2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merayakan Cinta Merayakan Kehidupan: Mendengar Bagaimana Puisi Bekerja | Catatan Tatkala May May May 2023

Musti Ariantini by Musti Ariantini
June 7, 2023
in Khas
Merayakan Cinta Merayakan Kehidupan: Mendengar Bagaimana Puisi Bekerja | Catatan Tatkala May May May 2023

Made Adnyana Ole dan Kadek Sonia Piscayanti sedang membacakan puisi | Foto: Dok. Tatkala.co

CINTA HENDAKNYA dirawat dan hidup mesti dirayakan dengan cara yang diinginkan, salah satunya dengan bermain kata dalam sebuah sajak cinta.

Bulan Mei seakan membawa semarak cinta, khususnya pada Minggu, 21 Mei 2023, malam. Sedari pukul 18.00 wita, banyak orang sudah memenuhi kursi-kursi kosong di Rumah Belajar Komunitas Mahima, Jl. Pantai Indah III, No. 46, Singaraja, untuk merayakan cinta dan kehidupan

“Hari ini acara yang sangat spesial”, barangkali kata-kata tersebut terpatri dalam benak semua orang yang hadir—bahkan beberapa dari mereka memboyong serta keluarganya.

Tepat pada hari Minggu ketiga bulan Juni—yang menjadi akhir sesi III Tatkala May May May 2023—diadakan pembacaan puisi oleh sepasang suami istri yang mengabdikan hidupnya pada sastra dan memaknai cinta dengan sebait kata dalam sajak sebuah puisi.

Made Adnyana Ole dan Kadek Sonia Piscayanti saat membaca puisi / Foto: Dok. Tatkala.co

Semua orang menanti-nantikan momen langka tersebut, suasana hiruk-pikuk melukis kebahagian pada setiap wajah pengunjung; bercengkrama dengan kawan lama membahas sastra, kehidupan, bahkan kegelisahan dunia.

Ketika jam menunjukan pukul 18.50an, bunyi setapak kaki dari lantai dua mengalihkan fokus semua orang.

Terlihat seorang wanita cantik dengan dress hitam yang membalut tubuhnya, dan make-up tipis yang menyapu wajahnya, tersenyum menyambut para penonton. Di sampingnya, berdiri seorang laki-laki yang juga mengenakan kemeja hitam, terlihat rapi dan cukup formal.

Pasangan tersebut berbaur dengan pengunjung dan bersenda gurau, hingga sambutan MC yang menandakan bahwa acara akan segera dimulai.

Membacakan empat puisi

Kadek Sonia Piscayanti dan Made Adnyana Ole berdiri menghadap penonton, di tangannya masing-masing terselip beberapa potong kertas yang berisi bait-bait puisi kehidupan mereka, buah karya sastrawan-sastrawan besar dunia.

Pasangan suami-istri itu membacakan puisi pertama yang bertajuk Titik Mula Puisi karya dari Octavio Paz—seorang penulis, penyair dan diplomat dari Meksiko. Ia mendapatkan Penghargaan Internasional Neustadt Kesusastraan pada tahun 1982 dan Penghargaan Nobel Kesusastraan pada tahun 1990—diterjemahkan oleh Frans Nadjira, seniman sekaligus sastrawan Indonesia.

Barangkali puisi Titik Mulai Puisi sangat diskuai oleh pasangan tersebut, bahkan sebelumnya, di tahun 2020, Kadek Sonia Piscayanti dan Made Adnyana Ole juga pernah membacakan puisi tersebut, yang diunggah pada akun Facebook So Literacy.

“ini puisi kesukaan kami, puisi ini mempertemukan dan menjalin cinta kami. Dulu saya belajar menulis puisi dari Ole (suami saya),” ujar Sonia Piscayanti, sebelum memulai membacakan puisi.

Kala bait-bait puisi mulai dibacakan oleh pasangan tersebut, semua orang bungkam, suasana hening dan seluruh indra penonton hanya berfokus pada satu titik: sepasang suami istri yang menghayati setiap bait sajak puisi tersebut.

Barangkali, Titik Mula Puisi menyampaikan pesan yang sangat dalam, yang menyatakan bahwa: di mana puisi ada, maka cinta akan terwujud.

Lembar demi lembar halaman digulir, hingga sampai pada puisi kedua yang bertajuk Soneta Cinta XVII—terjemahan dari One Hundred Love Soneta: XVII—karya Pablo Neruda (sastrawan Chili yang memiliki nama asli Ricardo Eliecer Neftalí Reyes Basoalto).

Neruda dikenal dengan sebutan penyair terbesar abad ke-20 dalam bahasa apapun dan dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Sastra pada tahun 1971. Puisi Soneta Cinta diterjemahkan oleh Mark Eisner dari The Essential Neruda.

Berlanjut ke puisi yang ketiga, kali ini karya dari Made Adnyana Ole—Pimred Tatkala.co sastrawan, sekaligus kekasih Sonia Piscayanti—yang bertajuk Berkebun Dalam Rumah.

Puisi tersebut dibacakan dengan menggebu, binar mata pasangan tersebut terasa sangat hangat, dan tentu saja, penonton bisa merasakan jiwa dari puisi yang dibacakan tersebut.

