ada cemistry. Sehingga kalian akan merasa punya tempat untuk mencurahkan masalah yang sedang kalian alami dengan pasangan.

Apalagi kalian yang LDR, pasangan kita akan lebih sering berinteraksi dengan orang sekitarnya. Ups! Tapi ingat ya, enggak semua orang begitu kok, selingkuh hanya dilakukan oleh orang yang lemah.

Dampak psikologis bagi korban

Ternyata selingkuh ini berdampak terhadap kondisi seseorang yang diselingkuhi. Korban biasanya akan mengalami berbagai tekanan emosional dan psikologis setelah diselingkuhi, seperti kecemasan, penurunan kepercayaan diri, serta penurunan harga diri.

Seperti yang aku sampaikan sebelumnya, orang yang menjadi korban perselingkuhan akan menjadi uring-uringan. Mereka pasti akan berpikir, “Salahku di mana?” atau “Aku sekurang itu ya, sampai kamu mencari orang lain?”

Kondisi ini juga memungkinkan berujung pada depresi serta gangguan kecemasan. Jahat, sih, kalau kalian sampai membuat pasangan kalian merasa seperti itu.

Jadi, jangan menjadi manusia yang downgrade dengan cara berselingkuh ya, kawan. Walau pada kenyataannya, setia itu jauh lebih susah dan hanya bisa dilakukan oleh orang profesional saja. Haha.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Ciri-ciri Toxic Relationship dan Bagaimana Cara Kita Terlepas darinya
Pertimbangan untuk Putus bagi Kalian yang Doinya Sering Kaya Gini
Love Language: Bukan Pilihan, Tapi Keharusan!
Bukan Mau Su’udzon, tapi Orang Bilang Itu Friendzone
Tags: cintacinta kasihperselingkuhanPsikologiselingkuh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Setelah Puisi Memanggil” | Dari Peluncuran 9 Buku 9 Penyair di JKP Denpasar

Next Post

Jalan (Mantan) Prajurit Menuju Istana

Kadek Risma Widiantari

Kadek Risma Widiantari

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di STAH N mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Jalan (Mantan) Prajurit Menuju Istana

Jalan (Mantan) Prajurit Menuju Istana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co