1 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kilas Balik Jegeg Bagus Tabanan 2022: “The Spirit of Ngerebeg”, Cantik dan Cerdas

Julio Saputra by Julio Saputra
August 16, 2022
in Khas
Kilas Balik Jegeg Bagus Tabanan 2022: “The Spirit of Ngerebeg”, Cantik dan Cerdas

Jegeg Bagus Tabanan 2022 | Foto Gung Kris

Dekorasi yang sederhana namun elegan tertata rapi menghiasi panggung di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan.  Beberapa orang mengenakan pakaian adat Bali terlihat lalu lalang mempersiapkan segala sesuatunya. Yang lelaki terlihat rupawan dengan setelan baju safari berwarna hitam.  Yang perempuan terlihat sangat menawan dalam balutan kebaya berwarna hijau, lengkap dengan sentuhan tata rias yang semakin mempercantik wajah masing-masing.

Sebagian dari mereka berjaga di meja registrasi, mempersilakan orang-orang yang datang untuk menuliskan nama dan membubuhkan tanda tangan. Sebagian lagi mengantar mereka menuju ke kursinya masing-masing. Mereka-mereka yang datang ternyata orang tua dari finalis Jegeg Bagus Tabanan 2022. Malam itu, 31 Juli 2022, bersama-sama mereka akan menyaksikan buah hati mereka di atas panggung dalam Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus Tabanan 2022 yang bertemakan “Pemahyuning Bhuana, Saka Nikang Rat, Sawen Ikang Ayu Prapta” yang berarti bangkit bersama mewujudkan harmoni semesta sebagai penanda spirit taksu Bali

Tim D’Organizer sedang melakukan sesi pengarahan sebelum acara dimulai dan mereka pun tos bersama | Foto: Sanga Story.

Sekitar pukul 18.00 WITA, sebuah video announcement ditayangkan di dua layar yang sudah berdiri tegak di depan panggung, di sebelah kiri dan sebelah kanan.  Seperti saat berada di bioskop, video tersebut memberi tahu orang-orang bahwa acara sebentar lagi akan dimulai.

Ketika semua orang mulai merapat dan mendekatkan diri, operator kemudian memutar video protokol kesehatan di masa pandemi yang memang belum sepenuhnya berakhir dan masih harus diwaspadai. Sebagai pembawa acara, Ni Putu Sri Pratiwi dan Gede Made Cahya Trisna Pratama kemudian menyapa siapa saja yang sudah datang ke tempat acara. Keduanya juga terlihat cantik dan menawan dalam balutan busana adat Bali yang elegan.

Salah satu orang tua finalis yang datang sedang mengisi daftar hadir | Foto: Sanga Story.

Bupati Sanjaya beserta jajarannya datang ke lokasi acara | Foto: Sanga Story.

Pembawaan mereka sebagai pembawa acara terkesan santai namun serius, kata-kata mereka mengalir dengan lancar dengan nada, intonasi, dan artikulasi yang enak didengar dan enak pula dirasakan. Karisma di antara keduanya saling menghidupkan. Kebetulan, mereka memang selalu berpasangan di atas panggung, sejak menjadi pemenang Jegeg Bagus Udayana 2017, Jegeg Bagus Tabanan 2018, sampai dinobatkan sebagai Jegeg Bagus Bali 2019 oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bali.

Tiwi dan Cahya menyapa hadirin yang datang | Foto: Sanga Story.

Mereka berdua juga memberikan ucapan selamat datang kepada para undangan yang turut hadir dalam acara malam itu, seperti para sponsor yang sudah mendukung acara, Jegeg Bagus Bali dan Jegeg Bagus Kabupaten atau Kota se-Bali, dan Duta Bahasa Provinsi Bali. Di samping itu, di kursi undangan juga terlihat beberapa pemangku kebijakan di lingkungan pemerintah kabupaten Tabanan, seperti Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H., M.M.

Juga kepada Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, S.E. beserta Ny. Widiartini Wirawan selaku Ketua GOW Kabupaten Tabanan. Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan dan Penglingsir Puri Kediri, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan beserta Ny. Santi Susila selaku Ketua DWP Kab. Tabanan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Tabanan, Kepala Perangkat Daerah Terkait di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan serta Kepala Bagian Terkait di Lingkungan Setda Kab. Tabanan, dan masih banyak lagi. Setelah menyambut seluruh undangan yang hadir, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama.

