3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Harapan Tokoh Muda Hindu di Nusantara pada Prof Duija: Sentuhlah Umat di Pedalaman Indonesia

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
September 24, 2022
in Liputan Khusus, Pilihan Editor
Harapan Tokoh Muda Hindu di Nusantara pada Prof Duija: Sentuhlah Umat di Pedalaman Indonesia

Foto-foto: Istimewa

Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI kini dijabat Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si. Guru Besar Universitas Hindu Negeri (UHN) Bagus Sugriwa Denpasar ini dilantik Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di Auditorium HM Rasyidi, Gedung Kementerian Agama RI, Jumat, 16 September 2022.

Bagi umat Hindu di Indonesia, ini bisa disebut sebagai peristiwa besar. Tentu karena Prof Duija sejak awal dikenal memiliki visi misi dalam memajukan Hindu Nusantara. Artinya, meski lahir di Bali dan berumah di Bali, ia tak tak melulu memperhatikan Hindu di Bali, melainkan juga Hindu di Nusantara.

Prof Duija lahir di Bangli, 31 Desember 1967. Istrinya, Ni Luh Yeni Rosani, dengan setia mendampinginya saat pelantikan di Jakarta.

Saat memberi keterangan di sekitar hari pelantikan, Prof Duija menyatakan tetap pada visi-misinya membangun dan memajukan umat Hindu Nusantara. Dan ia berjanji akan menyerap aspirasi yang muncul dari nilai-nilai kearifan local di masing-masing daerah di Nusantara.

“Jabatan Dirjen adalah sebuah amanah yang sejatinya semua komponen umat Hindu harus bersatu dengan semangat yang sama dalam membangun dan memajukan Hindu Nusantara,” kata Prof Nengah Duija dalam keterangannya usai dilantik sebagaimana dikutip Nusa Bali.

Sentuhlah Umat di Pedalaman

Pelantikan Prof Duija sebagai Dirjen Bimas Hindu mendapat sambutan dari sejumlah tokoh muda Hindu yang tergabung dalam organisasi-organisai pemuda Hindu di Nusantara. Mereka tentu saja mendukung, sekaligus punya harapan besar pada Prof Duija yang akan membawa kemajuan Hindu di masa mendatang.

Harapan datang dari Putu Nopa Gunawan yang kini mememegang tampuk pimpinan sebagai Ketua DPP Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Sulawesi Selatan.

“Kami menyambut baik karena telah dilantiknya Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI yang baru, kerena dengan adanya dirjen defenitif tentu kita harapkan memiliki power yang lebih lagi dalam pelayanan umat,” katanya.

Putu Nopa Gunawan

Prof Duija, kata Putu Nopa, sudah sangat berpengalaman di bidang akademik khususnya Hindu. Pengalaman itu tentu  menjadi modal terbesar bagaimana ke depan ia dapat memimpin Ditjen Bimas Hindu.

“Kami berharap Beliau dapat meneruskan program-program baik yang sudah dibuat oleh Dirjen sebelumnya,” kata Putu Nopa.

Program-program yang baik itu, kata Putu nopa, dimaksimalkan lagi, terutama membangun Hindu melalui pemberdayaan umat di pinggiran.

“Karena tidak kita pungkiri masih banyak umat Hindu yang terpinggirkan khususnya kami di Sulawesi Selatan,” kata Putu Nopa.

Dirjen sebelumnya, kata Putu Nopa, sudah sempat datang melihat langsung kondisi umat Hindu di Sulawesi Selatan, khususnya di Sidrap, Toraja dan Mamasa. Dirjen itu adalah Dirjen pertama yang datang langsung ke kantong-kantong umat di pedalaman.

“Harapan kami mereka (umat di pedalaman) mendapat sentuhan lebih banyak dari Ditjen Bimas Hindu,” ujar Putu Nopa.

Putu Nopa mengatakan, Peradah Sulawesi Selatan sangat siap untuk dilibatkan dalam pembangunan dan pemberdayaan umat khususnya di Sulawesi Selatan.

Harapan serupa datang dari Candra Wardana. Tokoh muda ini adalah Ketua PD KMHDI Kalimatan Tengah sekaligus dikenal sebagai Tokoh Pemuda Hindu Kaharingan.

Ia menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Prof Duija sebagai Dirjen Bimas Hindu yang baru. “Semoga dapat menjalankan amanah dengan baik untuk mengabdi ke pada umat Hindu,” ujarnya.

Ia berharap, dengan dilantiknya dirjen yang baru, semoga Hindu Nusantara terus digaungkan. “Secara khusus kami berharap dirjen dapat melihat Hindu bukan hanya di Bali tapi juga di wilayah lain,” katanya.

Candra Wardana

Program dirjen,  kata Candra, harus lebih diutamakan kepada kegiatan-kegiatan untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) Hindu di mana pun berada

Dan yang terpenting, menurut Candra, mampu menjaga perbedaan yang terjadi di kalangan Hindu hari ini semisal konflik-konflik antar sekte.

