23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Melukis Bersama Cerita Rasa: Imajinasi, Inspirasi dan Gunung Kembar

Made Birus Suarbawa by Made Birus Suarbawa
August 6, 2022
in Khas
Melukis Bersama Cerita Rasa: Imajinasi, Inspirasi dan Gunung Kembar

Melukis bersama diikuti oleh anak-anak tetangga Rumah Baca Bali Tersenyum di Desa Tukadaya, Melaya, Jembrana.

Adakah dari pembaca adalah orang tua yang suka mejadi “juri” gambar untuk anak-anaknya, yang bahkan sebelum gambar itu selesai sudah memberi komentar nyinyir? “Warnanya jelek, gak rapi, kok gunung warnanya merah, kok gini, kok gitu, harusnya gini, harusnya gitu, gak punya rasa seni!”. 

Dalam Cerita Rasa pada Sabtu 30 Juli 2022 yang dicita-citakan menjadi Village Festival di Jembrana, sesi melukis bersama tidak menyediakan juri yang akan menghakimi hasil karya anak-anak. Kami hanya menyediakan ruang dan lebih mendorong sebuah kegiatan bersama.

Melukis bersama diikuti oleh anak-anak tetangga Rumah Baca Bali Tersenyum di Desa Tukadaya, Melaya, Jembrana. Bayangan awal kami, paling banyak akan mampu mengumpulkan 10 – 20 orang anak. Namun pada kenyataannya, lebih dar 35 orang anak berkumpul untuk melukis bersama.

Dalam sesi ini, kami mengundang perupa muda asal desa Tukadaya, Wayan Wasudewa, yang banyak bermain-main di ranah mural dan tato. Kehadiran Wayan yang dikenal dengan sign WSDW menjadi sebuah gambaran tentang jalan berkesenian.

Secara tidak langsung, kehadiran orang dewasa yang melukis bersama anak-anak menjadi role model bagi mereka, yang selama ini hanya mengetahui menggambar adalah sempilan pelajaran di sekolahnya. Bahwa seni juga bisa menjadi profesi, dan ada sekolahannya hingga perguruan tinggi. Ada juga orang yang memilih berkesenian sebagai jalan hidupnya.

Anak-anak Menjuri Lukisannya Sendiri

Semua lukisan anak-anak yang dibuat dengan pastel di atas kertas, kemudian dipajang di salah satu bidang dinding rumah. Ini adalah pameran karya mereka setelah sekitar dua jam bersenang-senang dengan imajinasi dan warna.

Untuk mengakomodir keinginan anak-anak agar ada “pemenang” dalam menggambar yang mereka anggap adalah lomba, kami membiarkan mereka menjadi juri bersama pengunjung lain. Setiap anak berhak memilih tiga karya yang mereka sukai, termasuk salah satunya gambar mereka sendiri.

Dalam proses “penjurian ini”, ada anak yang tenang-tenang saja menyaksikan gambarnya dijuri. Sementara ada anak lain yang sangat berambisi mendapat vote terbanyak, dengan berkampanye bahwa gambarnya layak untuk dipilih. Ada pula anak yang sengaja menggambar piala dengan tulisan “pemenang”, dengan harapan dialah yang akan menang. Dan ternyata afirmasi ini berhasil, gambar piala itu memancing anak-anak untuk memilih.

Sebagai penyemangat, kami mengumumkan tiga karya dengan pemilih terbanyak di sela-sela program Pentas Cerita dan Menonton Film Pendek. Penerima bingkisan tesebut adalah, Geta dengan raihan 10 pemilih, Satria “penggambar piala” dengan 11 pemilih dan Nanda dengan raihan 21 pemilih.

Imajinasi, Inspirasi dan Gunung Kembar

Dari 35+ karya yang dihasilkan, yang cukup mendominasi adalah gambar gunung kembar beserta pohon dan sawahnya. Mungkin terinspirasi dari pemandangan desa kami yang sangat indah, yang menampilkan jajaran bukit dan gunung di sisi utara, dari Gunung Sondoh hingga Gunung Agung. Sementarai di sisi Barat, tampak Bukit Kelatakan, dan saat hari cerah, pegunungan Jawa Timur juga tampak jelas terlihat.

