2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Luar Apa yang Dianggap Sebagai Kecantikan | Dari Pameran Fotografi Karya Ted van der Hulst

tatkala by tatkala
December 28, 2022
in Pameran
Di Luar Apa yang Dianggap Sebagai Kecantikan | Dari Pameran Fotografi Karya Ted van der Hulst

Foto karya Ted van der Hulst

SEBUAH FOTO. Seorang perempuan, tubuhnya pendek, duduk di atas sepeda motor warna biru. Pada latar ada terpal warna biru, sementara perempuan itu menggunakan baju putih, celana merah dan sandal jepit warna hitam.

Pada foto yang lain. Seorang perempaun, tubuhnya juga pendek, duduk di kursi. Perempuan itu memeluk kepala seorang lelaki yang terbaring di sebuah sofa. Wajah perempuan menghadap ke depan, sedangkan wajah yang laki-laki tak tampak, dan hanya punggung si lelaki yang tampak lebar.

Foto lain lagi. Lelaki dan perempaun, sama-sama bertubuh pendek menggunakan jas hujan. Foto lain lagi. Laki-laki dan laki-laki, tubuhnya juga pendek, sama-sama telanjang dada, sama menggunakan topeng. Ada foto lain lagi. Manusia-manusia dengan tubuh yang pendek, dengan gaya yang pose yang unik.

Itu adalah deretan foto hasil karya fotografer asal Belanda, Ted van der Hulst, yang dipamerkan di Museum ARMA, Ubud, Bali, 28 Desember 2022 hingga 18 Januari 2023. Pameran fotografi itu bertajuk ‘Aristocrats’         

Foto karya Ted Van der Hulst

Dalam pameran itu, Ted Van der Hulst menyajikan puluhan karya fotografi human interest yang digali dari kehidupan komunitas orang-orang bertubuh pendek (cebol) yang bertahan hidup di tengah gemuruh aktivitas pariwisata di Bali.

Ted van der Hulst lahir di Utrecht, Belanda, 1982. Ia mengeluti fotografi sejak kecil.

Seusai kuliah di Fotovakschool Amsterdam (2012) ia bekerja di MRA untuk menggarap foto-foto majalah Harper’s Bazaar, Cosmopolitan, dan Esquire sambil mengajar fotografi di Lasalle College di Jakarta.

Proyek pribadinya yang menampilkan karya fotografi yang sangat menyentuh pernah dipamerkan dan diterbitkan dalam sebuah buku bertajuk Dennis (2017). Pameran lima tahun silam itu menyajikan kehidupan orangutan muda yang diselamatkan kemudian belajar bagaimana hidup kembali di hutan.

Kemudian berturut-turut ia menggelar pameran foto dengan tajuk High Dogciety di Edwin Gallery (2019), dan JakCats di Kunstkring (2019).

Kini Ted van der Hulst tinggal di Bali bersama anak istrinya menjalani profesi  sebagai seorang seniman potret seperti halnya seorang pelukis.

Ted van der Hulst kebanyakan memotret dengan menggunakan lampu studio dan tripod. Ia menghindari efek khusus dan citra digital serta memilih membiarkan lensa dan kamera bekerja untuk menjaga foto tetap jujur dan otentik.

Foto karya Ted Van der Hulst

Seperti karya dalam pameran Aristocrat ini, ia terpikat berkarya di luar apa yang dianggap sebagai kecantikan. Ia lebih mengedepankan ‘apa adanya’ dari tangkapan lensa kameranya.

Inspirasi dari komunitas orang-orang pendek di Bali ini rupanya menjadi bagian dari upayanya menampilkan orang-orang yang tepinggirkan dan yang nyaris tak dibicarakan dalam percaturan sosial.

Sebagian karya mengambarkan aktivitas komunitas yang berjumlah sekitar 25 orang yang bekerja melalui pertunjukan tinju komunitas Midget Fun Boxing ini bagi turis di Bali.

Ted van der Hulst ingin menyodorkan betapa kegigihan komunitas ini memperjuangkan kehidupan, sebagai hak sebagaimana warga yang lain.

