3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencintai dan Dicintai

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
March 13, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

KATA CINTA adalah salah satu kata yang menjadi magnet luar biasa. Mendengar kata cinta, kita sudah merasakan energi yang positif dalam kehidupan kita.

Ya, memang kita harus sadar bahwa wujud kita ini disusun oleh partikel-partikel cinta. Cinta yang menyatu antara bapak dan ibu kita. Bahkan secara lebih luas lagi, kita yakin, alam beserta isinya ini ada, mengada, dan diciptakan justru karena cinta dan kasih sayang dari Tuhan. Sehingga Tuhan sering disebut “Maha Pengasih dan Penyayang”

Kekuatan dari kehidupan ini adalah cinta, sehingga cinta sering disimbulkan sebagai jantung. Karena jantunglah yang membuat kehidupan kita ada. Ketika jantung itu berdenyut, di situlah kehidupan ada. Dan ketika jantung berhenti berdenyut, disitulah kehidupan berhenti.

Cinta adalah milik setiap mahluk hidup ciptaan Tuhan. Sehingga cinta yang bisa kita berikan kepada sesama makhluk lain disebut dengan “mencintai”. Dan cinta yang bisa kita dapatkan dari sesama disebut dengan “dicintai”.

Dalam kehidupan, mencintai dan dicintai adalah dua hal yang sangat penting dan erat kaitannya. Kedua hal itu membawa pengaruh besar terhadap kebahagiaan dan keberhasilan seseorang dalam hidup.

Cinta di dunia ini ibarat lampu bagi para anai-anai. Terang cahayanya  akan menyebabkan anai-anai tertarik dan senantiasa cahaya itu dirubung dan didatangi.

Banyak cara yang ditawarkan untuk mendapatkan cahaya. Namun sayangnya upaya yang dilakukan oleh manusia zaman sekarang adalah mengupayakan dengan segala hal agar bisa dicintai, bukan mencari daya upaya untuk mencintai.

Padahal dalam kenyataannya, semakin manusia berusaha untuk dicintai, semakin sering pula mereka membenturkan diri dengan dinding kegagalan dan akan membuat orang itu menderita. Penderitaan itu muncul sebenarnya akibat kehausan mereka untuk dicintai oleh orang lain.

Banyak kaum muda yang akhirnya terjebak dalam hubungan bebas, bahkan narkoba hanya gara-gara ingin dicintai oleh kawan sebayanya atau kelompoknya. Perilaku pamer kekayaan orang tua juga salah satu gejala untuk memperoleh simpati dan dicintai oleh kelompoknya.

Kenakalan remaja yang sering kita saksikan, baik perkelahian antar kelompok, atau terlibat dalam kasus narkoba, karena mereka takut dianggap banci dan tidak solider jika tidak melakukan kenakalan-kenalakan itu.

Mereka melakukan kenakalan seperti itu didorong insting agar tidak ditinggalkan oleh kelompoknya. Mereka ingin tetap dicintai oleh kelompoknya.

Begitu juga para wanita, berkutat mati-matian agar terlihat senantiasa ramping dan indah, mereka rela bersakit-sakitan dalam menempuh segala macam program diet yang terkadang sudah tidak masuk akal. Dan rela mengeluarkan budget jutaan rupiah untuk membeli mewangian, sulam alis, tas bermerek, perhiasan emas yang jika dipikir dengan waras sebenarnya sangat berlebihan. Dan semua itu dilakukan karena mereka takut kehilangan rasa cinta orang lain.

Pola konsumsi di luar kewajaran itu bsebenarnya tercipta karena mereka sedang berjuang untuk mempertahankan kekaguman orang lain terhadap dirinya. Dan inilah yang namanya “mabuk dicintai”

Dicintai oleh orang lain sangat penting bagi kebahagiaan dan kepercayaan diri seseorang. Ketika seseorang merasa dicintai, ia merasa diterima dan dihargai oleh orang lain. Ini memberikan rasa aman dan kepercayaan diri yang kuat.

Orang yang merasa dicintai akan cenderung lebih optimis dan bersemangat dalam menjalani hidupnya. Dia juga lebih mudah merasa bahagia dan mempunyai kemampuan untuk mengatasi masalah dengan lebih baik.

Memang bahagia rasanya kalau kita merasa dicintai, dicintai oleh keluarga, dicintai oleh teman-teman kelompok kita, dicintai oleh lingkungan masyarakat. Segala upaya, sadar atau tidak sadar,  yang kita lakukan, adalah berharap agar kita “dicintai”

Namun banyak orang tidak menyadari bahwa “dicintai” itu adalah sebuah akibat, dan sebagai penyebabnya atau awal adalah ketika kita mulai dengan “mencintai”.

Ya, memang benar ketika kita mengawali apa pun dengan mencintai, maka sudah pasti akan melahirkan apa yang kita harapkan yaitu “dicintai”. Ketika kita mencintai alam, dengan memelihara tanaman, menjaga kebersihan lingkungan, maka kita akan “ dicintai “ oleh alam itu, kita diberikan kesejukan, keindahan bahkan kesehatan.

Begitu juga ketika kita mencintai binatang peliharaan kita, maka pasti kita akan dijaga oleh binatang peliharaan kita sebagai bentuk bahwa kita “dicintai”. Begitu juga ketika kita mencintai masyarakat lingkungan sekitar kita, maka sudah pasti kita akan dicintai oleh masyarakat itu sendiri, apapun kesulitan dan masalah yang kita hadapi sudah pasti lingkungan masyarakat kita akan membantu sebagai bentuk kita dicintai masyarakat.

Tidak salah kalau sering orang bilang, apa yang kita tanam maka itu yang akan kita petik. Inilah hukum sebab akibat dalam kehidupan kita, bukan karena kita dicintai maka kita baru mencintai, tapi dengan “mencintai” sudah pasti akan berbuah “ dicintai”.

 Mencintai adalah sikap positif yang harus dipelajari oleh setiap orang. Mencintai berarti memberikan kasih sayang, perhatian, pengertian dan dukungan kepada orang lain. Ini membuat seseorang merasa dihargai dan diterima oleh orang lain. Selain itu mencintai juga memberikan rasa bahagia dan kepuasan yang lebih besar dari pada hanya merasa dicintai.

Ketika seseorang belajar untuk mencintai, ia akan menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih memahami kebutuhan dan keinginan orang lain. Ini membantu memperkuat hubungan antara orang-orang yang terlibat dalam suatu hubungan, baik itu hubungan keluarga, hubungan pertemanan atau hubungan antarsesama pada lingkungan masyarakat.

Belajarlah untuk selalu “ mencintai” untuk menjadikan pribadi yang “dicintai”. [T]

BACA esai-esai lain dari penulis DOKTER CAPUT

Pilar Utama Pembangun Karakter Anak itu Bernama Ibu 
Pentingnya Pola Asuh Anak : Belajar dari Kasus Penganiayaan yang Dilakukan Anak Pejabat
Belajar dari Sejarah: Bersatu Kita Kuat
Tags: cintacinta kasihfilosofirenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kapan Wisuda, Masih Relevankah Ditanyakan?

Next Post

Pj. Bupati Buleleng Lihadnyana: Bonsai Kini Bukan Lagi Sekadar Hobi, Tapi Juga Bisnis  

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Pj. Bupati Buleleng Lihadnyana: Bonsai Kini Bukan Lagi Sekadar Hobi, Tapi Juga Bisnis  

Pj. Bupati Buleleng Lihadnyana: Bonsai Kini Bukan Lagi Sekadar Hobi, Tapi Juga Bisnis  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co