4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Terus Berkolaborasi, Minikino Mempertegas Posisi Budaya Film Pendek Indonesia

tatkala by tatkala
June 14, 2023
in Budaya
Terus Berkolaborasi, Minikino Mempertegas Posisi Budaya Film Pendek Indonesia

FESTIVAL FILM PENDEK lebih dari sekedar acara meriah atau perayaan yang hingar bingar. Lebih jauh lagi festival film pendek bisa bekerja dan berkolaborasi untuk membangun wacana juga mempertegas posisi budaya. Hal itulah yang dilakukan Minikino sejak tahun 2002.

Ketika Minikino, organisasi film pendek tertua di Indonesia, ini terpilih menjadi salah satu penerima Dana Indonesiana Event Strategis dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Minikino semakin memperlebar langkahnya. Kerja dan kolaborasi Minikino menjadi langkah penting dan strategis untuk posisi film pendek Indonesia di dunia.

Menghubungkan Wacana

Minikino menghubungkan film Altaraba (The Soil, 2020)karya Luthfi Muhammad dengan Bergwelten Film Festival yang akan tayang pada 10-11 Juni di Swiss. Bergwelten Film Festival adalah festival yang berfokus pada wacana lingkungan dan hewan. Thomas Horat, salah satu inisiator festival ini, pertama kali terhubung dengan Minikino karena karya filmnya  pernah menjadi salah satu nominasi International di Minikino Film Week. Film Altaraba dalam premier Eropanya kali ini dipilih oleh Horat karena film ini menampilkan jalinan yang menarik tentang bagaimana persoalan spiritual, fisikal, dan ekologi yang terjadi di Indonesia.

Beberapa hari berikutnya, pada 15-16 Juni Fransiska Prihadi, direktur program Minikino, menjadi juri internasional untuk Independent Film Projects for International Pitching Forum yang diselenggarakan oleh Eye Catcher Global (ECG). Berasal dari Hong Kong, ECG bertujuan untuk menyatukan komunitas kreatif dan produksi dari industri pembuatan film independen Asia dan internasional, mengumpulkan sumber daya untuk menginkubasi proyek film dengan visi unik dan gaya pribadi yang kuat, serta memfasilitasi pembuat film Hong Kong untuk lebih terekspos secara global.

Terhubung dengan salah satu co-founder ECG yaitu Eric Tsang, sejak tahun 2019, ketika film A Thousand Sails (2020) dan The Umbrella (2018) masuk ke Minikino Film Week. “Koneksi Minikino ini banyak juga dari filmmaker yang filmnya pernah diputar di Minikino, dan mereka ternyata aktif juga ingin mendukung ekosistem lokalnya mereka.” Hubungan ini dilanjutkan dengan Fransiska yang akan berangkat bersama sutradara asal Jember, Kiki Febriyanti untuk mengadakan showcase pemutaran film-filmnya.

Selanjutnya pada 14 Agustus Fransiska akan mengisi panel Association for Cultural Studies Institute (ACS Institute) di Taiwan. Ia akan menjadi salah satu panelis dalam acara “Roundtable: Re-Siting Cinema” yang mengumpulkan programmer, filmmaker, dan akademisi dalam dialog kritis tentang perubahan wacana pengelolaan ruang pemutaran dan filmmaking sebagai praktik dekolonial. Panel ini akan mendiskusikan penelitian dan pelajaran yang dipetik dari para praktisi tentang pergeseran industri media dalam merespons produksi virtual dan teknologi XR (Extended Reality) sebagai sumber daya bagi filmmaker independen di Asia, Asia Tenggara, dan diaspora.

Aram Siu Wai Collier dari Toronto Reel Asian yang sudah lama terhubung dengan Minikino, merekomendasikan Fransiska kepada ACS untuk menjadi panelis. “Alasannya karena Minikino pernah membawa film VR ke desa. Dan itu menjadi sesuatu yang menarik ketika membicarakan tentang lokasi yang bukan pemutaran konvensional,” ungkap Fransiska.

Kolaborasi dan Pertukaran

Kolaborasi Minikino pada bulan Oktober, adalah dengan Kaohsiung Film Festival di Taiwan. Kolaborasi ini berbentuk penayangan film-film dari program Indonesian Entourage: The Spice Route Shorts yang juga telah diputar dalam Market Screening di Clermont Ferrand International Short Film Festival pada 31 Januari 2023 silam.

Lalu menyebrang ke benua Eropa, salah satu festival film pendek tertua di dunia, Alcine. Festival dari Spanyol yang sudah memasuki edisi yang ke-51 tahun, akan melakukan pertukaran program film bersama Minikino Film Week 9. Hubungan dengan Alcine, bermula dari pertemuan dengan Pedro Toro di Bogota Short Film Festival. Pedro adalah direktur artistik Alcine. Selain itu, Pedro juga dilibatkan menjadi juri kompetisi nasional Minikino Film Week.

