2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sesuatu yang Saya Rindukan di Kampung Halaman

Dewa Ayu Yuliarini by Dewa Ayu Yuliarini
May 11, 2023
in Esai
Sesuatu yang Saya Rindukan di Kampung Halaman

Ilustrasi tatkala.co | Dewa Ayu Yuliarini

HARI ITU, sehabis pulang magang, saya mengendarai sepeda motor dengan kecepatan lebih dari biasanya. Telpon genggam saya sudah berdering berkali-kali, panggilan masuk dari adik dan ayah terus tertera di notifikasi.

Dasar, selalu tidak pernah sabaran ketika akan pulang kampung, begitulah pikir saya, sambil terus menambah kecepatan sepeda motor saya.

Benar saja, setibanya di rumah, ayah dan adik saya sudah siap berangkat, tinggal saya yang belum memersiapkan pakaian dan perlengkapan lain untuk pulang kampung.

Dengan tergesa-gesa, akhirnya saya hanya memasukkan satu set pakaian sembahyang, tanpa membawa baju ganti selain baju yang saya gunakan saat itu.

Saya memutuskan untuk melewati rutinitas seperti makan, mandi, atau step-step skincare dan body care lainnya. Ya, saya bergegas, sebelum ayah marah-marah karena menunggu lama. Itu hanya akan mempengaruhi mood saya di perjalanan (maklum saya orangnya sedikit baperan).

Benar, hari itu kami sedang beranjak dari kota kelahiran saya, menuju kota kelahiran ayah (orang-orang menyebutnya pulang kampung).

Kampung halaman ayah lumayan jauh, jarak tempuhnya sekitar 2 jam dengan kecepatan penuh, dan 2 jam 30 menit, jika kecepatan sedang. Dan itu selalu sukses membuat saya merasa lumayan bosan. Belum lagi ayah bukan tipe orang yang bisa diajak berhenti sejenak di Indomaret atau Alfamart, misal sekadar singgah membeli cemilan.

Sepanjang perjalanan menuju kampung halaman, adik saya fokus mengendarai motor, karena tidak ada teman ngobrol, pikiran saya jauh melayang mengingat perjalanan saya waktu kanak-kanak ketika pulang kampung.

Dulu bemo menjadi alternatif agar bisa sekadar pulang, atau naik motor berlima (ayah yang mengendarai, saya duduk di depan, ibu, dan kedua saudara saya di belakang). Tapi sekarang jauh berbeda, setelah dewasa, kami lebih sering pulang bertiga, atau hanya ayah sendiri.

***

Lahir dan hidup di kota lain, membuat saya tidak terlalu mengenal atau akrab dengan saudara-saudara saya di kampung halaman, ditambah saya yang seorang introvert ini, cenderung susah untuk bersosialisasi. Terkadang itu menjadi alasan saya malas diajak pulang kampung. Hehehe.

Meskipun saya malas bukan berarti saya tidak mau pulang kampung, bagaimana pun kampung halaman selalu menjadi hal yang saya rindukan.

Beberapa ingatan masa kecil saya tertinggal di sini, tentang masa kecil saya yang dulu sering berantem dengan saudara sepupu, diajak berkeliling kerumah kerabat ayah, serta bentuk bangunan di kampung halaman (karena berbeda bentuk bangunan di kota kelahiran saya, dan ayah saya) tidak luput dari kerinduan saya.

Rumah di kampung halaman memang sudah di renovasi jadi lebih modern, namun kerinduan bangunan lama bisa saya obati ketika berkunjung ke salah satu niang yang masih hidup sampai sekarang.

Dapur menjadi salah satu bangunan yang mengobati kerinduan saya. Ketika memasuki dapur Niang, hati saya menghangat. Atau tempat tidur yang sedikit usang itu, yang menambah kesan lampau. Atau tungku kompor yang masih menggunakan kayu bakar, lantai yang belum di keramik, uhh… sungguh saya ingin berlama-lama ada di dapur Niang—hanya sekadar untuk mengingat kenangan bersama Niang (Niang dari ayah) dulu.

Di dapur, Niang dulu senang sekali menceritakan kehidupan ayah semasa kecil, Niang juga menceritakan tentang Kakiang, dan menceritakan tentang leluhur yang numadi ke saya dan kedua saudara saya. Hmm… menuliskannya di sini membuat saya tambah merindukan Niang.

Berbicara tentang dapur, tidak menarik rasanya jika tidak membicarakan makanan, sayangnya tidak ada makanan khas yang saya ingat yang dimasak oleh niang saya.

Namun, ada satu makanan (dibelikan paman saya dulu) yang masih saya ingat sampai sekarang: bubur dengan bumbu gula bali.

Saya rindu dengan makanan itu, walaupun saya tidak terlalu menyukainya. Mulut saya yang terbiasa mengecap bubur dengan bumbu tempe, ayam sisit, urab, tentu tidak dapat begitu saja bisa menerima dengan baik bubur bumbu manis tersebut.

Beranjak dari kisah dapur, pikiran saya kembali melayang ketika dulu berniat membantu membuat canang, bukannya membantu, justru saya merusak canang yang di buat niang (maklum, waktu itu saya masih kecil, dan tidak terlalu pandai menggunakan semat) Hehe.

***

Dan, pulang setahun sekali, atau bahkan dua-tiga tahun sekali, membuat pertanyaan basa-basi tidak asing di pendengaran saya, seperti misal, “Kapan pulang? Sama siapa? Jam berapa berangkat? Sudah biasa menjadi topik obrolan. Sayangnya saya bukan tipe orang yang pintar basa-basi, sehingga jawaban dari pertanyaan basi-basi selalu saya dengan singkat.

Tunggu, ini bukan karena saya sombong, atau tidak mau belajar bersosialisasi di lingkungan kelahiran ayah, hanya saja perbedaan bahasa yang digunakan membuat saya sedikit kesusahan.

Kota kelahiran saya terkenal dengan penggunaan bahasa kasarnya agar lebih akrab, sementara kota kelahiran ayah selalu menggunakan bahasa Bali alus ketika mengobrol.

Selama dua puluh dua tahun hidup, saya habiskan di kota kelahiran, sudah dipastikan bahasa, tradisi, gaya hidup dan lain-lain sudah mengikuti kota kelahiran saya. Hal ini tentu sedikit membuat saya kesusahan, ketika harus menyesuaikan di kampung halaman ayah.

Ingin rasanya saya tinggal sedikit lebih lama di kota kelahiran ayah. Seingat saya, tak pernah lama kami di sana, paling sehari dua hari, dan itu tidak membuat saya merasa puas. Belum lagi hari-hari tersebut hanya saya lalui dengan ke merajan, atau mengikuti upacara melasti, dan selebihnya istirahat.

Humm… tidak ada kesempatan mengenal keluarga atau sepupu lebih jauh di kampung halaman.

Jika nanti ada kesempatan, ingin rasanya tinggal di sana lebih lama. Semoga terwujud. Hehe.[T]

*Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Ayah, Sosok yang Saya Kagumi
Hiduplah di Masa Kini, Jangan Hidup di Masa Lalu atau di Masa Depan!
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!
Tags: esaikampung halamanrindu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Peduli Digitalisasi, Selamatkan Demokrasi | Seminar Edukasi di STAHN Mpu Kuturan

Next Post

Anak-anak yang Menjelma Burung Rantau

Dewa Ayu Yuliarini

Dewa Ayu Yuliarini

Lahir di Singaraja, tahun 2001. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Anak-anak yang Menjelma Burung Rantau

Anak-anak yang Menjelma Burung Rantau

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co