5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

Chusmeru by Chusmeru
March 1, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

APAKAH SEMUA WARGA di Tanah Air ini merasa bangga menjadi bangsa Indonesia? Jika memang iya, apa yang membuat bangga? Alamnya yang indah, jumlah penduduknya yang melimpah, ataukah masyarakatnya yang ramah-tamah?

Banyak alasan bagi orang untuk merasa bangga hidup di Bumi Nusantara ini. Kekayaan budaya dan kemajemukan agama adalah salah satunya. Setiap daerah memiliki seni, adat, tradisi, dan budaya yang khas. Setiap orang juga memiliki kebebasan untuk memeluk agama dan kepercayaan yang diyakininya. Potensi keberagaman ini diklaim banyak pihak sebagai faktor yang mempersatukan bangsa.

Namun tak sedikit pula yang menganggap keragaman adat, budaya, dan agama acapkali menjadi biang terjadinya konflik. Bagaimana bangsa ini memaknai keberagaman sangat menentukan sejauhmana keberagaman itu dapat mempersatukan, bukan menjadi sebab perpecahan.

Diperlukan pemahaman komunikasi antarbudaya oleh seluruh elemen bangsa. Sayangnya, komunikasi antarbudaya tak segampang yang dibayangkan. Banyak hal yang membuat komunikasi antarbudaya terkendala, seperti  etnosentrisme dan kondisi ketidaksadaran seseorang ketika berjumpa dengan budaya yang berbeda.

Etnosentrisme

Mengagumi dan mencintai nilai, adat, tradisi dan budaya yang dimiliki masyarakat adalah sikap yang mulia. Dengan sikap seperti itu orang akan berupaya menjadi manusia yang menghargai kearifan lokal sebagai landasan berperilakunya.

Tanpa modal kecintaan pada budaya sendiri, orang akan mudah kehilangan jatidiri dan terbentur pada budaya asing yang belum tentu tepat untuk digunakan dalam kehidupan lokalitasnya.

Meski demikian, kecintaan yang berlebihan terhadap budaya sendiri dapat membuat seseorang terjebak pada etnosentrisme. Hal ini terjadi pada orang-orang yang bersikap dan berpandangan hanya nilai, adat, tradisi, dan budaya mereka sendirilah yang paling baik dan paling benar. Sedangkan yang lain dianggap tidak baik dan tidak benar. Etnosentrisme seperti ini tentu saja akan menghambat komunikasi antarbudaya sebagai dasar pemahaman keberagaman.

Etnosentrisme bukan hanya mengejawantah dalam ruang sosial budaya saja. Ruang-ruang ekonomi dan politik juga tak luput dari perangkap etnosentrisme. Ada anggapan bahwa bisnis tertentu akan lebih berhasil jika dikelola oleh orang-orang yang berasal dari etnis tertentu. Bukan lantaran etnis tersebut memang memiliki nilai dan etos kerja yang baik, tetapi lebih dianggap karena etnis itu lebih baik dibanding etnis lain.

Oleh sebab itu, keberhasilan satu etnis dalam bisnis kerap menimbulkan kecurigaan dan kecemburuan antaretnis.

Ruang politik juga tak luput dari etnosentrisme. Demokratisasi sebagai pilar kehidupan berpolitik diwarnai dengan pandangan sempit tentang sosok pemimpin yang layak untuk dipilih. Hanya orang dari etnis atau suku tertentu yang dianggap layak memimpin bangsa ini. Etnis atau suku lain dianggap tidak layak.

Bahkan dalam beberapa kasus, seorang calon pemimpin mendapat penolakan karena latar belakang budaya dan agamanya. Jika demikian, masih pantaskah kita berbangga sebagai bangsa yang beragam?

Kesadaran versus Ketidaksadaran

Apa yang dikatakan elit politik tentang ragam budaya dan agama di Indonesia? Apa yang disampaikan tokoh-tokoh negeri ini tentang kekayaan adat dan tradisi? Apa yang dibicarakan para ilmuwan dan akademisi Tanah Air perihal kemajemukan bangsa ini?

Semua pasti sepakat, bahwa Indonesia adalah negara yang sangat menjunjung tinggi kerukunan antarumat beragama. Indonesia adalah negara yang sangat toleran terhadap perbedaan budaya. Semua satu suara, bahwa perbedaan latar belakang adat dan tradisi adalah anugerah terindah bangsa ini.

Semua yang disampaikan elit politik, tokoh masyarakat, dan para akademisi adalah pernyataan dalam sebuah ruang kesadaran (mindfulness). Ruang-ruang itu bisa bernama diskusi, seminar, simposium, dan sejenisnya. Dalam kondisi kesadaran sosial, politis, dan akademis, semua sepakat kebhinekaan adalah sebuah keniscayaan yang perlu terus dijaga dan dirawat.

Saat seminar dan diskusi di satu hotel berbintang, semua beranggapan pertikaian dan intoleransi terhadap perbedaan adalah sebuah pengingkaran dan pengkhianatan kepada persatuan dan kesatuan bangsa. Namun ketika elit politik itu bertarung merebut kursi kekuasaan, ketika tokoh masyarakat berada di tengah kepentingan ekonomi, saat akademisi berebut jabatan struktural, akankah ruang kesadaran itu masih tetap terjaga?

Boleh jadi, sanjungan tentang perbedaan dan keberagaman itu hanya sekadar wacana dalam ruang kesadaran. Ketika kepentingan kekuasaan dan kue ekonomi diperebutkan, mereka akan berada dalam ruang ketidaksadaran (mindless). Komunikasi antarbudaya, antaretnis, dan antaragama mengalami ketegangan. Prasangka dan stigma terhadap latar belakang budaya menjadi bagian dari upaya pertarungan kepentingan.

Upaya serius perlu dilakukan seluruh anak bangsa untuk tetap menjaga ruang kesadaran dalam situasi apa pun. Komunikasi antarbudaya harus dibangun atas dasar kesadaran bahwa perbedaan itu bukanlah wacana, namun sebuah realita. Contoh-contoh sederhana dapat dilakukan. Siapa pun dapat menjadi presiden, menteri, rektor, kepala desa, hingga ketua RT; tanpa harus melahirkan perdebatan latar belakang suku, agama, dan budaya.

Saatnya kini berhenti mengumbar wacana tentang arti penting perbedaan dan keberagaman. Komunikasi yang dibangun di seluruh negeri mesti berangkat dari tindakan empiris memaknai perbedaan.

Sebagaimana dikatakan penyair Catherine Pulsifers, bicara tentang apa yang akan kita lakukan memang mudah, tapi itu tidak berarti apa-apa sampai kita mengambil tindakan dan mewujudkannya. [T]

Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi antarbudayaPendidikanPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hal-hal yang Membuat Aku Kuat dari Segala Hal yang Bisa Membuat Aku Patah

Next Post

Bagaimana Cara Menjaga Hal Baik yang Sudah Melekat? | Pesan Kepada Ndul…

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails
Next Post
Bagaimana Cara Menjaga Hal Baik yang Sudah Melekat? | Pesan Kepada Ndul…

Bagaimana Cara Menjaga Hal Baik yang Sudah Melekat? | Pesan Kepada Ndul…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co