3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi Tradisional: Masih Adakah Urgensi?

Chusmeru by Chusmeru
May 1, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

PERKEMBANGAN ilmu komunikasi di dunia telah melahirkan banyak kajian tentang komunikasi. Jika di masa lalu hanya dikenal beberapa kajian komunikasi, seperti jurnalistik, kehumasan, komunikasi massa, komunikasi sosial, dan komunikasi internasional; kini kajian komunikasi begitu beragam

 Seiring dengan kemajuan di bidang teknologi komunikasi dan informasi, kajian komunikasi juga merambah pada media digital, komunikasi siber, maupun komunikasi strategis.

Di tengah banyaknya bidang kajian komunikasi, rupanya komunikasi tradisional kurang mendapat tempat sebagaimana kajian lainnya. Komunikasi tradisional dianggap kadaluwarsa dan tidak mampu menjawab tantangan zaman. Kajian komunikasi tradisional oleh karenanya dianggap sebagai bagian dari masa lalu yang tidak memiliki urgensi di era kekinian.

Rendahnya minat orang pada kajian komunikasi tradisional dapat dilihat dari sulitnya mendapatkan definisi komunikasi tradisional. Pengertian komunikasi tradisional masih dianggap sebatas sebagai alat berkomunikasi secara tradisional seperti kentongan maupun bedug.

Referensi maupun buku yang terkait dengan komunikasi tradisional juga sulit diperoleh. Mata kuliah komunikasi tradisional hanya diajarkan pada beberapa perguruan tinggi. Itu pun hanya ditawarkan sebagai mata kuliah pilihan, bukan wajib.

Pola Komunikasi

Komunikasi tradisional dapat diartikan sebagai komunikasi yang terjadi pada masyarakat tradisional dengan menggunakan media komunikasi tradisional. Komunikasi tradisional biasanya terjadi pada masyarakat atau etnis tertentu yang memilki beberapa karakteristik.

Pola komunikasi tradisional dapat dilihat pada masayarakat dengan karakteristik fanatik pada “ideologi” kelompok sendiri dibanding kelompok lain. Masyarakat seperti ini mempunyai kesadaran terhadap kesamaan adat, bahasa, dan norma budaya.

Tradisi Grebeg Maulud di lingkungan Keraton Yogya dan Solo, Ruwatan Rambut Gimbal pada masyarakat di Dataran Tinggi Dieng, serta Pengerupukan dan Melasti di Bali adalah bentuk fanatisme pada “ideologi” masyarakat. Tradisi-tradisi ini sampai saat ini masih tetap berlangsung, karena masyarakat masih memiliki kesadaran bersama tentang adat dan budayanya.

Bahasa daerah kerapkali dianggap sebagai indikator eksistensi komunikasi tradisional di suatu masyarakat. Sepanjang masyarakat masih fanatik menggunakan bahasa daerahnya, maka komunikasi tradisional masih bisa bertahan.

Kesenian sebagai salah satu bentuk komunikasi tradisional sangat tergantung pada penggunaan bahasa daerah masyarakatnya. Hampir semua kesenian tradisional menggunakan bahasa daerah. Oleh sebab itu, akan sangat tidak menarik jika pagelaran wayang kulit di Jawa dengan menggunakan bahasa Indonesia; atau Drama Gong  dan Bondres di Bali juga tidak mungkin akan menggunakan bahasa Sunda.

Pola komunikasi tradisional diwarnai dengan terbentuknya jaringan komunikasi dan interaksi yang khas. Opinion leader dan lembaga sosial dianggap sebagai sumber dan media komunikasi. Komunikasi tradisional acapkali tampak pada hal-hal yang sepele seperti pakaian, tarian, dan makanan.

Baju surjan, blangkon, dan gudeg masih tetap ada di Yogya, selama masyarakat Yogya masih saling berkomunikasi tradisional. Pakaian endek, udeng, lawar, dan ayam betutu masih tetap bertahan di Bali meski industri pariwisata menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali, karena komunikasi tradisional masih terjadi di Bali.

