2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi Intelijen: Layak Menjadi Kajian

Chusmeru by Chusmeru
May 7, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

APA YANG dibayangkan orang ketika mendengar kata intelijen? Mungkin yang terbayang adalah sosok intel polisi berpakaian preman dengan pistol menonjol di pinggang dan suara berisik handy talkie. Mungkin juga gambaran orang menyamar sebagai tukang bakso yang tiba-tiba melakukan penangkapan terhadap penjahat. Atau tokoh seperti yang ditampilkan dalam film-film James Bond.

Intelijen acapkali dikaitkan dengan profesi yang menyeramkan. Hal itu dikaitkan dengan doktrin yang sering dikenal dalam dunia intelejen, yaitu “Berhasil Tidak Dipuji, Gagal Dicaci Maki, Hilang Tidak Dicari, Mati Tidak Diakui”.

Doktrin tersebut membuat orang tidak begitu tertarik menggeluti profesi intelijen. Padahal, sebagai suatu proses komunikasi, intelijen bukan hanya merujuk pada aparat negara, tetapi juga ada pada bidang bisnis, politik, organisasi masyarakat, teknologi, dan sebagainya.

Sesungguhnya aktivitas intelijen dapat terjadi di semua bidang, selama prinsip-prinsip intelijen terpenuhi. Salah satu prinsip intelijen adalah Velox et Exactus, yaitu kecepatan dan ketepatan dalam hal melihat, mendengar, menulis, dan menyampaikan informasi.

Prinsip tersebut juga dilakukan dalam dunia jurnalistik yang mengutamakan kecepatan dan ketepatan dalam mengolah informasi. Oleh sebab itu kegiatan intelijen sangat berdekatan dengan kegiatan komunikasi. Bahkan, intelijen layak untuk dikaji dalam perspektif komunikasi.

Intelijen dan Komunikasi

Banyak definisi tentang intelijen. Salah satunya adalah apa yang disampaikan Jeffrey T.Richelson. Menurutnya, intelijen adalah produk yang dihasilkan dari kegiatan pengumpulan, proses, integrasi, analisis dan evaluasi, serta interpretasi dari bahan keterangan.

Kegiatan seperti yang dimaksud Richelson tersebut identik dengan kerja para wartawan. Dengan demikian, intelijen sesungguhnya juga merupakan kegiatan berkomunikasi.

Merujuk pada Undang–Undang No.17 tahun 2011 tentang Intelijen Negara, intelijen adalah pengetahuan, organisasi, dan kegiatan yang terkait dengan perumusan kebijakan, strategi nasional, dan pengambilan keputusan berdasarkan analisis dari informasi dan fakta yang terkumpul melalui metode kerja untuk pendeteksian dan peringatan dini dalam rangka pencegahan, penangkalan, dan penanggulangan setiap ancaman terhadap keamanan nasional.

Sebagai pengetahuan, intelijen  memiliki pendekatan yang akan bersinggungan dengan pengetahuan lain. Salah satu pengetahuan yang dekat dengan intelijen adalah komunikasi.

Ada persamaan dan perbedaan antara komunikasi dan intelijen. Komponen yang terlibat dalam komunikasi dan intelijen memiliki kesamaan, yaitu sumber, pesan, media atau saluran, khalayak, dan efek yang diharapkan.

Karakteristik komunikasi dan intelijen juga sama, yaitu dinamis, berkelanjutan, dan kontekstual. Komunikasi selalu berubah setiap saat, begitu pula intelijen. Komunikasi tak pernah berada dalam ruang hampa, karenanya senantiasa kontekstual. Intelijen pun selalu memiliki konteks dalam kegiatannya.

Perbedaan komunikasi dan intelijen terletak pada organisasi, sumber dan pesan, serta posisi khalayaknya. Organisasi dan aktivitas komunikasi bersifat terbuka, sedangkan pada intelijen bersifat rahasia atau disamarkan. Sumber dalam proses komunikasi mudah untuk dikenali, sedangkan dalam dunia intelijen sumber cenderung tertutup; hanya terbuka pada sesama komunitas intelijen.

Perbedaan lain, pesan dalam komunikasi bersifat transparan, dapat dinikmati oleh setiap orang. Sedangkan dalam intelijen, pesan bersifat rahasia. Pesan intelijen akan dianggap bocor atau “masuk angin”, jika banyak orang di luar komunitas dapat mengaksesnya.

Komunikan dalam proses komunikasi biasanya berada dalam kesadaran, sedangkan dalam intelijen komunikan atau biasa disebut target operasi intelijen berada dalam ketidaksadaran.