Realisme Magis “The Spirit of Ngerebeg”

Acara Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus Tabanan 2022 kemarin dimeriahkan dengan video dan tarian pembuka yang dibawakan langsung oleh kesepuluh pasang finalis Jegeg Bagus Tabanan 2022. Mereka mengangkat tradisi Ngerebeg sebagai inspirasi konsep grand final.

Tradisi Ngerebeg Keris Ki Baru Gajah merupakan tradisi yang dilaksanakan dari Puri Kediri menuju Pura Luhur Pekendungan. Tradisi ini memiliki makna dan spirit yang begitu kuat untuk keselamatan umat manusia. Malam itu seluruh finalis menghadirkan spirit tradisi Ngerebeg untuk mengenalkan kembali tradisi khas Tabanan serta sebagai wujud doa agar semua terhindar dari kaberebehan wabah penyakit yang terus menghantui.

Dalam video pembukaan yang ditayangkan, terlihat seluruh finalis beserta 3 besar Jegeg Bagus Tabanan 2019 berjalan beriringan. Mereka nampak sangat memesona dalam busana putih dan tata rias Bali. Perjalanan mereka dari Puri Kediri menuju Pura Luhur Pekendungan diiringi narasi yang menceritakan tentang asal mula adanya tradisi Ngerebeg.

Seluruh finalis naik ke atas panggung membawakn tarian pembuka The Spirit of Ngerebeg | Foto: Sanga Story.

Alkisah, sebuah desa di pesisir pantai selatan sedang mengalami kaberebehan wabah penyakit. Pada saat yang sama seorang pendeta yang sedang melakukan perjalanan suci, menerima wahyu untuk melakukan pemujaan di wilayah pesisir desa itu. Pemimpin desa kala itu yang dikenal dengan nama Ki Bendesa Beraban, kemudian menemui pendeta yang kemudian diketahui bernama Dhang Hyang Dwijendra untuk meminta petunjuk. Dang Hyang Dwijendra kemudian menganugerahkan sebuah pusaka yang dikenal dengan Keris Ki Baru Gajah kepada Ki Bendesa serta memerintahkan agar dilaksanakan upacara nangluk merana serta melaksanakan ritual ngerebeg.

Kaberebehan pun sirna setelah Ki Bendesa dan masyarakat desa melaksanakan upacara sesuai petunjuk dari Dang Hyang Dwijendra. Sesuai petunjuk sebelumnya, jika upcara ini tidak dilaksanakan secara rutin, maka kaberebehan tersebut akan kembali. Karena itulah hingga saat ini tradisi Nangluk Merana berupa Ngerebeg tetap dilaksanakan secara rutin setiap hari raya Kuningan. Dimana pada hari tersebut Keris Ki Baru Gajah yang disimpan di Puri Kediri akan diturunkan dari Gedong Simpen untuk selanjutnya distanakan di Pura Panti. Setelah dilaksanakan upacara di Pura Panti, peserta Ngerebeg kemudian berjalan kaki dari Puri Kediri menuju Pura Luhur Pekendungan yakni pura tempat Dang Hyang Dwijendra menerima wahyu untuk melaukan pemujaan yang berlokasi di desa yang sebelumnya mengalami kaberebehan tersebut yang saat ini dikenal dengan nama Desa Beraban. Dalam perjalanan Ngerebeg tersebut, peserta juga membawa pelepah enau yang diyakini sebagai penyisih atau menghalau segala macam hama dan wabah penyakit.

The Spirit of Ngerebeg oleh Finalis Jegeg Bagus Tabanan 2022 | Foto: Sanga Story.

The Spirit of Ngerebeg yang dibawakan finalis Jegeg Bagus Tabanan 2022 menjadi sebuah tanda bahwa kekayaan seni dan tradisi di Tabanan begitu beragam keberadaanya dan masih banyak untuk dijelajahi. Khasanah budaya tersebut akhirnya dapat memberi inspirasi untuk menciptakan sebuah karya yang mengagumkan. Di sanalah seniman dapat berekplorasi dan berekspresi. Seperti yang dilakukan I Putu Agus Suraditya, S.Sn dan Ni Ketut Vira Yunita S.Pd. Mereka adalah koreografer di balik tarian tersebut. Keduanya juga bersinergi bersama I Gusti Made Rahadi Winata, I Komang Gede Adi Surya Wibawa, dan I Kadek Bagus Adi Wahyu Wibawa dalam menata iringan karawitan yang kemudian dibawakan oleh Komunitas Seni Padma Buddharam.

