24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Melukis Bersama Cerita Rasa: Imajinasi, Inspirasi dan Gunung Kembar

Made Birus Suarbawa by Made Birus Suarbawa
August 6, 2022
in Khas
Melukis Bersama Cerita Rasa: Imajinasi, Inspirasi dan Gunung Kembar

Melukis bersama diikuti oleh anak-anak tetangga Rumah Baca Bali Tersenyum di Desa Tukadaya, Melaya, Jembrana.

Adakah dari pembaca adalah orang tua yang suka mejadi “juri” gambar untuk anak-anaknya, yang bahkan sebelum gambar itu selesai sudah memberi komentar nyinyir? “Warnanya jelek, gak rapi, kok gunung warnanya merah, kok gini, kok gitu, harusnya gini, harusnya gitu, gak punya rasa seni!”. 

Dalam Cerita Rasa pada Sabtu 30 Juli 2022 yang dicita-citakan menjadi Village Festival di Jembrana, sesi melukis bersama tidak menyediakan juri yang akan menghakimi hasil karya anak-anak. Kami hanya menyediakan ruang dan lebih mendorong sebuah kegiatan bersama.

Melukis bersama diikuti oleh anak-anak tetangga Rumah Baca Bali Tersenyum di Desa Tukadaya, Melaya, Jembrana. Bayangan awal kami, paling banyak akan mampu mengumpulkan 10 – 20 orang anak. Namun pada kenyataannya, lebih dar 35 orang anak berkumpul untuk melukis bersama.

Dalam sesi ini, kami mengundang perupa muda asal desa Tukadaya, Wayan Wasudewa, yang banyak bermain-main di ranah mural dan tato. Kehadiran Wayan yang dikenal dengan sign WSDW menjadi sebuah gambaran tentang jalan berkesenian.

Secara tidak langsung, kehadiran orang dewasa yang melukis bersama anak-anak menjadi role model bagi mereka, yang selama ini hanya mengetahui menggambar adalah sempilan pelajaran di sekolahnya. Bahwa seni juga bisa menjadi profesi, dan ada sekolahannya hingga perguruan tinggi. Ada juga orang yang memilih berkesenian sebagai jalan hidupnya.

Anak-anak Menjuri Lukisannya Sendiri

Semua lukisan anak-anak yang dibuat dengan pastel di atas kertas, kemudian dipajang di salah satu bidang dinding rumah. Ini adalah pameran karya mereka setelah sekitar dua jam bersenang-senang dengan imajinasi dan warna.

Untuk mengakomodir keinginan anak-anak agar ada “pemenang” dalam menggambar yang mereka anggap adalah lomba, kami membiarkan mereka menjadi juri bersama pengunjung lain. Setiap anak berhak memilih tiga karya yang mereka sukai, termasuk salah satunya gambar mereka sendiri.

Dalam proses “penjurian ini”, ada anak yang tenang-tenang saja menyaksikan gambarnya dijuri. Sementara ada anak lain yang sangat berambisi mendapat vote terbanyak, dengan berkampanye bahwa gambarnya layak untuk dipilih. Ada pula anak yang sengaja menggambar piala dengan tulisan “pemenang”, dengan harapan dialah yang akan menang. Dan ternyata afirmasi ini berhasil, gambar piala itu memancing anak-anak untuk memilih.

Sebagai penyemangat, kami mengumumkan tiga karya dengan pemilih terbanyak di sela-sela program Pentas Cerita dan Menonton Film Pendek. Penerima bingkisan tesebut adalah, Geta dengan raihan 10 pemilih, Satria “penggambar piala” dengan 11 pemilih dan Nanda dengan raihan 21 pemilih.

Imajinasi, Inspirasi dan Gunung Kembar

Dari 35+ karya yang dihasilkan, yang cukup mendominasi adalah gambar gunung kembar beserta pohon dan sawahnya. Mungkin terinspirasi dari pemandangan desa kami yang sangat indah, yang menampilkan jajaran bukit dan gunung di sisi utara, dari Gunung Sondoh hingga Gunung Agung. Sementarai di sisi Barat, tampak Bukit Kelatakan, dan saat hari cerah, pegunungan Jawa Timur juga tampak jelas terlihat.

