23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sesuatu yang Saya Rindukan di Kampung Halaman

Dewa Ayu Yuliarini by Dewa Ayu Yuliarini
May 11, 2023
in Esai
Sesuatu yang Saya Rindukan di Kampung Halaman

Ilustrasi tatkala.co | Dewa Ayu Yuliarini

HARI ITU, sehabis pulang magang, saya mengendarai sepeda motor dengan kecepatan lebih dari biasanya. Telpon genggam saya sudah berdering berkali-kali, panggilan masuk dari adik dan ayah terus tertera di notifikasi.

Dasar, selalu tidak pernah sabaran ketika akan pulang kampung, begitulah pikir saya, sambil terus menambah kecepatan sepeda motor saya.

Benar saja, setibanya di rumah, ayah dan adik saya sudah siap berangkat, tinggal saya yang belum memersiapkan pakaian dan perlengkapan lain untuk pulang kampung.

Dengan tergesa-gesa, akhirnya saya hanya memasukkan satu set pakaian sembahyang, tanpa membawa baju ganti selain baju yang saya gunakan saat itu.

Saya memutuskan untuk melewati rutinitas seperti makan, mandi, atau step-step skincare dan body care lainnya. Ya, saya bergegas, sebelum ayah marah-marah karena menunggu lama. Itu hanya akan mempengaruhi mood saya di perjalanan (maklum saya orangnya sedikit baperan).

Benar, hari itu kami sedang beranjak dari kota kelahiran saya, menuju kota kelahiran ayah (orang-orang menyebutnya pulang kampung).

Kampung halaman ayah lumayan jauh, jarak tempuhnya sekitar 2 jam dengan kecepatan penuh, dan 2 jam 30 menit, jika kecepatan sedang. Dan itu selalu sukses membuat saya merasa lumayan bosan. Belum lagi ayah bukan tipe orang yang bisa diajak berhenti sejenak di Indomaret atau Alfamart, misal sekadar singgah membeli cemilan.

Sepanjang perjalanan menuju kampung halaman, adik saya fokus mengendarai motor, karena tidak ada teman ngobrol, pikiran saya jauh melayang mengingat perjalanan saya waktu kanak-kanak ketika pulang kampung.

Dulu bemo menjadi alternatif agar bisa sekadar pulang, atau naik motor berlima (ayah yang mengendarai, saya duduk di depan, ibu, dan kedua saudara saya di belakang). Tapi sekarang jauh berbeda, setelah dewasa, kami lebih sering pulang bertiga, atau hanya ayah sendiri.

***

Lahir dan hidup di kota lain, membuat saya tidak terlalu mengenal atau akrab dengan saudara-saudara saya di kampung halaman, ditambah saya yang seorang introvert ini, cenderung susah untuk bersosialisasi. Terkadang itu menjadi alasan saya malas diajak pulang kampung. Hehehe.

Meskipun saya malas bukan berarti saya tidak mau pulang kampung, bagaimana pun kampung halaman selalu menjadi hal yang saya rindukan.

Beberapa ingatan masa kecil saya tertinggal di sini, tentang masa kecil saya yang dulu sering berantem dengan saudara sepupu, diajak berkeliling kerumah kerabat ayah, serta bentuk bangunan di kampung halaman (karena berbeda bentuk bangunan di kota kelahiran saya, dan ayah saya) tidak luput dari kerinduan saya.

Rumah di kampung halaman memang sudah di renovasi jadi lebih modern, namun kerinduan bangunan lama bisa saya obati ketika berkunjung ke salah satu niang yang masih hidup sampai sekarang.

Dapur menjadi salah satu bangunan yang mengobati kerinduan saya. Ketika memasuki dapur Niang, hati saya menghangat. Atau tempat tidur yang sedikit usang itu, yang menambah kesan lampau. Atau tungku kompor yang masih menggunakan kayu bakar, lantai yang belum di keramik, uhh… sungguh saya ingin berlama-lama ada di dapur Niang—hanya sekadar untuk mengingat kenangan bersama Niang (Niang dari ayah) dulu.

Di dapur, Niang dulu senang sekali menceritakan kehidupan ayah semasa kecil, Niang juga menceritakan tentang Kakiang, dan menceritakan tentang leluhur yang numadi ke saya dan kedua saudara saya. Hmm… menuliskannya di sini membuat saya tambah merindukan Niang.

Berbicara tentang dapur, tidak menarik rasanya jika tidak membicarakan makanan, sayangnya tidak ada makanan khas yang saya ingat yang dimasak oleh niang saya.

Namun, ada satu makanan (dibelikan paman saya dulu) yang masih saya ingat sampai sekarang: bubur dengan bumbu gula bali.

Saya rindu dengan makanan itu, walaupun saya tidak terlalu menyukainya. Mulut saya yang terbiasa mengecap bubur dengan bumbu tempe, ayam sisit, urab, tentu tidak dapat begitu saja bisa menerima dengan baik bubur bumbu manis tersebut.

Beranjak dari kisah dapur, pikiran saya kembali melayang ketika dulu berniat membantu membuat canang, bukannya membantu, justru saya merusak canang yang di buat niang (maklum, waktu itu saya masih kecil, dan tidak terlalu pandai menggunakan semat) Hehe.

***

Dan, pulang setahun sekali, atau bahkan dua-tiga tahun sekali, membuat pertanyaan basa-basi tidak asing di pendengaran saya, seperti misal, “Kapan pulang? Sama siapa? Jam berapa berangkat? Sudah biasa menjadi topik obrolan. Sayangnya saya bukan tipe orang yang pintar basa-basi, sehingga jawaban dari pertanyaan basi-basi selalu saya dengan singkat.

Tunggu, ini bukan karena saya sombong, atau tidak mau belajar bersosialisasi di lingkungan kelahiran ayah, hanya saja perbedaan bahasa yang digunakan membuat saya sedikit kesusahan.

Kota kelahiran saya terkenal dengan penggunaan bahasa kasarnya agar lebih akrab, sementara kota kelahiran ayah selalu menggunakan bahasa Bali alus ketika mengobrol.

Selama dua puluh dua tahun hidup, saya habiskan di kota kelahiran, sudah dipastikan bahasa, tradisi, gaya hidup dan lain-lain sudah mengikuti kota kelahiran saya. Hal ini tentu sedikit membuat saya kesusahan, ketika harus menyesuaikan di kampung halaman ayah.

Ingin rasanya saya tinggal sedikit lebih lama di kota kelahiran ayah. Seingat saya, tak pernah lama kami di sana, paling sehari dua hari, dan itu tidak membuat saya merasa puas. Belum lagi hari-hari tersebut hanya saya lalui dengan ke merajan, atau mengikuti upacara melasti, dan selebihnya istirahat.

Humm… tidak ada kesempatan mengenal keluarga atau sepupu lebih jauh di kampung halaman.

Jika nanti ada kesempatan, ingin rasanya tinggal di sana lebih lama. Semoga terwujud. Hehe.[T]

*Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Ayah, Sosok yang Saya Kagumi
Hiduplah di Masa Kini, Jangan Hidup di Masa Lalu atau di Masa Depan!
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!
Tags: esaikampung halamanrindu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Peduli Digitalisasi, Selamatkan Demokrasi | Seminar Edukasi di STAHN Mpu Kuturan

Next Post

Anak-anak yang Menjelma Burung Rantau

Dewa Ayu Yuliarini

Dewa Ayu Yuliarini

Lahir di Singaraja, tahun 2001. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Anak-anak yang Menjelma Burung Rantau

Anak-anak yang Menjelma Burung Rantau

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co