I Putu Agus Suraditya, S.Sn mengatakan konsep tersebut tidak dicetuskan sendiri, melainkan bersama Pasemetonan Jegeg Bagus Tabanan. Ia bersama Vira yang membidangi seni kemudian membuat karya tari tersebut berlandaskan dari inspirasi serta esensi tradisi ngerebeg.

“Sebelum proses penggarapan, saya sempat melakukan sesi wawancara bersama Jro Arum selaku tokoh agama yang bekerja di Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Setelah melakukan wawancara dan mencari tahu esensi dari ngerebeg serta mencari judul yang tepat kemudian kami membuat karya ini. Proses kreatif dari karya ini dimulai dari kordinasi bersama penabuh untuk pembuatan gending/tabuhnya terlebih dahulu dengan jalan dan alur cerita yang telah disepakati, Barulah kami membuat geraknya berdasarkan iringan yang digarap serta suasana yang ingin disampaikan” ujarnya.

The Spirit of Ngerebeg diawali dengan masuknya seluruh finalis dari belakang kursi penonton.  Mereka berjalan beriringan, pelan-pelan dan perlahan-lahan, masuk di sisi kiri dan kanan penonton, kemudian menempati posisi masing-masing di atas panggung. Finalis Bagus terlihat membawa pelepah enau dengan hiasan janur mengantung di salah satu celah tangkai daunnya.  Jika dikaitkan dengan tradisi ngerebeg yang sesungguhnya, mereka seolah-olah sedang berjalan dari Puri Kediri menuju Pura Luhur Pekendungan. Perjalannya mereka diiringi gerong yang menjelma doa dan mantra agar perjalanan mereka senantiasa mendapat keselamatan dan lindungan semesta pada setiap hidup dan kehidupan. Gerong yang ditata apik oleh I Gusti Ayu Irayanti, S. Pd. tersebut malam itu dinyanyikan dengan sangat merdu, sangat khusuk, bahkan juga terkesan sangat magis. Mendengarnya saja mampu membuat merinding. Gerong tersebut seperti merasuk ke dalam tubuh para pendengarnya.

Mula-mula, finalis menari dengan gerakan yang biasa, dengan santai, temponya juga tidak terlalu cepat. Namun begitu, mereka semua menari dengan sangat menjiwai. Mereka tersenyum ketika memang harus tersenyum. Sesekali menatap tajam dan intens. Sampai akhirnya mereka bergerak dengan sangat dinamis tanpa melepaskan sukma yang bersarang dalam tubuh mereka. Mereka menari seolah-olah sedang dilanda wabah atau kebrebehan. Mereka bergerak seakan menghalau dan menghempas jauh segala energi negatif yang menghampiri mereka. Mereka bersorak mensuarakan perjuangan mereka. Ah, susah rasanya menjelaskan secara detail semua gerakan yang mereka lakukan. Namun yang pasti kepiawaian mereka menari dan tarian yang mereka persembahkan sudah sepatutnya diacungi jempol.

Keris Dihunus, Kulkul Dipukul, Dibuka Acara Secara Resmi

Ketua Panitia Pemilihan Jegeg Bagus Tabanan 2022, I Putu Thomas Sujiwa, berkesempatan untuk memberikan laporannya. Ia menjelaskan bahwa Pemilihan Jegeg Bagus Tabanan merupakan program tahunan yang dilaksanakan oleh Pesemetonan Jegeg Bagus Tabanan di bawah naungan Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan. Tujuannya adalah untuk memilih duta pariwisata yang bertugas mempromosikan pariwisata dan budaya yang ada di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan. Di samping itu, kegiatan tersebut diselenggarakan untuk menentukan penerus dari duta pariwisata Kabupaten Tabanan yang sebelumnya.

“Kali ini kami mengambil konsep salah satu tradisi yang ada di Kabupaten Tabanan yaitu “Ngerebeg” dan mengusung tema “pemahyuning bhuana, saka nikang rat, sawen ikang ayu prapta” yang berarti bangkit bersama mewujudkan harmoni semesta sebagai penanda spirit taksu Bali melalui seorang duta, yang dimaksud disini adalah Jegeg Bagus Tabanan” ujarnya.