“Kehadiran dirjen yang baru ini bisa menjadi mediator permasalahan Hindu hari ini,” ujar Candra.

Harapan juga datang dari Gunawan Tasijawa. Tokoh pemuda Hindu dari Maluku ini adalah Ketua Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Indonesia (PC KMHDI) Ambon yang juga dikenal sebagai Tokoh Pemuda Hindu Buru.

Menurut Gunawan, dilantiknya Prof Duija selaku Ditjen Bimas Hindu RI,  berarti Prof Duija telah menjadi pimpinan tertinggi untuk umat Hindu di seluruh Nusantara.

Maka dengan itu, ia berharap agar Prof Duija bisa netral dan punya perhatian penuh untuk umat Hindu di Indonesia  yang berada pada berbagai kepulauan.  Sebab, kata Gunawan, dilihat dari segi perkembangan umat Hindu di Indonesia khususnya untuk pendidikan, ekonomi bahkan pembangunan, masih belum mencapai nilai 100.

Gunawan Tasijawa

Hal terpenting yang diharapkan Gunawan dari Maluku adalah soal kartu kependuukan Hindu. Ia berharap Prof Duija bisa membantu umat yang terkendala dengan kartu kependudukan umat Hindu.  Di dalam kartu kependudukan umat masih terdapat pemeluk agama kepercayaan.

Harapan besar saya agar pengakuan agama Hindu dari masalah-masalah semacam itu bisa diakomodir dengan sebaik-baiknya.

“Namun kami tahu bahwa ini tugas dan tanggung jawab Kementerian Agama dan pemerintah kabupaten kota,  akan tetapi kami memberikan harapan untuk Prof.Dujia selaku Ditjen Bimas Hindu RI yang punya dukungan penuh terhadap lembaga-lembaga keagamaan Hindu baik secara nasional maupun daerah,” katanya..

Majukan SDM Hindu

Salah satu poin penting yang juga menjadi harapan tokoh-tokoh muda Hindu di Nusantara adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM) Hindu, dari kota hingga ke pelosok-pelosok.

Ketia PC KMHDI Buleleng Ni Luh Sinta Yani berharap Dirjen Bimas Hindu bisa mengembangkan SDM Hindu yang berkualitas melalui dukungan-dukungan pendidikan untuk generasi muda Hindu.

Apa saja bentuk dukungannya? “Semisal pemberian beasiswa dari tingkat SD sampai bangku perkuliahan,” kata Sinta Yani.

Dukungan terhadap pendidikan Hindu, kata Sinta Yani, sangat penting untuk melahirkan calon-calon pemimpin Hindu yang berkualitas serta siap menjawab tantangan ke depannya.

Ni Luh Sinta Yani

Pemimpin Hindu yang berkualitas nantinya juga bisa menyelesaikan berbagai persoalan Hindu yang hari ini memiliki sejumlah persoalan.

Seperti dikatakan Ketua Presidium PP KMHDI I Putu Yoga Saputra. Menurut Yoga Saputra, permasalahan umat Hindu hari ini cukup rumit.  Antara lain masalah perekonomian, pendidikan, sosial budaya, peribadatan.

“Masih banyak lagi dan panjang kalau dipaparkan persoalan Hindu hari ini. Belum lagi persoalan konflik di internal kehinduan,” kata Yoga.

Untuk itulah, kata Yoga Saputra, KMHDI berharap ada penyegaran gagasan dan solusi untuk masalah-masalahitu. Dan harapan itu dialamtkan kepada dirjen yang baru.

Yoga Saputra

“Dirjen baru diharapkan mampu menjadi leading sektor bersama seluruh instrumen keumatan, menyusun visi bersama untuk menuju hindu yang lebih baik lagi,” kata Yoga Saputra.

Jangan Hanya Bicara Agama

Sekretaris DPP Peradah Indonesia Bali IK Eriadi Ariana (Jero Penyarikan Duuran Batur) punya harapan yang lebh lantang. Ia berharap dirjen baru bisa menguatkan cara pandang umat Hindu di Nusantara bahwa Hindu di Nusantara memang beragam yang tidak bisa digeneralisasi.

“Dirjen harus bisa menjaga dan merawat setiap tradisi Hindu di Nusantara, memberinya hidup sesuai dengan tata laku yang ada,” kata Jero.

Ditjen Bimas Hindu, kata Jero, diharapkan dapat lebih meningkatkan kapasitasnya sebagai pembimbing umat.

“Peningkatan SDM Hindu adalah langkah wajib yang harus dilakukan. Semoga bisa ada program-program beasiswa untuk memfasilitasi SDM Hindu dalam meningkatkan kapasitas diri di segala bidang,” ujarnya.

SDM Hindu, kata Jero Penyarikan Duuran, jangan hanya bisa membicarakan agama dan tentang hal-hal yang bersifat transendental, tapi juga mampu menguasai ilmu-ilmu modern, seperti kesehatan, ekonomi, politik, sosial, teknologi, dan lain-lain.

