2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berpuasa Sebagai Bentuk Cinta Kasih Kepada Diri

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
March 23, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

BULAN MARET 2023 ini bulan istimewa, karena pada tanggal 22 Maret 2023 jatuh sebagai Hari Raya Nyepi yang diperingati oleh umat Hindu, dan keesokannya untuk saudara kita umat muslim sudah mulai menjalankan ibadah puasa pada bulan suci ini.

Hal ini istimewa, karena pada perayaan Nyepi untuk umat Hindu dituntut untuk melakukan catur brata penyepian, yang di dalamnya bermakna mengistirahatkan buana agung dan buana alit.

Nah dalam buana alit yaitu diri kita sendiri, dituntut untuk kita berpuasa. Juga pada umat muslim yang akan menjalani ibadah puasa. Setiap agama selalu mengajarkan untuk belajar mengendalikan diri dengan berpuasa.

Dalam kehidupan kita di masyarakat, sebagai umat beragama yang kita lihat umat Hindu melalui hari raya Nyepi dan umat Muslim pada menjelang hari raya Idul fitri satu bulan melakukan laku puasa Dan dalam konteks yang lebih umum, ternyata puasa memiliki manfaat besar untuk kehidupan kita.

Jika kita menoleh ke belakang jelas bahwa puasa cukup dikenal oleh para rsi kita dan dilaksanakan oleh umat Hindu, bahkan oleh umat-umat lain juga, karena puasa diyakini memberi keuntungan-keuntungan baik fisik atau mental kepada pelakunya, bahkan puasa merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Filosof besar bangsa Yunani seperti Socrates, Plato, Phytagoras, selalu berpuasa sebelum menulis karya karya filsafat, mereka tahu berpuasa itu merangsang kekuatan mental dan mereka berpendapat “perut yang penuh tidak suka berpikir “.

Dan kenyataannya itu benar, ketika selesai makan, apalagi makan banyak, tiba-tiba kita terasa ngantuk dan mau tidur, hal ini tentunya dikarenakan saat habis makan, maka aliran darah semuanya dipusatkan ke organ pencernaannya, sehingga secara relatif darah di otak akan berkurang.

Dengan berkurangnya darah sudh pasti akan menurunkan oksigen di otak juga yang berakibat ngantuk.  Phytagoras ketika pergi ke Mesir  untuk mempelajari ilmu spritual okultisme, pertama-tama ia harus menjalani puasa selama 40 hari, supaya bisa menangkap dan menerima ilmu yang didapatkannya.

Orang-orang pandai di jaman dulu sangat mengetahui keampuhan puasa untuk mencegah dan mengobati semua jenis penyakit, tidak salah kalau dikatakan bahwa puasa adalah metoda pengobatan universal bagi penyakit.

Hipokrates, tabib bangsa Yunani, yang terkenal sebagai bapak ilmu kedokteran yang hidup sampai usia 90 tahun mengatakan dalam tulisannya “setiap orang memiliki dokter dalam dirinya, kita hanya membantu dokter itu bekerja, makan ketika kamu sakit hanyalah memberi makan kepada penyakitmu itu.”

Dalam kehidupan sehari-hari, kita menyaksikan dan melihat bahwa tidak ada orang yang sakit karena berpuasa, justru kenyataannya pada mereka yang sakit untuk kesembuhannya harus melakukan puasa atau pembatasan jenis makanan-makanan tertentu.

Kenyataannya tubuh memang harus diistirahatkan, dan salah satu cara untuk mengistirahatkan tubuh kita adalah dengan berpuasa, dan saat tubuh istirahat untuk mencerna, maka tubuh kita dengan sistem autophaginya akan membersihkan tubuh itu sendiri, sehingga ketika kita selesai melakukan puasa, justru bukan lemas yang kita rasakan, tapi kesegaran fisik dan pikiran yang lebih baik.

Phenomena yang muncul dimasyarakat, menjelang hari raya baik itu Nyepi untuk umat Hindu, dan umat Muslim berdesak-desakan dan berebut di pasar-pasar dan supermarket untuk membeli bahan makanan dan makanan yang sudah jadi sebagai “bekal” di hari raya. Padahal saat hari raya tersebut justru kita disarankan untuk berpuasa.

Puasa juga dikatakan dapat menunda proses penuaan tubuh, sebab puasa memberi kesempatan kepada sel, saluran pencernaan, dan enzim-enzim dalam tubuh beristirahat selama 14 jam. Hal ini membuat radikal bebas dalam tubuh lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak puasa.

Radikal bebas bisa memicu berbagai penyakit degeneratif. Pengistirahatan sel -sel tubuh itu bisa optimal asalkan pengaturan makan selama puasa dilakukan secara benar. Kesalahan sering timbul karena menerapkan teori “balas dendam” dengan mengkonsumsi makanan sebanyak-banyaknya saat berbuka puasa.

Agar dampak positif puasa untuk membuat tubuh sehat, maka jangan makan berlebihan pada saat berbuka puasa.

Menghentikan mengkonsumsi makanan selama periode tertentu memberikan kesempatan kepada tubuh untuk membersihkan diri sendiri dan menghilangkan racun-racun yang terkumpul. Juga karena tenaga tidak digunakan untuk mencerna, maka tenaga ekstra itu diarahkan ke otak untuk untuk mendapatkan proses jiwa yang lebih tinggi.

Para ahli sepakat puasa dapat dipakai sebagai salah satu metode pembersihan diri yang tentunya akan meningkatkan kesehatan diri, bahkan lebih dari itu puasa bisa dimasukkan sebagai salah satu strategi anti penuaan.

Secara spiritual puasa yang berasal dari kata upa yang berarti dekat, dan wasa yang berarti Tuhan, yang berarti mendekatkan diri kepada Tuhan. Puasa memang salah satu cara untuk kita mendekatkan diri kepada sang pencipta, dalam puasa ada proses latihan, ya latihan mengendalikan diri, karena sejatinya orang yang hidupnya menjadi “bermasalah” justru karena tidak mampu mengendalikan dirinya.

Contoh dalam kehidupan kita sangat banyak, perkelahian, pembunuhan, kasus korupsi termasuk sakit dan sebagainya semua itu disebabkan karena tidak mampu mengendalikan diri.

Untuk diingat hidup ini adalah proses belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik, mulailah belajar “berpuasa” untuk bisa mengendalikan diri kita, sehingga kita akan terhindar dari hal-hal buruk yang tidak kita inginkan demi kebaikan dan kedamaian kita bersama. [T]

Mencintai dan Dicintai
Pilar Utama Pembangun Karakter Anak itu Bernama Ibu 
Pentingnya Pola Asuh Anak : Belajar dari Kasus Penganiayaan yang Dilakukan Anak Pejabat
Tags: bulan puasaHari Raya Nyepi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

ISIN PUYUNG

Next Post

Menyepi Bersama Kata-kata

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Libur Hari Jumat

Menyepi Bersama Kata-kata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co