Ia juga menjelaskan pemilihan Jegeg Bagus Tabanan 2022 sudah dilaksanakan sejak Maret lalu dan sudah melewati beberapa rangkaian kegiatan, seperti seleksi tahap I yang dilakukan pada tanggal 20 Maret 2022, berupa tes tulis dan interview untuk menentukan 15 besar, seleksi tahap II yang dilakukan pada tanggal 27 Maret 2022, berupa tes upakara, bakat dan interview untuk menentukan 10 besar, prakarantina dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, serta Deep Interview, fashion show, dan Malam Penganugerahan yang dilakukan pada tanggal 17 Juli sampai dengan 22 Juli 2022 lalu di The Anna Villa, Canggu.

“Dan malam hari ini sebagai puncak malam Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus Tabanan 2022 untuk menentukan siapa yang akan mewakili Kabupaten Tabanan ke tingkat provinsi Bali dalam pemilihan Jegeg Bagus Bali 2022 yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 di Denpasar.” sambungnya lagi.

Dalam laporannya itu, ia mewakili seluruh pihak panitia dan penyelenggara mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah Kabupaten Tabanan, kepada bupati dan wakil bupati Tabanan beserta seluruh jajarannya yang selalu mendukung penuh kegiatan generasi muda Tabanan. Ia juga tidak lupa mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh pihak sponsor yang sudah bekerja sama dan memberikan support yang luar biasa sehingga acara tersebut dapat terselenggara dengan baik. Dalam menutup laporannya, ia mempersilakan Bapak Bupati Tabanan untuk memberikan sambutan dan membuka acara secara resmi.

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M sangat mengapresiasi terselenggaranya salah satu ajang bergengsi tersebut. Terlebih, penyelenggaranya adalah generasi muda Tabanan. Harapannya, acara pemilihan Jegeg Bagus Tabanan dapat diselenggarakan lebih meriah lagi di tahun-tahun yang akan datang.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten, saya memberikan Apresiasi kepada adik-adik Jegeg Bagus di Tabanan, sampai hari ini telah menuju grand final, sudah barang tentu menjalankan salah satu visi dan misi kita, adik-adik yang telah memiliki suatu keamanan, keunggulan, prestasi dan madani. Inilah yang menyebabkan kita berbangga selaku pemerintah bahwa adik-adik membuktikan sudah memiliki kemampuan yang luar biasa” ujar Bupati Sanjaya

Beliau juga berharap Jegeg Bagus Tabanan mampu mencetak generasi muda yang nantinya bisa membawa nama baik Kabupaten Tabanan tidak hanya di dalam daerah bahkan sampai ke luar daerah. Selain bertugas mempromosikan pariwisata dan budaya Kabupaten Tabanan, Jegeg Bagus Tabanan juga diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas dan inovasi dalam mengisi pembangunan di Kabupaten Tabanan. Termasuk memahami makna sebenarnya dari Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, Menuju Tabanan Era Baru yang man, Unggul dan Madani (AUM), sehingga mampu melakukan aksi pembangunan dalam mewujudkan visi dan misi tersebut bersama-sama.

Beliau juga memberikan semangat kepada seluruh finalis Jegeg Bagus Tabanan 2022.  “Adik-adik yang menjadi Juara jadikan ini sebagai sebuah tantangan ke depan dan yang tidak mendapat juara, tidak menjadi masalah, yang penting intinya banggalah sebagai masyarakat Tabanan, banggalah sebagai pesemetonan Jegeg Bagus Tabanan” imbuhnya.

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M masih tetap berdiri di atas panggung. Pembawa acara kemudian mempersilakan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H., M.M. Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, S.E. beserta Ny. Widiartini Wirawan selaku Ketua GOW Kabupaten Tabanan. Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan dan Penglingsir Puri Kediri, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan beserta Ny. Santi Susila selaku Ketua DWP Kab. Tabanan, dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan untuk turut serta naik ke atas panggung mendampingi Bupati Sanjaya. Mereka semua kemudian berbaris menyamping dengan rapi.

Beberapa panitia kemudian menghampiri sambil membawa keris dan kulkul. Keris diberikan kepada Bapak Bupati Sanjaya, sementara kulkul diberikan kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H., M.M. Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, S.E. beserta Ny. Widiartini Wirawan selaku Ketua GOW Kabupaten Tabanan, dan Ketua DPRD Kabupaten Tabanan. Pembawa acara memberikan aba-aba. “Satu…Dua….Tiga…”

Keris dihunus dan kulkul dipukul, menandakan Grand Final Jegeg Bagus Tabanan 2022 dibuka secara resmi | Foto: Sanga Story.