Sehingga, dengan begitu, ke depan akan semakin banyak umat Hindu menjadi tokoh-tokoh nasional dan dunia, tanpa tercabut dengan akar keyakinan dan tradisi.

“Kalau diandaikan, bagaimana SDM Hindu bisa tumbuh dalam kesadaran nilai-nilai Hindu, berlaku menurut laku nilai Hindu, tapi mampu bicara dalam bidang-bidang ilmu modern,” katanya.

Yang terpenting, kata Jero, Dirjen Bimas Hindu di bawah kepemimpinan Prof Duija bisa melirik kembali teks-teks Nusantara, melakukan pengkajian, kemudian menerbitkannya untuk bisa diakses umat.

Prof Duija dan Jero Penyarikan Duuran Batur

Saat ini, lanjut Jero, kita harus menyadari bahwa kita kekurangan dasar tumpuan dalam berupaya menyusun laku sebagai umat Hindu. Ada kesenjangan antara teks dan pembacanya, sehingga ada ruang kosong dan akhirnya diisi oleh mereka yang memiliki narasi kuat.

Tidak salah jika narasi-narasi itu tumbuh, dilirik, dan dianut oleh masyarakat, karena mereka memberi asupan rohani dan mental kepada masyarakat yang berada di persimpangan tradisional versus modern; laku agraris versus industri; laku yang guyub ke individualisme.

Dirjen Bimas Hindu sebagai representasi negara dapat melirik teks-teks tradisional seperti tutur, kakawin, babad, dan lain-lain, kemudian disajikan dalam edisi yang kekinian.

“Narasi-narasinya bisa dialih wahana dan menggunakan media-media alternatif agar dapat menggugah kesadaran masyarakat sejak dini,” kata Jero Penyarikan Duuran. [T]

Reporter: Tim Liputan Khusus
Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra
Editor; Made Adnyana

Laris Manis Prodi PGSD di Perguruan Tinggi, Hitung-hitung Bisa Cepat Balik Modal

Tags: hinduHindu NusantaraKMHDIPeradahProf. I Nengah Duija
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Film “Petualangan Tara & Pramana” Diputar, Wawali Denpasar Arya Wibawa Nonton

Next Post

Rumah Tubuh Puri Senja

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Hikayat Tuak

by Jaswanto
May 30, 2026
0
Hikayat Tuak

KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...

Read moreDetails

Ritual Menanam Beras Merah

by Jaswanto
May 28, 2026
0
Ritual Menanam Beras Merah

“RASANYA legit, gurih, dan lebih bertekstur,” ujar I Wayan Agus Saputra di suatu siang yang mendung di Kantor Desa Jatiluwih,...

Read moreDetails

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

by Jaswanto
May 15, 2026
0
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

Read moreDetails

Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

by Jaswanto
April 14, 2026
0
Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

PERAYAAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja tahun 2026 berlangsung sepanjang Maret dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas....

Read moreDetails

Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

by Jaswanto
March 20, 2026
0
Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

“SAYA belum pernah merasakan Nyepi di Bali; tapi sering diberitahu orang-orang kalau Nyepi di Bali itu kebanyakan tidak diisi dengan...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

HINGGA saat ini, di daerah Tejakula, sebut saja seperti Sembiran, Pacung, Julah, dan Bondalem, masih banyak perajin tenun. Tentu saja...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

PADA tulisan sebelumnya, saya telah uraikan bukti-bukti kuat yang menyatakan bahwa Bali Utara—khususnya wilayah Tejakula dan sekitarnya—merupakan jalur dagang pada...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

DALAM sejarah, Singaraja (Buleleng) di Bali Utara tercatat sebagai jalur perdagangan yang semarak dan hidup. Apalagi saat wilayah yang didirikan...

Read moreDetails

Melihat Gambuh dari Kacamata Hitam dan Percakapan yang Menerus

by Agus Wiratama
January 9, 2026
0
Melihat Gambuh dari Kacamata Hitam dan Percakapan yang Menerus

BERJUMPA dengan pelaku Gambuh Batuan, membuat saya bertanya: “Tubuh yang membentuk tari, atau tari yang membentuk tubuh? Karya yang membentuk...

Read moreDetails

Kontak Sosial Singaraja-Lombok: Dari Perdagangan, Perkawinan hingga Pendidikan

by Jaswanto
February 28, 2025
0
Kontak Sosial Singaraja-Lombok: Dari Perdagangan, Perkawinan hingga Pendidikan

SEBAGAIMANA Banyuwangi di Pulau Jawa, secara geografis, letak Pulau Lombok juga cukup dekat dengan Pulau Bali, sehingga memungkinkan penduduk kedua...

Read moreDetails
Next Post
Rumah Tubuh Puri Senja

Rumah Tubuh Puri Senja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co