24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi Intelijen: Layak Menjadi Kajian

Chusmeru by Chusmeru
May 7, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

APA YANG dibayangkan orang ketika mendengar kata intelijen? Mungkin yang terbayang adalah sosok intel polisi berpakaian preman dengan pistol menonjol di pinggang dan suara berisik handy talkie. Mungkin juga gambaran orang menyamar sebagai tukang bakso yang tiba-tiba melakukan penangkapan terhadap penjahat. Atau tokoh seperti yang ditampilkan dalam film-film James Bond.

Intelijen acapkali dikaitkan dengan profesi yang menyeramkan. Hal itu dikaitkan dengan doktrin yang sering dikenal dalam dunia intelejen, yaitu “Berhasil Tidak Dipuji, Gagal Dicaci Maki, Hilang Tidak Dicari, Mati Tidak Diakui”.

Doktrin tersebut membuat orang tidak begitu tertarik menggeluti profesi intelijen. Padahal, sebagai suatu proses komunikasi, intelijen bukan hanya merujuk pada aparat negara, tetapi juga ada pada bidang bisnis, politik, organisasi masyarakat, teknologi, dan sebagainya.

Sesungguhnya aktivitas intelijen dapat terjadi di semua bidang, selama prinsip-prinsip intelijen terpenuhi. Salah satu prinsip intelijen adalah Velox et Exactus, yaitu kecepatan dan ketepatan dalam hal melihat, mendengar, menulis, dan menyampaikan informasi.

Prinsip tersebut juga dilakukan dalam dunia jurnalistik yang mengutamakan kecepatan dan ketepatan dalam mengolah informasi. Oleh sebab itu kegiatan intelijen sangat berdekatan dengan kegiatan komunikasi. Bahkan, intelijen layak untuk dikaji dalam perspektif komunikasi.

Intelijen dan Komunikasi

Banyak definisi tentang intelijen. Salah satunya adalah apa yang disampaikan Jeffrey T.Richelson. Menurutnya, intelijen adalah produk yang dihasilkan dari kegiatan pengumpulan, proses, integrasi, analisis dan evaluasi, serta interpretasi dari bahan keterangan.

Kegiatan seperti yang dimaksud Richelson tersebut identik dengan kerja para wartawan. Dengan demikian, intelijen sesungguhnya juga merupakan kegiatan berkomunikasi.

Merujuk pada Undang–Undang No.17 tahun 2011 tentang Intelijen Negara, intelijen adalah pengetahuan, organisasi, dan kegiatan yang terkait dengan perumusan kebijakan, strategi nasional, dan pengambilan keputusan berdasarkan analisis dari informasi dan fakta yang terkumpul melalui metode kerja untuk pendeteksian dan peringatan dini dalam rangka pencegahan, penangkalan, dan penanggulangan setiap ancaman terhadap keamanan nasional.

Sebagai pengetahuan, intelijen  memiliki pendekatan yang akan bersinggungan dengan pengetahuan lain. Salah satu pengetahuan yang dekat dengan intelijen adalah komunikasi.

Ada persamaan dan perbedaan antara komunikasi dan intelijen. Komponen yang terlibat dalam komunikasi dan intelijen memiliki kesamaan, yaitu sumber, pesan, media atau saluran, khalayak, dan efek yang diharapkan.

Karakteristik komunikasi dan intelijen juga sama, yaitu dinamis, berkelanjutan, dan kontekstual. Komunikasi selalu berubah setiap saat, begitu pula intelijen. Komunikasi tak pernah berada dalam ruang hampa, karenanya senantiasa kontekstual. Intelijen pun selalu memiliki konteks dalam kegiatannya.

Perbedaan komunikasi dan intelijen terletak pada organisasi, sumber dan pesan, serta posisi khalayaknya. Organisasi dan aktivitas komunikasi bersifat terbuka, sedangkan pada intelijen bersifat rahasia atau disamarkan. Sumber dalam proses komunikasi mudah untuk dikenali, sedangkan dalam dunia intelijen sumber cenderung tertutup; hanya terbuka pada sesama komunitas intelijen.

Perbedaan lain, pesan dalam komunikasi bersifat transparan, dapat dinikmati oleh setiap orang. Sedangkan dalam intelijen, pesan bersifat rahasia. Pesan intelijen akan dianggap bocor atau “masuk angin”, jika banyak orang di luar komunitas dapat mengaksesnya.

Komunikan dalam proses komunikasi biasanya berada dalam kesadaran, sedangkan dalam intelijen komunikan atau biasa disebut target operasi intelijen berada dalam ketidaksadaran.

