2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perayaan Nyepi di (Kota Budaya) Surakarta: Berbeda dan Meriah

I Dewa Gede Yoga by I Dewa Gede Yoga
March 21, 2023
in Khas
Perayaan Nyepi di (Kota Budaya) Surakarta: Berbeda dan Meriah

Perayaan Hari Raya Nyepi di Surakarta | Dok. Gede Yoga

SAYA INGIN BERBAGI sedikit cerita. Tahun ini saya merayakan Nyepi jauh dari tanah kelahiran saya di Banjar Kebon, Susut, Bangli. Saya merayakan Nyepi tahun ini (Saka 1945/2023 Masehi) di tanah Jawa, tepatnya di Kota Surakarta. Tentu, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, Nyepi kali ini memang terasa beberda.

Sebelum lebih jauh bercerita perihal perayaan Nyepi, sekadar informasi, Kota Surakarta memang dijuluki sebagai kota budaya. Hal ini mengindikasikan bahwa di kota ini terdapat pelbagai tradisi dan kebudayaan yang diperhatikan dan hidup berdampingan bersama-sama masyarakat.

Sebagai kota budaya, Surakarta, hal-hal yang berbau budaya pada dasarnya menjadi satu-satunya sumber potensi yang lebih dominan daripada potensi lainnya. Adapun pelbagai kebudayaan yang dimiliki kota ini ialah batik, keris, wayang, dan gamelan. Kebudayaan yang dimiliki Surakarta begitu khas dibandingan dengan kota/daerah lainnya yang ada di Indonesia.

Mendapat fasilitas pemerintah untuk pertama kalinya

Kita kembali kepada bahasan awal. Nyepi bagi umat Hindu Bali dimaknai sebagai peringatan tahun baru Saka yang datangnya setiap setahun sekali. Sebagai mayoritas, sudah barang tentu Nyepi di Bali mendapat perhatian dan dirayakan dengan gegap-gempita. Tetapi, bagaimana kalau Nyepi di kota lain—yang umat Hindu di sana sebagai minoritas?

Perayaan Nyepi di luar Bali tentu jauh berbeda dengan suasana di Bali. Tetapi, meskipun berbeda, seperti di Surakarta, misalnya, Nyepi tetap menjadi perhatian pemimpinnya. Padahal, awalnya saya mengira perayaan Nyepi di Kota Surakarta tidak mendapat perhatian atau ruang khusus oleh pemerintah daerah, mengingat umat Hindu di kota ini menjadi umat minoritas.

Saya salah. Di Kota Surakarta perayaan serangkaian Hari Raya Nyepi mendapat ruang—bahkan untuk menampilkan kebudayaan-kebudayaan yang bernapaskan Hindu Bali.

Hal ini tak lepas dari kepemimpinan putra Jokowi, Gibran Rakabuming, yang bertindak sebagai Wali Kota Solo. Gibran memberikan angin segar bagi umat Hindu yang ada di Kota Surakarta.

Sekadar mengutip dari wawancara yang dilakukan media-media lokal Surakarta, Mas Wali menegaskan bahwa perayaan Nyepi tahun ini di Kota Surakarta dilaksanakan dengan menampilkan pernak-pernik Nyepi pada umumnya di Bali.

Dalam memeriahkan Hari Raya Nyepi tahun Saka 1945, umat Hindu Surakarta diberikan tempat di sekitaran Plaza Balaikota—yang mana sebagai pusat Kota Surakarta. Hal ini menjadi sejarah baru bagi umat Hindu di Surakarta sebab sebagaimana telah dipaparkan di atas, perayaan Nyepi tahun ini begitu spesial karena mendapat ruang untuk berekspresi—untuk pertama kalinya—di kota ini.

Kirab Nyepi bareng Mas Wali

Suasana hari raya Nyepi di Kota Surakarta sudah terasa 2 minggu sebelumnya, tepatnya tanggal 8-9 Maret 2023, saat di WhatsApp Grup KMHDI Solo Raya terselip informasi untuk melakukan kegiatan pembuatan penjor dan memasang pernak-pernik lainnya, seperti pemasangan kain poleng di pohon-pohon yang berada di Plaza Balaikota.

Pemasangan kain poleng di pohon beringin Plaza Balikota

Dalam kegiatan ini, anggota banjar dari Solo Timur, Solo Tengah, dan Solo Barat begitu antusias mempersiapkan semuanya. Penjor-penjor yang telah selesai dibuat dipasang dan dijejer di pinggir jalan sekitaran Plaza Balaikota.

Singkat cerita, tepatnya tanggal 18 Maret 2023, perayaan menyambut Hari Raya Nyepi dimulai.

Penjor-penjor di sepanjang jalan di Kota Surakarta

Pukul 08:00 WIB umat Hindu sudah berkumpul di Plaza Balaikota untuk mempersiapkan rangkaian acara kirab. Tepat pukul 15:30 WIB, acara kirab dimulai. Rutenya, dari pintu Plaza Balaikota terus menyusuri Jl. Jend. Sudirman dan kembali lagi ke titik semula.