Inspirasi gunung kembar ini memang sudah turun-temurun diwariskan. Dari jaman saya SD tahun 86, template gambar itu masih ada hingga sekarang. Tidak ada yang salah dengan model gambar seperti itu. Namun yang menjadi pemikiran adalah, kenapa ketika kelas 2 SD menggambar pola tersebut dan saat sudah SMP juga masih menggambar hal yang sama?

Nandusin, Lontong Serapah dan Cooking Class: Sebuah Cita-cita

Saya melihat, setiap anak memiliki cara untuk menemukan inspirasi karyanya. Imajinasi mereka tumbuh dari apa yang pernah mereka lihat atau tonton, bayangkan atau apa yang ada di sekitar mereka saat itu. Kalau mereka masih berkutat pada pola gunung kembar, artinya mereka butuh bantuan, bagaimana cara menemukan inspirasi untuk dituangkan dalam gambarnya.

Ada yang menggambar setting adegan film kesukaan mereka, ada yang meniru gambar yang ada di dinding rumah, ada juga yang meniru gambar teman di sebelahnya, sebagai sebuah dampak dari berkegiatan bersama.

Kalau diamati,  setiap anak memiliki ide dan imajinasi sendiri. Namun kemudian terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. Bisa jadi karena teman di sebelahnya menggambar sangat bagus sehingga menjadi inspirasi, atau memang dia tidak tau cara memvisualisasikan apa yang diinginkannya.

Ada perbedaan cukup mencolok yang dialami anak-anak yang lebih tua, dibandingkan mereka yang masih TK, SD awal, atau yang belum sekolah. Anak lebih kecil, tampak lebih ekspresif dan bebas dalam menuangkan ide dan terasa sekali kebebasan tangan dan pikiran mereka di atas kertas. Sementara mereka yang lebih tua, antara kelas 4 SD hingga SMP, mereka mengalami mental block. Mereka berasa tidak bisa, malu menunjukan gambarnya, takut gambarnya dibilang seperti gambar anak TK, bahkan bisa mengatakan tidak punya bakat menggambar.

Dari mana datangnya mental block itu? Tentu tidak bisa kita pungkiri, bahwa tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Mereka merekam apapun yang mereka lihat, dengar dan rasakan. Dan sayangnya, tidak disediakan penghapus atau tombol reset dalam kehidupan ini. Yang bisa dilakukan adalah, memberi ruang menemukan pengalaman baru yang membatu mereka bertumbuh dengan lebih baik. 

Saya meyakini, apapun pilihan di masa depan yang akan diambil anak-anak adalah dimulai hari ini. Maka beri ruang mencoba semua hal dengan gembira, mencicipi semua rasa, mencoba semua warna. Tidak peduli itu hasilnya bagus atau bagus banget. Melukis bersama di Cerita Rasa adalah ruang mengungkapkan cerita dan rasa yang mengendap dalam diri kalian, ke dalam visual dan warna. Sapai jumpa lagi.[T]

Tags: anak-anakfestivaljembranaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tibalah Dokter dan Juru Rawat Kita Pada Vaksin Suntikan Keempat

Next Post

Puisi-puisi Ngadi Nugroho | Kita Adalah Pendatang Asing

Made Birus Suarbawa

Made Birus Suarbawa

Nama lahir saya I Made Suarbawa dan mesin ketik adalah hadiah terindah dalam hidup saya. Bercerita dalam berbagai medium adalah cara berbagi paling menyenangkan. Tulisan, foto dan film adalah media yang sedang saya dalami dan nikmati.

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Ngadi Nugroho | Kita Adalah Pendatang Asing

Puisi-puisi Ngadi Nugroho | Kita Adalah Pendatang Asing

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co