Masih berlanjut, Show Me Shorts festival film pendek dari New Zealand yang pernah melakukan pertukaran program 3 tahun yang lalu di Minikino Film Week 6. Tahun ini kembali berkolaborasi berkat hubungan yang terjaga baik dengan Gina Dellabarca direktur festival tersebut. Fransiska Prihadi telah diundang resmi menjadi juri internasional di Show Me Short yang akan berlangsung pada 6-29 Oktober mendatang.

S-Express 2023 Indonesia yang merupakan bagian dari program pertukaran film pendek se-Asia Tenggara. Tahun ini, program S-Express akan pertama kali diputar di Malaysia pada tanggal 6-9 Juli 2023 dalam Mini Film Festival edisi ke-19 mendatang.

Lokasi pemutaran adalah La Promenade Mall, Kota Samarahan, Sarawak. Menampilkan I Swarnangkara (Petra Paramita, Animasi 2022), Is it over yet? (Rayhan Dharmawan, Dokumenter, 2020), Teh Tawar untuk Akong (Yonathan Lim, Fiksi, 2022), Acung Memilih Bersuara (Amelia Hapsari, Dokumenter Animasi, 2023), Harga Mahal yang Dibayar Murah (Razan Wirjosandjojo, Fiksi, 2022). Program ini juga akan keliling berbagai festival di Asia Tenggara lainnya, dan pastinya akan ditampilkan dalam perhelatan tahunan Minikino Film Week 9, Bali International Short Film Festival mendatang.

Kolaborasi selanjutnya datang dari Timur Tengah. Museum Qatar di bawah kepemimpinan HE Sheikha Al Mayassa binti Hamad bin Khalifa Al Thani mengembangkan sebuah inisiatif bertajuk Years of Culture. Program pertukaran budaya internasional yang berlangsung setahun penuh, tahun ini memilih Indonesia sebagai negara tujuannya. Sepanjang tahun 2023, pertukaran budaya kreatif di segala bidang, mulai dari film, fotografi, kuliner, seni pertunjukan teater, residensi seniman, hingga pertukaran pameran seni.

Di Bidang perfilman, Qatar Ajyal Film Festival melalui Kemendikbud Ristek bekerja sama dengan Minikino Film Week, Jogja-NETPAC Asian Film Festival,l dan Madani International Film Festival menjadi duta untuk pertukaran program film. Qatar Ajyal Film Festival mengirim sejumlah total 8 film yang akan tampil dalam Market Screening Minikino Film Week 9.

“Market Screening adalah kesempatan yang dibuka untuk institusi, rumah produksi, festival film, NGO, atau badan yang memiliki kepentingan untuk menampilkan diri di jaringan industri film pendek dalam skala global. Minikino mengharapkan kesempatan yang baik ini untuk saling mempertemukan para pelaku industri untuk menjalin kolaborasi yang berkelanjutan,” jelas Rayhan Dharmawan selaku koordinator short film market Minikino Film Week 9. Peserta market screening 2023 lainnya adalah dari Festival Film Purbalingga, Universitas Media Nusantara, Universitas Pelita Harapan, Rangkai.id dan masih banyak lagi.

Posisi Minikino menjadi pembuka pintu internasional untuk film pendek Indonesia juga akan semakin kuat di tahun-tahun ke depan. Pasalnya, film-film pendek dalam kategori kompetisi nasional Minikino Film Week telah resmi dianggap memenuhi kualifikasi untuk dipertimbangkan dalam kompetisi internasional Seoul Yeongdeungpo Extreme Short Image Film Festival (SESIFF) dan Bogota Short Film Festival (BOGOSHORTS).

Terhubung dan Berkarya Untuk Mempertegas Posisi Budaya

Sejak 9 Mei, Fransiska telah dilantik sebagai anggota dewan Short Film Conference. Posisi ini artinya membawa suara Indonesia dan Asia Tenggara untuk forum internasional.  Hubungan ini kembali memberikan Minikino kesempatan besar untuk merespons isu dan juga kondisi sosial politik dunia. Misalnya, Fransiska menceritakan tentang perang Ukraina dan Rusia yang pengaruhnya cukup besar untuk hubungan internasional. “Waktu pandemi kita terisolasi, tapi masih bisa terhubung melalui teknologi. Tapi ternyata itu bukan masalah apa-apa ketimbang perang yang membuat posisi festival budaya makin sulit,” ungkap Fransiska.

Salah satu contoh nyata yang telah terjadi adalah ketika film-film Rusia yang tidak bisa masuk ke dalam festival bila filmnya di danai oleh pemerintah Rusia. Ketika Fransiska menjadi salah satu anggota dewan Short Film Conference, ini adalah posisi yang strategis untuk mengetahui isu global lebih cepat.