Barangkali, pameran ini merupakan cara Ted van der Hulst memberikan penghormatan kepada para anggota komunitas cebol ini seraya berbagi pengalaman perihal humanisme kepada publik.

Karya Ted Van der Hulst menuntun kita kepada kondisi sulit yang tak terduga dari komunitas ini. Kita menangkap kebahagiaan mereka menjalani aktivitas dan perjuangan yang sangat keras, tetapi di sisi lain menyodorkan paradoksal, misalnya, melalui pose-pose jenaka dengan wajah muram yang seolah menyimpan kesedihan.

Akhirnya, keseluruhan karya dalam pameran ini memberikan suatu pelajaran bagaimana manusia menyikapi hidup. Tak selamanya kemewahan memberikan kebahagiaan dan, mungkin pula, dalam kondisi kekurangan sisi hidup manusia tetap memancarkan karunia Illahi yang patut disyukuri.

Ahli hukum dan pelestari budaya, Tamalia Alisjahbana, dalam pengantar pameran menyebut sang fotografer berhasil menggambarkan aktivitas kebertahanan komunitas orang bertubuh pendek yang survive melalui tontonan tinju.

“Di sini mereka saling menjaga dan memiliki menciptakan perlindungan dari penghinaan dan luka dari apa yang disebut dunia normal,” tulis Tamalia.

Tamalia melihat dari karya fotografi ini dapat langsung dirasakan pahit-manis dunia komunitas kurcaci itu. Kepekaan Ted Van der Hulst berhasil menangkap sisi humanisme mereka melalui media fotografi.

“Ted Van der Hulst dengan lembut menuntun kita dengan kameranya untuk memahami kebenaran ini,” ujarnya.

Kurator Bruce Carpenter menyebut orang cebol Indonesia sering mencari perlindungan dengan sesama mereka hingga menjadi komunitas yang berfungsi sebagai keluarga yang menawarkan perlindungan, persahabatan, dan penghasilan sambil dengan tekun menjaga kehidupan pribadi para anggotanya. Midget Fun Boxers yang didirikan Boncel pada 1010 adalah contoh utama dari fenomena ini.

Foto karya Ted Van der Hulst

Boncel adalah seorang visioner, yang berharap untuk mewujudkan sebuah komunitas permanen yang lebih besar yang akan berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi orang cebol Indonesia dan tujuan wisata yang menawarkan program pertunjukan dan kegiatan reguler.

Bangga namun realistis, ia melihat ini sebagai awal dari sebuah jaringan yang akan merambah negeri. Bagi Ted van der Hulst rangkaian foto-foto ini adalah hasil kerja sama Boncel dan kawan-kawan yang mengizinkannya mengabadikan tidak hanya persona panggung mereka, tetapi juga memberikan pandangan sekilas yang intim tentang aktivitas sehari-hari sebagai bukti bahwa mereka adalah anggota terhormat dari keluarga manusia. [T][Ole/*]

Insan-insan Imajiner Made Kaek Dipamerkan di Chiang Mai, Thailand
Merdeka dalam Ekspresi dan Ekspresi Kemerdekaan – [Pameran 30 Pelukis]
Pameran Tunggal Made Kaek | Penemuan Stilistik dan Estetik dari Periode ke Periode
Tags: fotografiMuseum Arma Ubudpameran fotoSeni RupaUbud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ampupu Kembar, “Hidden Gem in Bali” di Kawasan Batur

Next Post

Menggali Kearifan Lokal dalam Kurikulum Merdeka

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

Read moreDetails

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

by tatkala
September 17, 2026
0
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

Read moreDetails

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

Read moreDetails

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

by Nyoman Budarsana
August 5, 2026
0
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

Read moreDetails

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
0
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

Read moreDetails

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

Read moreDetails

Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

BALI selama bertahun-tahun dikenal dunia sebagai pulau yang eksotis. Namun, di balik citra itu, tersimpan sejarah panjang tentang bagaimana representasi...

Read moreDetails
Next Post
Menggali Kearifan Lokal dalam Kurikulum Merdeka

Menggali Kearifan Lokal dalam Kurikulum Merdeka

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co