4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Monolog ”Drupadi”, Gugatan Perempuan, Kekuatan Panggung dan Citraan Visual

tatkala by tatkala
October 15, 2022
in Panggung
Monolog ”Drupadi”,  Gugatan Perempuan, Kekuatan Panggung dan Citraan Visual

https://tatkala.co/2022/10/12/help-dari-teater-tanah-air-mari-bantu-anak-anak-menyelamatkan-bulan/

Drupadi berdiri di atas gunung batu. Gunung yang terjal. Terdengar desing angin. Rasanya seperti berada dalam satu suasana yang penuh misteri.

Begitulah tayangan visual pada layar di atas panggung untuk mengawali pementasan Teater Monolog “Drupadi” di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Provinsi Bali, Sabtu malam, 15 Oktober 2022.

Tayangan awal yang cukup membuat penonton duduk dengan khusyuk untuk menyaksikan adegan-adegan berikutnya dalam teater itu.    

Lampu panggung kemudian menyala perlahan-lahan. Di sentra panggung, seorang perempuan langsung menyita perhatian. Perempuan itu memainkan cello. Gesekan cello itu lirih. Meruaplah nuansa kesedihan, kekecewaan, sekaligus kemarahan yang campur-aduk.

Terasa sekali getirnya saat menonton adegan itu. Jelas terasa gambaran suara hati Drupadi yang sedang berdiri di padang tandus. Gambaran pada saat perempuan itu berada di tengah-tengah perjalanan suci menuju pertapaan dengan kelima suaminya, Panca Pandawa.

Dalam kegetiran semacam itu, Drupadi menggugat dunia yang selalu diciptakan oleh para lelaki. Sejak masa klasik sampai masa kini, sistem yang patriarkistik telah menjadi cangkang yang sulit ditembus oleh perempuan. Para lelaki penciptanya selalu berlindung di balik relasi kuasa, yang membuat para perempuan selalu jadi bayang-bayang.

Drupadi diperankan Gung Ocha. Penyanyi Bali yang bernama lengkap Anak Agung Oka Diartini ini tidak semata-mata berakting, tapi ia juga menembangkan lagu berjudul “Drupadi” yang digubah oleh musisi Ayu Laksmi bersama komposer Gede Yudhana, berdasarkan lirik Putu Fajar Arcana.

Monolog Drupadi di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Bali | Photos by @Guswib_

Putu Fajar Arcana adalah penulis naskah dalam pementasan itu. Ia juga bertindak sebagai sutradara bersama Dibal Ranuh. Seperti juga kerap terasa dalam novel-novelnya, Putu Fajar Arcana cukup lihai menangkap cerita-cerita klasik yang sudah umum diketahui orang, untuk kemudian diberi pemahaman-pemahanan baru sehingga selalu relevan dengan kondisi situasi zaman di mana kini.  

Latar cerita Drupadi yang sedih, marah dan kecewa, menjadi titik berangkat Putu Fajar Arcana. Titik cerita itu diolah, diramu, dihidupkan untuk menggambarkan perasaan hati seorang perempuan bernama Drupadi.

Gung Ocha sebagai aktor tunggal didukung oleh beberapa penari dan pemusik. Para penari dan pemusik itu juga diberi peran sebagai aktor untuk memperkuat karakteristik panggung. Pementasan itu jadi terasa utuh, bergerak tanpa lubang kosong dari detik ke detik.  

[][][]

Putu Fajar Arcana mengakui ia menulis naskah Drupadi dalam versi dirinya sendiri. Namun ia tidak merunut atau memperbaharui kisah klasik yang sudah popular, terutama di kalangan seniman di Bali.

Dengan kekuatan sebagai seorang sastrawan sekaligus wartawan, ia menggunakan kekuatan teks itu untuk merespons realitas timpang yang terjadi di tengah masyarakat. Ia merasa prihatin terhadap berbagai kejadian yang melecehkan perempuan di berbagai belahan dunia.

Ketimpangan-ketimpangan itu, misalnya ada pemuka agama yang melecehkan para murid perempuan, ada pula perempuan yang dibunuh karena alasan atribut agama. “Kita masih bisa menderetkan lagi kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan,” kata Putu.