Bupati Sanjaya menghunus keris, sisanya membunyikan kulkul berkali-kali, sisanya lagi bertepuk tangan dengan meriah, menandakan acara Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus Tabanan 2022 malam itu telah dibuka secara resmi.

Konsep Grand Final Yang Berbeda

D’Organizer adalah pihak yang sangat berperan dalam acara Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus Tabanan 2022. Tidak hanya dalam acara grand final kemarin, namun juga dari awal rangkaian pemilihan Jegeg Bagus Tabanan 2022 dilaksanakan. Event Organizer sekaligus Wedding Organizer berbasis di Bali yang dimiliki I Gede Agus Deny Permana tersebut memberikan konsep acara dengan ide-ide baru yang belum pernah diterapkan sebelumnya.

Ia bersama timnya merancang venue atau lokasi acara sedemikian rupa, mengatur posisi tempat duduk para undangan, para sponsor, para orang tua finalis dengan sangat tertata. Masing-masing kursi dilabeli nama, sehingga orang-orang tidak lagi bingung mencari kursi mereka. Karena sangat tertat, para undangan juga akan sangat mudah diarahkan. Misalnya, saat pemanggilan sponsor ke atas panggung untuk diberikan sertifikat penghargaan, mereka akan dijemput oleh salah seorang panitia. Kemudian satu per satu naik ke atas panggung dan berbaris menyamping dengan rapi sesuai dengan urutan pemanggilan tadi. Sertifikat pun akhirnya bisa diserahkan tanpa adanya kebingungan lagi di atas panggung akibat barisan yang tidak sesuai urutan atau semacamnya. Konsep ini boleh dibilang mirip dengan konsep saat pemanggilan wisudawan di acara-acara wisuda kampus pada umumnya.

Para dewan juri dalam acara Grand Final Jegeg Bagus Tabanan 2022 | Foto: Sanga Story.

D’Organizer juga memberikan beberapa sentuhan audio visual dalam penyelenggaraan grand final kemarin. Video announcement dan protokol kesehatan contohnya. Bagi yang sering ke bioskop, tentu tidak asing dengan pengumuman “Pintu teater II telah dibuka. Para penonton yang telah memiliki karcis dipersilakan untuk memasuki ruangan teater.” Nah, video semacam ini pula yang dihadirkan oleh D’Organizer untuk memberitahu semua orang bahwa acara akan segera dimulai, lengkap dengan backsound yang semakin membuatnya mirip dengan video-video di bioskop. Video protokol kesehatan yang ditampilkan juga tidak kalah menarik, lengkap dengan animasi yang lumayan mengambarkan isi dari imbauan-imbauan yang disampaikan.

Seluruh finalis Jegeg Bagus Tabanan 2022 memperkenalkan diri masing-masing melalui video yang sudah disiapkan jauh-jauh hari, berbarengan dengan hari ketika mereka melakukan sesi photoshoot 10 besar. Nama-nama dan motto hidup mereka dibacakan melaui voice over yang bagus dan tenang, namun energik. Tak hanya itu, seluruh pihak sponsor platinum beserta logo mereka pun ditayangkan melalui video. Begitu pula dengan nama-nama dewan juri beserta bidang yang mereka kuasai. Ada 5 dewan juri yang dipercaya menilai penampilan seluruh finalis pada acara grand final malam itu. Mereka adalah:

  1. Dr. I Nyoman Sudiarta, S.E., M.Par, dewan juri bidang pariwisata dan budaya dari unsur akademisi.
  2. Andri Purwanto, S.T, dewan juri bidang kepribadian, tata busana, dan entertain.
  3. Ni Made Putri Ningsih Wirna, S.E, dewan juri bidang entrepreneur, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak.
  4. I Gusti Bagus Weda Sanjaya, S.Pd, dewan juri bidang agama dan bahasa Bali.
  5. I Gede Agus Deny Permana, dewan juri bidang public speaking dan bahasa Inggris.

Konsep video ini juga dihadirkan saat sesi tanya jawab 6 Besar Finalis Jegeg Bagus Tabanan 2022. Pada pemilihan di tahun-tahun sebelumnya, para finalis mengambil sebuah gulungan dari sebauh vas kaca bulat, kemudian membaca nomor yang tertulis di gulungan tersebut dan MC akan membacakan pertanyaan yang didapat. Tahun ini, pertanyaan-pertanyaan dari dewan juri tersebut akan mereka pilih sendiri dari 12 kotak yang sudah ditayangkan di layar. Namun tetap secara acak. Nomor-nomor tersebut pun diundi, dan para finalis harus mengatakan “Stop” untuk menghentikan undian tersebut. Misal, nomor yang mereka dapatkan adalah nomor 5, maka ketika kotak nomor 5 dibuka, akan tayang nama dewan juri beserta fotonya. Selanjutnya, dewan juri yang bersangkutan akan membacakan langsung pertanyaannya.

