2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merdeka dalam Ekspresi dan Ekspresi Kemerdekaan – [Pameran 30 Pelukis]

tatkala by tatkala
August 14, 2019
in Khas
Merdeka dalam Ekspresi dan Ekspresi Kemerdekaan – [Pameran 30 Pelukis]

Pameran seni rupa bertema “Kemerdekaan Ekspresi Anak Muda Kekinian”. di Taman Budaya Bali

Di Bali, dalam satu dasawarsa ini, perupa muda semakin banyak bermunculan. Sebagian besar dicetak oleh kampus-kampus seni rupa yang ada di Bali. Mereka pun berusaha tampil untuk memperoleh pengakuan publik. Tentu juga mereka harus bersaing dengan para perupa senior yang lebih duluan mengecap asam-garam kehidupan seni rupa. Seleksi alam pun pasti terjadi. Yang gigih dan tekun akan terus bertahan dan berupaya meningkatkan kualitas diri. Yang lemah akan menyerah, menggantung kuas, atau beralih ke profesi lain.

Kehadiran barisan perupa muda perlu disambut dan diapresiasi. Sebab hal ini menunjukkan bahwa tongkat estafet seni rupa di Bali masih berlanjut dari generasi ke generasi. Dan, bukan tidak mungkin pada suatu saat mereka menunjukkan karya-karya unggul sebagai hasil eksplorasi estetika yang mereka tekuni selama proses berkesenian.

Mencermati hal itu, sebagai perpanjangan tangan pemerintah, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali berkewajiban menyediakan wadah untuk menampung hasil kreasi para perupa muda di Bali. Salah satu bentuk wadah tersebut adalah pameran seni rupa bertema “Kemerdekaan Ekspresi Anak Muda Kekinian”. Pameran ini memang khusus dirancang untuk perupa muda dengan usia maksimal 35 tahun. Tentu saja dengan harapan, pameran ini akan mampu menumbuhkan benih-benih kreativitas bagi perupa muda yang sedang mencari jati diri dalam dunia kesenian.

Pameran dibuka tanggal 14 Agustus 2019, pukul 16.00 Wita, di Gedung Kriya, Taman Budaya Bali. Pameran akan berlangsung hingga tanggal 23 Agustus 2019. Selain untuk membuat wadah berekspresi bagi perupa muda, pameran ini bertujuan untuk memperingati HUT Republik Indonesia yang ke-74 dan HUT Provinsi Bali ke- 61.


Pameran 30 Pelukis di Taman Budaya Bali

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn, pameran ini dirancang seturut upaya pemajuan kebudayaan Bali yang berkualitas dan berdaya saing tinggi sesuai visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Hal ini tentu dengan mencermati posisi penting seni rupa Bali, juga menimbang potensi-potensi perupa muda yang melimpah. Dengan kata lain, karya-karya perupa muda perlu ditampilkan di hadapan publik dalam sebuah pameran sehingga dialektika berkesenian semakin menguat.

 “Pameran ini tentu mengandung banyak harapan. Semoga di masa mendatang, para perupa muda di Bali semakin tekun melahirkan karya-karya bermutu, original, kreatif, unggul, dan berkarakter. Selain itu, semoga pameran ini mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap perkembangan seni rupa terkini di Bali,” tutur Wayan Adnyana.

Pameran ini menggunakan sistem kurasi. Karya-karya peserta dikurasi oleh sebuah tim yang terdiri dari Dewa Putu Ardana, S.Sn., M.Sn. (Kepala Seksi Seni Rupa Dinas Kebudayaan Provinsi Bali), Wayan Jengki Sunarta (sastrawan dan penulis seni rupa), Made Kaek (perupa), Ema Sukarelawanto (jurnalis dan pengamat seni). Dari 42 peserta yang mengirimkan karya ke panitia, Tim Kurator memilih 30 peserta berdasarkan berbagai pertimbangan, di antaranya adalah visual karya, keunikan, keberagaman gaya/aliran dan teknik. Dalam pameran ini masing-masing peserta menampilkan dua karyanya.

“Meski mengandung kata ‘kemerdekaan’ dalam tematiknya, pameran ini tidaklah secara khusus mengangkat persoalan kemerdekaan Indonesia atau suasana revolusi yang mencekam. Kemerdekaan dalam konteks pameran ini lebih dimaknai sebagai kebebasan berekspresi,” ujar Wayan Jengki Sunarta, salah seorang kurator pameran ini.

