22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencintai dan Dicintai

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
March 13, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

KATA CINTA adalah salah satu kata yang menjadi magnet luar biasa. Mendengar kata cinta, kita sudah merasakan energi yang positif dalam kehidupan kita.

Ya, memang kita harus sadar bahwa wujud kita ini disusun oleh partikel-partikel cinta. Cinta yang menyatu antara bapak dan ibu kita. Bahkan secara lebih luas lagi, kita yakin, alam beserta isinya ini ada, mengada, dan diciptakan justru karena cinta dan kasih sayang dari Tuhan. Sehingga Tuhan sering disebut “Maha Pengasih dan Penyayang”

Kekuatan dari kehidupan ini adalah cinta, sehingga cinta sering disimbulkan sebagai jantung. Karena jantunglah yang membuat kehidupan kita ada. Ketika jantung itu berdenyut, di situlah kehidupan ada. Dan ketika jantung berhenti berdenyut, disitulah kehidupan berhenti.

Cinta adalah milik setiap mahluk hidup ciptaan Tuhan. Sehingga cinta yang bisa kita berikan kepada sesama makhluk lain disebut dengan “mencintai”. Dan cinta yang bisa kita dapatkan dari sesama disebut dengan “dicintai”.

Dalam kehidupan, mencintai dan dicintai adalah dua hal yang sangat penting dan erat kaitannya. Kedua hal itu membawa pengaruh besar terhadap kebahagiaan dan keberhasilan seseorang dalam hidup.

Cinta di dunia ini ibarat lampu bagi para anai-anai. Terang cahayanya  akan menyebabkan anai-anai tertarik dan senantiasa cahaya itu dirubung dan didatangi.

Banyak cara yang ditawarkan untuk mendapatkan cahaya. Namun sayangnya upaya yang dilakukan oleh manusia zaman sekarang adalah mengupayakan dengan segala hal agar bisa dicintai, bukan mencari daya upaya untuk mencintai.

Padahal dalam kenyataannya, semakin manusia berusaha untuk dicintai, semakin sering pula mereka membenturkan diri dengan dinding kegagalan dan akan membuat orang itu menderita. Penderitaan itu muncul sebenarnya akibat kehausan mereka untuk dicintai oleh orang lain.

Banyak kaum muda yang akhirnya terjebak dalam hubungan bebas, bahkan narkoba hanya gara-gara ingin dicintai oleh kawan sebayanya atau kelompoknya. Perilaku pamer kekayaan orang tua juga salah satu gejala untuk memperoleh simpati dan dicintai oleh kelompoknya.

Kenakalan remaja yang sering kita saksikan, baik perkelahian antar kelompok, atau terlibat dalam kasus narkoba, karena mereka takut dianggap banci dan tidak solider jika tidak melakukan kenakalan-kenalakan itu.

Mereka melakukan kenakalan seperti itu didorong insting agar tidak ditinggalkan oleh kelompoknya. Mereka ingin tetap dicintai oleh kelompoknya.

Begitu juga para wanita, berkutat mati-matian agar terlihat senantiasa ramping dan indah, mereka rela bersakit-sakitan dalam menempuh segala macam program diet yang terkadang sudah tidak masuk akal. Dan rela mengeluarkan budget jutaan rupiah untuk membeli mewangian, sulam alis, tas bermerek, perhiasan emas yang jika dipikir dengan waras sebenarnya sangat berlebihan. Dan semua itu dilakukan karena mereka takut kehilangan rasa cinta orang lain.

Pola konsumsi di luar kewajaran itu bsebenarnya tercipta karena mereka sedang berjuang untuk mempertahankan kekaguman orang lain terhadap dirinya. Dan inilah yang namanya “mabuk dicintai”

Dicintai oleh orang lain sangat penting bagi kebahagiaan dan kepercayaan diri seseorang. Ketika seseorang merasa dicintai, ia merasa diterima dan dihargai oleh orang lain. Ini memberikan rasa aman dan kepercayaan diri yang kuat.

Orang yang merasa dicintai akan cenderung lebih optimis dan bersemangat dalam menjalani hidupnya. Dia juga lebih mudah merasa bahagia dan mempunyai kemampuan untuk mengatasi masalah dengan lebih baik.

Memang bahagia rasanya kalau kita merasa dicintai, dicintai oleh keluarga, dicintai oleh teman-teman kelompok kita, dicintai oleh lingkungan masyarakat. Segala upaya, sadar atau tidak sadar,  yang kita lakukan, adalah berharap agar kita “dicintai”

Namun banyak orang tidak menyadari bahwa “dicintai” itu adalah sebuah akibat, dan sebagai penyebabnya atau awal adalah ketika kita mulai dengan “mencintai”.

Ya, memang benar ketika kita mengawali apa pun dengan mencintai, maka sudah pasti akan melahirkan apa yang kita harapkan yaitu “dicintai”. Ketika kita mencintai alam, dengan memelihara tanaman, menjaga kebersihan lingkungan, maka kita akan “ dicintai “ oleh alam itu, kita diberikan kesejukan, keindahan bahkan kesehatan.

Begitu juga ketika kita mencintai binatang peliharaan kita, maka pasti kita akan dijaga oleh binatang peliharaan kita sebagai bentuk bahwa kita “dicintai”. Begitu juga ketika kita mencintai masyarakat lingkungan sekitar kita, maka sudah pasti kita akan dicintai oleh masyarakat itu sendiri, apapun kesulitan dan masalah yang kita hadapi sudah pasti lingkungan masyarakat kita akan membantu sebagai bentuk kita dicintai masyarakat.

Tidak salah kalau sering orang bilang, apa yang kita tanam maka itu yang akan kita petik. Inilah hukum sebab akibat dalam kehidupan kita, bukan karena kita dicintai maka kita baru mencintai, tapi dengan “mencintai” sudah pasti akan berbuah “ dicintai”.

 Mencintai adalah sikap positif yang harus dipelajari oleh setiap orang. Mencintai berarti memberikan kasih sayang, perhatian, pengertian dan dukungan kepada orang lain. Ini membuat seseorang merasa dihargai dan diterima oleh orang lain. Selain itu mencintai juga memberikan rasa bahagia dan kepuasan yang lebih besar dari pada hanya merasa dicintai.

Ketika seseorang belajar untuk mencintai, ia akan menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih memahami kebutuhan dan keinginan orang lain. Ini membantu memperkuat hubungan antara orang-orang yang terlibat dalam suatu hubungan, baik itu hubungan keluarga, hubungan pertemanan atau hubungan antarsesama pada lingkungan masyarakat.

Belajarlah untuk selalu “ mencintai” untuk menjadikan pribadi yang “dicintai”. [T]

BACA esai-esai lain dari penulis DOKTER CAPUT

Pilar Utama Pembangun Karakter Anak itu Bernama Ibu 
Pentingnya Pola Asuh Anak : Belajar dari Kasus Penganiayaan yang Dilakukan Anak Pejabat
Belajar dari Sejarah: Bersatu Kita Kuat
Tags: cintacinta kasihfilosofirenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kapan Wisuda, Masih Relevankah Ditanyakan?

Next Post

Pj. Bupati Buleleng Lihadnyana: Bonsai Kini Bukan Lagi Sekadar Hobi, Tapi Juga Bisnis  

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Pj. Bupati Buleleng Lihadnyana: Bonsai Kini Bukan Lagi Sekadar Hobi, Tapi Juga Bisnis  

Pj. Bupati Buleleng Lihadnyana: Bonsai Kini Bukan Lagi Sekadar Hobi, Tapi Juga Bisnis  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co