7 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Seni dalam Keseharian Bukan Omong Kosong”—Percakapan yang Tertinggal Setelah Temu Seni

Bryan Ferguson by Bryan Ferguson
September 9, 2022
in Persona
“Seni dalam Keseharian Bukan Omong Kosong”—Percakapan yang Tertinggal Setelah Temu Seni

Ketika bertemu dengan Razan Wirjosandjojo di Temu seni Tari Indonesia Bertutur 2022, saya merasa wajahnya sangat familiar, dan “Sepertinya kami pernah bertemu,” pikir saya. Setelah berbincang-bincang pada beberapa kesempatan, saya baru tahu bahwa Razan—begitu biasa ia disapa—pernah mengajar untuk salah satu kelas di kampus saya. Ya, di kampus. Walaupun waktu itu ia baru lulus SMA.

Razan Wirjosandjojo dalam Sesi Sharing Method di Gunung Kawi

Razan memang sudah akrab dengan aktivitas kesenian sejak kecil. Ketika SD, ia sudah suka melukis, dan ketika SMP—ketika film step-up muncul dan sedang booming di Jakarta—ia mulai berkecimpung di dunia tari secara otodidak. Memang dari kecil Razan lebih suka dengan hal-hal yang berhubungan dengan ketubuhan dan karena itu dari segala jenis kesenian yang dijalani Razan, menari menjadi salah satu yang ia tekuni kemudian hari, dan secara bertahap, ia mulai berjejaring dengan teman-teman penari lainnya, hingga ia bekerja sebagai penari dan pengajar di Gigi Art of Dance Jakarta.

Puri Senja (kiri) dan Razan Wirjosandjojo (kanan) dalam Sesi Sharing Method di halaman hotel Amatara Agung Raka, Ubud

Sebagai usahanya untuk masuk lebih mendalam dan profesional di dunia tari, razan memutuskan untuk berkuliah di ISI Surakarta. Dari sana, ia mendapat wawasan baru tentang tari sebagai suatu produk dan wujud dari kebudayaan, dan hal itu menciptakan banyak pertentangan pada diri Razan. Di ISI Surakarta, ia mempelajari tari tradisi Jawa yang secara fisik sempat ia rasa sulit.

Setelah lulus dari ISI, Razan mempelajari banyak hal yang mengokohkan praktiknya dalam tari. Dan, ketika percakapan kami berlangsung, ia menekankan bahwa bagaimana ekspresi tubuh tidak dibatasi oleh bentuk fisik saja, tapi menjadi sesuatu yang lebih luas lagi, dan merepresentasikan tubuh itu sendiri.

Penampilan Bagus Bang Sada dan Razan Wirjosandjojo di Teges Kanginan dalam Program Kunjungan Budaya

Ide bisa muncul di mana saja. Percayalah. Ketika mencari gagasan, Razan selalu menelisik hal-hal yang dekat dengan sekelilingnya. Lalu, ia akan berangkat menuju pertanyaan-pertanyaan, kemudian mengkritisi hal-hal yang menjadi gagasannya, seperti: untuk siapa karya itu diciptakan, bagaimana dampak yang diharapkan dari karya yang akan digarap, dan sebagainya. Dari hal-hal tersebut, ia merajut semuanya menjadi sebuah gagasan utuh.

Kurang lebih 4 tahun hidup nyantrik di Studio Plesungan membuat pola pikir Razan berubah dari sebelumnya, dan saya bertanya pada Razan, “Apa yang berubah?” Ia menjawab dengan tenang sebagaimana pembawaannya sehari-hari. “Satu hal yang aku pelajari dari Studio Plesungan adalah seni itu terafiliasi dalam hidup kita. Itu bukan omong kosong.” Katanya.

Sebagai seniman, ia berpendapat bahwa apa yang kita lakukan adalah seni. Bahkan dari cara menyapu pun bisa dianggap sebagai seni. Seni bukan hanya dilihat dalam konteks tari-tarian, lukis-lukisan, nyanyi-nyanyian saja, tapi cara kita melihat kehidupan pun bisa dibilang sebagai seni itu sendiri. Mendengar hal ini, cukup membuat saya terkekeh-kekeh, memutar kepala sebelum akhirnya saya bergumam, “sepakat”.

Ternyata apa yang dikatakan orang banyak ada benarnya, bahwa “Hidup adalah panggung sandiwara” dan saya melihat Razan sebagai seniman yang berada di atas panggung tersebut. Seakan ia selalu siap untuk menunjukan sesuatu dari hal yang dilakukannya. Hal ini pun saya rasakan ketika mengobservasi Razan selama acara Temu Seni Tari Indonesia Bertutur yang diadakan oleh Kemendikbudristek ini.