Pada 1-2 Juli mendatang Minikino Film Week (MFW) telah bersiap untuk melaksanakan “Workshop Stop Motion Kolaborasi Tiga Negara: Indonesia, Korea Selatan, dan Kolombia!” bersama Seoul Yeongdeungpo Extreme Short Image Film Festival (SESIFF) dan Bogota Short Film Festival (BOGOSHORTS).

Workshop yang melibatkan 3 festival dan 3 negara ini menawarkan pengalaman kreatif, kerja dalam tim, dan pengetahuan dasar proses animasi dengan membuat film pendek menggunakan teknik stop motion. Hasil akhir dari workshop ini adalah film pendek animasi yang kemudian akan digabung dengan hasil workshop lain yang dilakukan oleh anak-anak dari Korea Selatan dan Kolombia. Untuk kemudian menjadi satu film pendek animasi kolaborasi tiga negara. Hasil workshop ini nantinya akan ditayangkan pada festival di tiap negara.

“Ketika festival sudah konsisten dan kerjasama terjalin baik, Kita jadi bisa memperdalam kerjasamanya menjadi bentuk yang lain yang lebih beragam,” ungkap Fransiska.

Kerja sama menarik selanjutnya, kembali ke tingkat lokal di Bali. Kali ini dilakukan dengan Toko Seniman, sebuah ruang eksplorasi kopi yang berbasis di Denpasar. Sepanjang bulan Juni ini berlangsung program residensi Minikino bersama Toko Seniman untuk mengapresiasi karya film pendek Indonesia dalam bentuk cita rasa kopi. Penikmat film pendek dan kopi melakukan residensi singkat 6 hari di Toko Seniman, Denpasar dengan fasilitas kawan diskusi Minikino dan barista dari Toko Seniman serta akses ke seluruh film pendek dalam program Indonesia Raja 2023.

Beberapa peserta telah terpilih, diantaranya: Kaleb Sitompul yang memiliki ketertarikan pada cerita masyarakat lokal di luar pulau Jawa, dan sejak 2021, ia fokus mengembangkan cerita dan isu di Sumatera Utara melalui medium visual dan dalam bentuk ruang alternatif; Rebeca Palupi yang memiliki konsentrasi sebagai koordinator kegiatan seni dan budaya, ia juga tertarik pada bidang tari, puisi, dan menciptakan lagu; Hardiwan Prayoga, seorang adalah pegiat film dari Jogja dan tergabung dalam komunitas film Cinemartani. Salah satu programmer Festival Film Dokumenter tahun 2019 dan 2022 dan menjadi arsiparis di Indonesian Visual Art Archive (IVAA); dan Brigitta Patricia seorang penulis dan penari (contemporary dance), penampilan terakhirnya adalah untuk Tromarama : PERSONALIA exhibition pada tahun 2022. [T][Ado/*]

  • BACA artikel lain tentang MINIKINO
Tatkala May May May 2023 Sesi 2: Membaca Film Merangkai Kata Bersama Minikino
Ketika Kota Menjelma Kata | Catatan Film “Walking Through Words” dalam Minikino Film Week 8
“Kadillak dhe Manaferra”, Potret Perlawanan Albania 1975 | Catatan Menonton Minikino Film Week 8
Tags: film pendekMinikinoMinikino Film Week
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

PKB Kehilangan Sekuni, Berkeliaran di Luar Panggung

Next Post

Memaknai Reuni Sekolah, Bukan Ajang Pamer Kesuksesan

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

by tatkala
July 25, 2026
0
Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

DI kaki Gunung Batur, sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau cerita para tetua; tapi hidup di jalan-jalan yang pernah...

Read moreDetails

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

Read moreDetails

Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

PESTA Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 resmi mengumumkan para pemenang berbagai kategori lomba. Dalam pengumuman yang disiarkan secara langsung...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

by tatkala
June 23, 2026
0
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

Read moreDetails

 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

by Nyoman Budarsana
June 14, 2026
0
 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

DENPASAR – TATKALA.CO |  Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

by tatkala
June 13, 2026
0
Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita...

Read moreDetails

Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

by Satria Aditya
May 31, 2026
0
Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

BAYANGKAN sebuah dunia tanpa warna, tanpa garis, dan tanpa bayangan sejak pertama kali kamu membuka mata di dunia. Bagi kebanyakan...

Read moreDetails

The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

by Nyoman Budarsana
May 30, 2026
0
The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

Kemegahan karya seni “The Octopus Queen” di kawasan Broken Beach, Nusa Penida, sukses mencuri perhatian salah satu perhelatan dunia dalam...

Read moreDetails

Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

by Nyoman Budarsana
May 19, 2026
0
Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

Ketika geguritan Dwijendra Stawa dan Astapaka Stawa ditembangkan, suasana sore itu berubah menjadi hening. Tanpa tersadari, orang-orang yang duduk sejak...

Read moreDetails

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
0
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

Read moreDetails
Next Post
Memaknai Reuni Sekolah, Bukan Ajang Pamer Kesuksesan

Memaknai Reuni Sekolah, Bukan Ajang Pamer Kesuksesan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co