Dari puisi tersebut bisa tergambar bagaimana kehidupan berumah tangga yang sesungguhnya, dari bait-bait sajak tersebut tercecap pedas, manis, asin, pahit dan kecutnya hidup berumah tangga. Bagaimana memadamkan ego, merawat luka, dan saling menjaga.

Setelah puisi ketiga usai dibacakan, terjadi jeda sejenak. “Puisi selanjutnya akan kami bacakan setelah sedikit jeda, karena puisi terakhir membutuhkan energi yang sangat besar,” terang Sonia Piscayanti.

Selama jeda, di selingi dengan penampilan musikalisasi puisi karya Made Adnyana Ole yang telah terbit dalam buku kumpulan puisi Dongeng Dari Utara (2014), yaitu puisi bertajuk Interior Danau dan Dewi Padi, yang dibawakan oleh Wah Surya dan Mila Romana, dari Komunitas Mahima.

Wah Surya dan Mila Romana saat mementaskan musikalisasi Interior Danau dan Dewi Padi / Foto: Dok. Tatkala.co

Seusai musikalisasi puisi tersebut, Sonia Piscayanti dan Made Adnyana Ole menyambung kembali penampilan yang sempat terjeda, dengan membawakan puisi Rick Dari Corona karya W.S. Rendra—penyair, dramawan, pemeran dan sutradara teater berkebangsaan Indonesia, yang telah mendirikan bengkel teater di Yogyakarta pada tahun 1967.

Diawali dengan pembacaan judul hingga bait demi bait puisi, semua fokus penonton terkunci pada pasangan maniak sastra tersebut (Made Adnyana Ole dan Kadek Sonia Piscayanti).

Sesekali penonton menahan napas, kala sajak-sajak puisi tersebut dibacakan dengan menggebu dan nada suara yang sangat tinggi. Bahkan sesekali tenaga pasangan tersebut terlihat terkuras, namun tak mengurangi sedikitpun jiwa dari puisi yang dibacakan.

Ketika puisi tersebut telah mencapai bagian akhir, riuh tepuk tangan, cuitan-cuitan haru dan terkesima dari para penonton, membuat malam menjadi semakin semarak. “Begini kalo ahlinya sudah turun tangan langsung,” cuitan dari salah satu penonton.

Barangkali yang dimaksud oleh penonton tersebut yaitu seperti ini penampilan dari ahli puisi ketika membawakan sebuah sajak-sajak puisi. Menghidupkan jiwa yang terkungkung dari beberapa kata yang tertaut menjadi sebuah sajak.

Puisi favorit

Sonia Piscayanti mengaku, bahwa puisi-puisi yang bacakan adalah puisi-puisi favorit mereka—dia dan Made Adnyana Ole. “Bahkan pembacaannya pun kami susun sedemikian rupa, dari puisi apa yang kami gunakan sebagai pembukan hingga penutup,” ujarnya.

Menurut Sonia, puisi Rick Dari Corona karya W.S. Rendra, menjadi puisi yang relate dengan suaminya—menurtnya Rick seperti Ole. “Padahal, puisi ini tercipta dari kegelisahan Rendra terhadap kehidupan dunia malam di Amerika,” papar Sonia Piscayanti dengan tersenyum hangat kepada para penonton.

Made Adnyana Ole, Kadek Sonia Piscayanti, dan Yahya Umar (moderator) saat sesi diskusi / Foto: Dok. Tatkala.co

Sementara itu, Ole mengaku bahwa dalam hal membaca puisi, dirinya tak sebagus seperti menulis puisi. “Saya tidak terlalu bagus dalam membaca puisi dan saya membacakan puisi karya orang lain, supaya kalian (penonton) tahu, seperti apa puisi yang bagus,” imbuhnya dengan tertawa.

Dari penampilan pasangan tersebut kita bisa melihat bahwa sehebat itu kata-kata dalam menumbuh atau merawat cinta untuk merayakan kehidupan.

Dengan begitu, perayaan cinta pada malam tersebut berakhir dengan tepuk tangan riuh penonton, dan sudut pandang baru untuk merayakan cinta sangat bisa dengan satu-dua bait puisi.

Tentu saja, puisi tidak sesederhana susunan kata yang dibuat dengan indah, namun ada jiwa yang merawat kehidupan di baliknya. Selamat merayakan cinta dan merayakan kehidupan. Dari pasangan suami-istri ini, kita mendengar bagaimana puisi bekerja.[T]

Cerita Tokoh Bukan Fiksi: Dari Juru Parkir Sampai Petugas Air, dari Sopir Ambulance Sampai Petugas Perbaikan Penerang Jalan | Catatan Tatkala May May May 2023
Pers Kampus Hari Ini: Wadah Berpikir Kritis, tapi Darurat Perlindungan! | Catatan Tatkala May May May 2023
Seni Foto Jurnalistik Olahraga ala Dicky Bisinglasi | Catatan Tatkala May May May 2023
Tags: musikalisasi puisiPuisisastraTatkala May May May
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perempuan Bali dalam Politik, Penting Tidak?

Next Post

Literasi Dasar: Hubungan Abadi Antara Manusia dan Pengetahuan, Konstruksi dan Konsumsi

Musti Ariantini

Musti Ariantini

Admin tatkala.co

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Literasi Dasar: Hubungan Abadi Antara Manusia dan Pengetahuan, Konstruksi dan Konsumsi

Literasi Dasar: Hubungan Abadi Antara Manusia dan Pengetahuan, Konstruksi dan Konsumsi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co