2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merdeka dalam Ekspresi dan Ekspresi Kemerdekaan – [Pameran 30 Pelukis]

tatkala by tatkala
August 14, 2019
in Khas
Merdeka dalam Ekspresi dan Ekspresi Kemerdekaan – [Pameran 30 Pelukis]

Pameran seni rupa bertema “Kemerdekaan Ekspresi Anak Muda Kekinian”. di Taman Budaya Bali

Di Bali, dalam satu dasawarsa ini, perupa muda semakin banyak bermunculan. Sebagian besar dicetak oleh kampus-kampus seni rupa yang ada di Bali. Mereka pun berusaha tampil untuk memperoleh pengakuan publik. Tentu juga mereka harus bersaing dengan para perupa senior yang lebih duluan mengecap asam-garam kehidupan seni rupa. Seleksi alam pun pasti terjadi. Yang gigih dan tekun akan terus bertahan dan berupaya meningkatkan kualitas diri. Yang lemah akan menyerah, menggantung kuas, atau beralih ke profesi lain.

Kehadiran barisan perupa muda perlu disambut dan diapresiasi. Sebab hal ini menunjukkan bahwa tongkat estafet seni rupa di Bali masih berlanjut dari generasi ke generasi. Dan, bukan tidak mungkin pada suatu saat mereka menunjukkan karya-karya unggul sebagai hasil eksplorasi estetika yang mereka tekuni selama proses berkesenian.

Mencermati hal itu, sebagai perpanjangan tangan pemerintah, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali berkewajiban menyediakan wadah untuk menampung hasil kreasi para perupa muda di Bali. Salah satu bentuk wadah tersebut adalah pameran seni rupa bertema “Kemerdekaan Ekspresi Anak Muda Kekinian”. Pameran ini memang khusus dirancang untuk perupa muda dengan usia maksimal 35 tahun. Tentu saja dengan harapan, pameran ini akan mampu menumbuhkan benih-benih kreativitas bagi perupa muda yang sedang mencari jati diri dalam dunia kesenian.

Pameran dibuka tanggal 14 Agustus 2019, pukul 16.00 Wita, di Gedung Kriya, Taman Budaya Bali. Pameran akan berlangsung hingga tanggal 23 Agustus 2019. Selain untuk membuat wadah berekspresi bagi perupa muda, pameran ini bertujuan untuk memperingati HUT Republik Indonesia yang ke-74 dan HUT Provinsi Bali ke- 61.


Pameran 30 Pelukis di Taman Budaya Bali

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn, pameran ini dirancang seturut upaya pemajuan kebudayaan Bali yang berkualitas dan berdaya saing tinggi sesuai visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Hal ini tentu dengan mencermati posisi penting seni rupa Bali, juga menimbang potensi-potensi perupa muda yang melimpah. Dengan kata lain, karya-karya perupa muda perlu ditampilkan di hadapan publik dalam sebuah pameran sehingga dialektika berkesenian semakin menguat.

 “Pameran ini tentu mengandung banyak harapan. Semoga di masa mendatang, para perupa muda di Bali semakin tekun melahirkan karya-karya bermutu, original, kreatif, unggul, dan berkarakter. Selain itu, semoga pameran ini mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap perkembangan seni rupa terkini di Bali,” tutur Wayan Adnyana.

Pameran ini menggunakan sistem kurasi. Karya-karya peserta dikurasi oleh sebuah tim yang terdiri dari Dewa Putu Ardana, S.Sn., M.Sn. (Kepala Seksi Seni Rupa Dinas Kebudayaan Provinsi Bali), Wayan Jengki Sunarta (sastrawan dan penulis seni rupa), Made Kaek (perupa), Ema Sukarelawanto (jurnalis dan pengamat seni). Dari 42 peserta yang mengirimkan karya ke panitia, Tim Kurator memilih 30 peserta berdasarkan berbagai pertimbangan, di antaranya adalah visual karya, keunikan, keberagaman gaya/aliran dan teknik. Dalam pameran ini masing-masing peserta menampilkan dua karyanya.

“Meski mengandung kata ‘kemerdekaan’ dalam tematiknya, pameran ini tidaklah secara khusus mengangkat persoalan kemerdekaan Indonesia atau suasana revolusi yang mencekam. Kemerdekaan dalam konteks pameran ini lebih dimaknai sebagai kebebasan berekspresi,” ujar Wayan Jengki Sunarta, salah seorang kurator pameran ini.