Sesungguhnya komunikasi tradisional merupakan identitas sosial suatu masyarakat yang mencerminkan realitas masa lalu, kekinian, dan masa depan. Ketika tradisi dalam masyarakat berubah, maka identitas sosial masyarakat juga berubah; yang selanjutnya akan mengubah komunikasi tradisionalnya

 Namun, saat aspirasi sosial masyarakat masih menghendaki agar identitas sosial dipertahankan, kelak komunikasi tradisional masih digunakan masayarakat.

Kesenian Lengger dan Kuda Lumping masih dapat bertahan selama masyarakat Jawa menganggap kesenian itu bagian dari tradisi dan identitas sosial mereka. Begitu pula kain Ulos dan tari Tor Tor pada masyarakat Batak di Sumatera Utara hingga kini masih dapat dijumpai, karena telah lekat menjadi identitas sosial sejak dulu hingga kini.

Urgensi

Apakah komunikasi tradisional mampu menjawab permasalah yang semakin kompleks dalam kehidupan saat ini? Pertanyaan ini akan menunjukkan sejauh mana urgensi komunikasi tradisional di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tantangan di bidang sosisl, politik, dan ekonomi.      

Teknologi komunikasi dan informasi yang berbasis internet dianggap memiliki andil dalam meminggirkan peran komunikasi tradisional yang berbasis kearifan lokal.

Komunikasi tradisional menjadi kalah pamor tatkala berhadapan dengan komunikasi digital.  Berbagai informasi dan hiburan begitu melimpah di media sosial. Semua dapat diperoleh dengan mudah, murah, dan cepat.

Meski demikian, komunikasi secara digital bukan hanya menyuguhkan kemudahan, namun juga memberi peluang hadirnya permasalahan. Tanpa harus duduk di kursi bioskop, orang dapat memilih dan menonton berbagai jenis film dari aplikasi.

Hanya bermodalkan kelucuan wajah dan suaranya, orang bisa viral dan dikenal jutaan rakyat Indonesia lewat media sosial. Di sisi lain, orang juga saling hujat di media sosial. Hanya karena perdebatan di dunia maya, orang dapat saling memusuhi, saling ancam, saling pukul; bahkan saling bunuh.

Media sosial menjadi sumber petaka ketika komunikasi yang terbangun jauh dari nilai moral dan kearfian. Pada saat seperti ini orang akan berpikir komunikasi tradisional yang sarat dengan pesan moral dan kearifan lokal itu penting.

Tradisi lisan yang dijalin antara orang tua dan anak berupa dongeng sebelum tidur juga tergantikan oleh tontonan di media sosial. Akibatnya, anak lebih paham tentang perkembangan cerita di berbagai belahan dunia, namun miskin informasi tentang tradisi di kampung sendiri.

Dalam bidang ekonomi, komunikasi tradisional masih memiliki urgensi. Pariwisata, misalnya, sebagai industri jasa yang memiliki nilai ekonomis tinggi, akan kehilangan daya tariknya jika tidak didukung oleh seni dan budaya tradisional.

Wisatawan mengunjungi suatu negara atau daerah bukan hanya untuk menikmati alam, tetapi juga menyaksikan dan belajar tentang seni budaya yang ada di masyarakat. Dan seni budaya itu masih dapat disaksikan, hanya jika komunikasi tradisional masih bertahan dalam kehidupan masyarakat.

Menghadapi gempuran budaya global yang membanjiri media digital diperlukan budaya tandingan yang akan membuat orang lebih bijak dalam bertindak sesuai kearifan lokalnya. Budaya tandingan dapat ditemukan dalam komunikasi tradisional; bisa dalam bentuk kesenian, kerajinan, dongeng, tembang, dan karya sastra lokal.

Gerakan mencintai segala yang bernuansa tradisional perlu dilakukan. Tanpa budaya tandingan itu, komunikasi tradisional hanya akan menjadi bagian dari masa lalu; di tengah masa kini dan masa depan yang serba digital.[T]

Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana
Berkomunikasi dalam Kebisuan: Haru Biru Media Baru
Dimensi Komunikasi Puasa dan Lebaran
Tags: esaiilmu komunikasikomunikasikomunikasi antarbudaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menstruasi: Normal vs Abnormal

Next Post

Singaraja, Sebuah “Kutukan”

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Libur Hari Jumat

Singaraja, Sebuah “Kutukan”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co