Sesi tanya jawab 6 Besar Bagus Tabanan 2022 | Foto: Sanga Story.

Di samping penataan dan konsep video, Dalam momentum-momentum tertentu. D’Organizer juga menghadirkan backsound modern yang terkesan sangat energik dan dapat membangkitkan rasa semangat, seperti saat Bupati Sanjaya akan naik ke atas panggung, saat para sponsor menerima sertifikat, dan sebagainya. Kehadiran backsound tersebut membuat acara grand final malam itu terasa layaknya acara-acara bergengsi dan berkelas, seperti penghargaan bertaraf nasional bahkan internasional.

Dihadiri Seluruh Jegeg Bagus Kabupaten/Kota Se-Bali

Acara Grand Final Jegeg Bagus Tabanan 2022 kemarin dihadiri oleh seluruh Jegeg Bagus Kabupaten/Kota se-Bali. Hal ini dapat dilihat saat parade budaya, tidak ada kabupaten/kota yang tidak disebutkan oleh pambawa acara, tidak ada kabupaten/kota yang tidak menampilkan pesona dan karisma mereka di atas panggung Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, malam itu. Semua hadir, mulai dari Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, Jembrana, Karangasem, Klungkung, sampai Kota Madya Denpasar. Acara tersebut juga dihadiri oleh Duta Bahasa Provinsi Bali.

Jegeg Bagus Bali malam itu diwakili oleh I Made Agus Prisentana Putra dan Ida Ayu Shanti Pinandita Erawan. Mereka unjuk gigi di atas panggung sambil keduanya melambaikan tangan menyapa penonton. Degus, begitu panggilan akrabnya, berkesempatan memberikan pesan dan kesan kepada seluruh hadirin yang memenuhi tempat acara malam itu.

Video perkenalan dewan juri ditayangkan di layar | Foto: Sanga Story.

Salah satu dewan juri memberikan pertanyaannya kepada Finalis Jegeg Bagus Tabanan 2022 | Foto: Sanga Story.

Sesi Penyerahan sertifikat kepada pihak sponsor platinum | Foto: Sanga Story.

“Tentu saja besar harapan saya siapapun yang terpilih sebagai Jegeg Bagus Tabanan 2022 teman-teman bisa mengemban tugas dan tanggung jawab tidak hanya sebagai seorang Jegeg Bagus, tapi kalian bisa untuk beraksi sebagai duta generasi muda dan duta pariwisata. Bagaimana teman-teman dapat memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam perkembangan pariwisata yang ada di Kabupaten Tabanan dan Provinsi Bali. Dan juga sebagai duta pemuda, bagaimana dapat menginspirasi seluruh generasi muda Bali untuk tetap aktif, seperti halnya mengikuti Jegeg Bagus Tabanan.” ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Dayu. Ia sependapat dengan apa yang dikatakan oleh Degus tadi. “Benar sekali apa yang dikatakan oleh Bagus Degus, dan saya yakin siapapun yang terpilih menjadi Jegeg Bagus Tabanan 2022, kalian berada di tengah masyarakat yang tepat, kabupaten yang luar biasa indahnya. Dan saya yakin kalian bisa meneruskan tongkat estafet dari Jegeg Gita dan juga Bagus Billy (Jegeg Bagus Tabanan 2019) untuk melangkah ke tahap yang lebih baik lagi,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah penonton.

Jegeg Bagus Tabanan 2022

Dengan penuh karisma, satu per satu finalis Jegeg Bagus Tabanan 2022 berjalan memasuki panggung kemudian berdiri di tempatnya masing-masing. Jantung mereka mungkin saja sedang berdegup lebih cepat dari biasanya. Pasalnya, saat itu, mereka siap mendengar pengumuman siapa sajakah yang terpilih menjadi Jegeg Bagus Atribut, Runner Up I sampai dengan Runner Up V, dan tentu saja Jegeg Bagus Tabanan 2022.

Perwakilan Jegeg Bagus Bali memberikan sepatah dua patah kata didampingi pembawa acara. Foto: Sanga Story.