Acara kirab dimulai dari iringan Mas Wali didampingi oleh para Pinandita menyuarakan bajra, lalu ibu-ibu membawa canang sari, arak-arakan ogoh-ogoh (dari KMHD Yogyakarta, Klaten, PHDI Gunung Kidul, dan Boyolali), penampilan barong, penampilan baleganjur (KMHD Yogyakarta, Klaten, PHDI Gunung kidul, Boyolali), dan yang lebih istimewa lagi, penampilan baleganjur dari Kabupaten Jembrana, Bali, turut hadir memeriahkan penyambutan Hari Raya Nyepi di Kota Surakarta.

Seketika suasana jalanan depan Balaikota berubah seperti suasana jalanan di Bali ketika Hari Raya Nyepi tiba. Para penonton rela berdesak-desakan demi melihat ogoh-ogoh dan iring-iringan lainnya di jalanan itu.

Penonton yang hadir tidak hanya dari kalangan Hindu saja, namun tampaknya masyarakat Surakarta non-Hindu juga turut menikmati acara kirab sore itu. Mereka yang datang ke Balaikota tidak hanya dari golongan tua namun juga banyak dari golongan muda bahkan anak-anak.

Mereka tidak hanya menikmati secara langsung, tak sedikit yang mengabadikan dirinya lewat foto-foto bersama ogoh-ogoh, barong, dan aktor-aktor dalam pementasan sore itu. Acara kirab sore itu pun selesai, selanjutnya acara penampilan di panggung terbuka depan Balaikota dimulai setelah maghrib.

Pentas seni perayaan Nyepi

Penampilan gebyar Nyepi Saka 1945/2023 di panggung pun dimulai. Tampak para penonton depan panggung sudah ramai dan duduk dengan rapi untuk menyaksikan penampilan tari-tarian dan sejenisnya.

Acara pembuka malam itu dimulai dari penampilan Tari Gambyong duta dari Kabupaten Sragen, Tari Janger, lalu Kidung-Kidung Jawa dari Pasraman Indraprastha, Tari Rejang Renteng dari WHDI (Wanita Hindu Dharma Indonesia), Tari Gambyong dari ASN dan Penyuluh Solo, Tari Gabor asuhan dari Ibu Ketut Saba, Tari Gebyar Hayuning Ghendis dari STHD Klaten, Tari Sekar Jagat dari KMHDI Surakarta, Tarian Barong Ket & Rangda, dan Fragmentari Baleganjur dari Kabupaten Jembrana, Bali.

Semua yang tampil di atas panggung begitu enerjik dan dengan penuh semangat memberikan hiburan yang terbaik untuk penonton. Malam itu, perayaan di Kota Surakarta sungguh luar biasa. Nuansa Bali-nya sangat kental.

Hal itu diperkuat dengan penampilan-penampilan khas kebudayaan Bali, orang-orang yang turut andil dalam acara itu memakai udeng dan kamen bagi laki-laki, dan perempuan memakai kebaya dengan eloknya. Malam itu Surakarta menjadi Bali dalam beberapa jam. Surakarta yang indah.

Seperti yang telah saya sampaikan di awal tulisan, bahwa Kota Surakarta memang dikenal di tanah Jawa sebagai ikon kota budaya. Bagi saya, ikon ini bukan hanya sekadar nama julukan semata, tetapi memang faktanya kota ini masih menjaga dan melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang ada sejak dulu.

Nah, julukan sebagai kota budaya rasanya tidak lengkap ketika hanya memberikan ruang berekspresi untuk umat mayoritas saja, namun umat minoritas juga perlu mendapatkan ruang sebagaimana umat mayoritas rasakan.

Pendek kata, sebagai kota budaya, sudah benar Surakarta memberikan kami fasilitas melalui “Gebyar Nyepi Tahun Baru Saka 1945/2023”. Sebagai umat Hindu, kami mengucapkan banyak terima kasih karena sudah diberi ruang untuk merayakan menyambut datangnya Nyepi lewat penampilan-penampilan khas Hindu Bali.

Dan dengan begitu, hal ini juga menjadi legitimasi bahwa kota ini memang pantas mendapatkan julukan sebagai kota budaya di Indonesia.

SAMPAI JUMPA KEMBALI NYEPI TAHUN DEPAN SAKA 1946 DI SURAKARTA (SOLO THE SPIRIT OF JAVA).[T]

Jaringan Internet dan IPTV di Bali Dipastikan Mati Saat Hari Raya Nyepi
Pecalang dan Banser NU Siap Mengamankan Nyepi di Buleleng
“Desa Les Ngembak Festival”,  Memaknai Ngembak Geni Nyepi  Secara Lebih Luas
Tags: BudayaBudaya BaliHari Raya Nyepitari bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BERKABUNG DI BALI

Next Post

Lihadnyana: Jadikan Nyepi Sebagai Momentum Refleksi Diri

I Dewa Gede Yoga

I Dewa Gede Yoga

Kelahiran Bangli, alumni jurusan sosiologi Undiksha Singaraja tahun 2022

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Lihadnyana: Jadikan Nyepi Sebagai Momentum Refleksi Diri

Lihadnyana: Jadikan Nyepi Sebagai Momentum Refleksi Diri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co