2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Help!” dari Teater Tanah Air: Mari Bantu Anak-anak Menyelamatkan Bulan

tatkala by tatkala
October 12, 2022
in Panggung
“Help!” dari Teater Tanah Air: Mari Bantu Anak-anak Menyelamatkan Bulan

Pementasan Teater Tanah Air di Taman Budaya Denpasar serangkaian Festival Seni Bali Jani IV tahun 2022

Penampilan Teater Tanah Air yang diasuh Jose Rizal Manua memberi warna ceria pada perhelatan Festival Seni Bali Jani IV di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Bali, Selasa malam, 11 Oktober 2022.

Ceria, bukan hanya karena teater ini menampilkan pemain anak-anak, melainkan karena anak-anak yang bermain di atas panggung itu benar-benar berlaku seperti air. Seperti air yang baru saja keluar dari mata air: Jernih dan alami dengan suara gemericik yang segar dan murni,  sehingga kegembiraan, kesedihan, ketegangan, juga adalah kegembiraan, kesedihan dan ketegangan khas anak-anak.

Naskah “Help!” yang ditulis Putu Wijaya ini memang bisa dimainkan dengan gaya apa saja. Namun Jose Rizal Manua memainkan dengan gaya bermain. Permainan khas anak-anak, permainan visual, permainan panggung.

“Help!” bercerita tentang dua robot jahat menembak bulan. Dua robot itu juga menculik seorang anak. Anak-anak melakukan upaya menyelamatkan bulan. Mereka pantang menyerah. Robot itu  mengurung anak-anak dalam selubung transparan. Namun, dengan semangat persatuan dan cinta tanah air, mereka bisa bebas. Lalu dengan gotong royong mereka menyatukan kekuatan, sehingga robot jahat itu bisa mereka kalahkan. Bulan pun kembali bersinar terang.

Jose Rizal Manua sebagai sutradara sangat sadar dengan kekuatan anak-anak. Anak-anak diberi busana penuh warna. Panggung pun jadi penuh warna. Satu anak menjadi pemimpin, anak-anak lain mengikuti dalam arena permainan yang menyenangkan. Riang dan juga lucu.

Salah satu adegan robot jahat menembak bulan dan menculik anak-anak

Mereka menari dan menyanyi bersuka ria menolak segala kekerasan dan perang yang dapat menghancurkan kedamaian dunia. Suasana pertunjukan menjadi sangat akrab, ketika salah satu anak mengajak penonton meluncurkan kapal terbang dari kertas yang sebelumnya sudah ditaruh di tempat duduk penonton.

Dari adegan “menerbangkan kapal kertas” itu bisa ditarik semacam pesan, “Ayo, bantulah anak-anak menyelamatkan bulan!”

Jadi, orang dewasa sebaiknya membantu anak-anak untuk tetap menjadi anak-anak. Jangan dipaksa mereka menjadi dewasa sebelum waktunya.  Jika harus mengikuti permintaan anak-anak, ya, ikuti saja.

Bisa dibayangkan betapa dekat pemain anak-anak itu dengan Jose Rizal Manua, sang sutradara. Jika tak dekat, misalnya anak-anak itu dicomot begitu saja tanpa dikenal dengan baik terlebih dulu, maka tak mungkin anak-anak itu bisa begitu natural di atas panggung. Tentu karena Jose Rizal Manua, tanpa perlu konfirmasi lagi, melakukan proses pendekatan yang panjang dengan anak-anak.

Di halaman facebook milik Jose Rizal Manua, terlihat betapa Jose Rizal begitu akrab dengan anak-anak di luar panggung. Ia mengajak anak-anak bermain dan berwisata ke sejumlah obyek di Bali, seperti di Desa Penglipuran. Kelompok teater yang anggotanya sama-sama orang dewasa, bermain ke obyek wisata mungkin bukan cara yang menarik dipilih untuk melakukan pendekatan sesama pemain.

Penampilananak-anak asuhan Jose Rizal Manua memang mempesona di atas panggung. Para pemeran bergerak lincah menari-nari di permukaan layar yang bergerak dinamis. Ekspresi gembira didukung permainan cahaya serta dipadu dengan video yang ditembakkan ke layar putih menambah suasana indah. Terkadang memperlihatkan bulan purnama, keelokan alam dan budaya Tanah Air, alam semesta, angkasa luar hingga isi pesawat antariksa.

Adegan demi adegan dibangun dengan gaya khas anak-anak. Bagaimana anak-anak merasa kehilangan, bagaimana mereka menyikapi kehilangan itu, seakan mampu menarik penonton untuk tetap ditarik pada situasi anak-anak.

Jose Rizal Manua mengatakan, meski Teater Tanah Air sudah biasa pentas di banyak tempat, termasuk  di luar negeri. Tampil di Bali tentuber beda dengan penampilan sebelumnya di tempat lain. Naskahnya sama karya Putu Wijaya, namun dalam penampilan kali ini lebih mengutamakan unsur-unsur air, baik dalam bentuk pantomim ataupun visual film.

 “Tema air dieksplor dalam visual ada pantomim supaya tidak verbal yang tak hanya bicara tenntang air. Secara simbolis dan segala astistitk semua diperhitungkan. Maka itu, ada anak kecil yang umur lima tahun mendongeng tentang air,” katanya,

Para pemain anak-anak itu juga berganti-ganti. Anak-anak yang sudah pernah tampil di Jerman lalu diganti untuk pentas di Jepang, lalu diganti lagi untuk pentas di Bali. Pemain-pemain baru selalu ada.

Jose Rizal Manua selalu merekrut anak-anak baru, sehingga pengalamannya bisa berganti-ganti secara estafet, dan tak hanya itu-itu saja.  Dan memang itulah tujuan utama Teater Tanah Air.

“Sekarang ini, kami melibatkan anak umur dua tahun sampai umur 16 tahun. Saya selalu ingin menyuguhkan pertunjukan yang lain khusus untuk anak-anak,” kata Jose.

Keceriaan anak-anak Tetaer Tanah Air bermain di atas panggung

Pementasan ini, kata Jose, bicara tentang gotong-royong, tentang cinta tanah air, tentang menolak perang, jadi anak-anak menolak perang dengan menari. Artinya, dari pada berperang lebih baik menari.

“Sebut saja Perang di Rusia dengan Ukraina, kita sedih sekali melihat peristiwa seperti itu. Semua itu akan menghancur tujuan sebuah negara, peradaban, kebudayaan karena mengumbar ego. Pesan itulah yang ditawarkan di pertunjukan ini,” ujar Jose Rizal Manua. [T][Ole]

“The Water Soul“ dari Dekgeh Dance Art Community: Kisah Air Mengalir dalam Tubuh Penari
Sejarah Indonesia Modern Sekali Klik — Catatan Mengalami Peristiwa Hal-19: Wajah Pecah Sejarah Indonesia Modern oleh Kalanari Theatre Movement
Tags: Festival Seni Bali JaniFestival Seni Bali Jani 2022Jose Rizal ManuaTeaterTeater Tanah Air
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“The Water Soul“ dari Dekgeh Dance Art Community: Kisah Air Mengalir dalam Tubuh Penari

Next Post

Pesona Pemain Timnas di Turnamen Bola Voli Tajun Cup III dan Dampaknya Bagi Buleleng

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Pesona Pemain Timnas di Turnamen Bola Voli Tajun Cup III dan Dampaknya Bagi Buleleng

Pesona Pemain Timnas di Turnamen Bola Voli Tajun Cup III dan Dampaknya Bagi Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co