Lebih lanjut Jengki menjelaskan bahwa pameran ini menyuguhkan keberagaman karya dengan keunikannya masing-masing. Corak realis, misalnya, dengan sangat menonjol terlihat pada karya Deny Kurniawan, Kadek Sangging, Ni Nengah Mega Risna Dewi. Corak abstrak diwakili oleh karya Gede Oka Astawa, Kadek Darmanegara, Wayan Piki Suryesa, Made Rai Adi Irawan. Selain itu ada pula peserta yang menampilkan karya-karya bercorak figuratif, dekoratif, naif, dan bahkan surealis. Sebagian besar peserta menggunakan teknik modern, namun ada pula yang mengeksplorasi teknik tradisi seperti tampak pada karya Made Adi Satwika dan Satya Cipta.


Pameran 30 Pelukis di Taman Budaya Bali

Kemerdekaan berekspresi dalam pameran ini ditandai dengan karya-karya yang mengangkat berbagai macam tema yang menjadi kegelisahan batin para perupa muda ini. Kegelisahan terhadap berbagai macam persoalan di Bali, misalnya, bisa dilihat pada lukisan berjudul “Bali is Still Bali III (Bali dalam Komodifikasi)” karya I Kadek Swastika, “Generasi Milenial” karya I Ketut Kertayoga, “Timbal Balik” karya I Putu Karang Adi Saputra, “What’s up, Bro?” karya Ida Bagus Eka Suta Harunika. Karya-karya mereka adalah upaya kreatif untuk mengritisi Bali yang terus menerus dieksploitasi oleh kepentingan global. Sementara itu, Bali yang romantis dan seolah baik-baik saja, bisa dilihat pada lukisan “Damainya Desaku” karya I Wayan Agus Eri Putra, “Life is All About Balance” karya Ni Kadek Novi Sumariani, “Dua Petani” karya I Putu Gede Pageh Usianto.

Keberadaan Bali dalam pusaran global adalah suatu keniscayaan. Kita sangat sulit membedakan mana Timur, mana Barat. Semuanya menjadi semakin samar. Kita pun sulit mendefinisikan apa sesungguhnya yang bisa disebut sebagai “budaya asli Bali”, apakah yang pantas disebut sebagai “budaya adiluhung”? Dalam konteks globalisasi dan Bali yang chaostik, Wayan Juni Antara menggambarkannya dengan sangat tepat lewat lukisan bertajuk “Berbagi Warna”. Dengan meminjam khazanah seni lukis klasik Wayang Kamasan, dia membaurkan ikon superhero pewayangan (Timur) dengan superhero dari komik Barat. Karya Juni Antara merupakan salah satu contoh upaya kreatif untuk mendobrak stagnasi seni rupa di Bali.

“Hal menarik lainnya dari pameran ini adalah kehadiran perupa perempuan yang memberi warna tersendiri. Di tengah minimnya perupa perempuan dalam jagat seni rupa kita, maka kehadiran mereka patut diapresiasi dengan harapan semoga intensitas berkarya mereka semakin meningkat di masa-masa mendatang,” tutur Jengki.

Salah satu karya perupa perempuan yang memikat perhatian adalah drawing berjudul “Exultations” karya Satya Cipta. Dengan kelenturan garis yang digores menggunakan tinta cina, dia menggambarkan pertarungan perempuan melawan laki-laki. Sosok perempuan berhasil menginjak kepala dan selangkangan si lelaki. Di balik kelembutannya, perempuan memeram kekuatan maha dahsyat yang membuat lelaki tak berkutik. Karya ini adalah salah satu perwujudan wacana feminisme yang sedang trendy belakangan ini dan menjadi kegelisahan kreatif pelukisnya.

Secara umum, pameran ini menunjukkan keberagaman dalam hal tema, gaya/aliran, teknik, medium. Hal ini juga menunjukkan bahwa perupa muda di Bali memiliki potensi yang sangat besar dalam olah kreasi. Semoga di masa mendatang Pemerintah Provinsi Bali semakin memberikan perhatian yang besar untuk membangkitkan potensi-potensi kreatif ini.[T] [*]

Tags: kemerdekaanlukisanPameranPameran Seni RupaSeni Rupa
Share44TweetSendShareSend
Previous Post

Hantu dan Tikus – [Pengalaman Pahit-Manis Berpameran Buku]

Next Post

Statistik, Napasnya Sang Ekonom

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Statistik, Napasnya Sang Ekonom

Statistik, Napasnya Sang Ekonom

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co