2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hantu dan Tikus – [Pengalaman Pahit-Manis Berpameran Buku]

Didin Tulus by Didin Tulus
August 14, 2019
in Esai
Hantu dan Tikus – [Pengalaman Pahit-Manis Berpameran Buku]

Pemeran buku

#1

Sekitar tahun 2014 tepatnya bulan 5. Saya berpameran buku di Senayan Jakarta. Tentu bukan hal yang baru bagi saya pameran di Jakarta. Tahun 2009 pernah pameran buku antik tentu sukses. Entah ini pameran ke berapa saya lupa.

Pameran buku kali ini membawa penerbit besar dari Bandung dengan honor 1,5 juta selama pameran sudah termasuk makan. Uang honor dibayar dimuka sebab untuk keperluan saya selama di pameran. Buku yang saya bawa cukup banyak hampir satu truk. Dengan dipak dus. Turun-naikkan buku ke dalam mobil jangan ditanya soal capek. Melelahkan.

Saya bolak-balik mendorong buku pakai troli dari halamn parkir ke dalam cukup jauh karena harus muter-muter. Belum lagi harus berpapasan dengan orang lain yang sama sibuk angkut sana angkut sini. Wah betapa sibuknya waktu malam itu. Waktu sudah menunjukkan pkl 23 an kami masih tetap sibuk. Ngantuk tidak saya hiraukan. Saking semangat dan tanggungjawab.

Keringat membasahi badanku. Menjadikan semangat. Setelah beres mengangkut buku-buku. Langsung mendisplay buku-buku di rak-rak yang sudah siap. Kami berbagi tugas ada yang pasang rak display, meja buku.

Selesai display kawan-kawan kami dari Bandung langsung pulang. Tinggal saya sendirian merapihkan dan menyiapkan peralatan untuk pameran mulai dari menyiapkan nota, kalkulator, dan peti uang yang kecil. Tak lupa menyiapkan katalog, daftar harga. Setelah dicek sesuai tidak dengan jumlah fisik. Biasanya suka ada yang keliru di daftar/faktur jumlah buku 50 eks ternyata fisiknya ada 20 eks. Kan harus komfirmasi ke kantor besok supaya tidak terjadi kesalahfahaman. Sebelum terjadi transaksi besok atau laporan akhir. Tinggal ceklis. SMS bagian kantor bahwa buku anu fisiknya ada sekian tapi di faktur tertera sekian.

Ini membutuhkan konsentrasi dan serius. Bisa memakan 2-3 hari kalau belum faham. Saya hanya 2 jam. Karena sudah terbiasa


Penulis (Didin Tulus) mendorong buku ke areal pameran

#2

Pkl 03an, saya baru selesai ngecek buku dll. Baru bisa merebahkan badan setelah menutup stan buku dengan kain panjang. Tidur seadanya dengan menggelar kasur tipis bawa dari kantor berbantalkan buku-buku yang dilapisi baju atau handuk biar empuk. Pulas juga hari pertama tidur.
Subuh memang tak terdengar adan. Tapi karena saya sudah terbiasa bangun subuh dengan ditandai ingin pipis. Lihat jam di HP betul juga sudah waktunya subuh.

Bangun. Cari mushola. Balik lagi ke stan merapihkan bekas tidur, menyapu karpet. Hitung uang modal buat kembalian. Memisahkan recehan uang kecil. Biar pas waktu kembalian tidak repot.

Jangan dikira pameran di Jakarta ini dianggap remeh. Banyak tangan jahil; copet, dan maling uang stan. Pernah beberapa kejadian dialami sama stan temanku. Kehilangan uang omzet padahal dalam brangkas kecil. Karena si copet itu punya strategi. Si penjaga stan ditanya dan diajak ngobrol oleh seorang konsumen (copet) misalnya begini :

“Mas ada buku …anu ?(padahal ada di rak) si copet pura-pura tidak tahu tempatnya. Otomatis si penjaga stan menghampiri nah itu kesempatan kawan copet lainnya bergerak cepat yang sudah nunggu di samping kasir yang pura-pura baca-baca buku, katalog atau apa saja, atau pura-pura lihat-lihat judul sambil jongkok dekat kasir. Bergerak cepat. Uang diambil tanpa sepengetahuan si penjaga stan. Sudah berhasil mah ia pergi. Nah ketika si penjaga stan balik ke meja kasir. Tidak sadar uang dibrangkas sudah hilang. Tahu-tahu pas mau kembalian atau menyimpan uang baru kaget. Uang hilang!.
——-
Hari sudah siang. Jam 10 pameran buku baru dibuka.
——-
Jam 23. pameran baru sepi. Saya menutup stan.