Detik-detik pengumuman pemenang Jegeg Bagus Tabanan 2022. Foto: Sanga Story.

Setelah melalui berbagai tahapan penilaian, prakarantina, deep interview, babak 6 besar dan babak 3 besar, serta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang didapat, inilah nama-nama para pemenang berdasarkan hasil keputusan dewan juri.

Jegeg Tabanan 2022

  • Ni Komang Wiranti Primadani – Universitas Udayana

Bagus Tabanan 2022

  • I Gusti Made Andrian Sumantri – ITB Stikom Bali

Runner Up I Jegeg Tabanan 2022

  • Ni Putu Sabrina Abelia Putri – SMA Negeri 1 Tabanan

Runner Up I Bagus Tabanan 2022

  • I Komang Agus Tri Guna Yasa – Universitas Udayana

Runner Up II Jegeg Tabanan 2022

  • Ni Luh Komang Tri Maharani Dewi – SMA Negeri 1 Tabanan

Runner Up II Bagus Tabanan 2022

  • Made Dany Mahendra – Politeknik Negeri Bali

Runner Up III Jegeg Tabanan 2022

  • Nadeana Rostika Dewi – Universitas Udayana

Runner Up III Bagus Tabanan 2022

  • I Komang Sukra Dinata – Politeknik Negeri Bali

Runner Up IV Jegeg Tabanan 2022

  • Ni Luh Putu Tiara Maharani – SMA Negeri 1 Tabanan

Runner Up IV Bagus Tabanan 2022

  • Anak Agung Putu Agung Aditya – Institut Pariwisata Bisnis Internasional

Runner Up V Jegeg Tabanan 2022

  • Kadek Ayu Indahyani – Politeknik Internasional Bali

Runner Up V Bagus Tabanan 2022

  • Putu Aditia Pratama – STT Werdhi Yowana Shanti

Jegeg Intelegensia 2022

  • Desak Made Putri Okta Yuanita – Kampus Penerbangan Bali Aviation and Tourism Center

Bagus Intelegensia 2022

  • I Made Alvin Anggara Putra – SMA Surya Wisata

Jegeg Lingkungan 2022

  • Ni Kadek Feby Anggreni – Universitas Mahasaraswati Denpasar

Bagus Lingkungan 2022

  • I Gede Made Ari Raditya – Universitas Udayana

Jegeg Berbakat 2022

  • Ni Putu Prema Maharani – Universitas Udayana

Bagus Berbakat 2022

  • Putu Werdhi Kusuma – Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar

Jegeg Persahabatan 2022

  • Komang Ayu Sri Iswari – Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI)

Bagus Persahabatan 2022

  • I Nyoman Indrawan – Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar

Penobatan Jegeg Bagus Tabanan 2022 terpilih dengan menghunus keris. Foto: Sanga Story.

I Komang Agus Merta Dana, selaku ketua umum Pasemetonan Jegeg Bagus Tabanan mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu pemilihan Jegeg Bagus Tabanan 2022 dari awal sampai akhir.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan khususnya Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan sebagai leading sector kegiatan ini, para dewan pembina, alumni dan seluruh Pasemetonan Jegeg Bagus Tabanan karena telah mampu mengadakan pemilihan Jegeg Bagus Tabanan 2022 sampai tahap ini. Besar harapannya Jegeg Bagus Tabanan kedepannya selalu dapat memberikan hal-hal positif dan menjadi contoh bagi generasi muda, dan tentu saja dapat membantu pemerintah dalam mengembangkan pariwisata khususnya yang ada di Kabupaten Tabanan.” ujarnya

Andri Purwanto, S.T. selaku dewan pembina mengatakan selalu ada peningkatan peserta dari tahun ke tahun, baik dari segi brain, beauty, dan behavior.

“Harapan kami juga duta-duta yang terpilih nanti akan bisa membawa dan mengharumkan kabupaten Tabanan di jenjang pemilihan Jegeg Bagus Bali 2022 dan kami dari dewan juri sangat mengharapkan apa yang menjadi kepercayaan kami dapat digunakan dengan maksimal dan dijaga dengan baik, dan selalu meningkatkan wawasan baik dari segi attitude, brain, beauty, dan behavior sehingga nantinya Jegeg Bagus Tabanan yang terpilih mewakili kabupaten Tabanan adalah Jegeg Bagus terbaik di antara kabupaten lainnya,” ujar Kak Andri.

Suasana saat sesi foto bersama Jegeg Bagus Tabanan 2022 | Foto: Sanga Story.