Paradigma Baru

Hampir semua organisasi dan profesi intelijen di berbagai dunia bersifat rahasia dan tertutup atau undercover. Kerahasiaan intelijen juga berkaitan dengan tugas utamanya untuk melakukan penyelidikan, penggalangan, dan pengamanan (Lidgalpam).

Namun demikinan, ada paradigma dan fenomena kekinian dimana intelijen mulai bersifat terbuka. Paradigma baru organisasi dan profesi intelijen yang terbuka dapat disimak lewat kasus Indonesia.

Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai salah satu lembaga intelijen di Indonesia mulai terbuka kepada publik. Keterbukaan lembaga telik sandi milik pemerintah itu dapat dilihat dari tiga hal. Pertama, dibentuknya Deputi Bidang Komunikasi dan Informasi (Kominfo) pada BIN menunjukkan kesiapan lembaga tersebut untuk lebih terbuka.

Mengacu pada Pasal 27 Peraturan Presiden Nomer 73 Tahun 2017 tentang Badan Intelijen Negara, Deputi bidang Kominfo atau disebut Deputi VII BIN memiliki tugas dan fungsi perumusan kebijakan, kegiatan, dan operasi intelijen di bidang komunikasi massa, komunikasi sosial, dan informasi.

Fungsi ini hampir sama dengan yang diungkapkan James Der Derian, bahwa kegiatan intelijen salah satunya mengubah komposisi dan sikap suatu kelompok.

Kegiatan intelijen memerlukan pemahaman tentang opini publik, komunikasi persuasif, komunikasi massa, komunikasi kelompok, komunikasi internasional, komunikasi politik, komunikasi lintas budaya, dan jurnalistik.

Hal ini membuka peluang bagi perguruan tinggi yang memiliki program studi ilmu komunikasi untuk menjadikan intelijen sebagai bidang kajian. Paling tidak, komunikasi intelijen bisa ditawarkan sebagai mata kuliah. Sebab, komunikasi intelijen dapat diartikan sebagai proses komunikasi dalam kegiatan intelijen.

Kedua, keterbukaan lembaga intelijen di Indonesia dapat dilihat dari informasi proses rekruitmen intelijen melalui website milik BIN. Ada transparansi dalam proses rekruitmen agen maupun analis intelijen. Meskipun pada tahapan selanjutnya kemungkinan akan bersifat tertutup, namun di awal sudah dimulai dengan keterbukaan.

Ketiga, Badan Intelijen Negara di Indonesia kini memiliki akun resmi instagram, twitter, facebook, dan youtube. Artinya BIN semakin terbuka dalam mencari, mengolah, dan mendistribusikan informasi kepada masyarakat. Profesi intelijen saat ini dengan demikian membutuhkan keterampilan berkomunikasi di media sosial.

Ketika kasus Covid-19 di Tanah Air masih tinggi, BIN juga membuka gerai vaksinasi untuk masyarakat umum. Apa yang dilakukan BIN ini merupakan bentuk Corporate Social responsibility (CSR) sebagai upaya mendekatkan diri dengan masyarakat. Upaya ini akan berhasil jika lembaga intelijen berhasil menjalin komunikasi sosial dengan khalayaknya.

Kegiatan intelijen tampaknya memang tidak lagi harus selalu sembunyi-sembunyi. Ketiga indikator paradigma intelijen dalam contoh kasus BIN tersebut menunjukkan, bahwa intelijen tidak menakutkan dan tidak menakut-nakuti. Oleh karenanya stigma menyeramkan tentang profesi intelijen perlu dikaji ulang. Saatnya kini dibuat tagline “Menjadi Intelijen, Siapa Takut?”[T]

Komunikasi Tradisional: Masih Adakah Urgensi?
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana
Berkomunikasi dalam Kebisuan: Haru Biru Media Baru
Tags: esaiilmu komunikasikomunikasikomunikasi antarbudayakomunikasi politik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ritus Tari Seblang di Olehsari : Menari Bersama Leluhur dan Merayakan Dialog Antarbudaya Bali-Blambangan

Next Post

“Nungkalik Exhibition”, Kelanjutan “Nungkalik Festival : Enam Art Objek Instalatif

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
“Nungkalik Exhibition”, Kelanjutan “Nungkalik Festival : Enam Art Objek Instalatif

“Nungkalik Exhibition”, Kelanjutan “Nungkalik Festival : Enam Art Objek Instalatif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co