Ada sebuah aura presensi yang terpancar begitu kuat pada dirinya. Entah itu hanyalah pembawaannya yang tenang tetapi mengintimidasi atau memang itu adalah sebuah dramaturgi yang sengaja Razan ambil untuk menunjukan diri. Saya hanya bisa menebak.

Penampilan Razan Wirjosandjojo di Mandala Wisata, Desa Bedulu dalam Sesi Presentasi Pertunjukan Tari

Saya percaya bahwa Razan memiliki sejarah latihan yang terbentang cukup lebar, dan ia menyebutkan beberapa seniman yang menginspirasinya hingga saat ini. Katsura Kan, seorang seniman Butoh—sebuah bentuk teater tari Jepang yang mencakup beragam aktivitas, teknik, dan motivasi untuk tarian, pertunjukan, ataupun gerakan—salah satu orang yang menginspirasinya. Baginya, Katsura Kan menarik dari segi caranya pengajaran; Katsura Kan tidak berhenti pada vokabuleri saja, tetapi Katsura Kan justru mampu mentranslasi imajinasi ke dalam tubuhnya.

Elemen Butoh yang Razan pelajari ketika ia melihat Katsura Kan bisa saya lihat secara langsung di pertunjukan Razan. Pada pertunjukannya, Razan membawa seekor ayam hidup dan ia menari bersama ayam itu. Dapat terlihat jelas, Razan terpengaruh oleh estetika Butoh di pertunjukan ini. Saya seakan-akan dibawa balik lagi pada tahun 1959 untuk melihat ulang salah satu karya butoh pertama yang berjudul “Kinjiki” dari Tatsumi Hijikata.

Razan tidak pernah terpaku terhadap tema-tema tertentu saja dalam berkesenian. Baginya, ia sendiri bagaikan ikan yang tahu dirinya sedang berenang di air, tetapi tidak bisa melihat air itu sendiri. Saat ini, Razan sedang tertarik dengan fenomena subkultur alay dan bagaimana tersentralisasinya ruang hidup orang-orang Indonesia di kota-kota besar.

Razan Wirjosandjojo (kiri), Priccilia Elizabeth Monica Rumbiak (tengah), Kurniadi Ilham (kanan) dalam sesi Presentasi  Pertunjukan Tari di Mandala Wisata, Desa Bedulu

Tidak hanya itu, saat ini ia sedang bereksperimen tentang menghidupkan kembali memori orang mati melalui tubuh. Gagasan ini terinspirasi dari kenangan ayah Razan. Tapi hal yang ia tekankan adalah ia menghindar untuk membuat karya yang “bagus”.

Baginya, hasrat untuk menciptakan karya yang bagus akan menghancurkan esensi dari karya itu sendiri. Sebab, keinginan untuk menciptakan hal yang bagus kadang membuat kita cenderung memasukan hal-hal yang tidak perlu, “Kadang karya-karya masterpiece itu berangkat dari hal yang sederhana,” tambahnya.

Berbicara langsung secara intim dengan Razan cukup menarik bagi saya. Ia paham betul apa yang ia lakukan saat berkesenian selama ini. Barangkali, hal ini ada kaitannya dengan dirinya yang cukup banyak bergaul di berbagai macam ekosistem kesenian.

Jujur, pertemuan singkat kami di acara Temu Seni Tari Indonesia Bertutur yang terselenggara di Bali ini memberikan bekas yang cukup panjang bagi hidup saya sendiri. Saya tidak sabar untuk melihat perkembangan Razan dan apa yang akan ia lakukan ke depan. [T]

  • BACA artikel lain tentang Temu Seni Tari Indonesia Bertutur
  • Tags: Indonesia Bertuturseni tariTemu Seni Tari
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Lihadnyana Berharap PKK Berperan untuk Kemajuan Perekonomian Buleleng

    Next Post

    Festival Film Wartawan Indonesia : 123 Judul Film Siap Dinilai

    Bryan Ferguson

    Bryan Ferguson

    Aktor dan penari, Jakarta-Badung

    Related Posts

    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    by Jaswanto
    June 24, 2026
    0
    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

    Read moreDetails

    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    by Dede Putra Wiguna
    June 2, 2026
    0
    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

    Read moreDetails

    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    by Dede Putra Wiguna
    May 30, 2026
    0
    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

    Read moreDetails

    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    by I Gede Made Surya Darma
    May 22, 2026
    0
    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

    Read moreDetails

    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    by Nyoman Budarsana
    May 20, 2026
    0
    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

    Read moreDetails

    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    by Dede Putra Wiguna
    May 4, 2026
    0
    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

    Read moreDetails

    Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

    by Dede Putra Wiguna
    April 27, 2026
    0
    Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

    DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

    Read moreDetails

    I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

    by Made Adnyana Ole
    April 21, 2026
    0
    I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

    PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

    Read moreDetails

    I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    by Made Susanta Dwitanaya
    March 26, 2026
    0
    I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

    Read moreDetails

    Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

    by Dede Putra Wiguna
    March 13, 2026
    0
    Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

    DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

    Read moreDetails
    Next Post
    Festival Film Wartawan Indonesia : 123 Judul Film Siap Dinilai

    Festival Film Wartawan Indonesia : 123 Judul Film Siap Dinilai

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

      23 shares
      Share 23 Tweet 0
    • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Memaknai Singaraja Literary Festival –Mengubur Sekat Kedisinian dan Kedisanaan
    Esai

    Memaknai Singaraja Literary Festival –Mengubur Sekat Kedisinian dan Kedisanaan

    SINGARAJA Literary Festival (SLF)  IV   berlangsung sangat meriah selama 3 hari (Jumat-Minggu, 3-5 Juli 2026) di Kawasan Pusat Peradaban Bali...

    by I Nyoman Tingkat
    July 7, 2026
    Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar
    Khas

    Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

    MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

    by Agung Sudarsa
    July 7, 2026
    ’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
    Esai

    Negeri yang Sakit dan Ambulans yang Berbelok-Belok

    PENGALAMAN mendengar Ambulan Zig Zag karya Iwan Fals memang seperti mendengar sirene yang tak pernah benar-benar berhenti. Sirene itu tidak...

    by Ahmad Sihabudin
    July 7, 2026
    Prakriti–Pustaka–Padma 2026: Meneguhkan Seni Kriya sebagai Ruang Dialog Lintas Budaya
    Pameran

    Prakriti–Pustaka–Padma 2026: Meneguhkan Seni Kriya sebagai Ruang Dialog Lintas Budaya

    PAMERAN seni rupa bertajuk Prakriti–Pustaka–Padma 2026 di Museum ARMA, Ubud, menghadirkan ruang apresiasi yang kaya akan keberagaman medium, gagasan, dan...

    by Nyoman Budarsana
    July 7, 2026
    Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026
    Khas

    Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

    BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

    by Nyoman Budarsana
    July 6, 2026
    Disobedience Day dan For Hati Baki, Ketika Keberanian Bertanya Menjadi Bentuk Cinta kepada Bali
    Esai

    Disobedience Day dan For Hati Baki, Ketika Keberanian Bertanya Menjadi Bentuk Cinta kepada Bali

    TIDAK semua bentuk ketidakpatuhan merupakan tindakan negatif. Dalam sejarah peradaban manusia, justru banyak perubahan besar lahir dari keberanian seseorang mengatakan...

    by Agung Sudarsa
    July 6, 2026
    Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK
    Esai

    Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

    BISA jadi akan muncul celetukan ‘kalo gak cocok sama gaji yah keluar saja, cari perguruan tinggi yang gajinya besar’. Celetukan...

    by Nur Inayah Yushar
    July 6, 2026
    Pentingnya Menggali Tradisi agar Tidak Mati
    Esai

    Pentingnya Menggali Tradisi agar Tidak Mati

    Tradisi merupakan akar kehidupan suatu masyarakat. Ia bukan sekadar kumpulan kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi, melainkan fondasi yang...

    by Nyoman Mariyana
    July 6, 2026
    Membongkar Praktik Artistik Pada Puisi Sebatang Kara: Dalam Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”
    Ulas Rupa

    Membongkar Praktik Artistik Pada Puisi Sebatang Kara: Dalam Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”

    SEPERTI sajian pada menu makan bergizi, yang ditimbang, ditakar, hingga diukur kepada siapa porsi makan ini layak dihidangkan. Kepada tubuh...

    by Mahesa Putra
    July 6, 2026
    Perhelatan Perupa dan Penyair: Pekan Kedua Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”
    Pameran

    Perhelatan Perupa dan Penyair: Pekan Kedua Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”

    PALEMBANG pada 21 Juni 2026 memang sedang garang-garangnya, seolah tidak menyisakan kulit untuk bersantai dan dibelai lembut oleh kehadirannya. Asmaran...

    by Adwan SA
    July 6, 2026
    Antara Sakral dan Profan: Nyongkolan di Persimpangan Budaya Sasak
    Kritik Seni

    Antara Sakral dan Profan: Nyongkolan di Persimpangan Budaya Sasak

    BENTANG alam Lombok tidak hanya sajikan keindahan panorama geografis, juga hadirkan teater kebudayaan yang terus bergerak. Kebudayaan Sasak, inti dari...

    by Arief Rahzen
    July 6, 2026
    Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra
    Panggung

    Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

    JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh...

    by Nyoman Budarsana
    July 6, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co