23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Wulan Dewi Saraswati | Sepucuk Kertas yang Ditulis di Eiffel Sebelum Saling Merindukan

Wulan Dewi Saraswati by Wulan Dewi Saraswati
February 25, 2023
in Puisi
Puisi-puisi Wulan Dewi Saraswati | Sepucuk Kertas yang Ditulis di Eiffel Sebelum Saling Merindukan

Wulan Dewi Saraswati

SEPUCUK KERTAS YANG DITULIS DI EIFFEL SEBELUM SALING MERINDUKAN

  • Untuk Desi dan Suma, mengenang September, 2014

kutulis setiap lekuk namamu, Nurani.
di sepucuk kertas, tanganku mengejamu
mata yang cahaya, kulit tak salju
juga bibirmu Sungai Seine
yang kuarungi dengan dua ibu jari

boleh kupeluk sejenak? Paris sangat jauh
dingin Eiffel adalah ranjang tanpa desah
seperti pencarian ini yang ingin berlabuh
butuh dua kali bandara, dua malam di udara
demi debar dada yang sempurna

meski kita belum saling merindukan
tapi tanganku tak telanjang
kusiapkan syal sebagai bekal pulang
oleh-oleh untuk kekasih mendatang

kaukah yang akan kupinang?

PERAGAAN NADA-NADA

  • Seumpama Dialog Heri dan Tria

Aku Bukan K-Pop
Di ujung panggung, tak ada yang berani berjanji
tentang kesetiaan sebuah nada, bising kepalsuan
dan tepuk tangan yang sumbang dari serbuan penggemar
sungguh, igauku jauh lebih merdu juga utuh memandu dansa kita
meski sesekali kesal menyesal, lalu kabur berpuisi
aku bukan pemusik yang dilatih melucuti kesempurnaan
ketenaran adalah basa-basi, sayang
sedangkan laguku adalah iman yang tunduk di hadapan lesung pipimu
karyaku tak menjual gombalan, tak mengobral khayalan
maka di pentas pinangan, biarkan aku jadi imammu
pimpinan segala harapan dan keniscayaan, kutepati ibadahku
merawat kesederhanaan tentang hari depan yang lebih masyhur

Aku Bukan Piala
Siapa yang paling lihai mengumpulkan puja-puji
selain kau yang tak kunjung habis dilumat arak bali
yang sesungguhnya kemenangan adalah bangun pagi-pagi
daftar kemalasan justru lebih panjang dari usia pertemuan kita
aku terlatih berlenggok di ketinggian sepatu
namun selalu keseleo di keliaran napasmu
masih adakah yang layak kita pentaskan di layar kehidupan?
sedangkan kesabaran tak habis-habisnya tersiasati
sebentar lagi, kau sebagai pemenang di pelaminan
namun jangan pernah letakkan aku di antara piala-piala
sebab desah pertarungan kita baru akan dimulai

2021

PUNGGUNG TANAH AYAH

Yang telah terkubur adalah kegelapan,
sebuah awal pelukan bumi
kesedihan yang tak kukenali
usai segala upacara malam,
tubuhmu hanya rupa punggung tanah

2022

HARI DEPAN KETURUNAN

Di ritus hari Sabtu
menyembah Hyang Guru tebu bambu
raib segala doa yang syukur
terusir dari tanah leluhur

Kita membuat kesepian makin rimbun
membangun rumah tanpa daun ibu
sebab telah habis pohon disapih
dari ubun-ubun para burung

Kicau sumbang di perbatasan negeri
berkilo-kilo kayu diangkut
buruh itu hanya luput pada titah
getah keringatnya penyuburan luka
api yang terburu-buru
pekik bara tiada padam
kandas sekali hembusan
orangutan berwajah murung
menanti menyeru
pada dahan yang berkabut
asap menelusup matanya
maut kesekian kali
sarang pun telah raib

Belum genap satu purnama
mantra-mantra dipungut pendeta
upah gagal memanen akal budi manusia
hari depan keturunan
semoga tangisan ruh para moyang
tak jadi kutukan

Siapa yang kita puja di hari Sabtu
saat anak cucu tak mampu bedakan
batang bambu dan tebu ?

RUPA-RUPA KEDUKAAN

  • Mayor Hermit Death

KEDUKAAN I
Mungkinkah wajah ayah di mata ibu tetap sama?
seekor ayam tanpa darah terkapar di ranjang
tak guna taji di kaki, bila kiamat
masih berwujud nadi pertarungan
tentang kemenangan yang disasati petaka
tentang kepak-kepakan nelangsa
bagi segala sujud kekalahan

KEDUKAAN II
Seorang panglima datang menunggang kuda,
membawa bendera kematian, memanen jiwa-jiwa derita
kontestasi luka, liang-liang kehilangan
diupacarakan

KEDUKAAN III
Mengapa kecewa hanya mengenali kegelapan?
amarah tak menjadi nyala pagi
hampa yang hadir tak lantas jadi puisi.

Mungkinkah ini sebuah kutuk yang bervariasi?
menjadi masa lalu, masa kini, masa nanti
tanpa tahu apa niscaya yang sejati?

KEDUKAAN IV
Rancangan manusia adalah berlatih kematian
mengamati napas, menghayati kehilangan
kerangka rusuk yang akan rapuh dikoyak kremasi
lemak tubuh menyusut, kenangan hanyut
hanya ada debu
hanya menjadi butiran halus
tanpa memori, tanpa rasa sakit di ulu hati
segalanya asap
melesapkan doa
pengiring masuk kerajaan abadi

KEDUKAAN V
Perpisahan tidak butuh bertanya kesiapanmu
mustahil bila air matamu tak jatuh
menolak kepedihan adalah ilusi
kehilangan ini penuh rahasia, namun mujarab
menyiasati karma yang tak perlu terjadi
lambankan tangis,
Pertemuan memang ingin bercanda, sesekali

2023

[][][]

BACA puisi-puisi lain

Puisi-puisi Santi Dewi | Di Bawah Pohon Hujan
Puisi-puisi Mettarini | Jika Aku, Jika Kau, Menjadi Diri
Puisi-puisi Kadek Sonia Piscayanti | Prihentemen
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gusti Putu Armada  Resmi Pimpin Perbasi Buleleng

Next Post

Rembulan di Bukit Asah | Cerpen Gede Aries Pidrawan

Wulan Dewi Saraswati

Wulan Dewi Saraswati

Penulis, sutradara, dan pengajar. Saat ini tengah mendalami praktik kesenian berdasarkan tarot dengan pendekatan terapiutik partisipatoris

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Rembulan di Bukit Asah | Cerpen Gede Aries Pidrawan

Rembulan di Bukit Asah | Cerpen Gede Aries Pidrawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co