Salah satu dewan juri berfoto bersama pemenang Jegeg Bagus Tabanan Atribut 2022 | Foto: Sanga Story.

Salah seorang dewan juri memberikan slempang kepada pemenang Runner Up IV Jegeg Bagus Tabanan 2022 | Foto: Sanga Story.

Salah seorang Finalis Jegeg Tabanan 2022 yang berhasil masuk ke babak 6 besar | Foto: Sanga Story.

Salah seorang Finalis Bagus Tabanan 2022 berhasil masuk ke babak 6 besar. Foto: Sanga Story.

Di akhir acara, semua finalis Jegeg Bagus Tabanan 2022 berfoto bersama. Mereka mengemban tugas yang baru saat itu, sesuai dengan gelar yang sudah disematkan pada diri mereka masing-masing. Pembawa acara mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu, dan dengan lantang menutup acara Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus Tabanan 2022 dengan mengucapkan,

“Sampai bertemu lagi di acara pemilihan Jegeg Bagus Tabanan 2023” [T]

Tags: Jegeg Bagus Tabanantabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anak-anak Pandemi, Liputan Batin Kambali Zutas | Dari Bedah Buku Puisi di Komunitas Mahima

Next Post

Ulasan Buku Puisi Anak-anak Pandemi: Menyaksikan Kambali “Meliput” Pandemi

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails
Next Post
Ulasan Buku Puisi Anak-anak Pandemi: Menyaksikan Kambali “Meliput” Pandemi

Ulasan Buku Puisi Anak-anak Pandemi: Menyaksikan Kambali “Meliput” Pandemi

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya
Esai

Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya

TIAP tanggal satu Mei tiba, ingatan kita biasanya langsung tertuju pada lautan manusia di jalanan protokol Jakarta. Memori kita terikat...

by Arief Rahzen
May 1, 2026
’Siti Mawarni Ya Incek’: Amarah dalam Nama Tuhan
Ulas Musik

’Siti Mawarni Ya Incek’: Amarah dalam Nama Tuhan

FENOMENA viralnya lagu “Siti Mawarni Ya Incek” tidak bisa dibaca sekadar lagu hiburan digital yang lewat begitu saja. Ia adalah...

by Ahmad Sihabudin
May 1, 2026
SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru
Pop

SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru

SETELAH hampir satu dekade tenggelam dalam kesibukan masing-masing, SWR Bali akhirnya kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru bertajuk “Palas”. Band...

by Dede Putra Wiguna
May 1, 2026
‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran
Kesehatan

‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran

SUASANA pagi pada Kamis, 30 April 2026, di Wantilan Kuari, Jimbaran, terasa berbeda. Bukan sekadar hiruk-pikuk aktivitas yang terdengar sejak...

by Nyoman Budarsana
April 30, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat
Esai

Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

Ilmuwan di Persimpangan Zaman Nama J. Robert Oppenheimer selalu menghadirkan paradoks: seorang ilmuwan jenius yang sekaligus menjadi simbol kegelisahan moral...

by Agung Sudarsa
April 30, 2026
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  
Panggung

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BALI SEDANG KRISIS KEBERANIAN? —‘Cari Aman’, ‘Koh Ngomong’ dan ‘Sing Nyak Uyut’ yang Menghancurkan Bali

— Catatan Harian Sugi Lanus, 29 April 2026 Di permukaan dan kasat mata: Bali sedang menghadapi darurat sampah. Pengerusakan hutan...

by Sugi Lanus
April 30, 2026
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik
Tualang

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

by Chusmeru
April 30, 2026
Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia
Bahasa

Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia

BARU-BARU ini, dalam perhelatan Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Sandibasa) IV, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, saya mempresentasikan sebuah makalah...

by I Made Sudiana
April 29, 2026
Sambeng Agung, Perang Hama dari Canggu di Pesta Kesenian Bali 2025
Budaya

Pesta Kesenian Bali 2026 Angkat Isu-isu Sosial Aktual Lewat Panggung dan Seminar Seni

Pesona Pesta Kesenian Bali (PKB) masih memukau, dinamis dan relevan. Buktinya, pesta seni milik masyarakat Bali ini berhasil mempertahankan tradisi,...

by Nyoman Budarsana
April 29, 2026
Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles
Esai

Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

DI tengah dunia yang begitu bising oleh standar dan penilaian, banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa daya tarik ditentukan oleh...

by T.H. Hari Sucahyo
April 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co