3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sesuatu yang Saya Rindukan di Kampung Halaman

Dewa Ayu Yuliarini by Dewa Ayu Yuliarini
May 11, 2023
in Esai
Sesuatu yang Saya Rindukan di Kampung Halaman

Ilustrasi tatkala.co | Dewa Ayu Yuliarini

HARI ITU, sehabis pulang magang, saya mengendarai sepeda motor dengan kecepatan lebih dari biasanya. Telpon genggam saya sudah berdering berkali-kali, panggilan masuk dari adik dan ayah terus tertera di notifikasi.

Dasar, selalu tidak pernah sabaran ketika akan pulang kampung, begitulah pikir saya, sambil terus menambah kecepatan sepeda motor saya.

Benar saja, setibanya di rumah, ayah dan adik saya sudah siap berangkat, tinggal saya yang belum memersiapkan pakaian dan perlengkapan lain untuk pulang kampung.

Dengan tergesa-gesa, akhirnya saya hanya memasukkan satu set pakaian sembahyang, tanpa membawa baju ganti selain baju yang saya gunakan saat itu.

Saya memutuskan untuk melewati rutinitas seperti makan, mandi, atau step-step skincare dan body care lainnya. Ya, saya bergegas, sebelum ayah marah-marah karena menunggu lama. Itu hanya akan mempengaruhi mood saya di perjalanan (maklum saya orangnya sedikit baperan).

Benar, hari itu kami sedang beranjak dari kota kelahiran saya, menuju kota kelahiran ayah (orang-orang menyebutnya pulang kampung).

Kampung halaman ayah lumayan jauh, jarak tempuhnya sekitar 2 jam dengan kecepatan penuh, dan 2 jam 30 menit, jika kecepatan sedang. Dan itu selalu sukses membuat saya merasa lumayan bosan. Belum lagi ayah bukan tipe orang yang bisa diajak berhenti sejenak di Indomaret atau Alfamart, misal sekadar singgah membeli cemilan.

Sepanjang perjalanan menuju kampung halaman, adik saya fokus mengendarai motor, karena tidak ada teman ngobrol, pikiran saya jauh melayang mengingat perjalanan saya waktu kanak-kanak ketika pulang kampung.

Dulu bemo menjadi alternatif agar bisa sekadar pulang, atau naik motor berlima (ayah yang mengendarai, saya duduk di depan, ibu, dan kedua saudara saya di belakang). Tapi sekarang jauh berbeda, setelah dewasa, kami lebih sering pulang bertiga, atau hanya ayah sendiri.

***

Lahir dan hidup di kota lain, membuat saya tidak terlalu mengenal atau akrab dengan saudara-saudara saya di kampung halaman, ditambah saya yang seorang introvert ini, cenderung susah untuk bersosialisasi. Terkadang itu menjadi alasan saya malas diajak pulang kampung. Hehehe.

Meskipun saya malas bukan berarti saya tidak mau pulang kampung, bagaimana pun kampung halaman selalu menjadi hal yang saya rindukan.

Beberapa ingatan masa kecil saya tertinggal di sini, tentang masa kecil saya yang dulu sering berantem dengan saudara sepupu, diajak berkeliling kerumah kerabat ayah, serta bentuk bangunan di kampung halaman (karena berbeda bentuk bangunan di kota kelahiran saya, dan ayah saya) tidak luput dari kerinduan saya.

Rumah di kampung halaman memang sudah di renovasi jadi lebih modern, namun kerinduan bangunan lama bisa saya obati ketika berkunjung ke salah satu niang yang masih hidup sampai sekarang.

Dapur menjadi salah satu bangunan yang mengobati kerinduan saya. Ketika memasuki dapur Niang, hati saya menghangat. Atau tempat tidur yang sedikit usang itu, yang menambah kesan lampau. Atau tungku kompor yang masih menggunakan kayu bakar, lantai yang belum di keramik, uhh… sungguh saya ingin berlama-lama ada di dapur Niang—hanya sekadar untuk mengingat kenangan bersama Niang (Niang dari ayah) dulu.

Di dapur, Niang dulu senang sekali menceritakan kehidupan ayah semasa kecil, Niang juga menceritakan tentang Kakiang, dan menceritakan tentang leluhur yang numadi ke saya dan kedua saudara saya. Hmm… menuliskannya di sini membuat saya tambah merindukan Niang.

Berbicara tentang dapur, tidak menarik rasanya jika tidak membicarakan makanan, sayangnya tidak ada makanan khas yang saya ingat yang dimasak oleh niang saya.

Namun, ada satu makanan (dibelikan paman saya dulu) yang masih saya ingat sampai sekarang: bubur dengan bumbu gula bali.

Saya rindu dengan makanan itu, walaupun saya tidak terlalu menyukainya. Mulut saya yang terbiasa mengecap bubur dengan bumbu tempe, ayam sisit, urab, tentu tidak dapat begitu saja bisa menerima dengan baik bubur bumbu manis tersebut.

Beranjak dari kisah dapur, pikiran saya kembali melayang ketika dulu berniat membantu membuat canang, bukannya membantu, justru saya merusak canang yang di buat niang (maklum, waktu itu saya masih kecil, dan tidak terlalu pandai menggunakan semat) Hehe.

***

Dan, pulang setahun sekali, atau bahkan dua-tiga tahun sekali, membuat pertanyaan basa-basi tidak asing di pendengaran saya, seperti misal, “Kapan pulang? Sama siapa? Jam berapa berangkat? Sudah biasa menjadi topik obrolan. Sayangnya saya bukan tipe orang yang pintar basa-basi, sehingga jawaban dari pertanyaan basi-basi selalu saya dengan singkat.

Tunggu, ini bukan karena saya sombong, atau tidak mau belajar bersosialisasi di lingkungan kelahiran ayah, hanya saja perbedaan bahasa yang digunakan membuat saya sedikit kesusahan.

Kota kelahiran saya terkenal dengan penggunaan bahasa kasarnya agar lebih akrab, sementara kota kelahiran ayah selalu menggunakan bahasa Bali alus ketika mengobrol.

Selama dua puluh dua tahun hidup, saya habiskan di kota kelahiran, sudah dipastikan bahasa, tradisi, gaya hidup dan lain-lain sudah mengikuti kota kelahiran saya. Hal ini tentu sedikit membuat saya kesusahan, ketika harus menyesuaikan di kampung halaman ayah.

Ingin rasanya saya tinggal sedikit lebih lama di kota kelahiran ayah. Seingat saya, tak pernah lama kami di sana, paling sehari dua hari, dan itu tidak membuat saya merasa puas. Belum lagi hari-hari tersebut hanya saya lalui dengan ke merajan, atau mengikuti upacara melasti, dan selebihnya istirahat.

Humm… tidak ada kesempatan mengenal keluarga atau sepupu lebih jauh di kampung halaman.

Jika nanti ada kesempatan, ingin rasanya tinggal di sana lebih lama. Semoga terwujud. Hehe.[T]

*Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Ayah, Sosok yang Saya Kagumi
Hiduplah di Masa Kini, Jangan Hidup di Masa Lalu atau di Masa Depan!
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking!
Tags: esaikampung halamanrindu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Peduli Digitalisasi, Selamatkan Demokrasi | Seminar Edukasi di STAHN Mpu Kuturan

Next Post

Anak-anak yang Menjelma Burung Rantau

Dewa Ayu Yuliarini

Dewa Ayu Yuliarini

Lahir di Singaraja, tahun 2001. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Anak-anak yang Menjelma Burung Rantau

Anak-anak yang Menjelma Burung Rantau

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co