Inspirasi gunung kembar ini memang sudah turun-temurun diwariskan. Dari jaman saya SD tahun 86, template gambar itu masih ada hingga sekarang. Tidak ada yang salah dengan model gambar seperti itu. Namun yang menjadi pemikiran adalah, kenapa ketika kelas 2 SD menggambar pola tersebut dan saat sudah SMP juga masih menggambar hal yang sama?

Nandusin, Lontong Serapah dan Cooking Class: Sebuah Cita-cita

Saya melihat, setiap anak memiliki cara untuk menemukan inspirasi karyanya. Imajinasi mereka tumbuh dari apa yang pernah mereka lihat atau tonton, bayangkan atau apa yang ada di sekitar mereka saat itu. Kalau mereka masih berkutat pada pola gunung kembar, artinya mereka butuh bantuan, bagaimana cara menemukan inspirasi untuk dituangkan dalam gambarnya.

Ada yang menggambar setting adegan film kesukaan mereka, ada yang meniru gambar yang ada di dinding rumah, ada juga yang meniru gambar teman di sebelahnya, sebagai sebuah dampak dari berkegiatan bersama.

Kalau diamati,  setiap anak memiliki ide dan imajinasi sendiri. Namun kemudian terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. Bisa jadi karena teman di sebelahnya menggambar sangat bagus sehingga menjadi inspirasi, atau memang dia tidak tau cara memvisualisasikan apa yang diinginkannya.

Ada perbedaan cukup mencolok yang dialami anak-anak yang lebih tua, dibandingkan mereka yang masih TK, SD awal, atau yang belum sekolah. Anak lebih kecil, tampak lebih ekspresif dan bebas dalam menuangkan ide dan terasa sekali kebebasan tangan dan pikiran mereka di atas kertas. Sementara mereka yang lebih tua, antara kelas 4 SD hingga SMP, mereka mengalami mental block. Mereka berasa tidak bisa, malu menunjukan gambarnya, takut gambarnya dibilang seperti gambar anak TK, bahkan bisa mengatakan tidak punya bakat menggambar.

Dari mana datangnya mental block itu? Tentu tidak bisa kita pungkiri, bahwa tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Mereka merekam apapun yang mereka lihat, dengar dan rasakan. Dan sayangnya, tidak disediakan penghapus atau tombol reset dalam kehidupan ini. Yang bisa dilakukan adalah, memberi ruang menemukan pengalaman baru yang membatu mereka bertumbuh dengan lebih baik. 

Saya meyakini, apapun pilihan di masa depan yang akan diambil anak-anak adalah dimulai hari ini. Maka beri ruang mencoba semua hal dengan gembira, mencicipi semua rasa, mencoba semua warna. Tidak peduli itu hasilnya bagus atau bagus banget. Melukis bersama di Cerita Rasa adalah ruang mengungkapkan cerita dan rasa yang mengendap dalam diri kalian, ke dalam visual dan warna. Sapai jumpa lagi.[T]

Tags: anak-anakfestivaljembranaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tibalah Dokter dan Juru Rawat Kita Pada Vaksin Suntikan Keempat

Next Post

Puisi-puisi Ngadi Nugroho | Kita Adalah Pendatang Asing

Made Birus Suarbawa

Made Birus Suarbawa

Nama lahir saya I Made Suarbawa dan mesin ketik adalah hadiah terindah dalam hidup saya. Bercerita dalam berbagai medium adalah cara berbagi paling menyenangkan. Tulisan, foto dan film adalah media yang sedang saya dalami dan nikmati.

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Ngadi Nugroho | Kita Adalah Pendatang Asing

Puisi-puisi Ngadi Nugroho | Kita Adalah Pendatang Asing

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co