Paradigma Baru

Hampir semua organisasi dan profesi intelijen di berbagai dunia bersifat rahasia dan tertutup atau undercover. Kerahasiaan intelijen juga berkaitan dengan tugas utamanya untuk melakukan penyelidikan, penggalangan, dan pengamanan (Lidgalpam).

Namun demikinan, ada paradigma dan fenomena kekinian dimana intelijen mulai bersifat terbuka. Paradigma baru organisasi dan profesi intelijen yang terbuka dapat disimak lewat kasus Indonesia.

Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai salah satu lembaga intelijen di Indonesia mulai terbuka kepada publik. Keterbukaan lembaga telik sandi milik pemerintah itu dapat dilihat dari tiga hal. Pertama, dibentuknya Deputi Bidang Komunikasi dan Informasi (Kominfo) pada BIN menunjukkan kesiapan lembaga tersebut untuk lebih terbuka.

Mengacu pada Pasal 27 Peraturan Presiden Nomer 73 Tahun 2017 tentang Badan Intelijen Negara, Deputi bidang Kominfo atau disebut Deputi VII BIN memiliki tugas dan fungsi perumusan kebijakan, kegiatan, dan operasi intelijen di bidang komunikasi massa, komunikasi sosial, dan informasi.

Fungsi ini hampir sama dengan yang diungkapkan James Der Derian, bahwa kegiatan intelijen salah satunya mengubah komposisi dan sikap suatu kelompok.

Kegiatan intelijen memerlukan pemahaman tentang opini publik, komunikasi persuasif, komunikasi massa, komunikasi kelompok, komunikasi internasional, komunikasi politik, komunikasi lintas budaya, dan jurnalistik.

Hal ini membuka peluang bagi perguruan tinggi yang memiliki program studi ilmu komunikasi untuk menjadikan intelijen sebagai bidang kajian. Paling tidak, komunikasi intelijen bisa ditawarkan sebagai mata kuliah. Sebab, komunikasi intelijen dapat diartikan sebagai proses komunikasi dalam kegiatan intelijen.

Kedua, keterbukaan lembaga intelijen di Indonesia dapat dilihat dari informasi proses rekruitmen intelijen melalui website milik BIN. Ada transparansi dalam proses rekruitmen agen maupun analis intelijen. Meskipun pada tahapan selanjutnya kemungkinan akan bersifat tertutup, namun di awal sudah dimulai dengan keterbukaan.

Ketiga, Badan Intelijen Negara di Indonesia kini memiliki akun resmi instagram, twitter, facebook, dan youtube. Artinya BIN semakin terbuka dalam mencari, mengolah, dan mendistribusikan informasi kepada masyarakat. Profesi intelijen saat ini dengan demikian membutuhkan keterampilan berkomunikasi di media sosial.

Ketika kasus Covid-19 di Tanah Air masih tinggi, BIN juga membuka gerai vaksinasi untuk masyarakat umum. Apa yang dilakukan BIN ini merupakan bentuk Corporate Social responsibility (CSR) sebagai upaya mendekatkan diri dengan masyarakat. Upaya ini akan berhasil jika lembaga intelijen berhasil menjalin komunikasi sosial dengan khalayaknya.

Kegiatan intelijen tampaknya memang tidak lagi harus selalu sembunyi-sembunyi. Ketiga indikator paradigma intelijen dalam contoh kasus BIN tersebut menunjukkan, bahwa intelijen tidak menakutkan dan tidak menakut-nakuti. Oleh karenanya stigma menyeramkan tentang profesi intelijen perlu dikaji ulang. Saatnya kini dibuat tagline “Menjadi Intelijen, Siapa Takut?”[T]

Komunikasi Tradisional: Masih Adakah Urgensi?
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana
Berkomunikasi dalam Kebisuan: Haru Biru Media Baru
Tags: esaiilmu komunikasikomunikasikomunikasi antarbudayakomunikasi politik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ritus Tari Seblang di Olehsari : Menari Bersama Leluhur dan Merayakan Dialog Antarbudaya Bali-Blambangan

Next Post

“Nungkalik Exhibition”, Kelanjutan “Nungkalik Festival : Enam Art Objek Instalatif

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
“Nungkalik Exhibition”, Kelanjutan “Nungkalik Festival : Enam Art Objek Instalatif

“Nungkalik Exhibition”, Kelanjutan “Nungkalik Festival : Enam Art Objek Instalatif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co