Lebih lanjut Jengki menjelaskan bahwa pameran ini menyuguhkan keberagaman karya dengan keunikannya masing-masing. Corak realis, misalnya, dengan sangat menonjol terlihat pada karya Deny Kurniawan, Kadek Sangging, Ni Nengah Mega Risna Dewi. Corak abstrak diwakili oleh karya Gede Oka Astawa, Kadek Darmanegara, Wayan Piki Suryesa, Made Rai Adi Irawan. Selain itu ada pula peserta yang menampilkan karya-karya bercorak figuratif, dekoratif, naif, dan bahkan surealis. Sebagian besar peserta menggunakan teknik modern, namun ada pula yang mengeksplorasi teknik tradisi seperti tampak pada karya Made Adi Satwika dan Satya Cipta.


Pameran 30 Pelukis di Taman Budaya Bali

Kemerdekaan berekspresi dalam pameran ini ditandai dengan karya-karya yang mengangkat berbagai macam tema yang menjadi kegelisahan batin para perupa muda ini. Kegelisahan terhadap berbagai macam persoalan di Bali, misalnya, bisa dilihat pada lukisan berjudul “Bali is Still Bali III (Bali dalam Komodifikasi)” karya I Kadek Swastika, “Generasi Milenial” karya I Ketut Kertayoga, “Timbal Balik” karya I Putu Karang Adi Saputra, “What’s up, Bro?” karya Ida Bagus Eka Suta Harunika. Karya-karya mereka adalah upaya kreatif untuk mengritisi Bali yang terus menerus dieksploitasi oleh kepentingan global. Sementara itu, Bali yang romantis dan seolah baik-baik saja, bisa dilihat pada lukisan “Damainya Desaku” karya I Wayan Agus Eri Putra, “Life is All About Balance” karya Ni Kadek Novi Sumariani, “Dua Petani” karya I Putu Gede Pageh Usianto.

Keberadaan Bali dalam pusaran global adalah suatu keniscayaan. Kita sangat sulit membedakan mana Timur, mana Barat. Semuanya menjadi semakin samar. Kita pun sulit mendefinisikan apa sesungguhnya yang bisa disebut sebagai “budaya asli Bali”, apakah yang pantas disebut sebagai “budaya adiluhung”? Dalam konteks globalisasi dan Bali yang chaostik, Wayan Juni Antara menggambarkannya dengan sangat tepat lewat lukisan bertajuk “Berbagi Warna”. Dengan meminjam khazanah seni lukis klasik Wayang Kamasan, dia membaurkan ikon superhero pewayangan (Timur) dengan superhero dari komik Barat. Karya Juni Antara merupakan salah satu contoh upaya kreatif untuk mendobrak stagnasi seni rupa di Bali.

“Hal menarik lainnya dari pameran ini adalah kehadiran perupa perempuan yang memberi warna tersendiri. Di tengah minimnya perupa perempuan dalam jagat seni rupa kita, maka kehadiran mereka patut diapresiasi dengan harapan semoga intensitas berkarya mereka semakin meningkat di masa-masa mendatang,” tutur Jengki.

Salah satu karya perupa perempuan yang memikat perhatian adalah drawing berjudul “Exultations” karya Satya Cipta. Dengan kelenturan garis yang digores menggunakan tinta cina, dia menggambarkan pertarungan perempuan melawan laki-laki. Sosok perempuan berhasil menginjak kepala dan selangkangan si lelaki. Di balik kelembutannya, perempuan memeram kekuatan maha dahsyat yang membuat lelaki tak berkutik. Karya ini adalah salah satu perwujudan wacana feminisme yang sedang trendy belakangan ini dan menjadi kegelisahan kreatif pelukisnya.

Secara umum, pameran ini menunjukkan keberagaman dalam hal tema, gaya/aliran, teknik, medium. Hal ini juga menunjukkan bahwa perupa muda di Bali memiliki potensi yang sangat besar dalam olah kreasi. Semoga di masa mendatang Pemerintah Provinsi Bali semakin memberikan perhatian yang besar untuk membangkitkan potensi-potensi kreatif ini.[T] [*]

Tags: kemerdekaanlukisanPameranPameran Seni RupaSeni Rupa
Share44TweetSendShareSend
Previous Post

Hantu dan Tikus – [Pengalaman Pahit-Manis Berpameran Buku]

Next Post

Statistik, Napasnya Sang Ekonom

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Statistik, Napasnya Sang Ekonom

Statistik, Napasnya Sang Ekonom

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co