Putu Fajar Arcana menggali kembali sistem nilai yang terdapat dalam kisah “Drupadi”. Apa yang dialami oleh Drupadi sepanjang hidupnya, hampir selalu diposisikan sebagai “penurut”. “Makanya, ia menggugat dengan melontarkan pertanyaan, apa karena aku perempuan?” ujar Putu.

Harus diakui juga peran besar Dibal Ranuh dalam pementasan ini. Sebagai sutradara visual, ia berhasil menyuguhkan pertunjukan visual yang menawan sekaligus memberi kekuatan pada adegan-adegan di atas panggung.

Dibal Ranuh mengakui ia banyak menggali inspirasi dari lakon monolog yang ditulis Putu Fajar Arcana ini. “Naskahnya sendiri sudah visual, jadi saya tinggal menerjemahkannya ke dalam citraan visual dengan menggunakan teknologi,” kata Dibal.

Monolog Drupadi di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Bali | Photos by @Guswib_

Dibal berharap kelak akan semakin banyak bentuk-bentuk teater yang menggunakan teknologi sebagai basis berkreativitas. “Teknologi itu keniscayaan, sekarang kita menggunakannya setiap hari. Jadi sebaiknya seni juga memanfaatkannya untuk melahirkan karya yang menarik,” ujar Dibal.

Pertunjukan “Drupadi” diakhiri dengan adegan Dewi Drupadi mencapai moksa. Jasadnya secara gaib menghilang ke dalam pohon banyan besar, yang ditayangkan dalam video mapping. Ending cerita ini, menempatkan Drupadi dalam posisi yang amat agung, sehingga Sang Maha Pencipta memberinya jalan menuju pencerahan.

[][][]

Pentas Teater Monolog Drupadi ini bagian dari Festival Seni Bali Jani (FSBJ) IV/2020 yang digelar Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan Bali.

Pementasan ini ditonton kalangan seniman di Bali. Terlihat juga dalam kursi penonton seniman patung Nyoman Nuarta yang datang khusus dari Bandung bersama keluarga.

Menurut Nuarta, pertunjukan “Drupadi” termasuk salah satu pertunjukan yang cerdas. “Ini penulis naskah dan sutradaranya cerdas. Ia tahu persis selera penonton masa kini. Disajikan dengan indah, mengalir, dan berisi,” katanya.

Nuarta bahkan mengusulkan, sebaiknya Kemendikbud terus memberikan dukungan agar pementasan ini bisa dilakukan di berbagai kota. “Ya karena isu yang diusung ini amat penting, bolehlah Kemendikbud mementaskannya di kota seperti Jakarta, Bandung atau Yogyakarta,” kata pencipta patung Garuda Wisnu Kencana itu.

Direktur Perfilman, Musik, dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Ahmad Mahendra, menyatakan Ditjen Kebudayaan turut mendukung pentas ini.

Drupadi, yang digarap Arcana Foundation, mengeksplorasi kekuatan media baru sebagai basis berkesenian. “Ini upaya kreatif sekali, patut kita dukung,” katanya dari Jakarta.

Mahendra menyatakan ingin hadir langsung di Denpasar, tetapi ada tugas dadakan di Jakarta, sehingga ia menunda keinginannya untuk menyaksikan “Drupadi”.

Selain itu, tambahnya, pentas “Drupadi” tidak saja mengeksplorasi tradisi, tetapi lebih-lebih menjadi refleksi, yang bermanfaat sebagai pedoman moralitas bangsa. “Pentas ini penting sekali. Ia membicarakan isu perempuan, tanpa harus meniadakan satu sama lain dengan lelaki,” katanya. [T][Ole/*]

Putu Fajar Arcana dan Dibal Ranuh, Berdua Sutradarai Monolog “Drupadi” di Festival Seni Bali Jani 2022
“Help!” dari Teater Tanah Air: Mari Bantu Anak-anak Menyelamatkan Bulan
Tags: Festival Seni Bali JaniFestival Seni Bali Jani 2022MonologPutu Fajar ArcanaTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Festival Yogaboga Nusantara di Tabanan: Yoga untuk Vibrasi Positif

Next Post

Menua Bersama Ayah | Cerpen Devy Gita

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Menua Bersama Ayah | Cerpen Devy Gita

Menua Bersama Ayah | Cerpen Devy Gita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co