Badanku lelah sekali.


Berdus-dus buku untuk segera dipamerkan

#3

Kadang tidak sempat beli makan sore. Karena tidak ada teman gantian jaga stan buku. Posisi stanku ada di arena dalam GOR jadi rata-rata penjaga stannya penerbit gede. Seperti Gramedia, KPG dll. Para penjaga stannya necis-necis rapih berkemeja atau berdasi kalau laki-laki. Tidak ada waktu celah untuk istirahat. Terpaksa saya suka tutup stan pakai kain karena waktunya salat, sekalian beli makan di luar gedung senayan. Setelah cukup baru buka lagi.
Masih mending kalau ada teman. Gantian jaga stan. Tapi saya sudah terbiasa menghadapi peristiwa pameran berat selevel Jakarta. Yang ramainya tiap hari.
…..
Pkl 23 an, baru bisa istirahat. Saya merebahkan badan di kasur tipis. Hawa panas mulai terasa di aula Gor. AC sudah dimatikan. Lampu aula dimatikan oleh petugas. Tinggal lampu stan-stan yang menyala. Tapi tidak semua.

Malam ini tidak bisa tidur setiap memejamkan mata seperti ada yang berkelebat di atas GOR. Gor yang gelap hanya sedikit cahaya neon dari stanku. Ketika badanku posisi terlentang mata mulai memejam. Tiba-tiba kaget sekali. Ujung selimut serasa ada yang menarik. Asli saya kaget. Astagfirulloh…!

Ada yang tidak beres dengan tempat ini. Mulai meremang bulu kudukku. Tapi saya belum lihat apa-apa yang secara jelas. Baru terasa hawa tidak enak. Panas. Saya merebahkan badan lagi. Dan mau tidur tapi tidak bisa merem. Mata melihat ke atas langit-langit gor ….astagfirullah! Mataku dengan jelas melihat sosok sedang duduk di atas paralon besar. Kadang pindah ke rangka-rangka besi. Saya tidak percaya sebetulnya. Tapi ini kenyataaan. Saya tidak lari. Saya pikir, tidak punya masalah dengan siapapun dengan penghuni makluk halus di gor ini. Teringat pada “jangjawokan pangnyinglar dedemit”. Hahaha…

Alhamdulillah tidak mengganggu. Dan saya merasa lega.

Apakah masalah selesai? Belum!

Tiba-tiba saja ada seekor tikus sebesar sepatu dewasa. Jalan-jalan di bawah kakiku. Saya kaget dan jijik takut juga lihat beurit badag mah. wkkwkw
Saya cepat gulung kasur dan selimut. Pindah ke mushola. Ternyata banyak temanku juga ngumpul sama-sama penjaga stan. Di mushola aman pintunya ditutup dengan pintu kaca. Sempat ngobrol dulu dengan temanku. Melihat hantu di atas gor. Ada yang membenarkan mereka melihat juga. Maka pindah tidurnya. Hahaha…

Sampai hari ini saya tidak percaya yang bergelantungan itu hantu. Mungkin saja saya kurang tidur.
Kalau tikus saya percaya karena di gor banyak sekali tikus. Mungkin cari makanan. Di dus stanku ada kue-kue, jadi tikusnya tergiur.

Ah, dasar tikus!. [T]

Tags: BukuLiterasipameran buku
Share83TweetSendShareSend
Previous Post

Hospitality Dinner Menjelang Ubud Village Jazz Festival 2019

Next Post

Merdeka dalam Ekspresi dan Ekspresi Kemerdekaan – [Pameran 30 Pelukis]

Didin Tulus

Didin Tulus

Pembaca karya Ajip Rosidi. Koleksi karya Ajip sudah 150 judul belum termasuk tulisan pengantar buku yang ditulis oleh Ajip. Penulis juga aktif mengelola perpustakaan Rumah Baca Ajip Rosidi.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Merdeka dalam Ekspresi dan Ekspresi Kemerdekaan – [Pameran 30 Pelukis]

Merdeka dalam Ekspresi dan Ekspresi Kemerdekaan – [Pameran 30 Pelukis]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co